Kupandang laut lepas, kupandang langit luas.....hatiku galau. Ingin kuberteriak sekeras mungkin, sekuat mungkin, tapi tertahan. Mataku basah sudah, lisanku berucap istighfar, lagi, dan lagi, tapi tiada arti.
Hatiku sudah memilih, meski kutahu bahwa pilihanku salah. Masih sempat terucap do'a dan harap, ingin ku bisa berhenti dan berbalik arah. Namun aku kalah. Tiada lagi akal sehat di dalam kepalaku.
Teringat akan suamiku, aku mencintainya, namun saat ini aku membencinya. Semua hal indah tentang kami seolah tiada.
Kubalikkan badan, di sana seorang lelaki telah menungguku.
###############
Ditulis untuk meramaikan ultah Cambai, baru pertama kali nulis FF, ketentuan jumlah kata sepertinya tidak terpenuhi. Biarlah, yang penting ngumpulin