Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

Review: The Twits


Judul: The Twits
Penulis: Roald Dahl
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 103 halaman
ISBN: 979 22 02757

sumber


Buku ini habis dibaca Syifa dalam beberapa jam saja, akhirnya emaknya juga pengen menamatkan The Twits, buku pinjaman dari perpus sekolah Syifa. Ternyata ya sama, nggak pake lama kok membacanya hehe. Ceritanya menarik dan bukunya tidak tebal, bacaan ringan untuk anak-anak memang. Tapi aku juga menikmatinya lho, seru!

Kali ini Roald mengisahkan tentang sepasang suami istri yang nyentrik. Sang suami, Mr. Twit berjenggot panjang, berkumis, plus bercambang yang membuat wajahnya hampir semua tertutupi rambut kecuali bibir, kening, dan mata. Sayang, dia jorok, tak pernah sekalipun mencuci mukanya sehingga banyak sekali sisa makanan bahkan sampai berhari-hari lamanya menempel di janggut maupun di kumisnya, hiiyy.

Sedangkan istrinya, Mrs. Twit merupakan seorang wanita buruk rupa. Anehnya, dia sebenarnya tidak terlahir jelek lho. Wajahnya manis ketika masih muda, tapi kejelekannya berkembang dari tahun ke tahun. Ada kalimat yang aku suka nih, pas untuk dijadikan sebagai pengingat bagi kita agar tidak usahlah berpikiran negatif, apalagi setiap saat.

"Jika seseorang memiliki pikiran-pikiran jelek, maka itu akan terlihat di wajahnya. Dan ketika orang itu memiliki pikiran-pikiran jelek setiap hari, setiap minggu, setiap tahun, maka mukanya menjadi semakin jelek dan terus makin jelek." Halaman 17-18.

Dan sebaliknya, bila kita selalu berpikir positif, meski wajah kita tak cantik, pikiran positif itu akan membuat kita terlihat cantik.

"Seseorang yang memiliki pikiran bagus tidak akan menjadi jelek. Kau bisa saja memiliki hidung besar, mulut mencong, dagu berlipat, dan gigi tonggos, tapi jika kau punya pikiran-pikiran yang bagus pikiran-pikiran itu akan bersinar di wajahmu seperti sinar matahari dan kau akan selalu terlihat cantik." Halaman 18.

Pasangan aneh ini saling menjahili, mereka sama-sama mempunyai pikiran jahat untuk dilakukan. Banyak sekali ulah mereka yang memuakkan. Misalnya, saat Mr.Twit menaruh kodok di tempat tidur istrinya atau saat Mrs.Twit menghidangkan spaggeti bercacing pada suaminya. Tak hanya itu, mereka pun jahat terhadap hewan peliharaan mereka maupun hewan lainnya. Tapi, seperti semua hal yang sudah pasti di dunia ini, keburukan maupun kejahatan tidak akan selamanya bertahan. Pada akhirnya pasangan suami istri ini pun mendapatkan ganjaran yang setimpal.
Read More

Senin, 29 Desember 2014

Shampo Kuda

Bermula dari dimasukkannya aku ke sebuah grup jualan seorang teman di FB. Ada banyak item yang ditawarkan, salah satunya adalah shampo Caviar ini. Kalau dari keterangan produknya sih, duh membuatku mupeng. Pengen banget nyobain khasiat shampo impor dari Aussie ini yang katanya bisa mempercepat pertumbuhan rambut, cocok bangetlah untuk yang rambutnya rontok macam aku ini. Di grup itu ditawarkan dengan harga Rp80rb atau Rp90rb gitu deh, aku lupa.


Selang beberapa hari kemudian, salah satu kontak FB ku menawarkan shampo yang sama dengan harga lebih murah, yaitu Rp75rb. Langsung saja aku memesan sebotol shampo impor ini. Sudah kepo pengen nyoba gimana, pokoknya penasaran dengan hasilnya. Apalagi di grup teman-teman kantor sudah ada yang memakai dan memberi testimoni kalau shamponya oke punya, rambut berkurang rontoknya, mengembang dan ada banyak tumbuh rambut baru. Wah, menggiurkan tho!

Begitu shamponya sudah kuterima, sepulang kantor langsung deh keramas hihihi. Haruuum deh shamponya, setelah beberapa kali pakai memang terbukti rambut rontokku jauh berkurang dan ramburku ga mudah lepek. Senangnya! Oya, yang membuatku geli adalah keterangan produk yang tertempel di botolnya. Tercetak "Use both human and horses." Ngikik langsung deh aku pas bacanya. Oalaaah pantas ada gambar kuda di kemasan shamponya ckckck. Ternyata shampo ini di sana dipakaikan ke kuda juga supaya rambutnya berkilau dan halus hehe. Barulah aku tersadar kalau shampo kuda ini sedang booming. Banyak OS yang jual dari harga murah meriah sampai mendekati Rp100rb. Eh, konon ada yang palsunya lho ya. Hati-hati juga kalau membeli, jangan-jangan murah tapi aspal.

Iseng aku posting foto shampoku dan nyetatus di FB. Eh, ternyata yang komen banyak dan rata-rata tertarik ingin mencoba. Sambil menyelam minum air, akhirnya aku kontak teman FB tempatku membeli shampo tadi dan menjadi resellernya. Alhamdulillah sekitar 50an botol shampo sudah laku terjual, lumayanlah ^_^ Ada juga teman yang memberi testimoni bahwa rambutnya yang awalnya kalau diikat hanya jadi satu ikatan sekarang bisa jadi dua ikatan karena rambutnya jauh lebih banyak. Waduuuuh testimoni yang mantaaabss.

Sayangnya, namanya kosmetik tetap ya dengan prinsip cocok-cocokan. Bisa oke hasilnya di satu orang belum tentu oke juga di orang lain. Di aku, setelah pemakaian selama kurang lebih dua mingguan, lha kok rambutku jadi rontok lagi. Apa pemakaiannya harus diperjarang? Entahlah. Saat ini sih aku stop dulu memakai shampo kuda ini, diganti dengan shampo alami keluaran Java Remedies. Sebotol kecil harganya lumayan mihil, maklum lah namanya juga shampo alami bebas dari zat kimia macam-macam. Cara penyimpanannya pun harus di dalam lemari es agar awet.

Sudah tahu kan kalau di Indonesia ini banyak orang kreatif, apa aja bisa jadi selorohan. Seringnya sih lucu meski ada juga yang jayus. Nah, boomingnya shampo kuda ini ditandai dengan munculnya kartun lucu tentang pria yang setelah memakai shampo kuda, ealah wajahnya berubah jadi kaya kuda hihihi.



Read More

Senin, 15 Desember 2014

Langsat Singosari

Suatu ketika, dalam perjalanan mudik ke Salatiga belasan tahun yang lalu. Kalau tidak salah saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Kami sekeluarga naik bis dan aku duduk bertiga dengan mbak ponakan dan juga seorang bapak-bapak. Beliau mengajakku mengobrol, menanyakan banyak hal, dan juga bercerita. 

Saat dia tahu bahwa rumahku di Singosari, beliau langsung semangat bercerita. Katanya dulu dia juga lama tinggal di sana. Masa kecilnya penuh dengan kenangan indah, mandi di sungai yang jernih, memanjat pohon, dan puas memakan buah langsep di kala panen. Katanya, langsep uenak itu ya langsep Singosari, terkenal di mana-mana.

Asyik aku mendengarnya bercerita dan akhirnya mengajukan pertanyaan heran, "Lho, emang langsep itu asalnya dari Singosari? Kok ga ada pohonnya?" Jujur aku baru tahu kalau langsep Singosari itu terkenal dan memang dibudidaya di sana. Lha perasaan aku ga ngeh ada pohonnya, atau aku kali yang ga pernah blusukan hehe. Maklum, sejenis anak rumahan gitu :p

Langsep atau langsat, bernama latin Lansium parasiticum, ada juga saudaranya yang lebih manis yaitu duku, ada juga yang menyebutnya kokosan. Ternyata, seiring berjalannya waktu dan perkembangan kota, memang sudah banyak sekali pohon langsep yang ditebang. Pohon langsep di Singosari berumur di atas 50 tahun, bahkan ada yang mencapai 150 tahun. Semua asal biji yang baru berbuah setelah umur 12-15 tahun. Langsep Singosari berbunga pada Desember-Januari; panen, Maret-April. Dahulu ia banyak dijumpai di Desa Candirenggo di sekitar bangunan peninggalan Kerajaan Singosari. Masih adakah kini pepohonan langsep di sana?

 
Sumber: http://www.tanaman.id/2014/10/manis-langsat-singosari.html
Read More

Selasa, 07 Mei 2013

[Buku] April (2)

Image
Judul : My Naughty Little Sister and Bad Harry

Penulis : Dorothy Edwards
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : April 2011
Langsung teringat sama buku jaman ketika SD yang dibelikan Mama, judulnya "Si Bandel" penulisnya Edith Unnerstad. Dulu aku membaca buku itu dengan asyik sekali dan sekarang ingin agar Syifa (7 tahun) juga keasyikan membaca buku-buku yang sejenis. Oleh karena itu, aku membeli buku ini dari mbak Retnadi di www.halamanmoeka.com ketika ada obralan, siiip langsung beli 4 serinya. Nah, sebelum kuberikan kepada Syifa, maka aku harus membacanya terlebih dahulu. Daripada ngantuk ketika acara sosialisasi di ruang rapat yang bbbrrr uadem, aku akhirnya memilih untuk membaca buku ini daripada minum kopi pahit yang nantinya bisa bikin mules mencret xixi. Ga pake lama habisnya, bukunya tipis, font hurufnya gede dan ceritanya menarik. Syifa pasti suka.
Buku ini menceritakan tentang seorang kakak yang menceritakan adiknya, gadis kecil yang nakal. Jadi menggunakan sudut pandang orang pertama, ga jelas deh siapa nama si kakak yang bercerita maupun si adik tokoh utama yang nakal ini hihihi. Biasalah namanya juga anak-anak, ada saja ulahnya kan. Nah, di buku ini terdapat 9 (sembilan)cerita yang semuanya menyenangkan untuk dibaca. Bikin senyum-senyum sendiri, karena dunia anak-anak toh di mana saja ya sama. Ketika membaca buku ini, teringat semua ulah Syifa, Farah, dan Azzam yang aneh dan lucu.
Di seri ini, banyak cerita lucu antara si adik yang nakal dan temannya Harry, yang juga nakal tentunya. Mereka berdua membuat ulah yang ampun ada-ada saja, khas anak-anak lah. Kisah mereka berdua bisa dibaca dalam judul Adikku yang Nakal dan Harry Bengal, Adikku yang Nakal dan Harry Bengal di Perpustakaan, Pinggiran Roti, Harry Bengal Nakal Sekali, Harry Bengal dan Pot Kuningan Bu Cokelat. Di kisah Pinggiran Roti, aku langsung teringat pada Syifa yang juga tidak suka memakan pinggiran roti tawarnya. Sedangkan di kisah Adikku yang nakal dan Cincin, di mana si Adik mengira dia telah menelan cincin Bu Clarke, aku teringat si Farah yang saat itu bahkan benar-benar telah memasukkan cincin mainanya ke dalam mulut, dan hampir tertelan! Fyuuh, alhamdulillah saat itu masih sempat dikeluarkan.
Ingin segera bisa membaca ketiga seri lainnya nih, buku yang cukup menghibur di kala jenuh ^_^
Read More

[Buku] April

    novel
  • Judul        : Pangeran Pencuri (Herr Der Diebe)
  • Penulis     : Cornelia Funke
  • Penerbit   : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Tebal        : 420 halaman
  • Cetakan   : Kedua, Maret 2011
Sebenarnya, serius membaca novel ini kira-kira sekitar bulan Maret, meski saya menambahkannya di shelves currently-reading sejak bulan Februari. Biasa deh, baca ini baca itu, bingung mau selesaikan yang mana hehe. Kebiasaan buruk :(
Venezia, Kota Rembulan. Kota yang terkenal dengan kanal-kanal dan gondolanya yang menjadikan ciri khas kota tersebut. Kota di atas air, so romantic menurut saya. Meski tetap saja agak merasa ngeri karena saya tidak bisa berenang hehe. Ih, siapa gitu yang mau kesana, ngayal doang ini :D
Novel ini menurut saya bagus, saya suka. Para tokoh utama yang merupakan anak-anak itulah yang membuat saya tertarik. Seru sekali membayangkan sebuah petualangan yang dialami oleh segerombolan anak-anak. Ada Prosper dan Bo, sepasang kakak beradik yang lari dari bibinya karena tidak mau terpisahkan. Ada Tawon, seorang anak perempuan yang merasa tidak bahagia tinggal di rumahnya dan juga minggat dari sana. Lalu Riccio dan Mosca yang tidak mau hidup selamanya di panti asuhan.
Mereka berempat ini plus Scipio, sang Pangeran Pencuri, begitu ia menyebut dirinya, tinggal bersama di sebuah gedung bioskop yang sudah lama tidak dipergunakan lagi. Namun, sebetulnya Scipio tidak selalu tinggal bersama mereka, ia hanya muncul sesekali saja membawa barang hasil curiannya. Scipio memang misterius. Salah satu kejutan bagi saya ketika membaca novel ini adalah ketika akhirnya terkuak jati diri Scipio oleh seorang detektif baik hati, Victor Getz.
Bagaimanapun juga, akan lebih asyik kalau dalam penokohannya tetap ada orang dewasa yang baik hati dan membantu anak-anak tersebut. Tidak hanya si Victor, tapi ada juga Ida Spavento yang akhirnya malah memberikan banyak bantuan kepada anak-anak itu. Kejutan lainnya adalah, buku yang saya kira hanya kisah fiksi tanpa hal ajaib di dalamnya, ternyata salah. Ada kisah dongeng ajaib juga di dalam buku ini, tentang komidi putar yang bisa merubah anak-anak menjadi orang dewasa dan sebaliknya. Seruuu deh membaca buku ini, sampai akhirnya tamat dini hari tadi sekitar pukul 2 pagi heuheu.
Read More

Rabu, 29 Desember 2010

Buku Bacaan Nopember

Telat banget postingnya yak....

Selama bulan Nopember kemarin aku cuma selesai membaca satu buku saja. Sayang deh rasanya, padahal banyak banget buku yang menanti giliran untuk dibaca. Bulan pertama full ngantor sih, jadinya waktu untuk membaca berkurang banget. Mungkin bisa ya kalau pandai mengatur waktu, tapi jam pulang kantor alias waktu di rumah aku dilarang baca buku oleh suami. Waktunya hanya untuk anak-anak, kalau mereka akhirnya sudah tidur berarti tiba waktunya bersama suami. Jadi kalau mau baca buku sepertinya harus jam istirahat kantor sepertinya, tapi susah juga hehe.

Oya buku kali ini kubeli dari http://halamanmoekabooks.com dengan diskon 15%.

Buku ini menceritakan tentang perjalanan hidup Iris Krasnow yang sejak remaja terus mencoba mencari pegangan hidup, mencari kedamaian hati dan jiwa, mencari Tuhan. Ketika membaca buku ini aku benar-benar bersyukur akan nikmat iman Islam di dalam hati ini. Tidak usah mengalami pencarian yang panjang dan berliku seperti yang dialami oleh Iris.

Iris mengalami masa-masa lahirnya feminisme yang memandang bahwa menjadi ibu RT saja itu tidaklah adil bagi wanita. Iris mempunyai karir nan gemilang tapi tetap merasakan kehampaan. Ketika akhirnya dia mempunyai anak, di situlah timbul kebimbangan dalam hatinya. Antara memilih karir atau menjadi seorang ibu yang sebenarnya. Bahwa menjadi wanita yang berada di rumah saja itu tidaklah buruk sama sekali, bahkan tetap bisa bekerja dari rumah. Benar-benar memberi semangat buatku, meski pilihanku kini adalah sebagai ibu bekerja. Tapi aku yakin bisa -dengan usaha amat keras- untuk tetap dekat dengan anak-anak.

Pada akhirnya Iris menemukan ketenangan dan kedamaian yang diperolehnya dari menjadi seorang ibu. Ya, berserah diri menjadi ibu. Ternyata tidak mudah memang untuk menjadi seorang ibu, tidak hanya dengan melahirkan anak saja lalu kita disebut sebagai ibu.Tidak hanya itu. Perlu proses panjang termasuk untuk mengalahkan ego dalam diri seorang wanita, menomorduakan hal lainnya dan menomorsatukan anak-anak.

Membaca buku ini membuatku merenung, menutup buku sebentar, lalu menerawang.

foto dari sini

Read More

Rabu, 10 November 2010

Bacaan Oktober 2010

Biar dikit yang penting baca .

  1. Let Me Call U Sweet Heart by Mary Higgins Clark. Penerbit PT. GPU. Novel ini hasil belanja dadakan di www.halamanmoeka.com , maklumlah karena lagi obral (mak-mak pecinta obral, diskon, dan lelang gituuu). Bukunya cetakan lama tapi masih diplastikin alias baru. Kebetulan dulu aku pernah baca novelnya mbak Mary ini dan aku cukup suka, jadi kalau ada kesempatan bolehlah beli untuk dikoleksi. Ceritanya tentang misteri pembunuhan gitu. Lengkapnya.....baca sendiri ya....hehe.
  2. Kekacauan di St. Rollo by Enid Blyton. Penerbit PT. GPU. Tetep deh, masih terbayang senengnya aku dulu pas jaman SD kalau baca buku-bukunya si Enid ini kaya Lima Sekawan yang tersohor itu. Banyak juga yang sudah aku baca dulu tapi lupa yang mana aja. Buku ini juga belinya di www.halamanmoeka.com
  3. Tomy Si Pengadu by Enid Blyton. Penerbit PT. GPU. Aku beli dan bacakan buat Syifa dan Farah, ceritanya asyik dan menyimpan banyak hikmah untuk anak-anak. Lagi-lagi aku terbawa khayalan jaman SD dulu, tiap baca buku punya Enid ini.
  4. The Tale Of Johny Town Mouse by Beatrix Potter. Penerbit PT. GPU. Buku hasil ngembat punya adik hehe, karena modelnya hard cover dan kertasnya cantik aku bawa aja (sori ya diiik...). Syifa suka liat gambar-gambarnya yang berwarna.
  5. Negeri Van Oranje by Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana. Penerbit PT. Bentang Pustaka. Kalau ini, asli nggak bermaksud ngembat lagi. Kecelakaan kok, nggak sengaja dibawa ke Jakarta. Pas dari Malang mau ke Majene kemarin aku sengaja pinjam untuk bacaan di jalan gitu. Ternyata ceritanya asyik banget, sembari ngayal travelling ke Londo sana aku cekikikan sendiri di bandara. Cuek aja kalo ada orang yang heran melihat, habis konyol banget deh. Oya, kebetulan yang namanya Rizki Pandu Permana ini barusan nikah sama kakak sepupuku, mbak Antie (bahasan infotanment nih), jadi tambah suka aja baca bukunya. Belagak kenal ma penulisnya haha.
Untuk bulan Nopember ini....wooow kayanya banyak banget buku baru yang lama maupun baru kubeli tapi belum diperawani , jadi malu ma suami nih. Beli melulu, belanja terus.
Moga-moga banyak yang bisa terbaca, amin.
Read More