Tampilkan postingan dengan label serba-serbi jualan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi jualan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Desember 2015

Kamu Masih Malu Berdagang?

Kamu Masih Malu Berdagang ?

Banyak cara yang dapat ditempuh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya berdagang (berniaga). Berdagang adalah cara yang efektif untuk mendapatkan keuntungan atau laba.

Di samping itu, juga menjadi sarana yang dapat mendekatkan seorang hamba terhadap Allah S.W.T . Di mana, berniaga dapat membantu sesama saudara yang membutuhkan barang.

" Jualan Adalah Aktifitas Menolong Orang Yang Dibayar "
Dewa Eka Prayoga - Billionaire Coach

Karena pada sejatinya uang hanyalah efek, bukan penyebab. Kita sebagai penjual memberikan manfaat kepada calon customer melalui produk yang dihadirkan.
Jangan cari keuntungan. Cobalah bantu orang. Maka keuntungan akan datang dengan sendirinya.

Semoga Allah melipatgandakan rizki kita semua dan memberi keberkahan dalam perniagaan ini.

Kami membuka kerjasama / PELUANG USAHA sebagai Reseller dan Dropshiper
Silakan hubungi
PIN BBM 56D2C2E3
Phone / WA 081355420415
IG: @tikasemangat
Read More

Senin, 07 Desember 2015

Buyer Luar Negeri

Ini adalah kali pertama aku mendapatkan transferan duit dari luar negeri via Western Union. Ga jauh-jauh kok, pengirimnya dari Singapura, negara tetangga yang kecil tapi modern dan majunya ngalahi kita itu. Langsung dong aku nanya ke mbah Google dulu gimana cara ngambil duitnya. Ternyata bisa cek transferan via web-nya, langsung deh dicoba. Aku pun memasukkan nama depan dan belakang si pengirim duit dan nomer tanda bukti transfer trus klik deh.

Lah, duitnya kok ga ada. Belum masuk? Bukannya yang beginian real time ya biasanya? Yo wis, besok lagi mau coba, kupikir mungkin butuh waktu apa gimana gitu. Sampai dua hari sesudahnya baru deh tadi aku inget lagi mau cek. Apalagi si buyer sudah menanyakan bajunya. Agak-agak gimana gitu rasanya, yakin sih kalo buyernya jujur, makanya aku kepo kenapa uangnya belum ter-detect dari web.

Tadi cek ulang via web belum ada juga. Telepon kantor Western Union aja dah. Taraa alhamdulillah uangnya sudah ada dan siap diambil. Oalah, ternyata web-nya lagi maintenance makanya ga bisa cek transferan masuk. Olala, panteesss. Langsung deh kasih kabar ke buyer kalau uang sudah masuk, tinggal aku ambil ke agen WU terdekat. Baju dia insya Allah kukirim hari ini via ekspedisi termurah yang aku bisa dapat.

Alhamdulillah, lagi-lagi dapat buyer sabar. As usual, responku agak-agak woles gitu padahal. Sejak dia nanyain baju kali pertama sampai deal dia transfer duit itu ada lah 4-5 harian. Proses yang cukup lama, mengingat dia Line aku pagi, eh aku balasnya sore/malam ^^ *janganditiru* Semoga bisa jadi pelanggan ya, aamiin.

Pernah juga dapat buyer dari Malaysia, tapi karena kebetulan pas suaminya mau ada tugas ke Jakarta, jadi aku tinggal kirim baju pesanannya ke hotel tempat suaminya menginap. Nah, karena suaminya sibuk, dia tidak sempat transfer uang pembayaran baju terlebih dahulu. Dasarnya aku percaya ya sama orang, niat baik aja lah, aku jga insya Allah yakin ga bakal kenapa-kenapa. Jadilah aku kirim baju menyusui Mamigaya pesanan dia telebih dahulu sebelum ada pembayaran. Si buyer merasa berterima kasih banget aku sudah percaya sama dia. Alhamdulillah, suaminya pun transfer uang sebelum dia balik lagi ke Malaysia di sore harinya.

Ini nih salah satu hal yang bikin aku betah jualan, how to connect with people, make a relationship, make a good silaturahim. Doain makin lancar dan berkah yaaa ^_^

Read More

Rabu, 22 Juli 2015

Booming Katun Jepang

"Mba, maaf mau kasi tahu kalo bahan mukenanya ini bukan katun jepang lho. Ini namanya katun cvc."

Dheg! Jantungku langsung copot rasanya *lebay* Gimana ga deg-degan, lha aku kan jualan mukena katun jepang, harga juga lumayan. Aku ikut pergi menemani hunting bahan, memilih, megang-megang, lumayan lah jadi tahu harga dan toko-toko kain di blok A.

Kalau sampai salah beli kain berarti tokonya yang bohong, nipu dong. Bukan katun jepang dibilang katun jepang. Lha harga beli juga semahal katun jepang, bisa rugi dong kalau jualanku disebut katun cvc. Akhirnya jadi harap-harap cemas aka H2C, nunggu pembeli lain komplen. Alhamdulillah ga ada, malah tanggapan mereka, bahannya bagus kok.

Akhirnya aku kepooo sama si katun jepang ini.Browsing tentang ciri bahan, lokasi beli, sampai harga. Ternyata memang banyak variannya, mungkin bisa disebut kw, entahlah. Toh semua penjual kain di TA, ngakunya jual katun jepang, bukan kw katun jepang. Nah, bahan mukenaku yang kemarin itu, yang dibilang katun cvc, ternyata katun jepang juga mereknya TOKAI. 

Selidik lagi, cek n ricek lagi. Ternyata memang yang beredar di pasaran itu katun Jepang lokal alias KW. Katun jepang yang aseliiiii harga per meternya bisa sampai Rp55rb. Beda jauh dengan yang lokal dengan harga Rp25rb sampai Rp30rb. Mutu katun jepang lokal juga beda-beda lho. Aku pernah nemu yang haluuus lembut, ada juga yang agak keras. 

Jadi jangan bingung lagi ya kalau ada penjual mukena katun jepang harganya bisa di bawah Rp200rb. Banyak faktor yang mempengaruhi harga jualnya. Bisa jadi dia beli kain dalam jumlah banyak alias rol-rolan gitu jadi bisa nekan HPP. Bisa juga karena biaya konveksinya lebih murah karena borongan. Tapi ya hasil jahitannya memang kurang rapi sih biasanya. 

Sama halnya dengan gamis katun jepang. Saat ini ada banyak pilihan dari segi harga maupun modelnya. Penasaran pengen tahu bedanya?  Coba saja beli yang harga murah dan mahal hehe. 
Read More

Rabu, 10 Juni 2015

Stock Jualan

Rutin seminggu sekali, selalu ada paketan baju menyusui nongol di kantor. Kadang kalau pas banyak pesanan, paketannya gede pisan. Aku bongkar muatan di ruangan dalam dan ibu Y memperlihatkan wajah keheranan.

Dia pun berhenti sejenak untuk melihat aktifitasku sambil bertanya, "Lhoh, datang lagi mba? Bukannya yang kemarin masih banyak? Lha kok beli-beli terus."

Aku membalasnya dengan senyuman sambil menjawab, "Iya, Bu. Tiap minggu selalu ada launching model baru. Jadi ya beli untuk stok jualan."

"Jadi numpuk dong ya. Lha kalo ga laku bisa dibalikin ga?" tanyanya masih dengan mimik wajah heran.

"Ya ga bisa, Bu. Sistemnya boleh dikembalikan kalau ada cacat saja. Kulak begini sih resiko saya kalau barangnya ga laku." Aku menjelaskan masih sambil mesem.

Tiap paketan baju menyusui datang, si ibu tak lupa untuk menanyakan pertanyaan yang sama lho hihihi. Dalam benaknya dan juga orang lain yang bukan pedagang, mungkin terlihat beresiko banget ya punya banyak stok barang. Iya kalo laku dan habis, kalau enggak? Sayang kan duit jadi barang aja, bisa stres juga lihat stok numpuk banyak, sampai bingung ga ada tempat lagi.

Buatku, itulah seninya berdagang. Berani ambil resiko. Tapi ga usah kuatir kok, insya Allah tiap barang ada pembelinya sendiri-sendiri. Rejeki ga akan ketuker. Enaknya punya stok, bisa dijual dengan harga yang bisa kita tentukan sendiri. Barang numpuk, suatu saat bisa disumbangkan tho. Butuh dadakan pun bisa dipakai sendiri hihihi.

Bismillah, niat punya stok kan agar bisnis lebih berkah. Barang sudah jadi hak milik kita. Kita pegang sendiri pula. Kalau ada pembeli nanya ini itu bisa kita beri keterangan detil karena kita tahu benar kondisi barangnya. Ga harus jutaan, sekian ratus ribu saja sudah bisa kok jadi awal usaha. Hyuk, siapa yang mau nyoba berdagang?
Read More

Selasa, 26 Mei 2015

Mukena Cantik

Mukena Cantik adalah salah satu album jualanku di FB. Kurang lebih sudah dua tahun aku berjualan mukena. Supplierku ada yang di Tangerang dan ada juga yang di Solo. Mukena yang kujual selama ini adalah mukena solo berbahan rayon yang adem dan lembut itu. Sama bahan lah dengan mukena bali, tapi corak motifnya saja yang berbeda. 

Mukena rayon memang nyaman sekali dipakai. Apalagi kalo pas sholat di kantor, habis sholat bisa tiduran sebentar hihi. Enak bahannya adeeem, asal ga keterusan bobonya, bisa gawat. Oya, mukena rayon juga ada tingkatan mutunya juga. Makin bagus bahan makin mahal harga. Kalau ada yang bilang beli mukena rayon dipakai sebentar aja udah bolong, berarti itu yang bahan kurang oke hihi. Bisa juga karena salah perawatan, sebisa mungkin jangan dicuci pake mesin cuci yak. Lebih baik cuci manual saja, biar mukena lebih awet.

Dua tahun kemarin mukena bali dan mukena solo memang masih booming. Tapi tahun ini sepertinya mukena katun jepang (mukaje) mengalahkan ketenaran mukena rayon. Tahun lalu mukena katun jepang memang sudah ramai juga sih tapi harganya masih mahal. Dulu aku ga kepikiran jualan mukaje. Prinsipku sih aku ga mau jualan barang yang aku sendiri merasa males beli. Bisa karena harganya yang mahal, bisa juga karena kurang manfaat, kurang menarik, atau alasan lainnya. Kalau aku tertarik, ingin punya, ingin beli, dan sanggup beli, maka biasanya aku pun dengan senang hati mau menjualnya hohoho.

Supplierku yang baik hati ternyata lebih banyak menawarkan mukaje tahun ini. Stok mukena rayonnya dikit doang. Aku pun tertarik mencoba membeli beberapa untuk kujual. Mulanya sih karena penasaran akan harga mukaje dari supplier yang murah meriah, tidak sampai Rp200rb lho. Padahal setahuku mukaje harga jualnya kan bisa sampai Rp500rb an. Maka aku mencoba beberapa potong mukaje, ingin tahu penampakan aslinya. Bener ga bahannya katun jepang, gimana jahitannya bagus, lumayan, ato jelek, besarnya seberapa, dll.
Begitu barang pesananku tiba, langsung deh dijereng (boso jowo haha) alias dibuka lebar mukenanya. Heemm lembut kok bahannya, ada cap Japan Design juga. Jahitan lumayan, rapi juga, bolehlah. Lalu ukuran atasan dan bawahan juga dicek. Ternyata memang sizenya standart, kalau yang make orangnya imut, kurus, ga tinggi, cukuplah. Tapi kalau pemakai gendut, gede, tinggi, wah bakalan ngatung kalau pake mukena ini.

Teman kantor yang duduk di sebelahku punya hobi jualan juga, plus suka bikin sendiri jualannya. Tahun lalu dia produksi aneka mukena rayon. Tahun ini dia joinan dengan temannya memproduksi satu brand fashion bermerk Alana. Begitu melihat mukaje yang kubeli, dia langsung pengen produksi mukaje juga haha. Tentu saja nantinya akan dibuat lebih lebar dan besar ukurannya. Tasnya pun akan dibuat lebih cantik dan menarik. Hal terpenting, harga jual tidak akan mahal. Ga jauh lah dari angka 200 ribu, yaitu dijual di harga Rp210rb saja. Cukup jauh dari harga pasaran mukaje size besar yang harganya mulai Rp250rb an.

Duh, aku excited banget. Semangat lah jadi reseller dia hihi. Kalau dia memang suka ribet produksi barang, kalau aku sih males. Maunya jadi reseller aja yang ga usah pusing ngitung biaya produksi dll dkk :D Akhirnya aku ikut menemaninya hunting bahan kain katun jepang di Tanah Abang. Kepo lah pengen tahu corak aneka kain cantik yang sedang booming ini. Wah, ternyata memang cakep-cakep lho. Banyak juga pembeli bahan yang kelihatannya mereka juga produsen mukaje. 

Hasil berburu bahan itu jadilah beberapa koleksi mukaje yang diberi merk 4laizan oleh temanku itu. Satu motif dibuat hanya beberapa potong mukaje saja, limited stock lah. Faktor keterbatasan modal hihi, tapi udah keren lah menurutku. Sayang penjahit yang dia punya ternyata belum berpengalaman menjahit mukena. Jadi ya ada beberapa kali permak di bagian wajah yang kekecilan. Lalu proses menjahitnya juga lama sampai bikin sebel bin ga sabar para pemesan mukaje. Di awal memang aku dan dia buka PO mukaje ini. Begitu terlihat bermasalah di waktu proses jahitan akhirnya sekarang ga berani buka PO lagi. Ini lho beberapa mukaje yang segera sold out ga pake lama begitu dilempar ke pasaran.

Lah siapa tuh model mukenanya? Ya diriku sendiri dan temanku hahaha. Sok-sok an jadi model deh ya, gratis lah pokoknya. Berasa kaya model beneran karena tiap ada mukaje yang selesai proses produksi berarti bakal dapat jadwal pemotretan lagi hihihi. Maklum, kita bisanya memotret produk ya di kantor. Ga kepegang lah kalu mau fotoin di rumah, ribet dan memakan waktu lama kalau harus menunggu weekend.

Cerita tentang mukena katun jepang masih ada lhooo, ntar yaak dilanjut di postingan selanjutnya :)

Read More

Senin, 04 Mei 2015

Resume Materi Pelatihan Internet Hypnotic Marketing

Di Training ini kita membahas 4 hal : Market, Media, Message dan Messager

#1: MARKET.

Seorang pemasar yang hebat bukanlah tokoh seperti Rambo melainkan seperti seorang sniper (penembak jitu). Apa bedanya antara Rambo dengan seorang sniper? Seorang Rambo tidak peduli dengan berapa banyak peluru yg ia keluarkan, ia akan menembak membabi buta dan pasti akan ada yg kena.

Pemasar amatir akan bertindak seperti Rambo ini, spam sana-sini, broadcast sembarangan, tag-orang tanpa ijin dsb. Pasti ada yang kena (baca: beli) dengan cara seperti ini. Pertanyaannya, bagaimana dengan yang lain? Apakah mereka suka dengan cara kita? Kemudian, seberapa banyak amunisi (tenaga, waktu, kuota internet, uang) yang kita punya untuk menembak membabi buta seperti Rambo?
Alih-alih demikian, seorang pemasar hebat bertindak seperti sniper. Mereka membidik siapa yang akan dibidik. sehingga mereka lebih efektif dan efisien dalam menggunakan sumberdayanya.

Ada 2 pertanyaan penting yang perlu kita ajukan ke diri sendiri saat kita MENENTUKAN TARGET PASAR yang PAS buat kita.

1. Siapa target pembeli produk kita?
Setiap produk diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda.
Sebuah pasar yang baik memenuhi 3 kriteria:
-punya kebutuhan alamiah,

-punya kemampuan membeli,

-punya otoritas untuk memutuskan.

2. Dengan orang seperti apa kita suka berbisnis?
Apakah kita lebih suka pembeli yang formal atau informal? Pembeli yang berpendidikan atau tidak? Semua ini akan menentukan bentuk ideal dari pesan yang kita rancang nantinya.

Inti dari Pilar MARKET ini adalah menentukan segmen pelanggan yang SANGAT MUDAH membeli dari kita dan kita SUKA melayani mereka.
Contoh, target market dari @salimahfood adalah
-Perempuan
-Usia 25 s/d 50 tahun
-Well Educated
-Midle Up.
Tentukan siapa target market anda?

Catatan: bagi yang sudah pernah menjual produk, coba ingat apa kesamaaan antara 5-10 pelanggan terakhir Anda. Bisa jadi ini adalah tipikal target market ideal Anda.

2.#MEDIA
(Dalam hal ini lebih spesifik medianya FB)

TIPS FACEBOOK
1. KISS ( Keep It Short And Simple) maksimum 250 karakter
2. BE VISUAL
3. Ajukan Pertanyaan/Minta opini
4. Posting rutin setiap hari
5. Status yang relevan dengan jualan
6. Cari waktu yang tepat

Panduan generiknya:
Segmen Pasar ibu-ibu jam 6 – 9 pagi.
Segmen pasar bapak-bapak : 9 – 11pagi
Pelajar dan mahasiswa : 6-8 pagi. 2-5 sore.
Semua segmen pasar: 3 menit sebelum jam sholat :)


3.#MESSAGE
Pilar berikutnya adalah #MESSAGE (PESAN). Kita perlu menciptakan pesan yang kuat agar prospek tertarik dan membeli produk kita.

Formulanya simpel, AIDA: Attention, Interest, Desire, Action.

Pesan yang dirancang dengan pola ini mungkin hasilnya jadi panjang. Maka, triknya, pada status-status kita, yang dibatasi beberapa karakter, seperti di twitter cukup pilih bagian A saja, I saja, atau D saja.

Saat ada yang merespon ingin tahu lebih detail atau tanya harga baru kita jawab via inbox menggunakan pesan berpola AIDA ini .

TIGA LANGKAH MERANCANG BAHASA IKLAN YANG MENGHIPNOTIS

Menurut Joe Vitale, sebuah iklan yang menghipnotis perlu mengikuti alur yang diajarkan Aristoteles sebagai berikut:

1. Exordium: pernyataan yang mengejutkan atau menarik perhatian.
2. Narratio: ajukan masalah yang dihadapi pembaca.
3. Confirmation: tawarkan solusi bagi masalah tersebut.
4. Peroratio: nyatakan manfaat menjalani solusi itu.

Alur ini sangat mirip dengan format AIDA bukan?

1. Attention: apakah Anda mendapatkan perhatian dengan pembukaan Anda?
2. Interest: apakah Anda menyatakan masalah yang dihadapi pembaca?
3. Desire: apakah Anda menawarkan solusi yang betul-betul efektif?
4. Action: apakah Anda meminta pembaca mengambil tindakan?

Dari konsep Aristoteles dan AIDA, Joe Vitale kemudian menyederhanakannya menjadi tiga poin:

1. Janji: tarik perhatian dan minat dengan menyatakan masalah dan solusinya

2. Bukti: berikan buktinya (testimoni; garansi; referensi; kutipan pakar; statistik; apapun yang meyakinkan pembaca pada janji Anda)

3. Harga: ajak pembaca untuk bertindak, beri alasan yang jelas mengapa mereka harus bertindak sekarang (bukan besok)

Sangat sederhana bukan?

Contoh  iklan

Ingin membuat putra putri Anda tumbuh sehat dan cerdas?
Anak anda tidak suka ikan?

"Sejak mengkonsumi  salimahfood putri saya selera makannya meningkat tanpa harus saya suruh-suruh lagi" - ibu xyz

Bayangkan putra putri anda tumbuh sehat dan cerdas, juga sholeh dan sholehah, apa yg akan terjadi dg masa depan mereka?

Hanya dg Rp.5juta Anda  bisa menjadi agen salimah food dan lihat bagaiman putra-putri Anda sangat menikmati menu2 masakan dari salimah food  yang halal sehat dan lezat.

NB: utk 5 orang yang memutuskan menjadi agen Salimahfood di bulan ini,  dapatkan bonus pendampingan personal (private coaching) selama 3 bulan senilai 5 juta utk membantu anda memasarkan produk ini secara lebih efektif.

Setelah, menetapkan pasar, media, dan merancang pesan. Yang tidak kalah penting perlu kita siapkan adalah pembawa pesannya.

4.#MESSAGER
Yaitu dengan menciptakan Personal Branding melalui 3 faktor. Tiga faktor ini adalah hasil riset Prof. Cialdini di Universitas Arizona. Ternyata, orang dapat dipengaruhi orang lain karena adanya 1 dari 3 faktor ini. Kira-kira, bagaimana Anda akan mengaplikasikan 3 faktor ini?
1. Authority (otoritas)
    Kita cenderung mengikuti apa kata ahli
2. Like ( Suka)
Kita cenderung mengikuti kata orang yang kita sukai
3. Reciprocity (timbal-balik)
Kita cenderung mengikuti orang yang sudah memberi kepada kita. Maka banyak- banyaklah memberi
Jadi seorang yang ahli, namun jika tidak bisa, maka jadilah orang yang berbeda

Sekian.

 Oleh : Eliyati Bahri

Web : www.eliyati.wordpress.com
Twitter: @eliyati_bahri
HP/WA 0811 105 280

Read More

SADIS!

Pernah dapat customer yang nawarnya afghan sampai membuatmu pengen mewek gemes? Atau bahkan pengen nguntal tuh orang saking sebel? Semoga kalaupun pernah, ga sering ya, cukuplah satu dua orang aja yang kaya gitu di antara ratusan customermu selama ini. *opening mau curcol*

Si mba pembeli ini anaknya teman di kantor. Beberapa kali dia dan ibunya belanja-belanji di aku. Tipenya sama, nawar sampe elek, dan pada akhirnya minta bayar nyicil. Naik level, si mba jadi resellerku. Nah, tadi dia mau ambil 2pcs baju menyusui. Satunya stok lama, kukasi diskon maksimal (balik modal doang), satunya stok baru diskon 10% kaya reseller yang  lain. Eh, dia nawar lagi, lagi dan lagi. Padahal aku udah bilang ga bisa.

Namanya orang jualan kan nyari untung ya, biar kata sedikit tapi kalo cuma 5rb dari 2pcs baju yo nyesek juga. Aku sampe beberin berapa untung yang kudapat, dia tetep nawar. Sebelnya ituuu dia nyebut-nyebut aku kok segitunya, wong suami istri sama-sama wong Dejepe. Malah sempet ngatain aku suka belanja onlen kaya Gayus. Siapa ga murka cobaaaa?!

Jualan itu ada etikanya, begitu juga nawar, kudu pake etika. Jangan lihat background penjual yang PNS trus dikira jualan cuma main-main. Hidup itu sawang sinawang, rumput tetangga emang kliatan lebih hijau kok. Jangan sampai lupa untuk bersyukur dan malah membanding-bandingkan. Seolah-olah aku yang pegawai uangnya jauh lebih banyak dari dia, jadinya tega banget kalau nawar barang :(

Aku heran banget sama orang yang nawar kebangetan gitu, padahal dia juga jualan. Kok ya ga berempati, coba deh diposisikan dirinya sebagai penjual. Capeknya hunting barang, apalagi kalau langsung ke TKP. Pulang bawa tentengan segede gaban, kaya kuli. Nyari untung juga ga banyak, minimal 10rb aja udah seneng. Pengalaman berharga dah.

*curcolanwongdodolan

Read More

Jumat, 10 April 2015

5 Prinsip Kelola Keuangan Bisnis dan Pribadi Versi Ahmad Gozali

Bulan Februari lalu, aku mengikuti kuliah gratis tentang bisnis di sebuah grup WA yang diisi oleh seorang ahli keuangan yaitu Ahmad Gozali. Agar ilmunya tidak menguap begitu saja, maka kutulis ulang di sini. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya ^_^
~~~~~~

Hal pertama yang ingin saya bahas adalah ENTITAS.

Setiap diri kita punya buku amal baik dan buruk, dan bertanggungjawab di hadapan Allah SWT di hari akhir. Kita juga ikut bertanggungjawab, dalam batasan tertentu, terhadap isi buku istri kita, anak kita dan lainnya. Walaupun istri dan anak dalam tanggungjawab kita (dalam batasan tertentu) tapi mereka tetap memiliki bukunya sendiri.

Begitu juga dalam bisnis. Kita dan bisnis kita seharusnya punya buku yang berbeda. Kita punya penghasilan, pengeluaran, aset dan hutang. Bisnis kita juga punya penghasilan, pengeluaran, aset dan hutangnya sendiri. Bukunya harus beda, walau tetap berhubungan karena kita sebagai pemilik bisnis tersebut. Jadi mulai dari sekarang, pisahkan antara diri kita pribadi dan bisnis kita. Secara keuangan, diri kita dan bisnis kita punya stakeholder yang berbeda. Inilah yang menjadi landasan untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Manfaatnya banyak: agar disiplin dalam bisnis, bisa evaluasi keuangan bisnis dengan jujur, penghematan pajak, kemudahan menghitung zakat, dll.

Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah KUASAI BAHASA BISNIS.

FAHAMI BAHASA BISNIS
"Kalau kita ingin menguasai sesuatu, maka kita harus memahaminya terlebih dahulu".
Kalau kita ingin menguasai bisnis, maka fahami bahasa bisnis. Gambar bisa bicara seribu kata, tapi angka bisa bicara seribu bahasa. Ketika berkomunikasi dengan bangsa lain, kita harus faham bahasanya. Tapi dengan angka, bahasa apapun punya angka yang sama. Angka positif itu bagus, angka negatif itu jelek :)


Perhatikan gambar di atas. Yang sebelah kiri adalah "buku bisnis" dan sebelah kanan adalah "buku pribadi" yang terpisah, tapi berhubungan. Modal dalam bisnis kita, adalah aset bagi pemiliknya.

Perhatikan ayat terpanjang dalam al-Quran yaitu Al-Baqarah 282, bicara tentang ketentuan pencatatan hutang piutang. Dibahas dengan detail. Perhatikan ayat-ayat tentang akidah, pendek tapi dalam artinya. Tapi ayat-ayat tentang muamalah panjang-panjang dan detail. Ayat paling detail itu membahas tentang hukum waris, siapa mendapat apa dengan berapa bagian. Sangat detail. Untuk urusan angka, paling mudah terjadi konflik, mungkin itulah kenapa al-Quran dengan panjang lebar dan detail membahasnya. Maka jangan lupakan pencatatan atau akuntansi, karena AKUNTANSI = BAHASA BISNIS.

Ketiga: ASSET & Cashflow

Kalau sudah faham bahasa bisnis, minimal faham kotak-kotak tadi, kita akan faham akan pentingnya aset dan cashflow. Untuk diri pribadi, perhatikan ASET, bukan cashflow. Banyak orang sibuk menambah penghasilan, tapi belum tentu penghasilan bertambah akan menambah juga asetnya. Contohnya adalah penghasilan naik, pengeluaran ikut naik. Betul apa betul?

Perhatikanlah aset, karena jika aset yang bertambah. Maka penghasilan (cashflow) pun akan ikut bertambah.
Tapi hati-hati, ada aset PRODUKTIF, dan aset KONSUMTIF. Tentu saya maksud adalah aset produktif, yaitu aset yang menambah penghasilan atau bertambah nilainya di masa depan. Semakin banyak kita miliki aset produktif, semakin bertambah penghasilan. Semakin banyak kita miliki aset konsumtif, semakin bertambah juga pengeluaran.


Sebaliknya, untuk bisnis, jangan fokus pada ASET, tapi fokuslah pada CASHFLOW.Karena bisnis belum tentu perlu aset besar, tapi jelas bisnis perlu cashflow yang besar.

Hal ini berhubungan dengan poin ke-4 yaitu: CYCLE and SPEED.

Fahami CYLCE atau siklus dalam bisnis kita. Uang itu cuma muter-muter aja, pastikan kita tahu "jalur uang" mengalir agar kita faham bagaimana cara mengendalikan perputarannya.


Nah, seperti inilah kira-kira sikllus bisnis kita, yang bisnisnya manufaktur, tentu detail lagi di bagian produksi. Bisnisnya perdagangan, detail di bagian distribusi dan penjualan. Pastikan kita faham siklus ini.... kemana saja uang mengalir... dimana letak macetnya, bagaimana mempercepat alirannya. Bagan ini juga bisa dijadikan sebagai alur berfikir kita secara umum dalam mengelola bisnis. Nah, kalau sudah faham siklusnya, maka langkah berikutnya adalah MEMPERCEPAT ARUSNYA. Dulu ada istilah "yang besar mengalahkan yang kecil", dalam bisnis yang terjadi adalah "yang cepat mengalahkan yang lambat"

Terakhir, faktor  kelima: FAKTOR TAMBAH, KALI, BAGI

Agar bisnisnya laku, harus ada faktor tambah. Agar bisnisnya tambah besar, harus ada faktor kali. Agar bisnisnya berkah, harus ada faktor bagi. Faktor tambah maksudnya adalah kita harus memiliki hal lain yang tidak dimiliki oleh kompetitor. Ada nilai tambah yang kita berikan pada konsumen agar memilih kita, dan bukan kompetitor. Apa nilai tambahnya? Bisa macam-macam: bisa produknya yg lebih bagus, iklannya yang lebih bagus, namanya yang lebih terkenal, kepercayaan, service yang lebih baik, jarak yang lebih dekat, apapun itu pastikan kita punya nilai tambah dan tunjukkan nilai tambah itu pada konsumen.

Faktor kali maksudnya adalah perbesar bisnis kita dengan mengkali-lipatkan penjualan, bukan cuma menambah, tapi membuatnya berkali-kali lipat. Caranya? duplikasi penjualan dengan cabang, franchise, lisensi, dll. Agar bisnis berkah, pastikan kita juga punya faktor bagi. Bagi kebahagiaan, bagi rezeki, bagi karunia Allah. Bisa dengan cara sedekah, buka lapangan kerja, dll.

 ~TAMAT~



Read More

Selasa, 31 Maret 2015

Say...Cyiiin...

Sewaktu penempatan pertama di Luwuk dulu, aku sempat ngerasain jadi Bendahara. Hanya selama 2 bulan karena menggantikan mba Bendahara asli yang sedang cuti melahirkan. Nah, setiap proses pencairan dana aku harus ke kantor tetangga sebelah. Di sana ada bapak-bapak yang kebiasaannya memanggil orang dengan sebutan sayang atau yang.

Sebel banget mendengarnya memanggilku seperti itu juga, akhirnya ketika dia menelepon meminta kekurangan berkas sambil ber-yang sayang ria, aku ngomel. Biar aja dibilang ga sopan sama orang tua, apalagi aku hanya pegawai baru, masih CPNS. Etapi kata mba bendaharanya memang di sana biasa kok orang saling memanggil dengan sebutan "sayang".Giliran aku yang melongo :D

Di kantor sekarang juga ada mba cantik yang biasa manggil semua temannya dengan sebutan "cyiin". Awalnya bikin mesem-mesem berasa kagok lama-lama terbiasa juga dengernya. Lalu ketika interaksi dengan online seller mulai banyak, makin sering deh bbm/chat dipanggil say dan sis. Sama, awalnya kagok dan aneh lama-lama malah aku juga biasa manggil teman/customer dengan panggilan say juga, khusus yang cewek lho yaaa.

Panggilan yang pasti kupakai adalah mbak, modifnya palingan jadi mbak say. Prefer mbak daripada sis, aku ga pernah manggil cust pake sis, ga suka. Jadi kalo ada cust manggil aku sis, rasanya geli hihi. Tapi ya kubiarin aja lah, ga popo, moso mau protes :p Apalagi sebenarnya panggilan itu tujuannya untuk mengakrabkan diri tho. Ga enak rasanya kalau memanggil "Bu" atau "Tante" hoho ya kan. Biar lebih enak chatnya dengan customer.




Read More

Senin, 09 Februari 2015

Paket Belanja Online

Cerita tentang perpaketan aaah. Beberapa tahun yang lalu aku pernah kulakan jilbab segiempat merk Hameeda. Banyak yang kenal dengan merk ini tho? Jilbabnya cukup tebal, lebar, dan berbordir. Laris manis di Majene lho hehe. Lokasiku yang jaaauuh membuatku memilih PT. POS sebagai sarana pengirimannya. Pilih yang paling murah, paket pos biasa saja. Biasanya sampai di Majene kurleb 2 mingguan.

Mulai kuatir ketika sampai sebulan barang itu belum juga kuterima. Bolak-balik nanya ke pak pos, sampai lacak no resi tapi barang ga ketauan ada di mana. Intinya, dari manifest pos Jakarta dan pos Majene ada yang beda, aneh pokoknya. Nilai barangnya lumayan, sekitar Rp1,5jt. Nyut-nyut dong kepala, huhuhu. Akhirnya aku minta tolong ke pihak pengirim untuk mengklaim.

Kasihan juga pihak Hameedanya, harus wira-wiri ke kantor pos untuk ngurus klaimku. Setiap seminggu sekali aku menelepon untuk ngecek sejauh mana proses klaimnya. Lamaaaa lho prosesnya, sekitar 1 tahun barulah bisa cair ganti ruginya. Itupun kata pihak Hameeda, ada potongannya yang menyebabkan ganti rugi hanya sebesar Rp1,3jt. Gapopo wis, pokoke uangku balik. Sayangnya, Hameeda kapok ma urusan klaim ini. Orderanku selanjutnya ga dilayani hiks. Kebijakan baru mereka, ga nerima pengiriman ke Indonesia bagian tengah dan timur. Jadi kalau mau aku harus order ke agen Makassar.

Cerita kedua, aku kirim paket ke cust di Jember pake JNE. Paketnya raib! Hasil nyari sih, kata mereka ilangnya di kantor Jakarta. Jadi paket itu ga pernah berangkat ke Jember. Klaim dong akhirnya, itu juga aku jarang nelepon kesana, lupa melulu. Alhamdulillah custnya sabaaar dan baik hati hehe.

Setelah usaha nelpon ga ngefek, akupun ajukan klaim ke agen JNE tempat aku kirim barang. Akhir November aku ajukan, sampai Januari belum ada kabar. Ketika beberapa hari yang lalu aku telepon nanyain infonya, ealaaah kata CS ganti ruginya udah ditransfer ke rekeningku tanggal 9 Desember 2014.

Alhamdulillah, seneng juga ternyata berakhir manis. Meski heran sih, kok transfer duit ga konfirmasi ke emailku apa gimana gitu. Untungnya lagi, aku kirim paket ke Jember yang mana ongkirnya lumayan. Paket tanpa asuransi hanya diganti 10x ongkir lho. Lha kalo kirim barang ke Jakarta ongkir murce nilai barang tinggi kan jadi manyun. Nah, pernah kehilangan paket jugakah teman?




Read More

Senin, 29 Desember 2014

Shampo Kuda

Bermula dari dimasukkannya aku ke sebuah grup jualan seorang teman di FB. Ada banyak item yang ditawarkan, salah satunya adalah shampo Caviar ini. Kalau dari keterangan produknya sih, duh membuatku mupeng. Pengen banget nyobain khasiat shampo impor dari Aussie ini yang katanya bisa mempercepat pertumbuhan rambut, cocok bangetlah untuk yang rambutnya rontok macam aku ini. Di grup itu ditawarkan dengan harga Rp80rb atau Rp90rb gitu deh, aku lupa.


Selang beberapa hari kemudian, salah satu kontak FB ku menawarkan shampo yang sama dengan harga lebih murah, yaitu Rp75rb. Langsung saja aku memesan sebotol shampo impor ini. Sudah kepo pengen nyoba gimana, pokoknya penasaran dengan hasilnya. Apalagi di grup teman-teman kantor sudah ada yang memakai dan memberi testimoni kalau shamponya oke punya, rambut berkurang rontoknya, mengembang dan ada banyak tumbuh rambut baru. Wah, menggiurkan tho!

Begitu shamponya sudah kuterima, sepulang kantor langsung deh keramas hihihi. Haruuum deh shamponya, setelah beberapa kali pakai memang terbukti rambut rontokku jauh berkurang dan ramburku ga mudah lepek. Senangnya! Oya, yang membuatku geli adalah keterangan produk yang tertempel di botolnya. Tercetak "Use both human and horses." Ngikik langsung deh aku pas bacanya. Oalaaah pantas ada gambar kuda di kemasan shamponya ckckck. Ternyata shampo ini di sana dipakaikan ke kuda juga supaya rambutnya berkilau dan halus hehe. Barulah aku tersadar kalau shampo kuda ini sedang booming. Banyak OS yang jual dari harga murah meriah sampai mendekati Rp100rb. Eh, konon ada yang palsunya lho ya. Hati-hati juga kalau membeli, jangan-jangan murah tapi aspal.

Iseng aku posting foto shampoku dan nyetatus di FB. Eh, ternyata yang komen banyak dan rata-rata tertarik ingin mencoba. Sambil menyelam minum air, akhirnya aku kontak teman FB tempatku membeli shampo tadi dan menjadi resellernya. Alhamdulillah sekitar 50an botol shampo sudah laku terjual, lumayanlah ^_^ Ada juga teman yang memberi testimoni bahwa rambutnya yang awalnya kalau diikat hanya jadi satu ikatan sekarang bisa jadi dua ikatan karena rambutnya jauh lebih banyak. Waduuuuh testimoni yang mantaaabss.

Sayangnya, namanya kosmetik tetap ya dengan prinsip cocok-cocokan. Bisa oke hasilnya di satu orang belum tentu oke juga di orang lain. Di aku, setelah pemakaian selama kurang lebih dua mingguan, lha kok rambutku jadi rontok lagi. Apa pemakaiannya harus diperjarang? Entahlah. Saat ini sih aku stop dulu memakai shampo kuda ini, diganti dengan shampo alami keluaran Java Remedies. Sebotol kecil harganya lumayan mihil, maklum lah namanya juga shampo alami bebas dari zat kimia macam-macam. Cara penyimpanannya pun harus di dalam lemari es agar awet.

Sudah tahu kan kalau di Indonesia ini banyak orang kreatif, apa aja bisa jadi selorohan. Seringnya sih lucu meski ada juga yang jayus. Nah, boomingnya shampo kuda ini ditandai dengan munculnya kartun lucu tentang pria yang setelah memakai shampo kuda, ealah wajahnya berubah jadi kaya kuda hihihi.



Read More

Jumat, 24 Oktober 2014

Reject-an Laris Manis

Mau cerita kejadian hampir sebulan yang lalu ah. Kala itu ada bazar dalam rangka Idul Adha di masjid kantor. Beragam barang bisa dijumpai di sana, sebut saja obat-obatan herbal, buku, makanan, raket badminton second, baju anak, sampai baju menyusui Mamigaya yang diskon 50% karena kondisinya cacat alias reject. Ada yang bolong kecil, ga kentara sih, dan ada juga yang hanya kena noda. Nodanya ada yang berasal dari coretan spidol atau bolpen, sepertinya bekas para penjahit menggambar pola baju di kain ya. Ada juga noda kotor, mungkin bisa hilang kalau dicuci, mungkin juga tidak. Jelasnya sih, kalau untuk baju cacat, aku lebih memilih yang ada noda saja. Toh kondisi kain masih utuh, ga berlubang. Kalau yang cacatnya bolong kan harus dijahit tuh walau sedikit, males ah aku hihi. Eh itu aku aja kali ya yang males :D

Baju menyusui Mamigaya adalah salah satu brand baju menyusui yang sedang naik daun. Kalau dibandingkan dengan merek lain, harganya memang cukup terjangkau, motif dan bahannya pun oke punya. Monggo dicek ke sini kalau kepo hihi. Mamigaya ini salah satu jualanku juga. Tapi ketika bazar kemarin bukan aku kok yang jualan, melainkan teh Nina dari lantai 25 yang merupakan saudara dari empunya brand Mamigaya. Kalau biasanya untuk mendapatkan Mamigaya reject tuh hanya mendapatkan diskon 30% - 40% saja, nah ini bisa dapat diskon 50%. Waduh, jadi semangat deh aku bongkar-bongkar bajunya yang tersedia sampai 2 karung guede itu. 

Meski aku jualan Mamigaya, tapi selama ini aku hanya mupeng aja dengan berbagai koleksinya yang lucu-lucu. Pernah tuh aku keep yang aku naksir banget, niatnya ga kujual. Eh, ternyata ada yang mau, yo wis akhirnya kulepas. Ga jadi punya deh hoho. Lagipula Azzam kan sudah gede tuh, udah ga sering nenen kaya pas masih bayi, jadi ya aku ga urgent juga baju menyusuinya. Beberapa kali kaya gitu, nyimpan untuk diri sendiri akhirnya dijual juga ketika ada customer ada nyari motif itu hehe. Nah, pas ada yang diskon gede, biar kata reject, aku hunting lah terutama untuk dress-dressnya yang mana kemarin tuh best seller. Bahannya enak banget dipakai, lembut, adem lho. 

Iseng aku upload pic tumpukan baju diskonan itu plus nyetatus di FB, pamer kalau ada barang reject Mamigaya dengan aneka model dan motif. Ealah lha kok yang komen buanyak, ujung-ujungnya mupeng dan nitip minta dibelikan juga. Alhasil hari pertama bazar aku bolak-balik dari ruangan kerjaku ke samping masjid tempat bazar untuk membelikan aneka titipan emak-emak FB. Fyuh capek juga lama-lama, lantas terpikir kenapa tidak sekalian saja aku ambil yang buanyak untuk dijual lagi. Mumpung ada banyak barang ready di depan mata dan mumpung banyak peminat kan ya hoho. 

Taraaaa akhirnya ide itu kurealisasikan juga. Aku bikin woro-woro di FB bahwa untuk pengganti capek dan riweuhnya packing nanti, aku jual baju-baju reject itu dengan diskon 45%. Alhamdulillah bisa terjual banyaaaak deh. Untungnya lumayan lah ya, karena di hari berikutnya aku nego juga tuh ke teh Nina yang jaga stand untuk minta diskon lagi dikit hehe. Si masku juga ikut kecipratan sibuk, dia bagian antar paket ke JNE dekat rumah. Kebanyakan sih aku packing di kantor ya, sisanya baru diboyong ke rumah. Efeknya nih, sampai sekarang masih ada saja yang menanyakan SALE reject-an lagi, hihihi ketagihan ternyata itu emak-emak ya :D

Nah, ini dia fotoku lagi khusyuk ngebongkar nyari motif oke dengan cacat minimal. Fotonya diambil oleh teh Rini, sodaranya teh Nina yang jualan kaos anak di bazar. Seru banget tuuuh huntingnya ^_^

Read More

Rabu, 22 Oktober 2014

Curhatan Online Seller

Teringat obrolan emak-emak OS beberapa hari yang lalu tentang gaji karyawan toko online mereka. Ada yang memberi gaji Rp800rb, ada yang Rp1jt, itu belum bonus lho. Ada yang bonusnya lebih banyak daripada gajinya. Omzet naik, bonus juga naik. Wah, kisaran gajinya seperti ART juga tuh, tapi kalau ART bonusnya jarang hihi. Job desknya macam-macam, ada yang khusus megang online dari upload foto, kasi keterangan foto dan jawabin komen customer. Ada juga yang khusus packing barang, nah kalau yang ini ada yang memberi upahnya per hari, dihitung dari banyaknya barang yang dia packing.

Kalau karyawannya bisa sampai 3 orang berarti dah ramai ya penjualannya. Kebayang berapa pemasukan dari toko online per bulannya. Wooo mupeeeng *mataijo*. Sepertinya harus makin kerja keras dan rajin belajar nih, berguru ke empunya OS yang sudah lebih jauh langkahnya di depan.Beberapa kenalanku yang dulunya pegawai kini malah sudah resign lho. Kebanyakan sih karena sudah cukup sukses online store-nya, jadi ya lebih memilih kerja di rumah, dekat anak, duit tetap mengalir. Duuuh pengeeeen :D

Jujur saja, kerja sambil nyambi jualan online itu ga mudah. Seringkali merasa keteteran, capek sendiri, dan perkembangan toko online pun kurang maksimal. Contohnya nih, dengan smua stok barangku yang ga sedikit ini, aku butuh waktu untuk jeprat-jepret, dan kendalanya ya aku kudu ngerjain sendiri. Nah trus kapan sempatnya? Hanya bisa action di sela waktu yang ga banyak. Seharusnya bikin foto yang eye catching kan, tapi karena modal kamera hape seadanya dan alat sepunyanya jadinya sering tercipta foto produk yang alami, alias kurang cantik dan kurang menarik.

Lalu kapan aplot foto dagangan coba? Kalau ada puluhan foto dan harus dipajang di beberapa tempat, semisal grup BBM, FB, fan page FB, market place, lha kapan selesainya huhu. Belum lagi packing barang, butuh waktu yang lumayan juga untuk acara bungkus-membungkus ini. Kalau pas dagangan rame, wah bisa sakit kepala tuh karena tunggakan kerjaan kantor dan packingan numpuk. Berasa butuh karyawan toko online deh, etapi berasa belum mampu bayar gajinya kalau sekarang  *galaumarkalau*





Read More

Senin, 29 September 2014

Booming Jilbab Bolbal

Lagi jadi trend masa kini lho, jilbab bolak-balik. Ada yang nyebut hijab bolbal, khimar bolbal, dll. Intinya desain jilbabnya terdiri dari dua jenis bahan yang berbeda warna atau motif. Bisa jadi sama-sama polos tapi bolak-balik dua warna atau satu sisi bermotif dan sisi lainnya polos dengan warna yang match dengan motifnya. Cakep? Iyalaaah. irit? Tentu dooong, kan beli satu biji bisa dipake tuk dua style hahaha. Cocok banget dah buat yang ingin tetap gaya dengan budget minimalis.

Nah, awalnya aku ga tertarik untuk jualan jilbab kaya gitu. Lom kepikiran aja, memang ada rasa suka dan mupeng sih ketika aku melihat promonya di wall FB atau Instagram. Kok kelihatannya ayu-ayu gitu (jilbabe apa model produknya ya?haha). Harganya juga lumayanlah ga mihil banget, bervariasi antara 70rb - 150rb tergantung bahan dan coraknya. Terlintas pengen punya dan coba membeli tapi belum jadi juga.

Suatu hari aku bareng temanku jalan-jalan ke Tanah Abang, biasalah cuci mata sambil ambil barang dari supplier. Temanku lagi hunting kain kala itu. Tak sengaja nemu toko jilbab bolbal dengan aneka jenis bahan dan model. Ada jilbab segiempat, ada bergo instan, ada juga semi khimar. Lucu-lucu deh, cakep gituuu maksudnya. Selain itu di sana ready juga jilbab kaos untuk anak, pashmina, jilbab wolpis, kaos kaki, manset, bros dll. Lengkap kap laah pokoke, aku mupeng ... peng ... peng dong ah. Maka aku nyobain beli dengan harga grosir. Biasa lah namanya juga pedagang, berasa rugi kalau beli satu doang. Icip-icip jilbab juga beli harga grosir dong, ntar bisa make juga skalian coba jualin haha. Tes pasar gitu maksudnya. Saat pertama kali itu aku membeli yang jilbab segiempat bolbal dan bergo instan bolbal beberapa potong.

Kemudian di kantor aku mencoba menawarkannya ke teman-teman. Setelah (lebih) biasa jualan online, maka saat aku harus ngider untuk nawarin jualan itu rasanya kok males ya, kurang semangat gitu aku. Maka stok sepuluhan potong jilbab bolbal yang kubeli itu hanya laku beberapa saja. Lalu lamaaa menghuni dos di bawah mejaku. Aku juga mau nawarin online belum sempet bikin foto produknya, jadi ya ini modalku mandeg deh. Untung sih ga banyak belinya kemarin, kan baru nyobain doang.

Setelah beberapa minggu (ada kali ya 2 bulanan), kebetulan aku mau pergi ngaji. Pas banget habis beli gamis spandek jualannya murabbiku, bu Nurwati, yo wis aku pake gamisnya dipadukan dengan bergo instan bolbal jualanku yang kemarin itu. Tiba-tiba terlintas kalau nanti sebaiknya aku minta difotoin aja sama teman. Kan ntar fotonya bisa untuk promo gamis dan jilbab sekalian tho. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui hohoho. Maka jadilah foto ini, diambil di masjid MBM Kampus STAN hihihi.

Beberapa saat setelah pengambilan foto, aku langsung upload di Facebook sambil mempromosikan bergo instan bolbal itu, hasilnya?
Taraaaa komen pun berdatangan, banyaaak yang mupeng pengen beli si bergo bolbal. Duh ... duh alhamdulillah, akhirnya laku jugaaa haghag. Saking banyaknya yang mau, aku akhirnya beli lagi aneka macam motif bolbal dan juga polos bolbal. Kujual dengan harga Rp95rb saja per potong. Kalau mau lebih murah, beli minimal 3pcs dapat @90rb dan minimal beli 6 pcs bisa jadi @85rb. Harga yang kupatok ini jauh lebih murah dari OS lain yang jualan bergo instan bolbal lho. Bahannya sifon untuk kain motifnya dan ceruti untuk kain polosnya. Dipakainya cukup nyaman, mudah karena instan, ga usah pake peniti lagi.
Read More

Selasa, 25 Maret 2014

(Sok) Hectic Banget.

Kejar setoran. Jadilah aku (sok) hectic. Alhamdulillah pekerjaan di kantor tidak berat, hanya terkadang kuantitasnya tiba-tiba melonjak. Nah, saat seperti itu aku pasti jadi kelimpungan. Kejar setoran apa sih Tikaaa? Hehe itu tuuuh, nyari duit tambahan Buuuk, buat tambal sulam pengeluaran sehari-hari selama hidup merantau *gayaneee. Kondisi sekarang memang mengharuskanku lebih rajin berjualan. Kalau dulu hanya sekedar iseng dan hobi, sekarang mah wajiiiibb. Jadi di sela-sela kerjaan kantor, aku tetap online via hape. Mampir Facebook lah, cek Instagram lah, bukain BBM dan WA lah. Seringkali memang tiba-tiba ada saja orang yang berminat dan nanya-nanya tentang barang jualanku.

Apa saja siih barang jualanku? Haduuu macem-macem maaak, palu gada kata orang. Apa lu mau gua ada :D Bahkan ada teman yang sampai nitip minta barangnya dijualkan. Paling anyar nih, kemarin aku mendapat kiriman jilbab segiempat bahan paris dengan bordir cantik asli Kudus. Teman ini modal percaya saja dan memakai sistem konsinyasi. Jadi nanti barang laku baru deh aku transfer uangnya. Ini lho penampakan jilbab segiempatnya, cakep-cakep deh, harganya juga terjangkau, hanya Rp40ribu saja :)



Kalau jualanku sendiri sih, saat ini yang utama ada 4 jenis:
  • Mamigaya Baju Menyusui
  • VCD Anak Muslim
  • Mukena
  • Kelom Geulis Tasikmalaya
Eh iya, ada satu lagi yaitu buku bekas koleksi pribadi dan buku anak-anak. Ini sih gegara ada titipan dari adikku di Malang yang ingin mengurangi jumlah tumpukan bukunya dan ingin agar bisa beli buku baru lagi, jadi yang lama-lama dijual deh. Etapi kondisinya masih muluuus lho, ntar deh kuaplot di sini, kali aja ada teman-teman blogger yang berminat *kedip.

Selama ini jualan hanya via gadget saja sih. Inginnya punya web online store gitu tapi belum memutuskan mau kaya gimana dan belinya di mana. Kalau teman-teman ada rekomendasi yang oke dengan harga (amat sangat) terjangkau, kabar-kabari yaaak :) Saat ini sih masih bisa terhandle dengan (sok) hecticnya aku tiap hari. Meski sudah dua kali salah kirim barang orderan pelanggan :( Pertama, ada barang yang ketinggalan belum kukirim. Jadi dia ini beli dua item, yang satu sudah kukirim, eeh kok satunya ga sekalian :( Jadilah aku harus mengirimkan barang kedua dengan ongkos kirim dari kantongku sendiri. Kedua, pembeli memesan kaos menyusui ukuran L, lha koook kukirim M. Huhuhu dia minta tukar dengan biaya kirim dari aku semua, lha memang kesalahanku kok. Sejak itu, aku lebih hati-hati lagi, untung ga seberapa bisa tekor kalau kejadian berulang lagi hehe. Namanya pengalaman yaaa, memang mahal harganya :D


Read More

Selasa, 18 Februari 2014

MAMIGAYA Baju Menyusui

Mau pamer aaahh hoho. Ini lho sebagian barang jualan online-ku sekarang, MAMIGAYA baju menyusui. Launching sejak April 2013 yang lalu, baru yaaa. Etapi perkembangannya langsung melesat lho. Harganya yang terjangkau dan kualitasnya yang oke membuat banyak ibu-ibu jatuh cinta pada MAMIGAYA. Menjadi reseller MAMIGAYA menyenangkan lho, soale bisa kontak sama ibu-ibu menyusui yang lantas ngobrol berlanjut dengan membicarakan anaknya yang sedang lucu-lucunya, atau kontak dengan ibu-ibu hamil yang sedang happy menantikan buah hatinyanya lahir. Asli, aku bisa ikut bahagia mendengar cerita bahagia mereka.

Berminat dengan baju menyusui dan (ada juga) baju hamil MAMIGAYA? Monggo colek daku via WA 081355420415 atau invite pin BBku 73e23f02. Silakaaan ^_^







Read More

Darah Pedagang

Apakah ini hobi atau darah keturunan dari orang tua? Entahlah, hehe. Memang sih, Papaku dulu ketika jaman celana cutbray lagi ngetrend, beliau bekerja di Jamu Sido Muncul, bukan di pabriknya tapi jualan jamunya sampai ke Palembang. Beliau ngekos di sana dan buka kedai jamu kalau malam hari. Lalu Mamaku, jamanku masih SD, beliau sudah rajin nitip jajanan untuk dijual di kantin SMP tempat beliau mengajar. Aku dulu ikut sibuk membantu membungkus jajanan kering itu ke dalam plastik dan menutupnya dengan cara plastik didekatkan pada nyala lilin. Jadi kemasannya bisa tertutup rapat. Lumayan, aku bisa sambil ngemil hoho. Lambat laun Mama mulai merambah ke bisnis perkreditan, biasalah emak-emak, paling suka kalau beli barang yang bisa dicicil. Berawal dari karpet yang beraneka warna sampai akhirnya ke barang elektronik. Alhamdulillah, orang tuaku akhirnya bisa membangun rumah sendiri karena jerih payahnya itu, sama sekali tanpa bantuan pinjaman bank atau koperasi.

Lalu bagaimana denganku? Awal aku berjualan kelas 1 SMA, kakak sepupuku membuat kerajinan tangan berupa dompet dan aku yang menjualkannya, laku beberapalah. Lalu ketika selesai kuliah dan mulai magang di kantor, aku iseng-iseng membawa katalog Sophie Martin, Oriflame, dan Capriasi lantas menawarkannya pada para pegawai. Alhamdulillah orderan pun berdatangan. lumayanlah untuk tambahan uang jajan. Nah, ketika aku sudah bekerja dan mempunyai penghasilan, aku mulai tergiur untuk memakai uangku sebagai modal berdagang.
Sekitar tahun 2004, dengan ijin suami aku memulai bisnis kecil-kecilan, waktu itu kami masih tinggal di Majene. Gegara berlangganan majalah Ummi, di sana banyak terdapat iklan baju muslim dan jilbab beraneka jenis, asli mupeng. Awalnya dari keinginan membeli untuk dipakai sendiri, lalu terlintas pemikiran bahwa pasti teman-teman pengajianku banyak yang mupeng juga nantinya dan pasti tertarik untuk membeli dariku. Begitulah, karena banyak teman yang juga berlangganan majalah Ummi, jadi mereka semangat sekali kalau aku berjualan barang yang memang mereka butuhkan dan mereka inginkan. Dulu itu memang usaha konveksi baju muslimah baru mulai menggeliat, jadi untuk syarat reseller masih cukup mudah dan murah. Modalnya tidak terlalu besar, kadang sudah bisa jadi reseller hanya dengan membeli beberapa potong baju/jilbab saja. Untuk orderan berikutnya kita bisa memesan sesuai permintaan pasar, cukup mudah bukan?

Kalau jualan online, pertama kali aku mencobanya di tahun 2010 ketika sudah pindah tugas ikut suami ke Jakarta. Sebenarnya ketika di Majene sudah tertarik untuk mencoba namun lokasiku yang jauh dari mana-mana membuatku mengurungkan niatan. Jualan online dengan barang dagangan dikirim dari Majene tentu saja akan membuat cost-nya besar, kalah saing dong dengan harga online seller di kota-kota besar. Barang dagangan yang kujual secara online untuk pertama kalinya adalah daster bordir khas Malang. Aku menjualnya via Facebook dan Multiply. Berlanjut ke VCD anak Islami dan baju muslimah sampai dengan sekarang. Asyik sih ya, banyak pengalaman yang bisa didapatkan dengan menekuni bisnis kecil-kecilan ini.

Tak hanya online, aku sekarang juga masih ngider alias jualan offline kok. Beneran ngider dari lantai ke lantai di tempatku bekerja. Lumayanlah, di gedung ini saja ada 26 lantai, belum lagi di 2 gedung sebelah yang juga masih seinstansi. Sayangnya, jualan ngider ini memang lebih memakan waktu dan melelahkan. Jangan sampai pekerjaan malah terbengkalai, bisa diprotes atasan nanti hohoho. Jadi ya, bagaimana caranya agar bisa menyelaraskan tertunaikannya pekerjaan utama dan sampingan biar bisa seiring sejalan. Bisnis sebagai pekerjaan utama? Entahlah, belum terpikirkan untuk saat ini, mungkin nanti. Saat ini lebih fokus ke menambah income tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Do'akan aku ya teman, agar semua yang kulakukan penuh berkah, aamiin.
Read More

Jumat, 15 Juli 2011

Rajin Jualan

Mengingat-ingat barang apa saja yang kukaryakan alias kujual setahunan ini.

Mulainya habis lebaran 2010, tertarik dengan Daster Bordir Malang yang cantik-cantik itu, mana harganya mahal lagi. Ada yang menjualnya sampai dengan Rp. 100.000,- an. Dan ternyata di satu tempat yang berhasil kudatangi pas mudik ke Malang, malah ada yang harganya lebih dari itu lho. Ternyata perbedaannya terletak pada jenis bahan kainnya yang memakai katun Jepang, lebih bagus sih pantas lebih mahal. Sempat keliling-keliling mencari tempat kulakan yang paling menguntungkan, akhirnya malah dapat lewat nanya mbah google.

Rencana semula adalah jualan on line, dan maunya sih yang jualan adikku, bukan aku. Aku yang modalin dia yang jualan gitu, tapi ternyata kurang berjalan dengan baik. Dia kurang antusiaslah, jadi sebelum aku ngantor, aku yang rajin nawarin di FB, lumayan ada yang beli. Sempat beberapa kali kulakan lagi terutama saat aku sudah aktif ngantor, aku dagangin ngider dari teman ke teman. Tapi akhirnya mandeg karena akunya males jalan lagi, males nawarin lagi. Sayang sih sebenarnya karena ada banyak teman maya yang minta katalog dasternya tapi tidak bisa kupenuhi, merasa gak ada waktu buat bikin foto-foto barang sih. Akhirnya ya kucuekin saja semua permintaan itu. Sisa daster numpuk di bawah meja kerjaku.

Kok ya gatel lagi, pengen jualan lah. Ditawari seorang teman tuk jadi agennya. Deal deh, nyampelah itu jilbab Salimah dan krupuk Kennie dengan berbagai macam rasa. Heemm...ternyata teman-temanku di kantor banyak yang lebih suka memakai jilbab pendek sedangkan Salimah ini tipe jilbab besar, setara ukuran L. Intinya kurang laku lah, kalau krupuk Kennie alhamdulillah laris. Eh, akunya trus hamil, mual-mual, males banget ngider. Nambah lagi tuh tumpukan di bawah mejaku, daster, jilbab, dan krupuk.

Terpikir untuk jual murah bin obral saja atau lelang, lagi-lagi terbentur di ogah jeprat jepret bikin fotonya. Yo wis, akhirnya daster kutitip di mbak umma, krupuk kujual murah dan habis, jilbab nih masih ada 15 pcs. Untuk jilbab rencana mau kujual murah, paling tidak balik modal lah, tapi belum tahu mau diapain, lelang atau gimana gitu.

Dengar-dengar mau ada gaji 13, pengen lagi mau jualan, mana mau bulan Ramadhan, momen pas tuh. Yo wis, aku ambil blus dan gamis Vannara juga setelan Manet cuma 3 biji karena mahal hehe. Kebetulan aku iseng-iseng join jadi member sebuah penerbit, sekalian deh jualan buku parenting Melly Kiong dan MyFA. Iseng-iseng nawari dengan update status FB kok banyak yang mesen hehe, karena murah kali ya, kudiskon 20%. Teman-teman kantor juga banyak yang beli. Kok ya pas, ada temanku yang memang biasa jualan, ternyata tidak bisa ngider karena masalah kesehatannya. Akhirnya aku bantu jualkan barangnya, ada gamis katun cantik-cantik, baju muslim anak Poeti dan D-Safa, jilbab Delima, macem-macemlah pokoknya. Lumayan, gak modal duit tapi dapet duit alhamdulillah.

Nggak sengaja lagi, dari obrolan teman-teman di Forum Shalahuddin yang sedang membahas VCD anak islami Tupi Ping-Ping, Mimi, Harun Yahya, Paket VCD Ramadhan untuk anak dll. Setelah kuhubungi ternyata si mbak yang dulu jualan itu sedang fokus ke hal lain, dan malah menyarankanku untuk menggantikannya berjualan VCD/DVD tersebut. Waah, diberi jalan ya, alhamdulillah. Dengan diskon 10% alhamdulillah sudah banyak juga paket VCD anak islami yang laku terjual, pembelinya selain dari lingkungan kantor juga sampai kirim ke luar kota, tentu saja berkat FB dan intranet juga. Makanya pengen banget mengkaryakan modem nganggur di rumah biar bisa upload foto-foto dagangan, biar lebih rame jualannya, semoga bisa cepat terealisasilah. Apalagi barang dagangan yang lama kan mau dijual murah, sepertinya akan lebih tokcer kalau via dunia maya juga nih.

Oya, selain itu aku juga jualan pulsa hihihi. Bapak yang dulu jualan pulsa di kantor sudah pensiun, jadi aku berinisiatif untuk menggantikan posisinya. Lumayanlah, hitung-hitung juga membantu teman agar gak susah-susah kalau mau isi pulsanya, tinggal ketik-ketik di Gtalk aja udah bisa nelpon sms lagi deeeh, bayarpun bisa ntar ntar hoho. Dikumpul dulu boleh, ntar agak banyakan baru dibayar hehe.

Tidak lupa, sekalian promosi, daster Malangku tinggal 5 pcs kayanya, ada di http://garasiumma.multiply.com/photos/album/76/abisin_stock dilelang rugi deh, biar cepet jadi duit, start bid Rp. 40.000,- saja. Murah banget lhooo ituu...
Read More

Minggu, 16 Januari 2011

Jualan Pulsa

Jumlah pegawai di kantorku ada 100 orang lebih, jumlah tepatnya belum kutanyakan. Saat ini setahuku ada 1 orang penjual pulsa, seorang bapak yang tahun ini mau pensiun. Kalau tidak salah, 2 atau 3 bulan lagi bapak tersebut mau pensiun.

Tiba-tiba terlintas, kenapa tidak kugantikan saja posisi sebagai penjual pulsanya? Lagipula pemakaian pulsaku juga lumayan banyak, paling tidak untuk pemakaianku dan suami lah plus para mbak di rumah.

Kalau kemudian akhirnya teman-teman kantor beli pulsa ke aku -ngarep- kan syukur banget!! Hem, jadi semangat deh. Tapi pengetahuanku tentang jualan pulsa elektrik nol besar. Mencoba bertanya pada teman yang jual pulsa, katanya dia pakai MKios. Ada juga yang sistem deposit, ada juga yang pakai ditarget penjualan pulsanya. Coba googling, malah makin banyak macemnya. Satu kartu bisa all operator tapi make sistem kaya MLM. Jadi bisa dapat poin/bonus dari pendaftaran agen di bawah kita dan penjualan agen-agen anggota yang kita rekrut. Harga pulsa yang ditawarkan bersaing sih, bingung mau pilih yang mana.

Maunya bisa jualan pulsa all operator dan proses kirim pulsanya lancar, tidak ngadat dan lama. Ada warga MP yang punya info atau pengalaman jualan pulsa? Mohon sharenya ya.. :D Thanks a lot.
Read More