Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Puisi Subuh

Tafakur

Mereguk senyap lamat-lamat.
Mengaduknya kembali agar tercampur nikmat.
Hanya aku dan bunyi jam dinding berirama.
Tak akan bisa terulang, tak pernah bisa kembali.
Waktu yang kau dan aku sia-siakan.
Kesempatan yang kau dan aku lepaskan.
Semua akan tandas, seperti kopi yang mengering di gelas.

*menuju subuh, entah kesempatan yang keberapa. Alhamdulillah


Bersujud

Subuh kali ini
Dingin mencumbui tiada jengah
Membuatku tercekat, enggan pindah
Namun, ngilu di sekujur rerasa tak kunjung binasa
Pada akhirnya, kukumpulkan tenaga, hanya untuk berserah.
Bukan kalah.


Read More

Rindu

Kutemukan lagi serpihan rindu.
Berbayang kelabu meniti syahdu.
Ada gundah nan gelisah, enyahkan pilu.
Saat tersadar akan rintihan kalbu,
seharusnya hanya pada Rabbmu kau mengadu.
;bergegaslah



Read More

Senin, 27 Oktober 2014

Bercakap dengan Sunyi

Tiada rasa sungkan
Mungkin telah menguap
terbawa angin malam
Juga tiada rasa malu
Ah, telah lebur dengan waktu
Kadang aku berbisik
Seringkali aku pun terbahak
Untaian kataku tiada habis
Bersamamu melepaskanku










Read More

Jumat, 10 Oktober 2014

Saat Seperti Ini ...

Saat seperti ini ... Kubayangkan lembah dan langit luas memayungi. Hamparan rumput atau bunga berwarna menari. Serta lembut angin dingin merasuki. Aku ... takjub.

Saat seperti ini ... Merindu desir rinai hujan membasahi. Mengembun di balik kaca, lembab dan dingin. Aroma wangi tanah menguar, kuhirup dalam-dalam. Kupenuhi rongga dada dengannya. Serta secangkir kopi di hadapan, dengan bekas bibirku menempel di sana.

Saat seperti ini ... Inginku menikmati merah saga cakrawala. Sendiri, berbalut sepi nan bernyanyi. Diiringi kicauan burung gereja yang enggan pergi. Tak ingin ucapkan selamat jalan mentari.

Saat seperti ini ...



Read More

Rabu, 24 September 2014

Hujan Kembali

Kala rinai hujan kembali menyapa

Angin mengabarkan senandung suka cita

Tak peduli muramnya wajah cakrawala

Tak gentar akan kilat memerciki angkasa



Wajah-wajah mungil pun bermunculan

Memekik riang di sela desau hujan

Antara girang dan lalu ketakutan

Saat cahaya gundala menyilaukan



Maka mari kita nikmati

Sesap habis secangkir kopi

Duduk melingkar hari menari

Ada nyanyian hujan sore ini


Binatro, 200914


Read More

Kamis, 04 September 2014

Bocah Kecil

Bocah cantik bermata jeli
Menatap nanar pucat pasi
Bayang hitam melingkupi
Merupa monster tak dapat dikenali

Bocah cantik tergugu pilu
Wajah ayunya kian sendu
Luka menganga di kalbu
Tersayat oleh ayah ibu

Duhai, sungguh ia tak paham
Mengapa ayah ibu jadi kejam
Handikan, pukulan, cubitan,
bahkan tendangan menghujam

Apakah itu tanda sayang
ataukah tanda perhatian
Gadis kecil makin bimbang
Ingin seperti siapakah di masa datang

Bintaro, 020914

Read More

Puisi Bagiku

Bagiku ...
Sekeping senja memerah di ufuk sana
atau semburat kemuning fajar di cakrawala
adalah puisi

Bagiku ...
Gelapnya malam bertabur gemintang
atau kelam pekat bersaput awan
adalah puisi

Bagiku ...
Celoteh riang kanak-kanak
juga sinar polos mata jelinya
adalah puisi

Bagiku ...
Rangkaian kalamMu berpadu
Senarai alunan goncangkan kalbu
adalah Maha Puisi

Bintaro, 020914




Read More

Selasa, 25 Maret 2014

Sesal


Tercacah gelisah
di negeri antah berantah
Teriris berdarah
Luka tak berkesudah
Sertai buncah
Bengah nan punah

Sirnakan resah gelisah
Hapus gundah merajah
Paksa tangan tengadah
Kebiri hati nan pongah
Tersungkur di atas sajadah
Dengan bebatan luka bernanah

Di suatu siang, Oktober 2013



Read More

Minggu, 16 Maret 2014

Salah Sangka

Kisah ini membuatku tergemap
Tentang cinta yang salah tangkap
Membuatku bernafas engap-engap
Dunia seolah menciut dan pengap

Ah, cinta ini semakin lindap
Seperti malam kian menggelap
Sudahlah, lebih baik tak banyak cakap
Biarkan semuanya hilang melesap


Read More

Kamis, 23 Januari 2014

Rindu

Aku rindu ...

Pada sesuap rasa
Terkecap melalui aksara

Pada sepenggal asa
Terbungkus diksi mempesona

Aku rindu ...


Read More

Rabu, 26 Desember 2012

Keping Hati

Hari ini, rasanya ingin berlari

Sekedar menjauh dari hiruk pikuk duniawi

Mungkin harus mencipta batas imaji

Agar aman nyaman di dunia sepi

Murni mencerna memaknai

Hanya aku...tanpa gundah hati

Hanya aku...tersaruk mendekat pada Illahi



Read More

Selasa, 31 Juli 2012

#galau

Ada butir-butir tertahan di sana
Mataku kaca

Ada kelabu menggelayut manja
Tak jemu, tak jua sirna

Hati meranggas pedih...luka
Ingin mati rasa tapi tak kuasa

Mencerna makna
Mengecap asa

Kuingin mata hati tetap terbuka
Syukur agar tetap terasa


Read More

Selasa, 24 Mei 2011

Perubahan

Mengapa kau berubah jadi seperti ini?
Aku tak mengerti
Bagaimana kau berubah jadi begini?
Aku tak tahu

Ah....Allah memang Maha Pembolak-balik Hati
Allah memang Maha Pemilik Segalanya
Semua, baik dan buruk, suka maupun tidak
Semua atas kehendaknya

Kenapa aku harus terbebani?
Kenapa aku harus larut bermuram hati?
Ah...sudahlah
Berdoa saja, terus dan terus

Kuyakin dalam hati
Allah akan memahami
Allah akan memberi
yang terbaik bagi kami
Read More

Kamis, 19 Mei 2011

Malu dan Sesal

Jengah
Baru kusadar kini

Kututup saja bibir ini
Lidahku kelu
Oh..tidak...bukan
Lidahku biasa menyerang,
meliuk, menari
dengan kata-kata setajam pedang

Sudah....
Malu menelusup kini
Sesal tak berarti
Apalagi kalau tiada yang diperbaiki

Jengah
Kenapa baru kusadar kini

Read More

Kamis, 06 Januari 2011

Deep Inside

Sedih

Sakit

Gundah

Takut

Khawatir

Helaan nafas yang terasa berat

Tak mampu mengusir beratnya beban hati

Mata ini pedih, panas

Setiap saat menahan tumpahan air mata

Ya Rabb....hanya kepadamulah hamba harus berlari...




Read More

Senin, 17 Mei 2010

Saatnya Menepi.

Ketika lalu lintas jalan raya kehidupan mulai padat dan macet.
Ketika rasa jenuh, tak sabar, dan over load mulai terasa.
Ketika jiwa dan raga mulai susah untuk kompromi.
Ketika kelelahan luar biasa mulai menyergap dan mengungkung.

Mungkin inilah saatnya..........
Saat untukku menepikan kendaraan hidupku,
sekedar untuk mendinginkan mesin yang terlalu panas, atau mengisi bensin,
sekedar untuk menghirup sedikit udara segar, sekedar untuk melepas lelah,
sekedar untuk merilekskan diri, kemudian kembali menstarter kendaraan ini.
Kembali bertarung dengan hiruk pikuknya jalanan kehidupan.
Kembali bergelut dengan kemacetan dan polusi kehidupan.
Read More

Senin, 06 Juli 2009

Bertengkar Dengan Cinta Karena Cinta

Cinta,
Maafkan aku
Atas semua tindakanku
Atas semua kata-kataku
yang telah menyinggungmu, menyakitimu,
membuatmu sedih, marah, kecewa.

Cinta,
Maafkan aku
Belum bisa menjadi wanita impianmu,
Belum bisa menjadi isteri sholehat
seperti yang tertuang dalam kisah2 bersahaja.
Tapi, ini aku dengan hati penuh cinta
Ingin dan akan terus berusaha
menjadi pendampingmu di dunia pun di akhirat kelak

Cinta,
..............................................................................
Read More