Senin, 15 Desember 2014

Langsat Singosari

Suatu ketika, dalam perjalanan mudik ke Salatiga belasan tahun yang lalu. Kalau tidak salah saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Kami sekeluarga naik bis dan aku duduk bertiga dengan mbak ponakan dan juga seorang bapak-bapak. Beliau mengajakku mengobrol, menanyakan banyak hal, dan juga bercerita. 

Saat dia tahu bahwa rumahku di Singosari, beliau langsung semangat bercerita. Katanya dulu dia juga lama tinggal di sana. Masa kecilnya penuh dengan kenangan indah, mandi di sungai yang jernih, memanjat pohon, dan puas memakan buah langsep di kala panen. Katanya, langsep uenak itu ya langsep Singosari, terkenal di mana-mana.

Asyik aku mendengarnya bercerita dan akhirnya mengajukan pertanyaan heran, "Lho, emang langsep itu asalnya dari Singosari? Kok ga ada pohonnya?" Jujur aku baru tahu kalau langsep Singosari itu terkenal dan memang dibudidaya di sana. Lha perasaan aku ga ngeh ada pohonnya, atau aku kali yang ga pernah blusukan hehe. Maklum, sejenis anak rumahan gitu :p

Langsep atau langsat, bernama latin Lansium parasiticum, ada juga saudaranya yang lebih manis yaitu duku, ada juga yang menyebutnya kokosan. Ternyata, seiring berjalannya waktu dan perkembangan kota, memang sudah banyak sekali pohon langsep yang ditebang. Pohon langsep di Singosari berumur di atas 50 tahun, bahkan ada yang mencapai 150 tahun. Semua asal biji yang baru berbuah setelah umur 12-15 tahun. Langsep Singosari berbunga pada Desember-Januari; panen, Maret-April. Dahulu ia banyak dijumpai di Desa Candirenggo di sekitar bangunan peninggalan Kerajaan Singosari. Masih adakah kini pepohonan langsep di sana?

 
Sumber: http://www.tanaman.id/2014/10/manis-langsat-singosari.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar