Mengapa dulu saya memilih Multiply sebagai rumah maya, bukan yang lainnya? Karena penulis-penulis favorit saya juga punya rumah di MP, sebut saja Asma Nadia, HTR, dan Pipiet Senja. Maka resmilah saya punya rumah baru di MP, tentu pada awalnya belum punya kontak satu pun lah. Kontak pertama saya adalah mba Asma Nadia, yang saya invite pertama kali. Lalu berikutnya minta alamat blog semua teman maya di Forum Shalahuddin, yang punya MP langsung saya invite pokoknya. Setelah nambah beberapa kontak, saya mulai tebar komen, dan main invite hampir semua orang yang komen di sana. Alhamdulillah banyak yang mau nerima pinangan saya hehe. Itulah awalnya, saya pun berteman dengan mbak Ratih (alikastrore) maknya neng Aya. Lupa-lupa ingat, tapi sepertinya memang saya yang meng-invitenya.
Saat itu, teman saya belum seberapa jumlahnya. Jadi kalau ada postingan mbak Ratih, saya mengikuti dan ikutan SKSD dengan menebar komen hehe. Lambat laun saya makin sayang pada ibu satu ini, bagaimana tidak, saya mendapatkan banyak manfaat dari postingan-postingannya. Di mana kliknya? Bagi saya, semua cerita tentang si imut Aya yang pemakan sayur rebus itu sangat menginspirasi. Saya salut kepada FTM sepertinya. Apalagi kalau sudah bicara tentang kesehatan anak, ibu pengikut setia dokter Wati ini banyak membagi ilmunya pada saya.
Dari mbak Ratih pulalah saya menjadi lebih banyak tahu. Dari link-link yang dia berikan saya bisa mengenal dan berteman dengan ibu-ibu hebat lainnya seperti mbak Irma maupun mbak Nesia yang banyak sharing tentang parenting. Baru-baru ini saya ikut arisan EBM yang diprakarsai olehnya, dan ketika saya berhalangan menyetor uang arisan putaran pertama karena Syifa terkena DBD, dia pun dengan baik hati memberikan kelonggaran.
Berkatmu mbak, saya makin mengenal dunia. Meskipun kau tak merasa telah berbuat banyak, tapi bagi saya pribadi mbak punya tempat spesial di hati.
*untuk disetor di http://dewayanie.multiply.com/journal/item/358
Read More
Tampilkan postingan dengan label temanmaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label temanmaya. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 November 2010
Selasa, 23 November 2010
[Lomba Menulis Teman Maya] Herbalis yang Baik Hati
Mencoba flash back ke beberapa tahun yang lalu, awal aku mengenal dunia maya, tertarik dan lalu ketagihan, terutama dengan blog. Saat itu sekitar tahun 2007, ketika kantorku kebagian jatah pengadaan laptop yang bisa konek internet. Mulailah berkenalan dengan dunia maya, dan langsung kaget ternyata mengasyikkan sekali. Ketika pindah ke kantor yang lebih besar, ternyata ada koneksi intranetnya, bukan internet sih, tapi cukuplah untuk membuatku melek media. Ada site khusus untuk ngeblognya lho dan di situlah pertama kali aku mengenal blog dan langsung jatuh cinta (aslinya sudah narsis sih). Dari situ aku mendapat banyak teman yaitu para pegawai DJP yang penempatannya seantero Indonesia, subhanallah sangat menyenangkan sekali punya banyak kawan meski tak pernah bersua. Selain itu ada satu forum yang rame banget, namanya Forum Shalahuddin (FS). Nama ini diambil dari nama masjid Shalahuddin yang terletak di kantor pusat DJP Jakarta. Dan dari sinilah semuanya berawal.....
Di FS setiap harinya ada banyak bahasan menarik, tentang banyak hal yang bisa membuka mata hati, meluaskan wawasan, dan menambah ilmu. Ketika mulai banyak topik yang sensitif mengenai masalah dunia wanita, semisal curhat para istri, tips dan trik menyenangkan suami, ataupun masalah khas wanita bekerja dalam menghadapi tantangan-tantangannya, maka dibuatlah grup khusus Akhwat dan Ummahat. Tentu saja yang bisa mengakses hanyalah mbak-mbak dan ibu-ibu yang sudah terdaftar di admin. Topik bahasan setiap harinya.....waaah seruuu!!! Benar-benar bermanfaat deh.
Dari FS inilah aku mengenal mbak Meta, seorang ibu bekerja dengan 3 orang anak yang ulet dan baik hati. Selain bekerja di DJP, dia dan suaminya mendalami ilmu pengobatan alamiah alias menjadi herbalis. Mereka berdua bisa bekam, akupuntur, kiroptaksi, maupun iridiologi, subhanallah! Saat itu aku kebetulan juga baru mulai menggunakan obat-obatan herba dan mulai meminimalkan penggunaan obat-obatan kimia, dan inilah awal klik antara kami berdua, salah satunya kami sama-sama gabung di Herba Penawar Al Wahida (HPA).
Dalam banyak thread FS, mbak Meta tidak pelit dalam membagi ilmunya. Ketika baru saja mengikuti seminar dan pelatihan Hypnotheraphy pun dia langsung bagi-bagi ilmu lho. Makin lama aku makin tertarik dengan pengobatan herba ini, dan ingin bisa menguasainya. Sayang di Majene hanya beberapa orang yang bisa, itupun aku kesulitan untuk minta belajar langsung. Akhirnya dalam banyak kesempatan aku sering bertanya ke mbak Meta, apalagi kalau ada keadaan darurat seperti ketika anak-anak sakit. Keadaanku yang sedang menjalani LDL dengan suami selama 2 tahun membuatku harus mandiri. Terbayang ribetnya kalau aku harus membawa anak-anak ke dokter sendirian, apalagi kalau prakteknya malam hari.
Alhamdulillah ada mbak Meta yang bersedia aku sms kapan pun aku membutuhkan, meski itu tengah malam kala Syifa mengeluh sakit perut dan terus menerus terbangun, atau kala Farah beberapa hari panas dan mencret sampai 6 kali sehari. Ketika aku akhirnya mengambil cuti besar dan menyusul suami ke Jakarta, keinginan terbesarku adalah bisa kopdar dengannya. Sayang, waktu yang 5 bulan ternyata belum bisa membuatku bertemu langsung dengan mbak Meta. Padahal ketika dia baru melahirkan, aku ingin bisa menjenguk ke rumahnya langsung. Tapi ada saja halangan yang membuat semua rencana ketemuan kami gatot melulu. Komunikasi tetap jalan, via sms, blog, maupun gtalk. Apalagi saat Syifa kena DBD kemarin, dia banyak menenangkanku. Saat-saat ketika aku H2C menanti SK pindah ikut suami pun, mbak Meta banyak memberi support lewat sms, yang ternyata dia berusaha menumbuhkan keyakinanku pada Allah Swt bahwa Allah Swt adalah seperti prasangka hambanya, jadi mbak Meta dalam smsnya selalu membesarkan hatiku agar aku selalu positive thinking selalu dalam banyak hal terutama masalah SK ini.
Alhamdulillah, ketika akhirnya SK pindahku keluar dan aku berkantor satu gedung dengan suami, ternyata letaknya masih satu kompleks dengan kantor mbak Meta, tinggal jalan sedikit sudah bisa mampir ke sana. Senangnyaaa....finally aku bisa ketemu mbak Meta!! Sambil membawakan kado untuk kelahiran putra ketiganya, aku menemuinya sore itu. Seneng dan deg-degan, yang biasanya cuma ketemu via sms dan gtalk sekarang mau ketemu muka. Akhirnya bisa duduk berdua berhadap-hadapan, kikuk juga mau cerita apa hehe. Ngobrol ngalor ngidul aja lah, sedikit menyinggung tentang keinginanku belajar bekam dan minta ke mbak Meta agar aku bisa dihypnotheraphy olehnya. Teman-teman lainnya di FS pun ikut senang mendengar kabar bahwa aku sudah kopdar dengan mbak Meta, mereka ngiri juga pengen ketemu hehe.
Di FS setiap harinya ada banyak bahasan menarik, tentang banyak hal yang bisa membuka mata hati, meluaskan wawasan, dan menambah ilmu. Ketika mulai banyak topik yang sensitif mengenai masalah dunia wanita, semisal curhat para istri, tips dan trik menyenangkan suami, ataupun masalah khas wanita bekerja dalam menghadapi tantangan-tantangannya, maka dibuatlah grup khusus Akhwat dan Ummahat. Tentu saja yang bisa mengakses hanyalah mbak-mbak dan ibu-ibu yang sudah terdaftar di admin. Topik bahasan setiap harinya.....waaah seruuu!!! Benar-benar bermanfaat deh.
Dari FS inilah aku mengenal mbak Meta, seorang ibu bekerja dengan 3 orang anak yang ulet dan baik hati. Selain bekerja di DJP, dia dan suaminya mendalami ilmu pengobatan alamiah alias menjadi herbalis. Mereka berdua bisa bekam, akupuntur, kiroptaksi, maupun iridiologi, subhanallah! Saat itu aku kebetulan juga baru mulai menggunakan obat-obatan herba dan mulai meminimalkan penggunaan obat-obatan kimia, dan inilah awal klik antara kami berdua, salah satunya kami sama-sama gabung di Herba Penawar Al Wahida (HPA).
Dalam banyak thread FS, mbak Meta tidak pelit dalam membagi ilmunya. Ketika baru saja mengikuti seminar dan pelatihan Hypnotheraphy pun dia langsung bagi-bagi ilmu lho. Makin lama aku makin tertarik dengan pengobatan herba ini, dan ingin bisa menguasainya. Sayang di Majene hanya beberapa orang yang bisa, itupun aku kesulitan untuk minta belajar langsung. Akhirnya dalam banyak kesempatan aku sering bertanya ke mbak Meta, apalagi kalau ada keadaan darurat seperti ketika anak-anak sakit. Keadaanku yang sedang menjalani LDL dengan suami selama 2 tahun membuatku harus mandiri. Terbayang ribetnya kalau aku harus membawa anak-anak ke dokter sendirian, apalagi kalau prakteknya malam hari.
Alhamdulillah ada mbak Meta yang bersedia aku sms kapan pun aku membutuhkan, meski itu tengah malam kala Syifa mengeluh sakit perut dan terus menerus terbangun, atau kala Farah beberapa hari panas dan mencret sampai 6 kali sehari. Ketika aku akhirnya mengambil cuti besar dan menyusul suami ke Jakarta, keinginan terbesarku adalah bisa kopdar dengannya. Sayang, waktu yang 5 bulan ternyata belum bisa membuatku bertemu langsung dengan mbak Meta. Padahal ketika dia baru melahirkan, aku ingin bisa menjenguk ke rumahnya langsung. Tapi ada saja halangan yang membuat semua rencana ketemuan kami gatot melulu. Komunikasi tetap jalan, via sms, blog, maupun gtalk. Apalagi saat Syifa kena DBD kemarin, dia banyak menenangkanku. Saat-saat ketika aku H2C menanti SK pindah ikut suami pun, mbak Meta banyak memberi support lewat sms, yang ternyata dia berusaha menumbuhkan keyakinanku pada Allah Swt bahwa Allah Swt adalah seperti prasangka hambanya, jadi mbak Meta dalam smsnya selalu membesarkan hatiku agar aku selalu positive thinking selalu dalam banyak hal terutama masalah SK ini.
Alhamdulillah, ketika akhirnya SK pindahku keluar dan aku berkantor satu gedung dengan suami, ternyata letaknya masih satu kompleks dengan kantor mbak Meta, tinggal jalan sedikit sudah bisa mampir ke sana. Senangnyaaa....finally aku bisa ketemu mbak Meta!! Sambil membawakan kado untuk kelahiran putra ketiganya, aku menemuinya sore itu. Seneng dan deg-degan, yang biasanya cuma ketemu via sms dan gtalk sekarang mau ketemu muka. Akhirnya bisa duduk berdua berhadap-hadapan, kikuk juga mau cerita apa hehe. Ngobrol ngalor ngidul aja lah, sedikit menyinggung tentang keinginanku belajar bekam dan minta ke mbak Meta agar aku bisa dihypnotheraphy olehnya. Teman-teman lainnya di FS pun ikut senang mendengar kabar bahwa aku sudah kopdar dengan mbak Meta, mereka ngiri juga pengen ketemu hehe.
*ikut meramaikan lombanya mbak Yani*
Read More
Langganan:
Postingan (Atom)