Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Oktober 2010

No More Facebook Anymore Sweetheart

Sebenarnya permintaan suami yang satu ini sudah dia utarakan sejak lama. Namun, saya sebagai istrinya yang ndablek. Seperti biasanya kalau ada hal yang dia minta tapi bagi saya belum jelas mengapa dan bagaimananya, saya kemungkinan besar belum ikhlas melaksanakannya. Ini salah satu sebab terkadang suami sampai menyebut saya susah diatur, ya...karena banyak ngeyel dan ndablek itu.

Sebenarnya permintaannya kali ini bukan hal besar sih, DILARANG FACEBOOKAN!! Itu aja. Tapi saya nggak ngeh (atau oon ya?) kenapa sih pake nglarang-nglarang segala. Masa sih gitu aja cemburu........!!! Heran juga awalnya, tentang reaksi suami yang nggak suka kalau status saya penuh dengan komen para pria. Yup, hampir selalu komen-komen pada update-an status itu berasal dari teman-teman berjenis kelamin laki-laki. Entah itu teman SD, SMP, SMA, kuliah, atau teman kantor.

Berlebihankah?? Awalnya saya merasa demikian, tapi kalau dipikir-pikir dan saya mencoba menempatkan diri saya di posisinya.....heemmm..........sepertinya saya juga akan merasakan hal yang sama seperti yang dia rasa, bisa jadi sebel, penasaran dengan teman-teman yang komen itu, bahkan cemburu kalau komennya terkesan akrab banget bahkan mungkin sedikit lebay. Ya..ya..ya...saya mulai bisa memahaminya. Dan mengapa saya harus merasa terkekang? Bukankah ini sebagai bukti cinta dia pada saya?! Bukankah ini sebagai bukti aplikasi tanggung jawabnya sebagai suami yang mengingatkan akan batas-batas pergaulan -even di dunia maya- bagi seorang wanita muslimah seperti saya?!

Dan jauh di dalam lubuk hati saya, saya mengakui, ada kalanya berbalas komen dengan teman-teman pria di FB hanya membuang waktu saja dan tidak bermanfaat. Apalagi saya memang termasuk orang yang ekstrovert, lincah, ceriwis, rame, di dunia nyata maupun maya. Maka jangan heran kalo saya bisa betah berbalas komen di FB, bergurau dan sok akrab, yang mana akan membuat suami sebel hehe.

Tidak dipungkiri memang, ada manfaat dari FB, tentu saja. Dan teman saya di FB tidak melulu pria kok, banyak teman wanita juga lah. Dan sharing banyak dengan mereka juga banyak manfaatnya. Hanya saja mungkin suami melihat selama ini lebih banyak tebar komen dengan teman-teman pria. Lebih baik ngeMPi saja daripada FB, kata suami. Lebih bermanfaat ngeMPi daripada FB, kesimpulan suami. 

Dan permintaannya ini lagi-lagi dia sampaikan beberapa hari yang lalu, ketika seorang teman kantor mengirimi saya sebuah pesan. Wah....padahal saya baru saja merintis usaha jualan Daster Bordir Malang di FB. Hehe gimana ya.................. Saran suami biar adik saya yang menjalan usaha itu, seperti kesepakatan semula bahwa memang usaha itu untuk ditekuni adik. Tapi karena jumlah kontak saya yang lebih banyak dan kemudahan akses internet yang lebih mudah, maka selama ini sayalah yang sering ngiklan di FB. Dan tentu saja akhirnya berbalas komen dengan teman-teman pria yang ada saja cuma sekedar iseng komen di promosi-promosi saya.

So..............

Read More