Sampai ribut sama suami nih, gegara dia sebel sama aku
Nyesek deh
Suami menelpon dengan nada suara yang tidak menyenangkan, huff marah nih dia. Aku diminta ke ruangannya untuk mengambil sesuatu. Deg-degan, asliii...terbayang wajah sangarnya kalau lagi badmood
Syifa senang, mukanya sumringah melihat-lihat brosur calon sekolahnya. Padahal belum tentu masuk kesitu juga kan. Jadwal tes masuk sudah ada, tinggal mempersiapkan Syifa saja. Persiapannya? Ah, tidak aneh-aneh kok. Hanya mengingatkan Syifa tentang hafalan surat-surat pendek, do'a-do'a hariannya, sampai alamat dan nomer HP kedua orang tuanya hehe, jaga-jaga kalau ditanyakan juga gituu.
Pas hari H, kami sekeluarga kecuali Azzam sudah siap-siap berangkat dari Mampang jam 7.30 pagi. Suami sempat menanyakan kenapa tidak berangkat lebih pagi saja karena waktu tesnya kan jam 7.30 pagi. Seingatku sih mulai tes jam 8.30 ya, jadi ya suami manut aja berangkat agak siang. Di dalam taksi menuju Bintaro, tiba-tiba HP milik suami berdering. Wah, ternyata telepon dari pihak sekolah yang menanyakan mengapa Syifa belum sampai di sekolah padahal tes sudah dimulai sejak tadi. Doweeeng...kagetlah aku, dan suami langsung melirik tajam!!
Huhuhu lagi-lagi aku teledor...jangan-jangan aku salah info nih, atau memang aku lupa? Nggak tauuu. Pastinya sih, nih hati kebat-kebit, merasa bersalah banget. Sampai sekolah sudah jam 8.30 WIB, berarti Syifa sudah tertinggal selama 1 jam. Suami mendesakku agar bertanya pada panitianya, apakah ada dispensasi buat Syifa, misal tambahan waktu untuk mengerjakan soal-soal gitu, tapi tidak bisa. Kalau dilihat tesnya sih, serius banget, mungkin seperti tes IQ ya, lupa nama tesnya. Lalu dilanjutkan dengan observasi motorik kasar, anak-anak diminta lompat tali, main bola, berguling-guling dll.
Aku sudah jatuh hati dengan sekolah tersebut, adem melihat ibu-ibu gurunya berjilbab lebar. Sempat melihat mereka ikutan halaqoh juga. Sekolahnya tidak luas dan megah, tapi itu tidak penting kan, yang penting mutu pengajarnya oke. Aku berharap Syifa bisa masuk ke sekolah itu, lagipula biaya masuknya Rp. 10 juta, bisa dicicil pula, dan separo dari Auliya dkk. Sambil H2C, apa keterlambatan Syifa tadi akan mempengaruhi hasil tes masuknya? Hiks...kuatir.
Lain aku lain suami, dia lebih tertarik ingin memasukkan Syifa ke SDI Al-Azhar, meski dua kali lipat lebih mahal dari MBM. Sebabnya, sekolah tersebut dekat dari rumah kami nantinya, bisa ditempuh dengan berjalan kaki, naik motor malah dekat banget. Dihitung dari biaya bulanannya tidak jauh beda. Kalau di MBM Rp.500ribu untuk bulanan plus ongkos angkot, kurleb nilainya sama dengan biaya bulanan Al-Azhar yang Rp. 800ribu per bulan tapi tanpa ongkos angkot. Suamiku sudah bulat agar Syifa didaftarkan juga di sana. Aku manut, karena dapat feeling Syifa tidak diterima di MBM gara-gara tidak sempurna hasil tesnya yang dikerjakan telat 1 jam itu
Akhir bulan Februari Syifa mengikuti observasi tes masuk SDI Al-Azhar. Jauh lebih mudah ternyata, hanya dites mengaji menggunakan IQRA 1-3 dan tentunya Syifa sudah bisa karena dia mengajinya sudah sampai IQRA 5. Tes lainnya, menyusun huruf menjadi kata, wah, lagi-lagi ini bukan hal sulit buat Syifa. Observasi lainnya motorik kasar, mirip dengan yang dilakukan di MBM. "InsyaAllah Syifa lolos." batinku. Dan benar, Syifa diterima. Alhamdulillah.
Masih tidak menyangka. Biaya sekolah Syifa yang baru SD saja sudah 20juta, dan kami membayarnya dengan mencicil. Biaya kuliah saja lebih murah dari itu, tergantung fakultasnya juga sih ya. Teringat dulu sewaktu di Majene, aku iseng-iseng ikut asuransi pendidikan dengan Rp. 100ribu per bulannya dan uang pertanggungannya Rp. 20juta untuk 17 tahun mendatang. Hoho padahal Syifa baru 7 tahun saja sudah kena segitu...
Bagaimana dengan Farah? Tahun ini dia usianya genap 5 tahun di bulan Juli. Saatnya masuk TK, tapi setelah habis-habisan untuk kakaknya, sepertinya Farah akan bersekolah di TK yang sederhana saja. Bukan TK Al-Azhar pastinya yang mematok Rp.10juta *mewek darah. Bukan pula TK lainnya yang masang harga Rp. 4-9 juta. Farah, dengan kelebihan dan keunikannya itu, hem...liat nanti sajalah.