Minggu, 20 Mei 2012

Kangen Syifa

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, terpisah dari buah hati.

Wacana agar Syifa dititipkan saja di rumah mertua memang sudah digelontorkan sejak lama, sejak Syifa masih bayi imut-imut malah. Beberapa tetangga di rumah mertua memang mengasuh cucunya yang sengaja dititipkan oleh orang tua mereka. Entah dengan alasan agar mereka tidak repot, agar bisa konsen bekerja cari duit, atau karena tidak ada yang menjaga. Tapi tetap, saya kukuh tidak mau ikut-ikutan menitipkan Syifa di Malang. Beberapa kali, suami mempunyai niat untuk meninggalkan Syifa saat liburan, sekitar beberapa bulan lah. Teteep, saya tidak tegaaa. Meski berangkat pagi pulang sore dari kantor, alangkah nikmatnya bisa bercengkrama dengan anak-anak, capek hilang rasanya.

Kemarin, saat mudik dadakan itu (gegara promo Citilink) Syifa yang akan berumur 7 tahun di bulan Agustus nanti itu tiba-tiba meminta agar dia diijinkan untuk tinggal dengan kakek-neneknya selama sebulan. Kebetulan bulan Juni insyaAllah kami akan mudik lagi dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan Ratih, adikku. Aku dan suami setuju saja, toh Syifa sudah besar, cukup mandiri dan bertanggung jawab. Farah, adiknya, ikut-ikutan merengek minta ditinggal. Heem...mikir dulu deeh. Farah beda laah dengan Syifa. Si tengah ini kaku dan mudah ngambek bin usil juga. Tanpa emaknya yang galak ini , bisa-bisa kakek neneknya kerepotan menghadapi duo sister itu.

Akhirnya Farah tidak kami ijinkan untuk tetap tinggal. Meski dia mewek dan memelas, keputusan sudah bulat. Sebenarnya sedih rasanya, melihat duo sister itu terpisahkan untuk pertama kalinya. Syifa sih asyik-asyik saja, senang lah dia, meski saat keberangkatan kami matanya berkaca-kaca. Farah justru yang terlihat berat saat berangkat kembali ke Jakarta. Benar saja, setelah kami tiba di rumah, dia langsung merengek-rengek, menanyakan Syifa, bilang ingin bersama kakaknya itu. Hari itu beberapa kali menelepon Syifa untuk memuaskan Farah yang galau karena tidak nyaman berjauhan dengan kakaknya. Meski sering berantem, tapi mereka berdua klop satu sama lain, senasib sepenanggungan kalau emaknya ini kumat ngomel-ngomel dan keluar tanduknya :p. Besoknya tetap sama, Farah menangis, merengek, sediiih sekali. Setiap satu jam minta agar menelepon Syifa.

Alhamdulillah, hanya dalam 2 hari, Farah sudah mulai bisa menerima. Dia mulai menyibukkan diri, bermain dengan teman-temannya, meski awalnya agak sulit. Biasanya dia adalah pengikut Syifa hehe, kemana kakaknya main dia manut saja, apalagi Farah bicaranya masih cedal banget, dia lebih pede kalau ada Syifa. Pembelajaran tentunya, Farah harus bisa membaur dengan temannya tanpa Syifa.

Perasaanku? Hiks...tentu saja merasa kehilangan banget. Syifa adalah anak pertama, sebelum genap 2 tahun usianya, dia sudah mempunyai adik farah. Alhamdulillah, dia bisa menerima dengan penuh rasa sayang, tanpa penolakan, tanpa rasa iri. Selama ini, Syifa lah yang membantuku, menjaga Azzam, mengambilkan ini itu, pergi ke warung membeli belanjaan, menemani Farah belajar dan banyak lagi. Jadi, ketika tidak ada Syifa...duh beda bangeeett rasanya. Kalau hanya bertiga di rumah dengan Farah dan Azzam, jadi lebih ribet karena Farah lain dong dengan kakaknya haha. Farah anak-anak banget, dengan egois dan ogah-ogahan khas dia, masih cemburu juga terhadap Azzam.

Ternyata, runtuh juga pertahanan Syifa. Semula dia asyik-asyik saja jauh dari kami, setelah seminggu berlalu.....meweek deh, kangen berat dia terutama sama emaknya ini. Hari itu nada suaranya pelan dan melas banget, lama-kelamaan pecahlah tangisnya, sesenggukan, sambil bilang kalau dia kangen umi . Duh, aku pun menahan tangis, jangan sampai lah, makin sedih nanti dia. Sekarang dalam sehari kami saling menelepon tiap sekitar 2 jam, hehe. Tadi Syifa menghitung hari, kurang berapa lama lagi kami bisa bertemu. InsyaAllah 18 hari lagi ya Nak...sabar ya!

Read More

Kamis, 17 Mei 2012

Mudik 2012

Mengingat-ingat, ternyata terakhir kali pulang kampung sudah lebih dari 1,5 tahun yang lalu. Tepatnya di bulan Oktober 2010, wah sudah lama banget ya, padahal cuma Jakarta - Malang saja tapi kok jarang pulang . Maklumlah, jatah cuti PNS Kemenkeu cuma 12 hari kerja selama setahun, itu pun sudah termasuk cuti bersama lho ya, jadi termasuk cuti hari raya/besar. Bahkan tahun 2012 ini cutinya sisa 6 hari kerja huhuhu.
Tahun 2011 rencananya mau mudik pas lahiran sekalian menghadiri resepsi nikahan adik ipar, namun batal karena tidak dapat ijin dari Dsog, sehingga tahun lalu tidak pulang sama sekali ke Malang. Tahun ini sedang membangun rumah kan, setelah dipikir-pikir sepertinya tidak bisa pulang saat Lebaran. Duitnya itu lhooo, sudah tersedot tuk biaya pembangunan, mana harga tiket pasti mahaall. Yo wis, mumpung kemarin di bulan April ada promo tiket Citilink dari Jakarta ke Surabaya, akhirnya kami sekeluarga mudik, sekalian suami menghadiri acara nikahan teman kantornya di Sidoarjo.
Kami berangkat tanggal 29 April di hari Minggu dan balik lagi ke Jakarta tanggal 5 Mei yang lalu. Lumayan bisa 6 hari di Malang, menghabiskan jatah cutiku tahun ini yang sisa 4 hari saja untuk Senin - Kamis, sedangkan hari Jum'atnya terpaksa ijin saja, merelakan potongan absen 5% deh. Bulan sebelumnya karena Azzam sakit, maka aku ambil cuti 2 hari, jadi sisa 4 hari itu saja. Alhamdulillah, bisa bertemu dengan keluarga besar, kangeenn. Apalagi mertuaku belum pernah bertemu dengan Azzam, hanya melihat foto-fotonya yang kuaplot di FB saja.
Tak disangka, Syifa minta untuk tinggal lebih lama bersama kakek dan neneknya. Memang dari dulu kedua belah pihak kakek neneknya ingin agar Syifa dititipkan saja di Malang, tapi aku yang tidak tega. Mumpung Syifa masih TK nih, aku dan suami berpikir tidak mengapa Syifa ditinggal selama sebulan di Malang. Kebetulan di bulan Juni insyaAllah adikku mau menikah, jadi kami harus pulang kampung lagi kan, bisa jemput Syifa sekalian gitu.
Akhirnya, Syifa pun tetap di Malang sampai bulan depan. Farah awalnya merengek mau ikut ditinggal juga, tapi tidak kuijinkan. Menurutku Farah belum bisa kalau harus jauh dari kami orang tuanya. Tak sabar ingin segera mudik lagi, meski hanya 3 harian di Malang nantinya. Alhamdulillah acara akad nikah dan resepsi diadakan pas weekend, jd cukup dengan mengajukan ijin saja di hari Jum'at dan Seninnya.
Duuh, kangen Syifa eeuuyy....
Read More

Rabu, 25 April 2012

Berbagi Galau

Again.....masalah dengan si bank favorit PNS itu. Setelah gagal ngajuin KPR gegara musti ada IMB, padahal prosesnya lama, ga keburu waktunya gitu. Akhirnya beralihlah aku ke Kretap, nyekolahin SK PNS ku....Yaakk biar tambah pinteerrr gituuu hihihi. Meski cicilannya jauuh lebih gede daripada si KPR, apa mau dikata, sudah butuh banget euuyy. Rumah harus segera diselesaikan pembangunannya.

Tanggal 16 April yang lalu berkas masuk bank. Kata Bendahara kantorku, waktunya terlalu mepet. Biasanya pencairan tuh sebelum tanggal 20 tiap bulannya, kalau lewat dari itu sudah susah, kemungkinan bakalan cair di bulan berikutnya alias bulan Mei. Duuh padahal aku butuh banget ASAP!! Yo wis, aku pun menelepon petugas berkasnya, menceritakan singkat, jelas, dan padat tentang hal ihwal kenapa aku amat sangat butuh duit itu cair bulan ini juga. Alhamdulillah direspon segera, katanya si mas bank insyaAllah Selasa 24 April kemarin bisa cair. Lumayan lega dong, sambil tetep H2C sih.

Senin kemarin kusmsin si mas bank, nanyain gimana pencairannya. Katanya si bapak Kepala Cabang lagi pergi ke luar kota, lom tau balik kapan. Jadi Kretapku belum bisa cair tanggal 24 . Ya Rabb...tambah dag dig dug....berdoa terus dan terus, semoga bisa cair minggu ini. Tadi seharian aku smsin si mas bank, ga ada tanggapan, dibalas aja nggak. Aku telp banknya sibuk terus, kadang nada sambung ga ada yang angkat. Kok bisaaa.....ealah ternyata jam 12 aku telpunnya hihi, lagi pada istirahat maksi kaleee Tikaaa..... Setelah berkali-kali mencoba, tadi berhasil juga ngomong sama pegawai banknya, bukan si mas itu sih, dianya lagi ga ada di tempat. Kata si mbak itu, Kepala Cabang belum dateng, masih di luar kota, kemungkinan besok dah ngantor lagi.

Huuff secercah harap...semoga besok kalau si bos bank dah ada, kreditku bisa dicairkan....Amiin...Rencananya aku n keluarga mau mudik ke Ngalam berangkat tanggal 29 April ini, sampe tanggal 5 Mei insyaAllah. That's why si kreditan diarep-arep udah cair, jd sebelum mudik sudah bisa ngasih uang bangunan sama kontraktor, bayar utang sana-sini buat nutupin biaya bangunan yang kemarin, dan sebagainya. Duuh...gini rasanya menanti dan berharap. Mohon bantuin do'a yaaa.....
Read More

Jumat, 20 April 2012

Enakan di mana?

Hoiii penduduk MP tercintrong....mau nanya neeeh. Slain di Multiply, punya rumah lain ga? Mungkin di Wordpress ato di Blogspot ato yang lainnya...Sharing doonk, ramean yang mana, asyikan yang mana, kalau mau otak-atik blognya juga lebih mudah yang mana.

Aku pengen bikin satu blog dalam rangka pengembangan bisnisku di Oriflame. Cuma ya masih belum kebayang, mau bikin dimana. Apa tetep ngetem di MP ini aja ya?? Tapi sering lambreta kalo dibuka dari kantor nih, entah kenapa.

Oh ya, ngomongin Idol nih. Kenapa ya lebih syahdu nonton American Idol daripada Indonesian Idol?? Hiks, bukannya ku tak cinta produk dalam negeri lhoo. Apa karena males liat judgesnya Indonesian Idol ya....males sama si bold Dhani ituh .


Read More

Minggu, 08 April 2012

Antara BBM dan KPR

Ternyataaaa....semua itu memang ada hikmahnya. Lagi-lagi merasakan hal ini, sebuah hikmah, sebuah jawaban yang baru kuketahui sekarang, suatu sebab akibat yang baru bisa disadari saat ini, dan tidak mungkin kita ketahui hal itu kemarin, minggu lalu, atau bulan lalu.
Belum lama banget aku nulis kegalauanku tentang santernya rencana naik BBM dan tidak kunjung cairnya dana KPR. Intinya, karena si bank ini lemot banget belum juga nyairin pinjaman KPR padahal BBM mau naik, bahan bangunan aja sudah mulai naik harganya kan. Ketakutanku, kalau KPR cairnya telat, setelah BBM naik gitu, bisa-bisa duitnya tidak cukup tuk membeli bahan bangunan yang harganya membumbung tinggi, berarti rumahku terancam tidak bisa selesai tepat waktu kan. Ngarep banget bisa cair pas akhir Maret kemarin, jadi bisa segera memborong belanjaan semen, bata, dkk,dll,dsb.
Menghitung hari (bukan ala KD) menuju 1 April 2012. Aku ngantor sambil terus meneror si mbak pegawai bank yang ngurusin KPR, sms iya, nelpon iya, ngancem2 dikit iya, cuma nyantet yang nggak. Televisi yang kebetulan berada dekat dengan kubikelku di kantor menyala terus, rame yang nonton. Semua harap-harap cemas akan kenaikan BBM dan kuatir melihat demo mahasiswa yang heboh. Mungkin semua orang juga sambil memanjatkan do'a dari lubuk hati terdalam ya agar BBM ga jadi naik, karena aku pun demikian. Pasrah sih iya, KPR lom cair juga, yo wis lah...
Alhamdulillah....ternyata BBM belum jadi naik kan per 1 April kemarin. Legaaa....berarti itung-itungan biaya pembangunan masih bisa normal insyaAllah. Kemarin itu sampai bela-belain nyari pinjaman sana-sini tuk beli bahan bangunan ala kadarnya, agar tidak terlalu kaget semisal BBM naik, toh sudah ada stok barang gitu. Misal kemarin itu KPR sudah cair dan langsung dipake beli bahan bangunan yang sudah lumayan naik harganya, ndilalah BBM ga jadi naik, bisa-bisa rugi bandar tuh. Lha wong sekarang harga bahan bangunan sudah turun kok, sudah normal kembali. Jadi beberapa item yang sudah sempat dibeli, jatuhnya sekarang sih kemahalan tuh belinya. Untuuung lom cair kan KPR....xixixi.
Sekarang, meski KPR belum cair juga, masih setia menanti, kutunggu jandamu, eh kutunggu cairmu KPR. Suami sudah ga sepaneng, sudah nyantai, malah bilang kalau aku ga usah ngejar si mbaknya terus, biarin saja kapan mau dicairkan terserah banknya. Akunya ga mau dong, sebel ah, di bank lain kurleb 2 pekan saja sudah bisa cair kok, ini hampir sebulan masih tarik ulur saja, emang layangan..pleasee dweeh.. Gaji, uang makan, tunjangan semua-semua kan masuknya di bank itu, nanti tinggal potong saja tuk cicilannya, gampang kan mbak! (halah ngomelnya di sini).
Nanti Senin sudah bilang ke mbaknya, kalau belum cair juga aku mau langsung nyamperin ke bank, mau ketemu langsung sama Pimpinan Cabang yang berwenang mutusin cairnya KPR. Biarin deh, penasaran akunya, pengen tau sebab musabab kenapa kok lama prosesnya. Do'akan agar segera ada kejelasannya ya....
Read More

Jumat, 06 April 2012

Musim Rontok

Rambuuuut.....rambut siapa iniii kasiiih...bikin tak enak haatiiiii *nyanyi2 dangdutan.
Masih inget ga sama lagu dangdut jadul ini? Kayanya jaman aku masih SD deh, lupa yang nyanyiin siapa, seingatku ada si kurus Doyok di video klipnya. Lagu itu menjadi lagu wajibku sekarang, soalnya seriing banget nemu rambut di mana-mana hiks. Apalagi rumah seuprit gini, setiap kali nyapu, bisa ngumpulin rambut banyak deh.
Memang lagi musim rontok ya, terutama bagi wanita setelah melahirkan, boso kerenne Postpartum Hair Lost. Rontoook deh rambut, banyak bangeet. Dipegang, ditarik dikit saja sudah jatuh berhelai-helai. Apalagi kalo disisir, weew bisa dapet buanyak nempel di sisir. Gimana kalau habis keramas?? Haaa....ampyuuun berasa makin botak aja neeeh.
Penyebabnya? Hormonal. Pantes pas hamil kemarin rambutku baguus dan tebal makanya dipanjangin, mumpung lagi oke penampakannya hehe. Ternyata pengaruh si estrogen yang meningkat saat hamil, sehingga masa pertumbuhan rambut makin lama dan sedikit saja rontoknya. Sedangkan setelah melahirkan, langsung menurun estrogennya kan, rambut pun banyak yang rontok..took. Biasanya terjadi sampai 6 bulan bahkan 12 bulan setelah melahirkan. Huhuhu....ini saja sudah 6 bulan kaya gini keadaannya, moga-moga ga sampai 12 bulan deh...ga mauuu!!! Kalau orang bilang kan gegara si baby lagi sering ngiler-ngiler tuh ya hehe, padahal ga nyambung banget. Ada penjelasan ilmiahnya ternyata.
Agar tidak tambah parah, harusnya rambutku segera dipotong pendek saja. Semoga wiken ini bisa mampir ke salon deh, udah ga nahan nih. Beberapa hari yang lalu sudah beli juga shampo dan serum rambutnya Rudy Hadisuwarno via Martha Tilaar online shop, tinggal nunggu tuh belanjaan diantar saja, moga-moga cocok dan bisa menyuburkan rambutku kembali.
Read More

Jodoh Untuk Adikku (2)

Setelah sekian lama mencari....dambaan hati, belahan jiwa,  apapun sebutannya. Alhamdulillah...akhirnya...insyaAllah he's the right man ya dik.
Teringat postinganku hampir setahun yang lalu, proses itu memang tidak mudah ternyata. Penuh liku, juga luka. Ada kejutan di setiap kisahnya, kadang bahkan seolah tak nyata, tapi itu benar adanya. Entah berapa banyak cerita tentang pencarian calon suami yang dibaginya padaku lewat sms-sms galaunya bahkan status-status gejenya di FB. Bermacam-macam usaha orang tua terutama mamaku tuk mencarikan jodoh untuk adikku yang sudah pasrah minta dicarikan saja, sudah males pacaran katanya, buang-buang energi hehe.

Cukup sulit memang, banyak sekali keinginan dan syarat dari mama. Mungkin dikarenakan adik bungsuku yang autis dan usia orang tuaku yang sudah cukup berumur, mama menginginkan calon mantu yang mau tinggal serumah dengan mereka, bisa membantu menjaga Yoga adikku. Paling tidak, misal tidak tinggal serumah, tapi jarak tempuh rumah adikku nantinya tidak jauhlah, sekitaran Malang saja. Berarti calon suami untuk adikku makin sempit wilayah pencariannya kan...selain itu kalau bisa ya sudah PNS. Dalam benak mama, PNS adalah pekerjaan paling aman dan nyaman hehe.

Bermacam-macam tipe dan model si calon mantu ini datang dan pergi. Pernah datang jauh-jauh dari Semarang lengkap dengan keluarga besarnya, si cowok yang baru pertama kali itu mau ketemu muka. Dan....pada pandangan pertama, mereka berdua sama-sama ga ada rasa. Ada juga si CPNS yang kata adikku sih "aneh" orangnya, tapi ortuku yang ngebet banget. Adikku menanggapi dengan adem ayem lempeng saja sampai akhirnya melempem. Untung tidak ada kelanjutan yang berarti, feel adikku sih kurang enak tentang si mas CPNS itu. Heemm...pernah juga dikenalin dengan pak tentara yang duren alias duda keren yang ditinggal mati istrinya, pernah juga sempat fall in love sama teman sesama terapis di sekolah autis tempat adikku bekerja, tapi gatot karena si cowok entah kenapa yang semula mau langsung nikah, kok lalu mundur teratur.

Mamaku? Beliau makin tertekan dan lebay, efeknya negatiflah ke suasana rumah. Beliau jadi sering uring-uringan dan makin sensi kalau menerima undangan pernikahan, apalagi kalau mendengar anak tetangga yang masih muda-muda itu sudah mau menikah. Alhamdulillah adikku masih bisa bertahan, meski status  facebooknya makin geje, dan dia makin menenggelamkan diri pada novel-novel fiksi anehnya yang tumpukannya memenuhi kamarnya itu.

Tiba-tiba, suatu hari dia mengirim sms pendek padaku, isinya hanya "hehehehe". Heran dong, kenapa nih adikku? Tidak lama kemudian dia mengirimkan sms serupa, hanya ditambah beberapa kata. Lalu sms lagi, menanyakan dimana bisa beli souvenir pernikahan murmer. Jiiaahh...ternyata sedang berbunga-bunga hatinya. Seorang teman lamanya ketika SMA, tiba-tiba meng-add-nya di facebook. Si cowok ini tahu adikku sewaktu SMA, anehnya adikku malah kurang ngeh. Dari pembicaraan basa-basi lalu entah bagaimana mereka berdua ternyata sama-sama klik dan langsung membicarakan pernikahan dengan serius.

Yup, dalam hitungan seminggu saja, cowok ini datang ke rumah, berbicara langsung pada kedua orang tuaku. Seminggu kemudian, adikku diajak berkenalan dengan orang tuanya. Dan beberapa minggu kemudian, keluarga besarnya datang ke rumah untuk melamar. Subhanallah, begitu cepatnya. Keinginan mamaku terwujud, mendapat calon mantu PNS, sama-sama guru seperti profesi orang tuaku, bahkan calon besannya malah Kepala Sekolah.

Kini ibuku sudah tidak uring-uringan lagi, senyum-senyum terus dan bersemangat membicarakan acara akad dan resepsi pernikahan yang insyaAllah akan diadakan tanggal 9 dan 10 Juni mendatang. Ya Rabb...tak henti-hentinya kuberdo'a semoga semuanya lancar jaya. Semoga mereka berjodoh dan dilimpahi keberkahanMu, semoga Dimas, nama cowok itu, bisa menjadi qowwam yang baik dalam rumah tangga nantinya. Amiin.
Read More

Rabu, 28 Maret 2012

[Azzam] Bronkiolitis

Azzam....bikin kangeeen deh. Kalau sementara merah trus iseng-iseng liatin foto-fotonya di HP, hati ini berasa rinduuu sekali, dag dig dug dueerr deh. Di rumah jadi kesayangan dua kakaknya yang hobi main rumah-rumahan itu. Azzam bisa jadi korban, dijadikan mainan juga wkwk.

Sejak lahir sampai sekarang, Azzam sudah beberapa kali sakit. Meski hanya batuk pilek, tapi kasihan melihatnya tersiksa begitu kalau lagi uhuk-uhuk dan susah bernafas. Minumnya jadi berkurang dan tidurnya tak nyenyak.
Kali pertama sakit ketika usia sekitar 2 bulan, gegara virus yang hobi ping-pong. Dari Syifa ke Farah lanjut ke aku, eh ke Azam deh. Tapi waktu itu tidak lama kok, semingguan saja. Karena ASIX, alhamdulillah ga pake ke dokter, meski orang tuaku tetep heboh saja sampai menelepon dari Malang sana.

Kali kedua sakit, sekitar awal bulan Februari yang dingin panas disertai sering hujan itu. Cukup lama tidak sembuh juga, hampir sebulan lah. Tetep, virus masih ping-pong saja. Sembuh beberapa hari, balik lagi meler dan uhuk-uhuk. Sampai akhirnya terlihat parah sekali batuknya, nafas beraaat banget. Bunyi grok-grok di dalam dada, susah tidur. Hiks, kasihan banget. Efeknya, minum ASIP jauh berkurang, dari 5 botol menjadi 3 botol saja, berat badan turun, terlihat kurang ceria meski masih saja hobi senyum-senyum. Akhirnya di akhir Februari aku ambil cuti 2 hari, melanjutkan libur wiken. Dikarenakan pas wiken Azzam bisa menyusui langsung dengan maksimal, lebih baik aku tidak ngantor agar bisa memantau langsung dan menyusuinya lebih lama. Alhamdulillah, Azzam baikan. Meski nafas masih mengi tapi sudah tidak terlalu berat. Jadwal ke dokter Markas Sehat pun kubatalkan.

Suatu malam, sambil penasaran nih, kubuka buku Q & A, Smart Parents for Healthy Children dari dr. Wati. Nyari deh tentang batuk pilek pada bayi. Baca-baca sampai akhirnya menemukan tentang Bronkiolitis yang disebabkan oleh virus dan sering menyerang pada bayi yang sering terpapar asap rokok. Langsung deh, esmosi jiwa kurasa...aarrgghh. Dengan semangat 45, kuangsurkan buku itu pada suami yang duduk di sebelahku. Kulihat terus nih, oke, dia membacanya. Kutunggu tanggapannya. Lalu akhirnya dia bilang, "Kayanya Azzam sakitnya yang ini ya." Yeah, yuo're so right mister!!! Berhenti dooonk rokokannyaaaaa, please dweeh. Azzam jadi korban tuuh.

Sejak Azzam lahir, aku terus wanti-wanti agar dia merokok jauh-jauh deh dari kami. Tetep aja dia merokoknya di depan rumah. Namanya rumah kontrakan kecil mungil ya, asap rokok terkutuk itu masiiih ada melenggang kangkung masuk ke kamar, bahkan ke dapur, dan terhirup kami semua tentunya. That's why dalam status Gtalkku pernah kutulis " Perokok itu 97% cinta rokok, 2% cinta keluarga, 1% cinta diri sendiri". Hoho, status nyindir para perokok terutama si dia, tapi tetep saja ga ngaruh tuuh.

Ternyata, seminggu setelah Azzam baikan. Tiba-tiba Sabtu malam di awal Maret, dia pilek lagi. Minggu malam langsung kena serangan (istilahku) karena dia batuk berat dan mengi. Susah bernafas, otot dada dan perut ikutan tertarik setiap Azzam menarik nafas. Kasihaaan banget. Semalaman aku, suami, dan Azzam begadang. Azzam susah tidur. Besoknya, aku tidak ngantor lagi, langsung membawanya ke RS. Di sana seperti biasa, kebanyakan dokter, langsung minta agar Azzam dirawat aja di RS. Ohoho, akunya nolak deh. Kubilang agar dirawat di rumah sajalah. Azzam pun diterapi uap, setelah itu alhamdulillah nafasnya lebih ringan dan dia langsung senyum-senyum ceria. Dokter pun (dengan agak kecewa) membolehkan kami pulang, dengan meresepkan beberapa obat termasuk vitamin. Ha? Bayi 5 bulan masih ASIX kok dikasi vitamin...please deh. Smuanya ga kutebus akhirnya hehe. Dokter juga mewanti-wanti agar bapaknya jauh-jauh kalau merokok (ke laut ajeee) agar tidak terhirup oleh Azzam.

Alhamdulillah, tanpa obat macem-macem, hanya terapi uap itu dan gempur ASI plus dijemur tiap pagi, Azzam sembuh. Tentu saja, tetep kudu galak ngusir bapaknya agar merokok jauh-jauh dari rumah. Huft, berdoa semoga cepet tobat tuk berhenti merokok. Kalau sudah perokok super duper aktif tuh susah banget ya ngebilanginnya... Sudahlah, yang penting Azzam sekarang sudah sehat, minumnya sudah banyak lagi, berat badan sudah naik lagi. Luph yu puuul Naak.

Share tentang bronkiolitis selengkapnya di sini.

 

Read More

Selasa, 27 Maret 2012

Nggliyeng

Kalau si MP itu seorang teman, cewek apalagi, pasti sudah kupeluk erat, cipika cipiki trus kuajakin joget-joget bareng ala India . Ya iya lah, soalnya si MP ini teman curhatku dan aku merasa punya hutang kalau tidak cerita sama dia, berasa ada ganjalan. Tidur tak nyenyak, makan pun tak banyak *lebaaayy*

Sejak setelah merah tadi, kok aku merasa muter-muter alias nggliyeng ya. Kepala rasanya berat dan pening. Mau deh, nih kepala ditaruh dulu bentar di atas printer....berat eeuuyyy. *ngaco
Makin nggliyeng lagi nih, gegara duit KPR dari bank tercintanya PNS se-Indonesia itu kok belum cair-cair juga. Duh Ya Rabb....kalo BBM jadi naik April, bahan bagunan bakalan makin ngelonjak dong harganya . Lah duit KPR bisa-bisa jadi mefet, syukur-syukur bisa cukup deh, jangan sampai ga cukup. Sekarang ini saja, harga semen, besi dan batu bata sudah merangkak naik cuy, lama-lama jadi galau beneran nih. Suamiku aja makin susah tidur mikirinnya.
Need money immediately...

Uhuk...uhuk....kayanya masuk angin nih, tenggorokan gatel dan sudah mulai batuk-batuk, ditambah nggliyeng. Berdo'a dulu yuk, semoga duit KPR bisa cair ASAP, sebelum BBM naik. Amiiin.
Read More

Selasa, 06 Maret 2012

[Syifa] Antar Jemput atau Mandiri?

Kejadian tadi sore

Kami pulang kantor setengah jam lebih awal dari biasanya, ternyata jam segitu Syifa belum pulang dari mengaji di TPA. Saya segera mandi sebelum Azzam meledak tangisnya karena mau nenen, alhamdulillah tepat waktu, pas pulang pas ASIPnya habis. Suami saya santai sejenak duduk-duduk di bale-bale depan rumah kontrakan mungil kami.vTak lama kemudian Syifa pulang, jalan kaki bersama seorang temannya, mereka datang dari arah kiri. Lalu mbak Anik yang bertugas menjemput Syifa pun datang, naik motor bersama anak dan suaminya, dari arah kanan.

Malam harinya, abinya Syifa bertanya pada Syifa sembari ngepel lantai (kalau bukan dia yang ngepel, bakalan dipel ulang deh, kurang bersih menurutnya ).
Abi : "Syifa tadi berangkat diantar siapa? Pulang tidak dijemput mbak Anik ya?"
Syifa : Agak takut-takut menjawab pertanyaan abinya yang bernada interogasi. "sama mbak Anik, Bi. Pulangnya aku nggak mau naik motor, pengen jalan kaki sama Diah."
Abi : Tetep sambil ngepel, tapi mukanya mimik serem. "Mi, bilang tuh ke mbak Anik, kok Syifa ga ditemani"
Aku : Manggut-manggut sambil menarik nafas dalaaam.... :p

FYI, sejak bulan Desember yang lalu anak semata wayang mbak Anik ikut masuk TPA di tempat yang sama seperti Syifa. Kuminta begitu memang, jadi mbak Anik tetep bisa antar jemput anaknya, sekalian anakku juga. Sebenarnya masalah Syifa berangkat dan pulang TPA sendiri, tanpa mbak Anik tapi bersama temannya, bagiku itu bukan suatu masalah. Malah bagus menurutku untuk melatih kemandiriannya. Selama aku di rumah ketika cuti bersalin kemarin, Syifa hampir setiap hari barengan temannya, tidak diantar jemput mbak Anik. Tapi, memang abinya tidak sepaham denganku sih.
Entah ya, dia begitu protektif menurutku, sampai-sampai anak-anak kurang bebas dalam banyak hal. Padahal kalau dilihat masa kecil dia dulu...aduuuh...ibunya saja sampai bilang kalau dulu suamiku tuh polahnya kaya anak setan wkwkwk. Lah kok sekarang anak-anaknya kurang dikasih kebebasan gini.
Sebenarnya alasannya masuk akal, TPA letaknya di pinggir jalan yang ramai, banyak mobil dan motor berlalu lalang. Ngeri kali ya kalau anak-anak jalan sambil guyonan, parno lah tepatnya. Padahal usia Syifa sudah hampir 7 tahun lho, sudah saatnya belajar mandiri kan....

Akhirnya malam itu aku sms mbak Anik. Dan sesuai dugaanku, mbak Anik menganggap tidak ada yang salah kalau Syifa pulang jalan kaki bersama temannya, sedangkan dia bersama suami dan anaknya. Akhirnya kujelaskan, bahwa maksudku dan suami itu ngeman-eman Syifa, menjaga banget Syifa. Makanya mbak Anik diberi tugas antar jemput. Kalau tidak begitu, ya lebih baik mbak Anik tetep di rumah saja tho, jaga si Azzam saja. Aku ngerti sih, bagaimana pun sebagai ibu mbak Anik pengen tiap hari antar jemput anaknya, tapi bagi kami, dalam jam kerja, tetep harus Syifa juga diutamakan. Toh ada suami mbak Anik yang juga selalu antar jemput anaknya.

Memang, Syifa tidak seberani dan sebebas aku dan suami dulu ketika masih kecil. Main ke sawah, ngilang ke kampung sebelah, babak belur berkelahi (aku dulu jago berantem jugaa ), sekolah, ngaji berangkat sendiri... Aah..mungkin jaman sudah banyak berubah. Sering parno juga mendengar banyaknya penculikan, kasus sodomi, perkosaan pada anak, duuuh miris hati ini. Ya Rabb...lindungilah anak-anak kami dan juga semua anak-anak yang masih polos dan lugu itu, merekalah calon pemimpin masa depan.

Read More