Entah kami yang salah mengerti atau suster yang kurang jelas dalam memberikan penjelasan, atau memang suster tidak tahu menahu masalah administrasi RS? Bukankah seharusnya suster-suster yang setiap hari bekerja di sana harusnya paham tentang semua aturan dan cara kerja RS? Atau tidak begitu ya?
Terjadilah insiden itu, ketika anak-anak akhirnya boleh pulang. Tagihan RS membuat mata terbelalak. Obat paten itu ternyata diberikan setiap hari, dan tentu saja jumlah total harganya bikin nyesek. Suami pun marah-marah kepada pihak administrasi dan para suster. Kami merasa tertipu dong. Masalah uang, insyaAllah ada rejeki lagi. Tapi seharusnya pihak RS tidak menyepelekan hal seperti ini. Kalau misal tidak mampu bayar gimana, kan jadi masalah lagi tuh.
Semua ini benar-benar menjadi pengalaman berharga bagi kami, insyaAllah ada hikmahnya, ada sisi positifnya. Hati-hati saja kalau berurusan dengan pihak RS manapun, semua harus jelas terlebih dahulu, jangan malu bertanya ya.