Alkisah pada suatu waktu sekitar tahun 2009, terjadi diskusi seru antara para ortu di Forum Shalahuddin, suatu forum dunia maya di intranet kantor. Hal seru yang dibahas adalah tentang susu antara lain kelebihan susu selain susu sapi semisal susu kambing ataupun susu kedelai maupun kelebihan susu UHT dibandingkan susu formula bubuk yang kebanyakan dikonsumsi oleh anak-anak kita, dll. Bagiku bahasan tentang susu ini (dan banyak hal lainnya) adalah hal yang baru dan benar-benar membuka wawasanku. Mengingat bertahun-tahun kerja di KP4 Majene tanpa koneksi intranet apalagi internet telah cukup membuatku kurang mengikuti info-info terkini dan ketinggalan banyak hal ajaib yang ternyata banyaaak banget bisa diperoleh di dunia maya.
Tentang kekurangan susu formula bubuk tentu kita semua (apalagi emak-emak MP) insyaAllah udah tau semua ya. Pengen banget mengganti susunya Syifa dan Farah dengan susu yang lebih baik, susu UHT opsinya. Sempet juga Farah nyusu susu kambing bubuk lho sewaktu dia berumur hampir 2 tahunan gara-gara pencernaannya bermasalah, susah BAB, sampai BAB berdarah kalo dia nyusu formula. Ahamdulillah BAB jadi lebih lancar setelah konsumsi susu kambing, meski sampai sekarang dia balik lagi ke susu formula sih. Kalo dikasih susu kambing dia gak doyan, dulu pas masih kecil sih mangap aja.
Oya, back to the topic. Setelah tau begitu banyak kelebihan susu UHT dan banyak kekurangan susu formula bubuk, aku bercita-cita mengganti susunya anak-anak dengan susu UHT. Sampai-sampai ibu mertua yang sempat melihatnya sewaktu mudik tahun lalu protes ke suami. Beliau pikir susu UHT tidak baik untuk anak dan yang terbaik adalah susu formula. Akhirnya aku googling keunggulan susu UHT dan kuserahkan hasilnya untuk dibaca suami, yang akhirnya suami setuju dan paham kalo susu UHT lebih bagus untuk dikonsumsi. Sayang sekali, harga susu UHT mahal banget di Majene, membuatku mengurungkan niat untuk memborongnya. Anak-anak tetep deh nyusu susu formula. Sampai saat ini sih aku mikir kalo susu memang gak wajib buat anak apalagi susu formula, tapi suami berpikir lain dan anak-anak pun nagih susu tiap hari. So.....nyusu pun jalan terus pe sekarang. Ya...semoga kejadian-kejadian tidak mengenakkan tentang konsumsi susu formula tidak terjadi pada anak-anakku, Amiin.
Kebetulan saat ini aku lagi cuti di Jakarta, ingin rasanya mewujudkan cita-cita memborong susu UHT dan memberikannya pada anak-anak. Dulu dapat info dari teman di Forum Shalahuddin bahwa kita bisa memesan susu UHT merk (oke punya) Ultra minimal 1 box dan akan diantar langsung ke rumah kita. Wow mau dong.......Akhirnya bulan lalu nyari infonya, nanya om google dan didapatlah beberapa nomer telepon agen susu Ultra di Jakarta dan sekitarnya. Semangat 45 aku coba semua nomer telepon yang ada, sayang semua hanya terdengar nada sambung saja, tidak diangkat-angkat. Besoknya, masih dengan semangat menggebu-gebu aku nyoba lagi dan lagi. Hasilnya ada satu dua nomer yang berhasil kuhubungi namun sayang salah satunya ternyata sudah tidah menjadi agen susu Ultra lagi. Satu nomer yang lain diangkat oleh seorang ibu-ibu yang lalu memberikan nomer hp salah seorang petugas antarnya yang daerah kerjanya meliputi daerah Mampang, namanya pak Deni Alfian.
Langsung saja kuhubungi pak Deni ini, alhamdulillah hpnya diangkat. Katanya untuk pesan antar minimal harus 5 box, kaget juga tapi kupikir bisala untuk stok. Nunggu beberapa hari, dia belum bisa antar juga dengan alasan sibuk dan belum sempat ke daerah Mampang. Aku sudah mulai merasa kecewa, karena cerita dari teman di Forum Shalahuddin kok kelihatannya gampang banget gitu cara transaksinya. Setelah beberapa hari akhirnya kutelepon lagi pak Deni, dengan mencoba menurunkan jumlah pesananku menjadi 3 box saja dan katanya oke. Menghitung hari sampai masuk minggu ke dua, pesananku belum juga diantar -sigh-, sampai merasa mungkin sja gara-gara aku beli cuma sedikit, jadi dianya males antar ya. Sampai masuk bulan Juli aku terus coba telepon dia, kasi ingat sekalian nagih janjinya untuk antar susu. Sempat dia bilang bahwa dia sudah nyari rumahku tapi nyasar ke Mampang 5 sementara rumahku kan di Mampang 4. Jadi kujelaskan lagi lebih terperinci alamatku, dia janji lagi mau ngantar. Setelah dua harian belum nongol juga, aku telepon dia lagi, katanya susah untuk masuk ke Mampang 4, selain jalannya yang katanya sempit sementara truknya besar juga karena tidak sejalan dengan trayeknya dia gitu.
Huff....keinginan untuk beralih dari susu formula ke susu UHT sepertinya kali ini gagal lagi nih. Memang sih aku bisa beli di toko mana aja, tapi harganya jelas beda kan. Namanya juga pembeli, sebisa mungkin make prinsip ekonomi ya tho, nyari yang harganya lebih murah gitu. Terpikir juga sih untuk nyoba beli di toko kelontong dekat rumah, sambil nyoba nawar karena aku mau belinya kan agak banyak, siapa tau dia mau kasih agak murah, meski tetep beda harga kalo mesen langsung ma agen Ultra. Toh selisihnya juga gak terlalu banyak dan yang penting anak-anak tetep bisa minum susu UHT.
Rencana sih mumpung wiken gini dan ada suami yang bisa dimintai tolong untuk antar jalan-jalan. Aku mau nyoba nanya-nanya lagi ke toko yang lainnya. Semoga bisa dapat stok susu Ultra buat anak-anakku, Amin.
Read More