Rabu, 19 Januari 2011

Sakit Berjama'ah

Akhirnya hari Minggu sore kemarin (16 Jan 2011) kami berempat pergi ke Markas Sehat. Alhamdulillah meski wiken tapi tetap menerima pasien. Pagi bisa dengan dr. Astrid, dan sore bisa dengan dr. Windhi. Kalau dr. Astrid gaya bicaranya kalem, lain dengan dr. Windhi yang tegas. Sampai-sampai Syifa bilang kalau dokternya galak dan marah-marah hehe.

Setelah diperiksa, kesimpulannya Farah batpil biasa, tapi kok dah lama banget gak sembuh-sembuh, sampai 2 mingguan lebih. Tapi tidak disarankan langsung antibiotik. Kalau mau tahu batuknya karena bakteri atau bukan harus cek darah, tapi menurut dokter dan mboknya, kasihan banget kalau Farah yang kecil mungil itu harus menghadapi jarum suntik lagi. Jadi disuruh observasi dulu sehari, kalau tetep parah batuknya baru deh ditebus tuh AB yang amoxicillin sirup kering.

Syifa lain lagi, di paru-parunya terdengar ngik-ngik kalo dia nafas, tanda penyempitan dan ada kemungkinan asma atau bisa juga batuk alergi. Apalagi dari 3 minggu batuk, muncul demam cuma sehari aja, lain dengan Farah yang demam sampai 3 harian. Memang sih, ada keturunan dari ibu mertua dan bapaknya sendiri juga alergi debu dan dingin. Kali aja nurun juga ke Syifa. Diingat-ingat lagi, batuk Syifa lebih sering di kala malam hari menjelang subuh gitu, sampai muntah saking gatel tuh tenggorokan. Untuk Syifa diresepin salbutamol aja.

Sudah seminggu setelah periksa ke Markas Sehat, kemarin (23 Jan 2011) batuknya Farah sudah mendingan, makan sudah mau dan lebih banyak. Tapi keadaan Syifa sepertinya sama saja. Batuk terus, sampai muka memerah, leher sakit, juga muntah. Semua makanan yang baru ditelannya dengan susah dan lama nyuapinnya itu keluar lagi.... Melihat Syifa makin kurus, makin terlihat tulang belulangnya di sana-sini, melihat Syifa kepayahan kala batuk mendera sampai muntah dengan muka merah dan keluar air mata. Ya Allah...kasihan bangeeet.

Seharusnya hari Minggu tanggal 23 itu waktunya kontrol ulang tapi pas gak jadi kesana, ya sudah aku sms saja dr. Windhinya. Selama seminggu terakhir ini Syifa demam 2x dan tidak ada tanda-tanda sesak nafas. Berarti bukan asma kata dr. Windhi. Kubaca-baca tentang batuk alergi, memang tidak bisa sembuh ya kalau kena terus pencetusnya. Padahal kamar sudah dibersihkan, gorden-gorden sudah dicuci, seprei sudah diganti, karpet lagi dicuci di laundry. Apalagi ya??? Kok batuknya tetep gencar.

Olala...sstt...aku menyusul batpil, pas periksakan anak-anak tuh sudah hari ketiga. dan berarti sekarang sudah hari ke 10an. Batuk sudah mereda, tinggal meleeer terus nih ingus ijo hiiy... Googling juga, ternyata ingus ijo bukan berarti infeksi bakteri, so nggak bisa juga nenggak AB sembarangan. yo wis lah aku tetep habbassauda n madu terus. Sementara suami, akhirnya kena jg batpil, sudah hari ke-5 nya nih. Dia tidak tahan dan minta kuantar ke dokter di kantor, diresepin obat yang keras, habis nenggak langsung ngantuk di kantor hoho. Eh tuh obat ketinggalan di kantor, pas wiken gak bisa diminum deh. Minta dianterin lagi ke klinik 24 jam, dikasih obat 4 macem kali. Weew.....mantabs.....hahaha. Lain suami lain aku sih yang tetep keukeuh minum herbal aja.

Jangan-jangan anak-anak gak sembuh-sembuh gara-gara virusnya ping-pong kali ya.....mana si mbaknya batpil juga dah 2 hari . Duuh.....moga-moga kami sekeluarga cepat terbebas dari batuk menyiksa deh. Ingin anak-anak kembali sehat, ceria, makan apa aja.

di sela-sela tumpukan kerjaan kantor, 24-01-11
Read More

Minggu, 16 Januari 2011

Jualan Pulsa

Jumlah pegawai di kantorku ada 100 orang lebih, jumlah tepatnya belum kutanyakan. Saat ini setahuku ada 1 orang penjual pulsa, seorang bapak yang tahun ini mau pensiun. Kalau tidak salah, 2 atau 3 bulan lagi bapak tersebut mau pensiun.

Tiba-tiba terlintas, kenapa tidak kugantikan saja posisi sebagai penjual pulsanya? Lagipula pemakaian pulsaku juga lumayan banyak, paling tidak untuk pemakaianku dan suami lah plus para mbak di rumah.

Kalau kemudian akhirnya teman-teman kantor beli pulsa ke aku -ngarep- kan syukur banget!! Hem, jadi semangat deh. Tapi pengetahuanku tentang jualan pulsa elektrik nol besar. Mencoba bertanya pada teman yang jual pulsa, katanya dia pakai MKios. Ada juga yang sistem deposit, ada juga yang pakai ditarget penjualan pulsanya. Coba googling, malah makin banyak macemnya. Satu kartu bisa all operator tapi make sistem kaya MLM. Jadi bisa dapat poin/bonus dari pendaftaran agen di bawah kita dan penjualan agen-agen anggota yang kita rekrut. Harga pulsa yang ditawarkan bersaing sih, bingung mau pilih yang mana.

Maunya bisa jualan pulsa all operator dan proses kirim pulsanya lancar, tidak ngadat dan lama. Ada warga MP yang punya info atau pengalaman jualan pulsa? Mohon sharenya ya.. :D Thanks a lot.
Read More

Kamis, 13 Januari 2011

Overload

Menulis sepertinya sudah mulai menjadi kebutuhan untukku, mungkin gara-gara punya blog ya. Mungkin juga karena tipe kepribadianku yang melankolis, narsis, dan suka nangis -hayah-. Apalagi ketika ada kejadian yang membuatku banyak terpekur, berpikir dalam, dan menerawang, seperti yang sedang sering kualami beberapa hari ini. Yah, rasanya deretan kata demi kata mulai membentuk suatu kalimat yang mencerminkan pemikiran dan perasaanku.

Sayang banyak sekali yang tidak terekam dalam ingatan secara lengkap. Kalimat-kalimat yang sudah tersusun rapi dalam kepala bisa menguap begitu saja. Meski aku masih ingat inti dari hal yang akan kutulis, tetapi seketika kok merasa ilfiil yah. Nggak mood lagi mau nulis, kehilangan momen gitu deh. Apa perlu alat rekam yah? Jadi kapan pun tinggal ngoceh sendiri deh, mengeluarkan isi hati dan kepala. Lha seringkali banyak hal yang menggelitik untuk ditulis muncul begitu saja kala aku sedang dibonceng suami di atas motor, atau ketika banyak pekerjaan kantor menumpuk di atas meja, atau ketika lagi pup -hoho soriiiii-.

Seringnya yang tertuang di blog malah curhatan lebay, kadang berlebihan, full emosi, dan tidak mutu. Padahal pengen banget menulis yang berbobot gitu loh. Biar tidak hanya menjadi pajangan saja tapi bisa bermanfaat juga untuk yang membaca. Semoga ke depan aku bisa mewujudkannya, Amiin. Kalau terlalu banyak hal yang mau ditulis tapi tidak terlaksana, nih kepala jadi overload gitu deh. Ada yang mengganjal, nyesek.
Read More

Senin, 10 Januari 2011

Jualan Lagi

Sebenarnya tidak bisa dikatakan berhenti juga sih, sejak upload foto-foto daster bordir Malang akhir bulan September 2010 yang lalu. Pembeli on line via FB ada, alhamdulillah. Tapi karena aku kurang niat, kurang usaha, promosi kurang lah, jadi belum lanjut jualan on line lagi. Sisa barang kukirim ke Makassar dan Majene, alhamdulillah laku.

Suami tiba-tiba menanyakan hobi jualanku, nggak nyangka deh. Ternyata gara-gara wacana mau ambil pinjaman/KPR ke bank untuk beli rumah, dia kepikiran serius agar aku bisa menekuni dengan sungguh-sungguh kegiatan dagangku ini untuk menambah income. Apalagi istri temannya yang jualan online berhasil mengumpulkan duit yang lumayan. Hem...oke deh. Bismillah mulai lagi.

Duit hasil jualan daster yang kemarin, kubelikan daster lagi. Sedikit dulu lah, cuma 2 lusin. Model longdress dan daster saja. Alhamdulillah lumayan rame, teman-teman kantor banyak yang beli. Biasa deh, bayarnya pas gajian hehe. Ditambah sedikit uang hasil daganganku yang masih ada di Majene, aku barusan nambah stok lagi. Sekarang yang model babydoll, daster u can see (my kelek), dan piama.

Barusan barangnya datang, kubawa ke gudang dan dibongkar sama teman-teman kantor rame-rame. Alhamdulillah......banyak yang suka dan beli. Selain itu, ada beberapa di FB yang minat mau jadi reseller. Senang, moga-moga bisa ada kelanjutan beritanya.

Kalau ada yang bilang masa pegawai pajak, double gardan lagi, kok masih jualan......cuek aja. Halal ini, nyunnah lagi hehe. Kan sabda Rasulullah saw, 9 dari 10 pintu rejeki dari berdagang. Daripada kaya Gayus, kaya hasil kongkalikong. mending mengais rejeki dari jualan kaya gini kan yaaa....


Read More

Kamis, 06 Januari 2011

Deep Inside

Sedih

Sakit

Gundah

Takut

Khawatir

Helaan nafas yang terasa berat

Tak mampu mengusir beratnya beban hati

Mata ini pedih, panas

Setiap saat menahan tumpahan air mata

Ya Rabb....hanya kepadamulah hamba harus berlari...




Read More

Kamis, 30 Desember 2010

[Kopas] Jagalah Anak Ketika Maghrib Menjelang

Matahari senja baru saja tenggelam di ufuk barat. Malam pun merambat datang sementara kegelapan perlahan mulai menyelimuti bumi. Tampak beberapa anak kecil sedang bermain, berkejaran di pekarangan sebuah rumah. Sesekali, mereka berlari ke jalanan kampung. Di teras sebuah rumah, seorang ibu terlihat tengah meninabobokan bayinya, beralasan “mencari angin” karena si bayi kepanasan di dalam rumah.

Datangnya malam usai matahari tenggelam hingga datangnya waktu ‘Isya adalah saat bertebarnya para setan. Tak heran jika rutinitas masyarakat semisal aktivitas jual beli justru mengalami puncak keramaian (baca: godaan) nya di waktu ini. Sesungguhnya agama mulia yang sempurna ini telah mensyaratkan kepada kita utamanya anak-anak kita untuk tidak keluar rumah di waktu-waktu ini.

Gambaran ini, yakni keluarnya anak kecil ketika malam mulai datang adalah pemandangan biasa yang kita jumpai di sekitar kita, di masyarakat kita yang awam dan jauh dari bimbingan agama. Anak-anak mereka dibiarkan begitu saja, tanpa pencegahan dan tanpa penjagaan. Tahukah mereka bahwa pada saat yang demikian itu setan, makhluk yang jahat, musuh manusia, bertebaran sehingga dapat memudharatkan anak-anak tersebut dengan ijin Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Belumkah sampai pada mereka bimbingan dari Rasul mereka yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam titah beliau yang agung:

إِذَا اسْتَجْنَحَ اللَّيْلُ – أَوْ كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ – فَكُفُّوا صِبْيَا نَكُمْ فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ تَنْتَشِرُ حِيْنَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ الْعِشَاءِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ الله… الْحَدِيْثَ

“Apabila malam telah datang (setelah matahari tenggelam), tahanlah anak-anak kalian, karena setan bertebaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari waktu ‘Isya lepaskanlah (biarkanlah) mereka, tutuplah pintumu, dan sebutlah nama Allah (mengucapkan bismillah pen.)…” (HR. Al-Bukhari No. 3280 dan Muslim No. 2012)

Maksud dari kalimat ( اسْتَجْنَحَ اللَّيْلُ ) atau ( جُنْحُ اللَّيْلِ ) adalah kegelapan malam, yakni datangnya malam setelah matahari tenggelam. ( فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ) yakni tahanlah anak-anak untuk keluar pada waktu tersebut karena dikhawatirkan mereka akan diganggu oleh setan yang banyak berkeliaran pada saat itu. (Syarah Shahih Muslim 14/185-186, Fathul Bari 6/411)

Belumkah pula sampai pada mereka larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang semakna dengan perintah dalam hadist di atas:

لاَ تُرْسِلُوا فَوَاشِيَكُمْ وَ صِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَتُ الْعِشَاءِ، فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّي تَذْهَبَ فَحْمَةُ العِشَاءِ

“Janganlah kalian melepas hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian apabila matahari telah tenggelam hingga berlalu fahmah isya karena para setan keluar/berjalan cepat apabila matahari tenggelam sampai berlalu fahmah isya.” (HR. Muslim No. 2013)

Kalimat ( فَحْمَةُ الْعِشَاءِ ) (fahmah isya) dalam hadist di atas maknanya adalah gelap dan hitamnya malam, atau datangnya malam dan awal gelapnya. (Syarah Shahih Muslim 14/186). Sebagian ahlul ilmi memaknainya dengan datangnya waktu ‘Isya dan awal gelapnya. Kegelapan antara shalat Maghrib dan ‘Isya diistilahkan fahmah sedangkan antara shalat ‘Isya dengan shalat Shubuh diistilahkan ‘as’asah. (Nihayatul Gharib , 3/317)

Dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di atas, jelas sekali beliau memberi bimbingan agar anak-anak tidak dibiarkan keluar rumah, tapi ditahan di dalam rumah, ketika matahari telah tenggelam dan malam telah datang dengan kegelapannya. Bimbingan ini beliau berikan untuk menjaga anak-anak dari gangguan setan karena di waktu tersebut setan banyak bertebaran.



Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:

“Dalam hadist ini terdapat sejumlah kebaikan dan adab yang mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan umatnya untuk melakukan adab-adab ini karena dengan melakukannya berarti menempuh sebab keselamatan dari gangguan setan. Setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup dan tidak dapat pula mengganggu anak kecil dan selainnya apabila dilakukan perkara ini (dengan menyebut nama Allah/mengucapkan bismillah).” (Syarah Shahih Muslim, 14/185)

Ibnul Jauzi Rahimahullah menyatakan bila anak-anak kecil berkeliaran di luar rumah pada waktu tersebut dikhawatirkan mereka akan mendapat gangguan dari setan sementara anak-anak umumnya belum dapat berzikir dimana dengannya bisa membentengi diri mereka dari setan. Setan ini ketika bertebaran mereka bergantungan dengan apa yang memungkinkan bagi mereka untuk bergantung. (Fathul Bari, 6/411)

Dari hadist di atas, kita pun mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan menutup pintu rumah dengan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menghalangi masuknya setan yang akan membawa kemudharatan bagi penghuni rumah. Bila pintu telah ditutup dengan mengucapkan bismillah, setan tidak akan mampu membukanya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.” (HR. Al-Bukhari No. 3304 dan Muslim No. 2012)

Ibnu Daqiqil ‘Ied Rahimahullah berkata: “Dalam perintah menutup pintu ada maslahat diniyyah dan duniawiyyah (kebaikan dunia dan akhirat) berupa penjagaan jiwa dan harta dari ahlul batil dan pembuat kerusakan terlebih lagi dari para setan. Adapun hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup”

Merupakan isyarat bahwa perintah menutup pintu bertujuan untuk menjauhkan setan dari bercampur baur dengan manusia.”

Beliau Rahimahullah juga menyatakan: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa setan tidak diberi kekuatan untuk melakukan sesuatu pun dari perkara yang disebutkan dalam hadist (seperti membuka pintu yang tertutup, bejana yang tertutup, dsb, pen.) walaupun ia diberi kekuatan yang lebih besar daripada itu seperti masuk ke tempat-tempat yang tidak mampu dimasuki manusia.” (Fathul Bari, 11/90)

Al-Mubarakfuri Rahimahullah menyatakan bahwa setan ini bisa dikatakan tertolak untuk masuk ke rumah seseorang dari seluruh sisinya dengan barakah tasmiyah (ucapan bismillah). Dalam hadist hanya disebutkan perintah menutup pintu (dengan membaca bismillah) karena pintu merupakan bagian yang paling mudah untuk dilalui ketika masuk ke dalam rumah. Bila setan ini tertolak untuk masuk lewat pintu (karena pintunya tertutup dengan mengucapkan bismillah) maka tentunya setan ini lebih tertolak lagi untuk masuk ke dalam rumah lewat bagian rumah yang lebih sulit dilalui. (Tuhfatul Ahwadzi, 5/433)

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani Rahimahullah berkata: “Menyebut nama Allah akan memisahkan setan dari melakukan perkara-perkara yang disebutkan. Dengan demikian, bila tidak disebut nama Allah, setan bisa melakukan perkara-perkara tersebut. Yang menguatkan hal ini adalah hadist yang dikeluarkan oleh Muslim1 dan Al-Arba’ah2 dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu secara marfu’ 3:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ الله عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيْتَ لَكُمْ وَ لاَ عَشَاءَ. وَ إِذَ دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ الله عِنْدَ دُخُوْ لِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيْتَ. وَ إِذَا لَمْ يَذْكُرِ الله عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَيْتَ وَالْعَشَاءَ.

“Apabila seseorang masuk ke rumahnya dalam keadaan berzikir kepada Allah ketika masuknya dan ketika memakan makannya, berkatalah setan: Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam. Kalau orang itu masuk rumah, dia tidak berzikir ketika masuknya, berkatalah setan: Kalian mendapatkan tempat bermalam. Dan bila dia tidak berzikir ketika makan, berkatalah setan: Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.” (Fathul Bari, 11/90)

Duhai, alangkah jauhnya lingkungan kita dan masyarakat kita dari mengamalkan tuntunan agama ini. Semoga dengan membaca nasehat ini, mereka mendapatkan ilmu dan pemahaman, yang kemudian mereka amalkan dalam kehidupan mereka, amin… Allah sajalah yang memberi taufik!!!

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Sumber: Majalah Asy Syari’ah, Vol. II/No.15/1426H/2005, Rubrik Mutiara Kata, Hal. 76-78.

Read More

Rabu, 29 Desember 2010

Buku Bacaan Nopember

Telat banget postingnya yak....

Selama bulan Nopember kemarin aku cuma selesai membaca satu buku saja. Sayang deh rasanya, padahal banyak banget buku yang menanti giliran untuk dibaca. Bulan pertama full ngantor sih, jadinya waktu untuk membaca berkurang banget. Mungkin bisa ya kalau pandai mengatur waktu, tapi jam pulang kantor alias waktu di rumah aku dilarang baca buku oleh suami. Waktunya hanya untuk anak-anak, kalau mereka akhirnya sudah tidur berarti tiba waktunya bersama suami. Jadi kalau mau baca buku sepertinya harus jam istirahat kantor sepertinya, tapi susah juga hehe.

Oya buku kali ini kubeli dari http://halamanmoekabooks.com dengan diskon 15%.

Buku ini menceritakan tentang perjalanan hidup Iris Krasnow yang sejak remaja terus mencoba mencari pegangan hidup, mencari kedamaian hati dan jiwa, mencari Tuhan. Ketika membaca buku ini aku benar-benar bersyukur akan nikmat iman Islam di dalam hati ini. Tidak usah mengalami pencarian yang panjang dan berliku seperti yang dialami oleh Iris.

Iris mengalami masa-masa lahirnya feminisme yang memandang bahwa menjadi ibu RT saja itu tidaklah adil bagi wanita. Iris mempunyai karir nan gemilang tapi tetap merasakan kehampaan. Ketika akhirnya dia mempunyai anak, di situlah timbul kebimbangan dalam hatinya. Antara memilih karir atau menjadi seorang ibu yang sebenarnya. Bahwa menjadi wanita yang berada di rumah saja itu tidaklah buruk sama sekali, bahkan tetap bisa bekerja dari rumah. Benar-benar memberi semangat buatku, meski pilihanku kini adalah sebagai ibu bekerja. Tapi aku yakin bisa -dengan usaha amat keras- untuk tetap dekat dengan anak-anak.

Pada akhirnya Iris menemukan ketenangan dan kedamaian yang diperolehnya dari menjadi seorang ibu. Ya, berserah diri menjadi ibu. Ternyata tidak mudah memang untuk menjadi seorang ibu, tidak hanya dengan melahirkan anak saja lalu kita disebut sebagai ibu.Tidak hanya itu. Perlu proses panjang termasuk untuk mengalahkan ego dalam diri seorang wanita, menomorduakan hal lainnya dan menomorsatukan anak-anak.

Membaca buku ini membuatku merenung, menutup buku sebentar, lalu menerawang.

foto dari sini

Read More

Selasa, 28 Desember 2010

Weekend Merana

Kronologisnya

Rabu malam tanggal 22 Des aku tiba-tiba mumet 7 keliling, round and round gitu -halah-. Baru ngeh deh, ini tho yang namanya vertigo....huhuhu. Akhirnya segera ngacir ke kasur deh. Dipake merem pun masih terasa lho muter-muternya. Besoknya alhamdulillah sudah tidak melayang-layang dan mumet lagi, jadi tetep ngantor. Memang sih di leher belakang tuh terasa kakuuu banget, pegel pool...dipijit-pijit sendiri tetep nggak lega. Pengen dibekam tapi suami belum bisa dan belum berani.

Jum'at tanggal 24 memang sudah direncanakan bahwa aku dan suami mau jalan-jalan tuk hunting rumah di sekitaran Bintaro. Sekalian mau lihat tempat kosnya suami pas dulu kuliah, lihat TKP tempat-tempat dia biasa makan, ngebayangin aja dulunya kaya gimana, secara LDL kan....aku di sini...dan kau ada di saaaanaaaa.... *nyanyi ala Jamrud* .
Berangkat sekitar jam 9 pagi kelewat dikit, matahari dah mulai terik. Naik motor ke Bintaro ternyata lama juga hehe, hampir sejam ya. Pas mulai dekat tujuan kok aku mulai merasa tidak enak badan.

Leher belakang makin kaku, pegel, ngilu. Kepala mulai pusing, perut mulai mules, perih di ulu hati. Keringat dingin mulai mengucur. Ya Allah....jangan sampai pingsan....gak kuaaattt!!! Berhenti sebentar di depan kampus STAN, aku langsung ndelosor aja di pinggir jalan. Suami ngomel-ngomel dikit, belum ngeh dia kalo aku berasa keok banget. Yo wis, lanjutin perjalanan keliling-kelilingnya, sambil nahan mual dan pusing. Sampai di jalan Panti Asuhan, aku minta istirahat dulu di depan sebuah toko yang tutup. Tak seberapa lama langsung hoooeeeekkk......muntah maak!! Duuh, cuek dah biar dilihatin orang.

Udah puas muntah, masih berasa mual dan pusing tapi lebih lega sih. Lanjut lagi jalan mau lihat lokasi tanah yang ditaksir suami. Suami nyaranin agar aku pulang saja naik taksi, tapi kutolak. Bisa gawat ah kalau di taksi sendirian trus muntah-muntah atau pingsan, gimana dong?! Eh, tiba-tiba berasa mau muntah lagi, stop deh di pinggir jalan, muntah-muntah lagi sampai keluar air mata. Duuuh lemeees banget. Akhirnya minta tolong pada seorang ibu penjual es agar aku bisa menggunakan kamar mandinya. Di dalam kamar mandi aku muntah-muntah lagi, plus diare sodara-sodara, air aja yang keluar. Sambil membatin, salah makan apa ya aku tadi pagi....??

Mau pulang?? Nggak kuat ah, akhirnya diputuskan untuk mampir ke rumah teman saja. Istirahat dulu di sana. Dalam perjalanan ke sana, aku muntah-muntah lagi, alu mampir di tempat makan, minum teh hangat sedikit, makan nasi sedikit, eeh...lari deh keluar tuk muntah lagi....lemeeeeeesss........ Alhamdulillah teman suami itu bersedia menjemput menggunakan mobilnya. Diangkut deh aku ke rumahnya. Mereka sepasang suami istri, suaminya sekantor dengan suamiku, sedangkan istrinya adalah teman mayaku di Forum Shalahuddin maupun di MP, sebut saja maknya Khansa. Hiks, kebayang kan, kopdar tuk pertama kali malah dalam keadaan bau muntah gitu huhuhu. Tidak sempat duduk bersama, apalagi cipika cipiki, begitu aku masuk rumahnya langsung ngacir ke kamar mandi lagi. Yup, muntah dan diare lagi, begitu terus beberapa kali. Tepar di kamar si tuan rumah, ketiduran bentar, alhamdulillah agak enakan.

Agak siang suami bawa makanan, aku coba makan sesuap dua suap, tapi langsung muntah lagi. Ya sudah, minum oralit saja 2 gelas. Heemm....enak juga hehe, rasa jeruk. Dan badanku terasa lebih kuat untuk perjalanan pulang. Alhamdulillah suaminya mak Khansa bersedia mengantar kami pulang, sekalian mereka mau beli barang dagangan katanya. Sepeda motor kami tinggal di rumah maknya Khansa. Benar-benar liburan kelabu -mewek-, mau jalan-jalan malah kaya gini jadinya.

Sampai di rumah, kelaparan deh hehe, makan dengan lahap, masih nenggak oralit karena masih diare terus sampai malamnya. Hari Sabtunya sudah mendingan tapi masih pusing dan mual,migrain lah lumayan sakitnya, diare sudah stop. Hari Minggu tinggal dikit aja terasa sakit kepalanya, dan alhamdulillah senin kemarin aku bisa berangkat ke kantor.

Sebab sakitnya.

Habis vertigo belum sembuh total malah dipake bepergian jauh, keok lah ya... Masuk angin juga kali ya. Tapi kok sampai diare kaya gitu sih? Olala, ternyata Jum'at pagi itu aku minum susu kambing rusak. Aku kan beli sukam beku dan cara mengolahnya adalah susu beku harus direndam di air hangat agar cair dan siap minum. Waktu itu air yang kusiapkan terlalu panas, sehingga susu menjadi rusak, kental seperti santan dan berserabut, tapi tetep saja nekat kuminum, padahal rasanya juga agak aneh, dasaaaarrr!!!

Benar-benar jadi pengalaman nih buatku. Semoga sakitku kemarin bisa jadi penggugur dosa-dosa kecil. Amiiin.
Read More

Senin, 27 Desember 2010

Bu Bendahara Gagal

Gatot lagi deh. Jadi bendahara kantor kemarin nggak becus, lah dalah jadi bendahara RT juga kok bikin keuangan morat-marit ki piye thoooo!!!

*lagi sedih*
Jujur, berkali-kali aku mencoba....-stop, bukan lagu dangdut-
Dipercaya suami tuk atur cash flow RT aja kok susaaaah ya....... Perasaan sudah stop ikutan lelang, sudah stop belanja baju, tapi kayanya malah belanja buku huaaa. Bukan buku CPD yang kuceritain kemarin ya. kalau itu atas persetujuan suami. Ini bulan aku beli buku selain itu ada 5 macem kayanya. Nominalnya tidak bikin keuangan RT langsung colapse kok. Trus dimana salahnya ya...???

Belanja hariankah?? Apa terlalu boroskah?? Harus diteliti satu demi satu, dan aku ingin suami ikut serta dan setiap keputusan garis besarnya. Tidak enak rasanya kalau tiap akhir bulan selalu ditodong dengan berondongan pertanyaan semacam, " Kok sisa duit di ATM tinggal segini?" atau " Kemana saja uang selama sebulan?" dengan muka syok dan tak percaya....-sigh-

Mak-mak MP tercinta.......please deh, bagi ilmu manajemen keuangannya dooonk. Kalau teori nabung dulu trus sisa duit baru dipake biaya hidup sebulan mah aku dah ngeh, tapi kok ya gagal maning.....gagal maning.....kepribeeen..... Duh, si mbok ku pasti geleng-geleng kepala kalau tau anaknya nggak pinter pegang duit nih.
Read More

Selasa, 21 Desember 2010

Buku-Buku MeMa (Mewah dan Mahal)

Teringat suatu waktu beberapa tahun yang lalu ketika masih bertugas di Luwuk, Sulawesi Tengah sekitar tahun 2003. Kalau tidak salah, majalah yang sempat kubaca saat itu adalah majalah Hidayatullah. Ada salah satu bagian keluarga / parenting yang artikelnya ditulis oleh M. Faudzil Adhim. Beliau menuliskan tentang menumbuhkan minat baca kepada anak-anak, dalam hal ini yang dicontohkan adalah yang terjadi di dalam keluarganya sendiri.

Ada kejadian dimana anaknya tidak mau minum obat ketika sakit, tetapi setelah dibacakan buku cerita balita yang berjudul "Aku Tidak Takut Minum Obat" (ternyata terbitan Mizan), alhamdulillah anaknya mau juga minum obat. Saat itu aku masih LDL dan belum punya anak, tapi rasanya pengen banget duduk manis sambil membacakan cerita untuk anak-anakku nanti. Kisah yang lain adalah ketika anak-anak pak Faudzil menabung karena ingin membeli televisi, tetapi keinginan itu dikalahkan dengan keinginan membeli Ensiklopedi Bocah Muslim / EBM (lagi-lagi terbitan Mizan) yang harganya setara televisi baru. Dari situ aku mengetahui bahwa ada tho buku yang wow harganya dengan angka 0 berjejer-jejer sampai jutaan rupiah.Dalam pikiranku muncul banyak pertanyaan, buku macam apa ya yang mahal banget begitu? Pasti super duper bagus isinya, kertasnya kualitas nomer wahid, dan gambar-gambarnya cantik.

Setelah Syifa lahir, mulailah aku mengenalkannya pada buku. Tapi karena buku yang masuk di akal apalagi dari segi harga adalah buku-buku imut tipis murah meriah, maka buku-buku itulah yang lalu kubelikan untuk Syifa yang alhamdulillah antusias dalam merespon buku-buku yang kubacakan. Sampai akhirnya di kantor bisa konek inet, barulah aku browsing EBM, asli pengen tahu penampakan buku mahal ituh. Dan tercengang deh, ternyata tidak hanya EBM ya, ada ILMA, Halo Balita, dan lain-lain yang terbit kemudian. Harganya....teteeep jutaan. Jadi berkhayal bisa beli dan koleksi buku-buku wow itu, punya perpustakaan mini, dan anak-anak bisa menikmatinya. Hampir tiap kali saat aku konek inet, website bukuspesial.com jadi penghias layar kompiku. Bikin ngiler deh melihatnya.

Sewaktu datang ke book fair Juli lalu di Jakarta, makin terkaget-kaget deh. Buku-buku mahal ternyata tidak cuma punya Mizan saja, banyak juga dari penerbit lainnya. Sempat mampir di stannya Grolier dan Pustaka Lebah. Ada juga satu penerbit yang aku tidak familiar dengan namanya, buku yang diterbitkan juga tebal, warna-warni, dan mahal. Tetapi tetep sih, buatku yang sangat kuidamkan adalah EBM. Saat mbak Ratih sering bikin QN promosikan EBM dkk, aku mupeng berat. Alhamdulillah akhirnya ada arisannya jadi bisa ikutan deh.

Kemarin itu ketika mampir ke meja seorang teman kantor, tidak sengaja aku menanyakan buku apa yang ada di mejanya itu, kok kelihatannya menarik sekali. Ternyata buku tersebut adalah buku Cakrawala Pengetahuan Dasar (CPD) terbitan Tiga Raksa. Temanku ini mencoba menawarkannya kepada beberapa teman. Aku yang tidak sengaja ada di situ jadi ditawari juga. Karena begitu lama mengidamkan EBM dan banyak masukan info tentang buku-buku semacam itu, tentu saja hati ini jadi tergoda hehe. Apalagi temanku ini bercerita bahwa CPD sudah tidak ada lagi dalam versi bahasa Indonesia. Tiga Raksa saat ini menjual buku tersebut versi bahasa Inggris, full import, dan tentu saja harganya lebih mahal, sekitar 5 jutaan. Harga yang ditawarkan temanku hanya 2 juta, dan besoknya turun lagi menjadi 1,6 juta bisa dicicil 6x. Duuuh mupeeeng!!!

Mencoba lobi-lobi ke suami, ternyata suami tidak tertarik. Secara dia memang tidak terlalu doyan buku, jadi tidak masuk di akalnya harga buku sebesar itu. Aku jadi bimbang. Akhirnya kusharing saja di Forum Shalahuddin, dan responnya?? Ya Allah, ternyata banyak teman-temanku yang sudah membeli CPD sejak lama, bahkan sejak sebelum menikah lho. Alasannya untuk persiapan kalau nanti punya anak, daripada harganya juga makin naik dan mahal tentunya. Ckckck, hebat euy mereka berfikir sejauh itu. Bahkan ada beberapa teman yang benar-benar koleksi lengkap, bermacam-macam seri dan juga dari bermacam-macam penerbit. Jadi saat kutanya, mereka bisa memberi masukan yang sangat berarti. Justru karena thread itu, makin banyak orang yang sebelumnya tidak tahu (seperti aku) menjadi tahu, buku mana dan penerbit mana yang lebih bagus bukunya atau lebih mahal/murah harganya dibandingkan dengan mutunya.

Hasilnya...banyak yang berminat pada buku yang ditawarkan padaku itu. Aku tentu saja menjadi semakin semangat untuk membelinya. Apalagi banyak yang bilang kalau itu murah banget dibandingkan dengan harga pasaran, bisa dicicil lagi! Well, bismillah akhirnya aku ambil juga satu paket buku CPD tersebut. Awalnya belum bilang sama suami. PDKT dulu laah...cerita pelan-pelan, tentang threadku di forum, tentang banyaknya peminat CPD. Reaksi awal suami sih malah mau jual lagi tuh buku biar untung, aarrggh gemesss. Aku kan maunya beli buat anak-anak, apalagi mumpung Farah baru saja tertarik dibacakan buku. Dulu dia cuek banget kalau aku lagi bacakan cerita, sekarang nagih terus.

Seneng juga, akhirnya suami (mau nggak mau) setuju juga hehe. Mungkin juga karena melihat Syifa antusias banget mau baca bukunya atau mungkin gak tahan melihat muka memelasku ya?? Hihihi. Dan inilah penampakan CPD-nya.


*gambar dari sini
Read More