Jumat, 13 Desember 2013

Ketika Papa Datang

Tak mau sampai terlupakan, momen ketika Papa berkunjung singkat akhir bulan Nopember yang lalu, maka ditulis sajalah.

Antara Aku dan Papa.

Kepada Papa aku bisa lebih berani dan bebas bercerita, sejak dulu saat aku masih tinggal di rumah sampai saat ini ketika aku sudah berkeluarga. Papa lebih sabar dan tidak mudah emosi, meskipun mungkin cerita yang kusampaikan sungguh tidak enak didengar misalnya. Kalau Mama justru kebalikan dari Papa. Emosi Mama labil dan mudah sekali tersulut. Alih-alih curhat atau sekedar bercerita ringan, bila hal itu dirasa kurang pantas atau kurang baik di mata Mama, bisa-bisa beliau seketika berubah dari ibunda yang baik hati menjadi seperti guru killer di sekolah. Hiks, maka kami pun anak-anaknya kapok dan lebih baik berhati-hati ketika mengobrol dengan beliau, hingga saat ini.

Maka ketika aku sesekali merasa terpojok oleh suatu masalah, rasanya ingin segera curhat dan minta nasehat pada Papa, seperti kejadian kemarin itu. Bila sebelumnya aku bisa menahan untuk tidak berbagi kisah sedihku, bahkan hingga agak jarang menelepon kedua orang tuaku karena takut terbaca kegalauan dan kelebayanku, maka kemarin jebol sudah pertahananku. Aku menelepon Mama Papa tapi lebih banyak berbicara kepada Papa. Ingiiin rasanya lari ke pelukannya, mungkin efek sekian lama tidak pulang kampung, rindu ini begitu terasa. Ya, aku rindu Mama dan Papa.

Kedatangannya.

Berharap bisa menghabiskan waktu beberapa hari di rumah orang tuaku, Papa pun datang menjemput. Aku sangat lega dan merasa mendapatkan kesempatan untuk berbicara banyak hal dari hati ke hati dengan beliau. Tidak hanya aku yang curhat kepada beliau lho, tetapi beliau juga sempat curhat padaku, anak pertamanya ini. Waktu yang hanya dua hari, cukup singkat, tapi bisa menebus gundah di hati. Banyak sekali nasehat yang beliau berikan padaku. Meskipun akhirnya aku tidak bisa ikut kembali ke Malang bersama beliau karena tidak mengantongi ijin suami, tapi yang penting hati ini sudah lebih merasa nyaman dan aku pun insyaAllah banyak mendapatkan pencerahan dari Papa.

Alhamdulillah, Papa di usianya yang  hampir 63 tahun masih cukup sehat. Sayang, Papa tidak juga lepas dari jeratan rokok. Sama halnya seperti Papa mertua, adik ipar, dan suamiku itu, benci deh sama rokok haha. Aku hanya berharap, Papa selalu sehat, diberi kemudahan dan hidayah oleh Allah SWT agar di sisa usianya papa lebih rajin beribadah, begitu juga Mama. Senang rasanya bisa melihat tawa ceria beliau ketika bermain bersama cucu-cucunya.

Pesan-pesannya.

Sabar itu modal utama. Apapun yang kita hadapi, sekeras apapun, seberat apapun itu bentengi diri dengan sabar. Menghadapi siapapun, apapun, bila memang sifatnya sudah default seperti itu, pahamilah, mengertilah, dan gunakan cara halus. Jangan dilawan dengan kekerasan yang malah hanya akan berbuah percikan api yang bisa makin membara. It's not easy but it's the only way.


 Note: Foto Papa belasan tahun yang lalu, ckck rokok tak pernah terlepas dari jemarimu ya, Pa :(
Read More

Selasa, 10 Desember 2013

Aku vs Aku

Manusia terkenal dengan keakuannya, fitrahnya menjadi makhluk yang lemah, dalam hal ini salah satunya adalah keegoisan yang melekat pada dirinya. Seringkali kita berbenturan dengan orang lain karena satu hal ini. Keakuan si A vs keakuan si B. Keegoisan si A vs keegoisan si B. Tidak akan pernah selesai kisahnya seperti sinetron kejar tayang. Hanya bila ada salah satu pihak yang mau mengalah, rendah hati, dan lebih bijaksana lah maka masalah bisa diselesaikan dengan lebih baik, tanpa pertumpahan darah dan air mata.

Dan ternyata aku baru tersadar, selama ini betapa dominan keakuanku mencuat dari dalam diri. Memikirkan banyak hal selalu dari kacamataku, melihat berbagai masalah dari cara berpikirku, berpraduga dari  prasangkaanku, dan banyak hal lainnya yang tanpa sadar makin membuat masalah rumit. Minimnya berempati dengan cara pandang dan cara pikir orang lain akan membutakan diri dan bisa menyesatkan. Seolah duniaku runtuh, seolah akulah seorang korban, seolah akulah yang didzalimi, seolah akulah yang benar. Kenyataannya? Belum tentu!

Katakanlah apa yang kuyakini memang benar adanya. Seharusnya itu tidak membuatku makin angkuh mendongakkan kepala.Seharusnya itu tidak membuatku makin menyerang lawanku berbicara. Seharusnya itu tidak membuatku meremehkannya. Seharusnya itu tidak membuatku membencinya. Seharusnya itu tidak membuatku merepet seperti petasan kecil yang berderet-deret dan menyala berurutan. Dibutuhkan kedewasaan untuk bisa bijaksana dan rendah hati. Mungkin lebih dibutuhkan juga pemahaman akan iman dan sabar. Tidak semua orang bisa melakukannya, bukan?

Dan ketika pada akhirnya aku sadar bahwa sudah waktunya untuk merubah cara pandang, merubah posisi duduk kita, ah ternyata susah-susah gampang. Ah tidak, mungkin gampang-gampang susah ya? Cukup mudah ketika kita bisa sedikit tahu jalan berpikir orang lain. Ya, tidak sesulit itu menempatkan kaki kita di sepatunya. Tapi, untuk lantas memahaminya dan mencocokkannya dengan pemahaman kita, itu lain cerita. Bila sepatu orang lain kekecilan atau malah kebesaran, tentu kita akan tidak nyaman memakainya, bukan? Justru di sinilah perang antara aku vs aku dimulai. Bagaimana cara kita untuk bisa memahami orang lain, mengerti arti sebenarnya dari keinginan dia dengan meminimalkan keakuanku.

Aku vs aku. Inilah saatnya mengalah, bukan untuk kalah tapi untuk menang. Konsolidasi dengan diri sendiri dulu baru dengan pihak luar. Meski sulit (baiklah ngaku betapa egoisnya aku) tapi bukankah Allah akan membukakan jalan dan membantu kita? Tujuan kita baik, hal yang diperjuangkan pun baik, insyaAllah akan berbuah manis nantinya. Baiklah, semangat, optimis, Bismillah.



Read More

Minggu, 08 Desember 2013

My Weekend: Life Is Never Flat


Berasa iklan banget ya hehe. Kriuk kriuk ngemil kripik kentang itu memang asyik banget. Sayang, aku sendiri jarang beli jajanan itu. Enak sih, tapi isinya seuprit. Mendingan beli pisang goreng aja lebih nendang hihi. Namanya perhitungan apa medit yo iki? Dan seperti si kripik, hidup memang ga pernah datar. Seringkali kruel kruel bergelombang, ada tanjakan ada turunan bahkan lubang. Lha wong jalan tol aja masih bisa macet, apalagi hidup yang memang bisa jadi lebih rumit, errr kalau dibikin rumit hehe. Eh, tapi kan ada tho orang yang merasa hidupnya terlalu datar sampai akhirnya sibuk mencari sensasi lain yang pada akhirnya malah merepotkan dirinya sendiri.

Cerita weekendku kuanggap warna-warni penuh kejutan dan membuatku terpana tapi segera tersadar tuk kembali gegas berjalan. Setelah cerita weekend sebelumnya yang ada foto-foto narsisnya, kali ini nihil ga ada bukti autentiknya. Ya karena kejadian biasa aja yang nggak bisa diabadikan. Ehm, alias asline ga pergi plesiran ke mana-mana hehe, ngruntel aja di rumah.

Weekend ketiga di Nopember kemarin, ada kejadian biasa tapi luar biasa *halah. Biasa lah ya kalau pasangan suami istri bertengkar. Ya kemarin itu tapi kaya Perang Dunia ketiga hiks. Pokoknya shocking deh, ga boleh lah dibahas di sini hehe. Hal terpenting adalah aku tertampar untuk introspeksi diri lebih serius kini. Kalaupun aku benar, aku ga boleh mentang-mentang, ojo dumeh kata wong Jowo. Lha apalagi kalau aku salah, ya harus tahu diri lah. Tentang salah ini, kadang kita lupa ya kalau dosa kita tuh sebenarnya buanyak tapi orang lain kan tidak tahu. Jadilah kita sok innocent. Please don’t do that. Tetaplah tahu diri dan rendah hati. Allah masih berbaik hati menutupi aib kita hingga kita tidak merasa malu hati dan rendah diri.

Weekend keempat, masih nggak ke mana-mana. Beli mangga yang sudah kurang bagus 2 kilo, daripada numpuk banyak gitu akhirnya kubikin puding mangga dan es loli mangga. Sayangnya nggak difotoin hihi. Penampakane ga menarik blas soale hehe. Resep puding mangga dapat dari gugling, milih yang paling mudah cara dan bahannya. Kalau es loli, kebetulan ada cetakan esnya, sayang kalau nggak pernah dipakai, makanya bikin deh buat anak-anak. Mangga tinggal diblender kasi gula atau SKM sesuai selera dan dimasukkan ke cetakan esnya, bekukan  jadi deh.

Weekend kelima, aku dan misua hunting gadget baru di Roxy. Ya karena Selasa sebelumnya BB jadul kesayanganku hilang dicopet di kereta huhuhu. Kalau hape misua memang sudah waktunya ganti, lha sudah sering mati-mati sendiri sih. Cerita lengkapnya ada di rumah sebelah sih hehe.
Eh, ini ngejurnal dari gadget baru lhoo ihiiir. Semoga jadi lebih sering nulis di kedua blogku, aamiin.
Read More

Rabu, 13 November 2013

Buku Hasil Hunting

Jadi nih ya, sampai sekarang masih terbayang-bayaaaang di mataaaa (bacanya pake nada dangdut ya :D) masih berangan-angan bisa balik ke book fair lagi. Sabar deh sabar, mending menanti event lainnya yang pasti jauh lebih keren, lebih banyak diskon, dan lebih banyak penerbit yang ikutan yak. Pas sedang mengingat-ingat buku-buku murmer harga ndlosor itu,kok ya pas banget aku tetiba diadd ke grup Book Fair Online Mizan di Facebook, waaaah bisa lanjut dong nih hunting novel murmernya xixixi *girang. Ceritanya nih mau pamcol haha, mau kasi liat beberapa buku hasil (agak) kalap di book fair kemarin.

 Semua buku ini hasil berlama-lama muterin stand Mizan yang ada di 2 tempat. Pertama yang di dekat pintu masuk, yang kedua di dalam lapangan badminton indoor itu. Stand lainnya kurang gede sih diskonnya jadi ya kurang menarik *maniadiskon*. Sueneng banget ketika bisa dapet 2 novelnya Ifa Avianty, my favorit writer, ada Simply Love dan Love In Rainy Days. Aku selalu suka novel-novelnya yang bertemakan cinta tapi juga bisa membuat ngakak-ngikik bacanya.


Lalu ada Reinkarnasi, novel lumayan tebal dari mbak Sinta Yudisia. Sebenarnya ada juga Existere, karya dia juga tapi kemarin aku kok ga ambil sekalian ya, nyesel deh sekarang. Mbak Sinta ini adalah seorang istri dari PNS Kemenkeu, IRT dengan beberapa anak, hal pertama yang membuatku jadi tertarik untuk membaca buku-bukunya. Nah, 3 buku paling atas adalah jatahnya anak-anak tuh. Meskipun untuk How To Twist A Dragon's Tale sebenarnya aku juga doyan hehe, ntar bacanya biar gantian sama Syifa. Jatahnya Syifa ada beberapa, buku yang berjudul Pets itu juga untuk anak-anak. Huruf-huruf di dalamnya besar-besar dan ceritanya pun menarik. Kalau buku Jika Aku Jadi Panda, itu untuk Farah yang baru latihan membaca dan juga untuk Azzam yang senang dibacakan buku cerita sebelum tidur.

 Buku dengan judul Pengetahuan Paling Menjijikkan Tentang Manusia ini bagus loh, banyak yang bisa membuatmu bergidik hihihi. Aku punya tempat belanja buku online langganan yaitu di HalamanMoeka, ada grupnya juga di FB. Di sana bisa membeli buku baru maupun bekas. Nah, beberapa bulan yang lalu aku sempat memesan buku pak Hernowo yang berjudul Mengikat Makna tapi sayang kehabisan. Alhamdulillah bisa nemu di book fair kemarin dengan harga 15rb saja :D Syifa pasti seneng nih, dapat jatah buku satu lagi, novel anak dengan judul Jam Rahasia. Sekarang buku-bukunya masih tersimpan rapi di kantor. Nanti kalau weekend baru deh dibawa pulang karena Syifa baru boleh baca novel, nonton film, maupun main- main berlama-lama dengan temannya ya pas weekend saja.
Read More

Selasa, 12 November 2013

My Weekend: Arisan dan Berenang

Sepertinya asyik juga ya kalau menyimpan memori tentang kegiatan weekend dengan cara menulis jurnal di blog, lengkap dengan foto-fotonya (kalau ada). Hitung-hitung untuk nambahin jumlah postingan lah xixixi, sekalian ajang narsis (beeuuh teteeep:p). Sudah dua akhir pekan terlalui di bulan Nopember ini, woo tak terasa yaaa, makin dekat saja ke akhir tahun 2013.

Di Nopember ini, dengan menyesal aku mendapati kenyataan bahwa ada dua event asyik yang tidak bisa kuikuti. Pertama, tanggal 3 Nopember kemarin, ada Pesta Literasi di Perpustakaan DKI Jakarta. Selain  acara Bincang Asyik dengan Para Penulis, masih banyak acara-acara menarik lainnya. Tapii yang membuatku nyesel adalah bahwa ada juga Pelatihan Menulisnya! Huhuhu belum rejeki ya, gegara ketinggalan informasi jadinya nggak bisa ikutan. Sekarang ini aku sedang tertarik banget untuk mengikuti kelas atau pelatihan menulis. Ya udin, insyaAllah lain waktu bisa nimba ilmu kepenulisan di event lainnya, aamiin. Kedua, tanggal 9 Nopember, rencananya aku menghadiri event Nova Ladies Fair di Plaza Barat Senayan. Aku udah daftar lho, huhuhu tapi belom jodoh bisa kopdaran dengan teman-teman maya yang tergabung dalam Ibu-ibu Doyan Nulis dan Ibu-ibu Doyan Bisnis. Pasalnya, hari itu aku menanti kabar dari seorang teman apakah siang itu bisa sama-sama menjenguk seorang ummahat tangguh yang baru saja dioperasi di RS Dharmais. Dan ternyata kabar yang kunanti tak kunjung datang. Siang itu pun kuhabiskan dengan membaca Inkheart yang lagi seru-serunya.

Namanya belum rejeki ya, rencana pun bisa meleset, belum takdirnya. Sekarang ceritain aja deh yang udah kejadian dan ada bukti autentiknya :p Nah, hari Minggu tanggal 2 Nopember itu ada arisan. Hehe emak-emak banget yaaaa, hobi arisan. Ceritanya, ibu-ibu orang tua murid kelas 2 Mina, kelasnya Syifa, tergabung di BBM dan WA grup untuk mempermudah sharing informasi tentang anak-anak dan sekolahnya. Lebih asyik dong kalau bisa rutin ketemuan, mengeratkan tali silaturahim gitu judulnya. Maka, diadakanlah arisan rutin ini tiap bulannya. Kali ini diadakan di Cafe Tamani, Bintaro Plaza, pertemuan perdana nih, sayang tidak banyak yang bisa hadir. Weekend gitu loh, banyak yang punya acara keluarga ya. Meski ada juga yang datang cuma say hi, cipika cipiki trus pulang.Sekilas ngebahas tentang Tamani Cafe, beeuuhh harga makanannya mihil-mihil hahaha, ga cocok sama kantong ala wartegku. Jadi ya cuma mesen es krim aja, dapet seuprit harganya 27rb *pengsan.


Wiken berikutnya, Minggu tanggal 10 Nopember adalah saatnya untuk memenuhi janji kepada anak-anak yaitu berenang. Sudah sejak lama anak-anak ingin berenang, tapiii ini bapaknya yang (sok) sibuk melulu. Nah, kemarin itu Syifa sudah pasang wajah berharap poool, dia semangat bantuin aku menyiapkan baju ganti dan baju renang untukku dan adik-adiknya. Alhamdulillah, aku juga lega bisa memenuhi janji pada mereka. Kadangkala keinginan mereka itu kan nggak banyak, nggak ribet, tapi kami sebagai orang tua yang seringkali meremehkan dan menunda-nunda.

Azzam girang banget bisa nyemplung, namanya bocah ya, main air itu kan anugerah banget haha. Aku aja doyan kok :p Kami berenang di Tirta apaa gitu namanya di daerah Ceger. Masuknya per orang cuma 12ribu aja, kalau hari biasa 10ribu. Tapi ya namanya murah, nggak ada fasilitas mainan yang macem-macem sih, cuma perosotan doang satu. Pokoknya ada air udah cukup, bisa berendem kecipak-kecipuk hehe.

Weekend depan mau kemana dan mau ngapain ya? Lom kebayang sih, kalau akhir bulan gitu kan udah bokek, biasanya di rumah aja. Pengen ah praktek bikin kue apa gitu yang gampang, insyaAllah.

Read More

Jumat, 08 November 2013

Bookfair November 2013


Begitu tahu bahwa akan ada book fair, langsung deh bungah rasa hati ini hihi. Pokoknya event book fair itu bagaikan surga dunia*lebaydetected. Kondisi bokek sekalipun akan tetap membawa kaki ini melangkah kesana :D Biarlah tidak membeli buku yang penting bisa berada di antara ribuan buku yang beraneka warna dan rasa. Loncat kesana kemari sekedar membaca sinopsisnya ataupun hanya sekedar ingin tau covernya saja lebih dekat, pegang-pegang, colek-colek. Kalau bukunya bagus, masuk wish list lah (kalau pas amat sangat bokek). Kalau kebetulan harganya ndlosor murmer ya dibelilah hihihi.

Book fair kali ini bertemakan Knowledge Transformation, maka jangan heran saat memasuki pintu depan akan ada bau-bauan aneh menyambut. Ga ngeh juga sih bau apa tepatnya, tapi mungkin bau dupa, wangi aneh gitu lah. Sumber baunya kemungkinan dari stand The Ministry of Higher Education of Saudi Arabia, aku ga ngecek lagi kemarin. Lebih tertarik untuk segera hunting buku murmer soale :p Selain itu ada juga stand kebudayaan dari Sulawesi (kalau tidak salah lirik haha). Pokoknya sudah semangat 45 begitu masuk langsung ke stand Mizan. Buanyak buku terutama novel-novel dengan diskon dari 20%, 30% sampai dengan 50%. Selain itu, ini nih yang kucari, novel-novel dengan harga ndlosor dari 5 ribuan sampai dengan 20 ribuan. Banyaaaak deh pilihannya. Buku-buku anak juga loh ya, harga mulai 5 ribuan. Nggak cukup sejam deh muterin Mizan doang haha.

Kebetulan kemarin ada teman yang nitip untuk dibelikan Al-Qur'an yang edisinya per juz, mau dipake untuk hafalan katanya. Sayang, setelah aku keliling-keliling ternyata yang dicari tidak ada. Adanya hanya berbagai penerbit Islami yang menjual Al-Qur'an berbagai ukuran, jenis, dan warna. Ada yang menggunakan e-pen, ada yang guede warna-warni, eh ada Al-Qur'an couple juga loh. Sudah dikemas cantik dalam wadah, bisa untuk acara seserahan pas lamaran tuh. Mupeeeng deh liatnya, sayang bulan lalu sudah beli Al-Qur'an wanita berwarna pink lagi haha, daku banget.

Memang sih, sepengetahuanku hanya Islamic Book Fair saja yang paling banyak menyedot massa. Hari-hari biasa saja sudah tumplek, apalagi kalau pas akhir pekan, waduuuh tumplek blek bin uyel-uyelan. Secara nih kalau Islamic Book Fair itu lengkap ga hanya buku tapi juga dari baju muslim/ah sampai kaos kaki ada juga, ya tho. Kalau event-event book fair yang lain ya menurutku biasa saja, nggak rame pake banget. Kemarin saja masih lumayan banyak stand yang kosong tanpa penyewa.

Oya, di book fair kemarin diselenggarakan juga beberapa acara yang cukup menarik. Pas aku kesana, ternyata bertepatan dengan dengan lomba menari dan membaca anak-anak TK. Wah, ramee deh anak-anak kecil beserta ibunya. Seru-seruan ikut milih-milih di stand buku anaknya Mizan. Berikut sekilas info tentang berbagai acara di sana:

Acara menarik untuk anak-anak:
• Pentas Baca, Pentas Seni bersama biMBA AIUEO
• Lomba Tari Daerah Tingkat TK dan SD
• Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD Kelas 1—3
• Kids Fashion Competition: Islamic Fashion (Kategori Usia 4—6 th dan 7—10 th)
• Lomba Mewarnai Kaligrafi Tingkat TK dan SD

Kuliah Umum (Knowledge Transformation) untuk Siswa SMA dan Mahasiswa:

• “Dream & Action” bersama Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, Msi (Mantan Walikota Jakarta Pusat, Deputi Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta)
Rabu, 6 November 2013 Pk. 15.00—17.00 wib

• “Big Dream, Make It Happen” bersama Thomas Sugiarto (Enterpreneur)
Jumat, 8 November 2013 Pk. 15.00—17.00 wib

Sekalian kucomotkan susunan acara untuk tangal 8, 9, dan 10 Nopember 2013 yak. Biar makin mupeng yang belum sempat kesana hehe. Info diambil dari sini.

Jumat, 8 November 2013
Pk. 09.00—17.00 Lomba Mewarnai, Pentas Baca dan Pentas Seni biMBA AIUEO (Selasar Atas)
Pk. 10.00—11.45 Seminar Parenting “Mendidik Karakter dengan Karakter” Bersama Ida S. Widayanti (Panggung Utama)
Pk. 14.30—16.45 Kuliah Umum (Knowledge Transformation): “Big Dream, Make It Happen”
Bersama Thomas Sugiarto-Entrepreneur (Panggung Utama)
Pk. 17.00—17.45 Indonesian Literature Online Bersama Yayasan Lontar (Panggung Utama)
Pk. 18.00—20.45 Talkshow “My Pasion My Career” Bersama Ardiningtyas-www.konsultankarir.com (Panggung Utama)

Sabtu, 9 November 2013
Pk. 09.00—17.00 Lomba Baca Cerita Pendek Tingkat Usia TK Se-Indonesia bersama biMBA AIUEO (Selasar Atas)
Pk. 10.00—12.00 Talkshow “Menulis Novel Perjalanan” Bersama Agustinus Wibowo (Panggung Utama)
Pk. 12.00—13.45 Kebaya Muslimah by 3 of Us (Panggung Utama)
Pk. 13.00—17.45 Seminar “Cara Menumbuhkan Minat Baca dan Belajar Anak” Bersama
biMBA AIUEO (Ruang Kenanga 1-2)
Pk. 14.00—15.45 Talkshow “Menulis Hobi atau Profesi?” Bersama Wina Idol, Coco Elvis
@pepatahgombal dan Sari Musdar (Panggung Utama)
Pk. 16.00—17.45 Talkshow “Drunken Monster” Bersama Pidi Baiq (Panggung Utama)
Pk. 18.30—20.45 Talkshow “The Naked Traveler” Bersama Trinity Traveler
(Panggung Utama)

Minggu, 10 November 2013
Pk. 09.00—17.00 Lomba Baca Cerita Pendek/Berita Tingkat Usia TK Se-Indonesia bersama biMBA AIUEO (Selasar Atas)
Pk. 10.00—11.45 Talkshow “Princess, Bajak Laut dan Alien” Bersama Clara Ng dan Icha Rahmanti (Panggung Utama)
Pk. 12.00—13.45 Konsultasi Desain Interior Bersama Vani Anggreswita (Panggung Utama)
Pk. 14.00—15.45 Meet & Greet dan Talkshow “Rantau 1 Muara” Bersama A. Fuadi (Panggung Utama)
Pk. 16.00—17.45 Talkshow “No One to Someone” Bersama Nina Moran-Go Girl Magazine (Panggung Utama)
Pk. 18.00—20.45 Meet & Greet KOCOK! Arisan Sosialita Bersama Nadia Mulya dan Joy Roesma (Panggung Utama)


Ssstt, tau ga, sebenarnya kemarin itu belum puas kalapnya hihihi. Masih pengen balik lagi kesana, tapi yaaa sepertinya waktunya tidak memungkinkan. Kemarin saja alhamdulillah tiba-tiba dapat teman jalan bareng, bumil yang lagi ngidam buku. Kalau nggak ada dia, setengah hati ah jalan sendiri :p

Read More

Jumat, 01 November 2013

November Rain


Guns N Roses – November Rain Lyrics


When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you
Don’t you know I feel the same

‘Cause nothin’ lasts forever
And we both know hearts can change
And it’s hard to hold a candle
In the cold November rain

We’ve been through this such a long long time
Just tryin’ to kill the pain

But lovers always come and lovers always go
An no one’s really sure who’s lettin’ go today
Walking away

If we could take the time to lay it on the line
I could rest my head
Just knowin’ that you were mine
All mine
So if you want to love me
then darlin’ don’t refrain
Or I’ll just end up walkin’
In the cold November rain

Do you need some time…on your own
Do you need some time…all alone
Everybody needs some time…on their own
Don’t you know you need some time…all alone

I know it’s hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn’t time be out to charm you

Sometimes I need some time…on my
own Sometimes I need some time…all alone
Everybody needs some time…on their own
Don’t you know you need some time…all alone

And when your fears subside
And shadows still remain
I know that you can love me
When there’s no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
‘Cause nothin’ lasts forever
Even cold November rain

Don’t ya think that you need somebody
Don’t ya think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one
You’re not the only one


Aaarrggh i like this song. Lagu kesukaan jaman dulu, dengerin berdua sama yayang. Manggut-manggut sambil nyanyi-nyanyi kecil, sembari memegang buku bahan ujian besoknya. Ya gitu deh, belajar kalau sepi malah ngantuk, maka ditemani oleh alunan lagu merdu nan syahdu (bukan dangdut yak) tentunya akan sangat menyenangkan.

Welcoming November. Tanggal satu euuy, gajiaaan. Mau pulang kantor tapi malah hujan deres pake banget. Bakalan berbasah ria nih, membayangkan dinginnya air juga. Meski memakai jas hujan, jarak kantor - rumah yang jauh pasti tetap saja akan membuat kami basah dan kademen. Sukur-sukur nggak bikin masuk angin deh. Tapi besok wiken looh, gpp wis sore ini main hujan, besok bisa bangun siang horeee :D

Met wiken yak temans, selalu nyalakan semangatmu meski harus berjibaku dengan dinginnya hujan di bulan November ini ^_^
Read More

Rabu, 30 Oktober 2013

October Roller Coaster

Oktoberku diawali dengan sms panggilan diklat dadakan. Mungkin karena suatu hal yang entah apa, surat pengumuman dan pemanggilan calon peserta diklat itu belum ditandatangani oleh big bos yang berwenang sehingga belum bisa diunggah di web kepegawaian kantor. Akhirnya pemberitahuan waktu dan tempat pelaksanaan pun disebarkan melalui sms kepada para pegawai yang bersangkutan. Akulah salah satunya.

Seneng juga dipanggil diklat. Pertama, nambah ilmu (nggaya). Ya dong, biar otak nggak karatan hehe. Apalagi diklat ini temanya bikin serem, Tindak Pidana Perpajakan, wooo. Kedua, rehat dari rutinitas kantor. Ikut diklat berarti ada kegiatan berbeda dari biasanya. Ketiga, ada kemungkinan bisa reunian sekalian. Nggak selalu sih, tapi kalau pas beruntung saja misal ada teman seangkatan kita yang dapat jadwal diklat juga. Nah, kemarin itu alhamdulillah aku bisa ketemu salah satu teman sekelas jaman kuliah di Makassar, namanya John asli Papua. So lama nyandak ketemu hihi, 10 tahun kali ya. Plus ketemu sama teman semasa tugas penempatan di Majene, namanya Awal. Heem, terakhir ketemu ya 3 atau 4 tahun yang lalu. Selain itu ikut diklat bisa nambah kenalan baru tentu saja. Keempat, pas dapat tempat diklat di hotel berarti bisa makan makanan yang lain dari biasanya hahaha, hobi bangeeet. Sayang, fasilitas menginap gratis di hotel berbintang selama 5 malam kulewatkan saja, lha masa mau ninggal anak dan suami di rumah! Padahal begitu Syifa tau kalau emaknya bisa nginap di hotel, dia ngebeeet bujuk-bujuk terus agar bisa ikut nginep. Hahaha, lha terus opo sekolahmu ate mbolos Nduuuk? Ada-ada saja.

Setelah diklat usai, balik lagi ngantor, balik lagi ke rutinitas yang kok ya bikin rodo males :p (biasane juga males kalee). Masa-masa yang biasanya datar tanpa gejolak ternyata berganti teramat cepat. Ngagetin naik turunnya seperti roller coaster. Aku dan suami sampai stres juga menghadapi masalah lama yang makin parah ini. Musibah atau ujian, sebut saja demikian. Selama bertahun-tahun hidup nyaman tanpa batu besar menghalang, tetiba Allah menyentil dengan masalah yang cukup rumit dan membuat esmosi jiwa. Namun, sesungguhnya aku mensyukurinya. Dengan ujian seperti ini, kami diingatkan untuk tetap rendah hati, tetap ingat bahwa Allah yang paling berhak memutuskan segala sesuatunya. Bahwa tidak ada tempat untuk memohon dan meminta pertolongan selain kepadaNya.

Kami tersungkur namun berusaha tegak kembali. Baiklah, banyak introspeksi diri adalah hal yang mutlak, berbenah. Bersama kesulitan ada kemudahan. Dan aku bersyukur sudah pernah merasakan saat-saat seperti itu. Benar-benar pasrah kepadaNya dan terus berusaha maksimal sambil berdoa. Alhamdulillah jalan keluar sedikit demi sedikit terbuka bagi kami sekeluarga. Rasa lega teramat sangat, namun tidak boleh kembali melenakan. Tau sendirilah gimana manusia, kalau pas butuh n susah aja, melas-melas deh minta sama Allah. Eh, pas udah dikasi enak, balik bandel lagi, ckckck.

Banyak hikmah tersebar pada setiap kejadian, yup! Kini aku sedang berusaha mengumpulkan serakannya, belajar memahaminya, dan mengambilnya untuk suatu perubahan. Ini lho, jelek-jelekku yang kudu diilangi, ini lho baik-baikku yang harus ditambah. Wow semua makin jelas diperlihatkan. Allah memang sutradara dengan skenario yang paling hebat. Subhanallah.


Read More

Kamis, 26 September 2013

Temu Kangen

Terakhir bertemu Mama dan Papa adalah ketika adikku menikah di Juni 2012 yang lalu. Eh, nggak ding, di bulan Juli 2012 orang tuaku beserta adikku dan suaminya datang ke Jakarta, dalam rangka untuk menemani kami pindahan ke rumah baru di Bintaro. Lebaran 2012 dan 2013 aku dan keluarga kecilku tidak mudik, jadi tepatnya sudah setahun 2 bulan tidak bersua dengan kedua orang tuaku. Kalau ditanya, "Kangen ga sih?" tentu saja jawabnya kangen dong ah, masa sih nggak hehe.

Kebetulan yang menyenangkan adalah ketika ada saudara sepupuku di Mampang mau menikah. Dia adalah anak dari kakaknya Mamaku alias Pakdheku. Beliau pensiunan polisi dan memilih untuk tinggal di Jakarta setelah melanglang buana ditugaskan di berbagai kota di Indonesia. Nah, orang tuaku pun lalu berencana untuk hadir, sekalian mau menjenguk cucu-cucunya alias anak-anakku yang sudah lama tidak bersua. Aku senang, tentu saja. Apalagi si bungsu Azzam sedang lucu-lucunya, bandel pula alias mbethik. Selama ini orang tuaku hanya bisa mendengar polah si Azzam dari ceritaku di telepon atau dari foto-fotonya yang ku-upload di Facebook.

Jum'at, 6 September kemarin sedianya mereka sampai di Stasiun Gambir sekitar pukul 6 pagi. Aku baru tahu kalau sekarang jadwal KA Gajayana sudah berubah. Jam keberangkatan dari Malang lebih awal sehingga sampai di Jakarta lebih pagi. Kalau dulu berangkat jam 5 sore sekarang jam 3 sore dari Malang dan sampai di Jakarta jam 6 pagi, padahal kalau dulu ya jam 8 atau 9 pagi. Mereka ragu-ragu kalau langsung naik taksi ke Bintaro karena tidak tahu jalan, takutnya nanti dikerjain oleh supir taksi yang nakal. Oleh karena itu akhirnya disepakati bahwa kedua orang tuaku akan menungguku menjemput mereka. Tentu saja aku harus mampir ke kantor terlebih dahulu, setor jari di mesin finger print lantas naik ojek ke Gambir. Sekitar jam 8 lewat baru aku sampai di sana, lumayan juga sih orang tuaku menunggu selama kurang lebih 2 jam. Untung saja di Gambir banyak tempat makan yang buka dan ruang tunggunya juga nyaman.

Kali pertama Azzam bertemu kakek dan neneknya, dia masih malu-malu dan takut. Namun, setelah agak lama dia mulai berani dan mau dipeluk dan digendong. Sepertiya sih karena dia senang mendapatkan oleh-oleh jajanan yang sedos gede itu deh, jadi mau deket-deket kakek neneknya hahaha, disogok dulu. Selain itu, Azzam sebelumnya terlihat mengamati kakaknya yang langsung nemplok dan bermanja-manja pada kakek neneknya. Mungkin dia heran ya dan bertanya-tanya siapakah kedua orang ini. Ada Mama dan Papa memang menyenangkan, aku pun bisa pula bermanja-manja haha.

Nah, acara pernikahan sepupuku diadakan pada hari Minggu tanggal 8 September di kediaman Pakdhe. Acara akad nikah yang cukup sederhana dan simple, hanya dihadiri keluarga dekat dan tetangga. Pernikahan ini adalah yang kedua bagi sepupuku, dan kali ini dia mendapatkan jodoh seorang lelaki bule asal Jerman (kayanya hihi). Senang sekali bisa bertemu dengan sanak saudara, ada Pakdhe, Budhe, Tante, dan sepupu-sepupu yang datang dari Jawa Tengah. Alhamdulillah silaturahim bisa terjalin kembali di sela-sela kesibukan masing-masing yang tiada habis.

 Warna-warni tungal ika yaaa hehe. Ini hanya sebagian kecil dari sanak saudara lho. Jadi kangen masa kecil ketika ngumpul Lebaran. Momen-momen seperti dulu sudah sulit didapatkan.


Nah, ini dia.... Foto keluarga kecilku, Mama dan Papaku dan pasangan pengantin yang sedang berbahagia. Barakallahu....




Read More

Senin, 16 September 2013

Mepet Melulu

Huff..huff..huff..ngos-ngosan nih. Ngejar deadline ini ceritanya, ya karena berniat ikut meramaikan undangan menulis seperti yang ada di postinganku sebelumnya. Tapiii, masih menggunakan cara mefet mania. Kalau jaman kuliah dulu ya SKS namanya, Sistem Kebut Semalam. Adanya main-main melulu, eh pas mau ujian baru deh sedia kopi dan camilan segambreng buat melekan. Etapi dulu itu seneng loh, secara belajarnya rame-rame. Ga cuma anak-anak kos di Dangko 19 (alamat rumah kontrakanku dulu rame-rame bareng teman) saja, tapi juga teman-teman yang kosnya di tempat lain ikutan ngungsi ke tempatku. Asli heboh ngalong bareng, bawa buku, mojok, ada sendirian ada yang rame-rame. Kalo yang sendirian berasa kaya dukun hehe. Dilihat dari jauh, sesekali matanya menerawang sambil komat-kamit, padahal ya menghapal bahan ujian :p Enakan berdua apa bertiga, bisa sesekali tukar pertanyaan, tebak-tebakan, atau bercerita eh lalu keterusan ngegosip hahaha.

Kok jadi nostalgila yak hoho. Cuma mau bilang, apa-apa itu harusnya dipersiapkan jauh-jauh hari, dipersiapkan dengan matang, nggak grusa-grusu apalagi gubrak-gubruk (atit doonk). Nah, sejak aku post undangan menulis itu, sebenarnya sudah ada ide mau menulis apa, ya pengen ikutan aja lah. Lagipula aku memang belum pernah menuliskan cerita tentang Cinta Buta versiku ke media apapun. Tapii kok ya si mood nulis ditunggu-tunggu malah nggak muncul-muncul. Fyuuh, menulis dengan modal mood memang membahayakan sodara-sodara. Bisa-bisa kita impoten, tidak menghasilkan satu tulisan pun untuk jangka waktu yang lama, ya gegara ga ada si mood ini.

Tadi aja nih, sedari pagi ngetem di depan kompi. Semalam sudah nulis-nulis sedikit tentang Cinta Buta versiku, tapi belum 100% selesai. Maka kulanjutkan sejak pagi hingga pukul 11 lewat, masih belum selesai juga, padahal DL-nya jam 12 siang naskah harus sudah dikirim ke email penerbit yang bersangkutan. Olala, nulis secepat kilat, ga pake poles-poles dah, masalah nanti tulisannya terpilih atau tidak itu nomer terakhir. Targetku adalah aku bisa menyelesaikan tulisanku dan mengirimkannya. Sudah kuanggap hutang soalnya, hehe. Kalau aku bisa nulis sejak kemarin-kemarin sih maybe hasilnya lebih enak dibaca ya hoho. Yup, sukanya mefet meyuyu ciiih :p. 

Nah, aku ini suka bilang ga dapet mood, blog terbengkalai deh. Padahal yang namanya ide aka inspirasi itu ada di mana-mana. Apa saja yang kita lihat, kita dengar, maupun kita rasa bisa lho menjadi bahan tulisan. Tapi yaaa, lagi-lagi alasan mood dan kesempatan alias waktu. Suka ngiri pada teman yang bisa posting rutin, ya paling nggak berapa hari sekali kek. Eh..eh..malah ada yang rutin setiap hari loh, bahkan sehari bisa 4 sampai dengan 5 postingan hoho. Notifikasi di gmailku sampai penuh oleh postingan dia, colek bang Jampang ah.

Oke deh, jauuuh mah kalau aku mau dibandingkan dengan dia ya. Secara aku WM dengan anak 3 biji. Kalau mau rajin posting berarti aku harus pandai-pandai atur waktu yang sama-sama 24 jam dimiliki semua manusia ini. Paling tidak aku harus bisa nyepi di malam hari setelah anak-anak tidur untuk corat-coret di buku catatanku agar esok paginya bisa dipost di blog, ya kan, ya tho? Nah, berarti lagi nih, pagi-pagi setelah rutinitas sarapan di kantor, sesegera mungkin harus memindahkan coretan hasil semedi semalam ke blog, agar seharian setelahnya bisa lebih fokus kerja, gitu.

Ya, ya, ya, ini sedang manggut-manggut sendiri hehe. Pengen ah bisa kaya gitu, hayuk..hayuk.


Read More