Rabu, 26 Februari 2014

Bagaimana Mencintai Wanita? (Ala Lagu)

To really love a woman,To understand her,You've got to know her deep inside ...
Hear every thought,See every dream,And give her wings when she wants to fly.
Then when you find yourself lying helpless in her arms ...
You know you really love a woman
When you love a woman,You tell her that she's really wanted.
When you love a woman,You tell her that she's the one.
She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?

To really love a woman, Let her hold you,Till you know how she needs to be touched.
You've got to breathe her, really taste her,Till you can feel her in your blood.
And when you see your unborn children in her eyes ...You know you really love a woman.
When you love a woman,You tell her that she's really wanted.
When you love a woman,You tell her that she's the one.
She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?

You've got to give her some faith,Hold her tight, a little tenderness.
You've got to treat her right. She will be there for you taking good care of you ...
You really gotta love your woman.
And when you find yourself lying helpless in her arms,You know you really love a woman.
When you love a woman,You tell her that she's really wanted.
When you love a woman,You tell her that she's the one.
She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?

*a song by Bryan Adams

Yup, aku lagi dengerin lagu-lagunya Bryan Adams sembari merekam surat masuk, pekerjaan rutinku sehari-hari di kantor. Dan sampailah giliran lagu Have You Ever Really Love A Woman, membuatku menghentikan ketukan jemariku pada keyboards sejenak untuk menyimak liriknya. Baiklah, ini lagu untuk menyarankan pria nggombal memang hehe, tapi memang begitulah kurang lebih seharusnya seorang pria memperlakukan wanita. Lebih tepatnya, seorang suami memperlakukan istrinya.

Wanita makhluk yang lembut, ya tho, meski ia bukan lelembut *hiiyy*  Wanita itu perasaannya halus gitu lhoo, tapi awas jangan dibilang makhluk halus ya! *jitak. Wanita mudah sekali termehek-mehek, suka banget digombali (nah lo!) makanya banyak yang kena korban para PHP yang merajalela di mana-mana ckck. Kalau digombali sama suami mah ga apa-apa yaak, suami mah kudu bin wajiib ngegombal. Ga tiap hari ga apa-apa deh, asal istri diberi dosis vitamin gombalisasi meski sedikit *maksa :D

When you love a woman,You tell her that she's really wanted.
When you love a woman,You tell her that she's the one.
She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.

Yeah, setujuu sama katanya om Brian, wanita suka merasa diinginkan, maunya hanya jadi satu-satunya, ga mau dimadu hoho. Menua bersama? It's so romantic hahaayy.

You've got to give her some faith,Hold her tight, a little tenderness.
You've got to treat her right. She will be there for you taking good care of you ...
You really gotta love your woman.

Inget kan gimana perlakuan Rasulullah kepada para istrinya, lembut booo. Tegas tapi ga kasar, ga songong, ga semena-mena. Kalau suami bisa benar dalam memperlakukan istrinya, insyaAllah istri akan benar-benar tulus ikhlas berbakti pada suami, ciyus! *ketularanalay :p
Baiklah, memang tidak hanya suami yang harus berlaku baik pada istri, pun sebaliknya. Jadi sama-sama berusaha, sama-sama menjaga komitmen dalam pernikahan, sama-sama menjaga kesuburan cinta agar tidak mudah layu terkena musim pancaroba yang akhir-akhir ini selalu melanda. Anak-anak saja sampai sering sakit-sakitan lho sekarang kena batuk pilek berkali-kali. Eh, jadi ngelantur hihihi. Pokoknya gitu deh. Jaga kesehatan yak, semuanya ^_^








Read More

Selasa, 18 Februari 2014

MAMIGAYA Baju Menyusui

Mau pamer aaahh hoho. Ini lho sebagian barang jualan online-ku sekarang, MAMIGAYA baju menyusui. Launching sejak April 2013 yang lalu, baru yaaa. Etapi perkembangannya langsung melesat lho. Harganya yang terjangkau dan kualitasnya yang oke membuat banyak ibu-ibu jatuh cinta pada MAMIGAYA. Menjadi reseller MAMIGAYA menyenangkan lho, soale bisa kontak sama ibu-ibu menyusui yang lantas ngobrol berlanjut dengan membicarakan anaknya yang sedang lucu-lucunya, atau kontak dengan ibu-ibu hamil yang sedang happy menantikan buah hatinyanya lahir. Asli, aku bisa ikut bahagia mendengar cerita bahagia mereka.

Berminat dengan baju menyusui dan (ada juga) baju hamil MAMIGAYA? Monggo colek daku via WA 081355420415 atau invite pin BBku 73e23f02. Silakaaan ^_^







Read More

Darah Pedagang

Apakah ini hobi atau darah keturunan dari orang tua? Entahlah, hehe. Memang sih, Papaku dulu ketika jaman celana cutbray lagi ngetrend, beliau bekerja di Jamu Sido Muncul, bukan di pabriknya tapi jualan jamunya sampai ke Palembang. Beliau ngekos di sana dan buka kedai jamu kalau malam hari. Lalu Mamaku, jamanku masih SD, beliau sudah rajin nitip jajanan untuk dijual di kantin SMP tempat beliau mengajar. Aku dulu ikut sibuk membantu membungkus jajanan kering itu ke dalam plastik dan menutupnya dengan cara plastik didekatkan pada nyala lilin. Jadi kemasannya bisa tertutup rapat. Lumayan, aku bisa sambil ngemil hoho. Lambat laun Mama mulai merambah ke bisnis perkreditan, biasalah emak-emak, paling suka kalau beli barang yang bisa dicicil. Berawal dari karpet yang beraneka warna sampai akhirnya ke barang elektronik. Alhamdulillah, orang tuaku akhirnya bisa membangun rumah sendiri karena jerih payahnya itu, sama sekali tanpa bantuan pinjaman bank atau koperasi.

Lalu bagaimana denganku? Awal aku berjualan kelas 1 SMA, kakak sepupuku membuat kerajinan tangan berupa dompet dan aku yang menjualkannya, laku beberapalah. Lalu ketika selesai kuliah dan mulai magang di kantor, aku iseng-iseng membawa katalog Sophie Martin, Oriflame, dan Capriasi lantas menawarkannya pada para pegawai. Alhamdulillah orderan pun berdatangan. lumayanlah untuk tambahan uang jajan. Nah, ketika aku sudah bekerja dan mempunyai penghasilan, aku mulai tergiur untuk memakai uangku sebagai modal berdagang.
Sekitar tahun 2004, dengan ijin suami aku memulai bisnis kecil-kecilan, waktu itu kami masih tinggal di Majene. Gegara berlangganan majalah Ummi, di sana banyak terdapat iklan baju muslim dan jilbab beraneka jenis, asli mupeng. Awalnya dari keinginan membeli untuk dipakai sendiri, lalu terlintas pemikiran bahwa pasti teman-teman pengajianku banyak yang mupeng juga nantinya dan pasti tertarik untuk membeli dariku. Begitulah, karena banyak teman yang juga berlangganan majalah Ummi, jadi mereka semangat sekali kalau aku berjualan barang yang memang mereka butuhkan dan mereka inginkan. Dulu itu memang usaha konveksi baju muslimah baru mulai menggeliat, jadi untuk syarat reseller masih cukup mudah dan murah. Modalnya tidak terlalu besar, kadang sudah bisa jadi reseller hanya dengan membeli beberapa potong baju/jilbab saja. Untuk orderan berikutnya kita bisa memesan sesuai permintaan pasar, cukup mudah bukan?

Kalau jualan online, pertama kali aku mencobanya di tahun 2010 ketika sudah pindah tugas ikut suami ke Jakarta. Sebenarnya ketika di Majene sudah tertarik untuk mencoba namun lokasiku yang jauh dari mana-mana membuatku mengurungkan niatan. Jualan online dengan barang dagangan dikirim dari Majene tentu saja akan membuat cost-nya besar, kalah saing dong dengan harga online seller di kota-kota besar. Barang dagangan yang kujual secara online untuk pertama kalinya adalah daster bordir khas Malang. Aku menjualnya via Facebook dan Multiply. Berlanjut ke VCD anak Islami dan baju muslimah sampai dengan sekarang. Asyik sih ya, banyak pengalaman yang bisa didapatkan dengan menekuni bisnis kecil-kecilan ini.

Tak hanya online, aku sekarang juga masih ngider alias jualan offline kok. Beneran ngider dari lantai ke lantai di tempatku bekerja. Lumayanlah, di gedung ini saja ada 26 lantai, belum lagi di 2 gedung sebelah yang juga masih seinstansi. Sayangnya, jualan ngider ini memang lebih memakan waktu dan melelahkan. Jangan sampai pekerjaan malah terbengkalai, bisa diprotes atasan nanti hohoho. Jadi ya, bagaimana caranya agar bisa menyelaraskan tertunaikannya pekerjaan utama dan sampingan biar bisa seiring sejalan. Bisnis sebagai pekerjaan utama? Entahlah, belum terpikirkan untuk saat ini, mungkin nanti. Saat ini lebih fokus ke menambah income tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Do'akan aku ya teman, agar semua yang kulakukan penuh berkah, aamiin.
Read More

Kamis, 06 Februari 2014

Demam Cilok


Tetiba demam cilok! Mungkin karena terlalu sering baca status promosinya mbak Rika Afwaja di Facebook, lama-lama alam bawah sadarku terkontaminasi oleh kata "cilok" hahaha.Terbayang dahulu kala jaman SD, aku lumayan suka jajan cilok di dekat sekolah. Langganan pentol ciloknya Pak Jenggot, penjualnya seorang bapak setengah baya berjenggot panjang, agak serem gitu kelihatannya. Seingatku, rasa ciloknya lumayan enak, bikin ketagihan jajan cilok. Ya Allah, masa segitu lamanya sih aku ga pernah makan cilok lagi ckckck.

Nah, pantaslah sekarang ini aku mupeng banget sama cilok. Sudah order juga ke mbak Rika via FB, cilok isi ayam sepak Rp30ribu isinya 30 biji. Ada juga yang isi keju harga sama tapi isinya hanya 25 biji. Sampai sekarang belum nyampai sih, eerr kayanya aku lom transfer wakakaka, malah jadi keingetan sekarang. Saking pengennya, mataku sampai berbinar-binar ketka melihat gerobak pedagang cilok mangkal di pinggir jalan. Ketika berangkat kantor, ada beberapa gerobak yang mangkal sebelum lintasan KA di Bintaro Permai. Aiih, ngeces. Beberapa kali aku colek-colek si mas, dia nggak mampir beli, lanjut gaaass :( Ealah pas pulang kantor lihat ada penjual cilok yang mangkal di depan Giant Bintaro Sektor 2, wooo maauuu! Cubit-cubit si mas, hiks dia malah ngegodain doang. Tetap ngegas sambil bilang, "Mau cilok ya?" tapi nggak berhenti, sebeeell *kluartanduk. Nasib orang diboncengin ya, kudu pasrah.

Sampai rumah akhirnya cerita ke si mbak kalau aku pengen banget cilok. Si mbak juga cerita bahwa dia pernah jajan sama anak-anak, cilok yang di gerobak, duuh yang aku pengen banget itu. Cliing, langsung saja ada ide di kepala, nitip cilok ke si mbak! Asyeeek, finally Sabtu pekan lalu si mbak datang membawa seplastik cilok Rp3ribu isi 6. Huaaaa rebutan! Kenyol-kenyol pedas asik, enak makan rame-rame gitu, asal semua kebagian.

Mungkin karena si mas suka sama cilok yang dibawakan si mbak ya, kok beberapa hari yang lalu tiba-tiba dia berhenti di penjual cilok yang di depan Giant. Waah, seneng dong aku, aku dibeliin euuy, akhirnyaaa. Tak lama kemudian, ketika motor sudah melaju, ealah dia kasih kode agar aku nyuapin cilok ke mulutnya. Ealaaah, ternyata dia yang pengen cilok, bukan semata-mata beliin aku, ckckck. Cilok panas gitu ga sabaran banget pengen makannya, kulihat tusuk lidinya, wuiiih tajam banget. Aku sudah parno aja, takut pas kusuapin, bibir dia bakal tertusuk gitu, kan seyeeem. Secara motor lagi melaju. Aaarrgghh, was-was jadinya, setiap mau nyuapin aku lihat sikon jalanan dulu, jangan sampai kena jalanan rusak, nanti bisa nggak pas nyuapinya.

Tadi pagi ketika berangkat ke kantor, eeeh si mas mampir lagi di penjual cilok yang ada di pinggir jalan sebelum lintasan KA. Halah, ada-ada saja ni si mas. Fyuuh, akhirnya aku berasa main akrobat lagi. Seplastik cilok puanas di tangan kiri yang berusaha aku campur agar pedas dan asinnya merata, sedangkan tangan kanan berusaha menusuk cilok dan menyuapkannya ke si mas tercintah @_@. Alhamdulillah, tusukannya tumpul jadi aku tidak terlalu khawatir akan keselamatan bibir si mas. Gegara cilok, sebelumnya aku yang kepengen banget, eh malah si mas yang hobi cilok sekarang. Cilok oh cilooook :D
Read More

Kamis, 23 Januari 2014

Rindu

Aku rindu ...

Pada sesuap rasa
Terkecap melalui aksara

Pada sepenggal asa
Terbungkus diksi mempesona

Aku rindu ...


Read More

K-Drama

Siapa yang suka nonton K Drama alias Korean Drama? Hayo ngacuuuung :D Tentu saja, kalau mau dibandingkan dengan tontonan jaman aku SD dulu (soo yesterday haha) yaitu telenovela, ya jauuuh lah. Telenovela itu plek banget kaya sinetron kita, ceritanya mbulet pol, bertele-tele, pemainnya berakting kurang greget, dan yang pualing bikin sebel adalah jumlah episodnya yang naudzubillah banyaknyaaa. Judul-judulnya yang masih kuingat nih ya ada Maria Mercedes, Kasandra, ee apalagi ya, kebanyakan judulnya pakai nama pemain utamanya ya hihi.

Saingan K drama ada dorama dari Jepang dan drama dari Taiwan. Tapi tetap deh, kalau aku paling suka ya K drama. Pemainnya lebih cakep-cakep euy haha. Dulu banget sebelum Indosiar hobi menanyangkan K drama, ada beberapa judul mini seri Taiwan dan dorama Jepang yang tayang, lupa deh stasiun televisinya apa. Dorama yang masih nyantol di ingatanku adalah PS. I Love U dan Long Vacation. Kalau Taiwan punya dulu banyak juga kan diputar di siang hari (apa sore ya) seperti Putri Sin Ye, dan banyak lagi yang judulnya aku udah lupa.

Meski mengaku sebagai penggemar K drama, aku tuh nggak ngeh dengan nama-nama pemainnya, yang penting enak dilihat aja deh hohoho. Sering mendengar nama mereka itu ya kalau pas teman-teman di kantor membahasnya atau sedang ngobrol di chat forum, ada Si Won ada Lee Min Ho dan lain-lain. Intinya aku suka nonton K drama, siapa aja pemainnya. Tapi kalau yang main cakep pasti bakalan lebih suka lagi nontonnya hihihi.

Nah, baru saja aku menamatkan K drama berseri dengan judul City Hunter. Yup, film lama nih, sudah muncul sejak 2011 dan sempat tayang di Indosiar di tahun 2012 (sepertinya). Tapi aku baru bisa nonton sekarang dan menurutku cukup bagus juga. Ada Lee Min Ho sebagai pemeran utamanya. Lucunya aku nggak ngeh, kirain yang main Si Won SUJU itu padahal bukan haha. Hanya 20 episod, ga sampe mual mblenger kaya kalau nonton sinetron lah pokoknya.


SUJU aku sering dengar, meski ga ngeh siapa aja personelnya, bukan penggila soalnya, cuma suka sama K dramanya aja, jadi asli ga hapal. Nah, akhirnya karena sempat salah mengira antara Lee Min Ho dan Si Won, dibela-belain gugling deh hahaha. Oalah ini tho kang mas Si Won, kalau dia sih aku dah pernah nonton filmnya, apa ya judule lupa hohoo. 
Konon dia ini hombreng alias gay, duh emaneee. Cakep-cakep kok ga doyan cewek hiks. Ealah malah nggosip geje, haha maapkeun.
Setelah barusan nonton City Hunter, kok aku malah lebih suka Lee Min Ho yak. Eerr lebih cakep deh kalau kubilang hihihi *emak2genit.

Apa karena gaya kerennya di City Hunter yak, kan doi kelihatan macho gitu bisa berkelahi hahaha. Satu lagi yang bikin aku suka K drama: baju-baju kerennya! Asli deh, semua baju yang dipake Lee Min Ho kelihatannya unik dan keren, cocok aja gitu dipakenya. Ngebayangin cowok Indonesia make cardigan, hahaha pasti langsung dibilang bukan cowok tulen yak. Di film Gentleman's Dignity kan salah satu tokohnya juga hobi banget pake cardigan tuh, aku ngikik-ngikik deh lihatnya. Ga biasa aja plus sambil ngebayangin cowok sini yang make, makanya geli sendiri.

Jadi pengen nonton lagi nih, enaknya yang apa ya? Tinggal pilih soalnya, banyak file donlotan hahaha *tertawajahat. Eh, kan ada seri terbaru Lee Min Ho yang judulnya The Heirs, kata temanku sih kurang sip ceritanya. Etapi yang main Lee Min Ho, pengen nonton akting dia aaah *alesan :D
Read More

Kamis, 16 Januari 2014

Sakit Berjama'ah

Beginilah memang kalau musim hujan melanda. Enak sih ya, secara aku jatuh cinta sama hujan #eaaa. Tapi, efek hujan yang terus menerus ternyata membuat banyak kejadian yang tidak menyenangkan. Banjir, itu salah satunya. Tak dapat kubayangkan bagaimana perasaan para korban banjir itu. Di tengah dinginnya cuaca dan derasnya guyuran hujan, rumah mereka pun terendam. Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun. Let's pray for Jakarta, Bekasi, Manado, dll yang terkena banjir.

Efek lainnya yang sudah merakyat adalah gopoken. Gopoken ki opoo? Hehe, gopoken itu sakit-sakitan semacam batuk pilek gitu. Cek saja Puskesmas dan klinik-klinik 24 jam di sekitarmu, pasti selalu ramai oleh pasien yang datang untuk berobat. Tapi untuk keluargaku, kami utamakan penyembuhan mandiri dulu dengan herbal baru ke dokter bila sakit berlanjut. Jadi begitulah, keluargaku juga akhirnya tumbang smua satu persatu. Sakit berjamaah judulnya. Dimulai dari Syifa di hari Sabtu, badannya demam dan lemas lesu. Seharian tiduuur melulu, rewel minta dipijetin, minta ditemani, minta dimanjain lah. Alhamdulillah sehari demamnya sudah turun, tapi batuknya mulai muncul. Biasalah, ga klop dah tuh kalau demam ga muncul batuk dan pileknya hehe.

Hari Minggunya ketika Syifa baikan, gantian Azzam yang siang hari badannya demam, makan sedikit lalu muntah. Malam harinya Farah yang demam, eh aku juga sudah mulai merasa ngilu-ngilu sekujur badan dan pusing kepala, alamat deh nih kena juga. Jadilah mereka bertiga terkapar semua, gantian mengigau ga jelas, balapan batuk, dan gantian minta minum. Untuk Azzam, sempat demamnya tinggi, aku khawatir banget karena dia jarang mau minum. Dibujuk-bujuk pun tidak mau. Akhirnya tengah malam, aku minta si abi untuk beli Nutrisari atau minuman apalah agar bisa membuat Azzam tertarik untuk minum. Dibelikanlah Azzam larutan penyegar cap kaki tiga berbagai rasa, alhamdulillah dia minum dengan rakus. Dasar anak-anak, lha wong haus kok ya ngotot ga mau minum. Besoknya aku membelikan Nutrisari berbagai rasa untuk campuran air minumnya jadi dia terus banyak minum. Alhamdulillah demamnya pun turun.

Aku kena giliran di hari Senin, siangnya sempat dikerokin oleh si mbak. Merah tua hasilnya, badan sakit semua tapi berasa mendingan setelah dikerok. Malamnya aku yang demam. Jam 7 malam sudah ngajakin anak-anak tidur. Berselimut dan berjaket ria deh, lha uademe reeek. Brrrr. Hujan terus-menerus turun sepanjang hari. Alhamdulillah demamku hanya semalam, esoknya langsung ikut balapan batuk sama anak-anak hihi. Nah, ternyata si abi dapat jatah juga disinggahi virus. Selasa siang mulai muntah-muntah, demam, tidur terus. Rabu dia nggak kuat ngantor deh. Eh iya, aku di hari Senin dan Rabu juga sudah ijin tidak kerja. Kalau si abi nambah hari ini dia ga berangkat lagi. Bismillah, aku sudah mulai ngantor lagi hari ini, ditemani uhuk-uhuk dan srot-srot. Asal nggak migrain, insyaAllah aman.

Mungkin karena virus batuknya kuat menyerang, semalam Azzam demam lagi :( Sedih deh, alhamdulillah dia mau banyak minum air madu. Semoga kami semua lekas sehat kembali. Semoga teman-teman semua di mana pun berada juga demikian, aamiin.
Read More

Rabu, 08 Januari 2014

[PRT] Silih Berganti


Ternyataaa, sekian lama tidak pernah menjurnal tentang si mbak di rumah, sekarang mau cerita lagi ah. Terakhir kali sharing sudah sekitar setahun yang lalu ketika masih ada mbak N. Singkat cerita akhirnya keluargaku pindah rumah ke rumah kontrakan yang tidak terlalu jauh dari rumah kami yang akhirnya diratakan dengan tanah :( Kurang lebih sebulan tinggal di kontrakan, mbak N pun tidak bekerja lagi padaku. Alasannya ada beberapa, pertama karena rumah kontrakan kami kecil, hanya ada 2 kamar sehingga tidak nyaman bagi mbak N untuk tinggal bersama kami. Kalau pun dia mau pulang pergi Bintaro - Mampang, maka akan membengkak ongkos transportasinya. Imbasnya ya dia minta naik gaji, oalala aku nggak sanggup kalau harus nambah pengeluaran lagi. Sudah mepeet anggarannya. Maka, say good bye to mbak N. Alhamdulillah tidak lama kemudian ada temanku yang membutuhkan tenaga PRT dan mbak N pun kurekomendasikan. Sampai sekarang kelihatannya mbak N cocok bekerja di sana, jarak tempat tinggal mbak N ke rumah temanku pun tidak terlalu jauh, jadi bisa lah diatur.

Setelah mbak N tidak bekerja lagi di rumah, aku pun mencoba mencari tenaga kerja yang mau membantu mencuci beres-beres saja. Jadi mbak A tugasnya memasak dan menjaga Azzam yang saat itu masih sekitar 1 tahun usianya. Alhamdulillah bisa kenal dengan mbak W yang rumahnya tidak jauh dari kontrakanku. Mbak W ini datang jam 6.30 dan pulang jam 10.00, lalu kembali lagi ke rumah jam 13.00 untuk menjaga Azzam ketika mbak A pergi menjemput Syifa dari sekolah. Mbak W awalnya diberi Rp450ribu lalu naik sampai Rp550ribu setelah beberapa bulan. So far mbak W dapat dipercaya dan tidak neko-neko, bisa bekerja sama dengan baik dengan mbak A. Memang ada sih sekali dua kejadian kurang menyenangkan, yah intrik normal lah, tapi alhamdulillah bisa dilewati.

Setelah lebaran Juli 2013 kemarin, wacana naik gaji sepertinya sudah bisa ditebak ya. Di mana-mana terdengar kabar dari beberapa teman tentang si mbaknya yang tidak mau balik lagi atau tetap kembali dengan syarat naik gaji. Sama lah seperti mbak A dan mbak W, keduanya minta naik gaji. Hoho tinggal aku dan misua yang puyeng deh. Setelah kami berkompromi akhirnya diambil keputusan bahwa lebih baik kami membeli mesin cuci otomatis dan tidak menggunakan jasa mbak W lagi. kalau dihitung-hitung secara ekonomi, kami bisa lebih ngirit dengan cara itu. Lebih baik menaikkan gaji mbak A saja, toh kami sudah cocok dengannya. Susah nyari PRT yang seperti dia, kasihan juga anak-anak kalau harus adaptasi dengan orang baru. Sedangkan mbak W kan hanya membantu sedikit saja, pekerjaannya bisa digantikan dengan mesin cuci.

Namun, timbul satu masalah lagi. Siapa yang bisa menjaga Azzam ketika mbak A menjemput Syifa dari sekolah? Haha mumet lagi dong. Pikir punya pikir akhirnya aku berinisiatif untuk meminta bantuan tetangga sebelah rumah. Dia mempunyai seorang anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun yang biasanya bermain bersama Azzam. Nah, kupikir dia pasti mau menjaga Azzam hanya sekitar 15 menit ketika mbak A tidak ada. Untuk itu aku memberinya Rp200ribu tiap bulannya. Dan hal ini berjalan hingga hari ini.

Bagaimana dengan mbak A? Single fighter dong dia sekarang? Yup, sekarang hanya mbak A yang bertugas menjaga anak-anak sekaligus memasak dan beberes rumah. Mencuci kan sudah ada mesin cuci otomatis jadi tidak merepotkan, bisa ditinggal untuk mengerjakan hal lainnya. Tidak terasa sudah 6 bulan kami hanya memakai jasa seorang PRT saja.
Read More

Selasa, 07 Januari 2014

Menapaki 2014: Resolusi dan Konsistensi

Sungguh, waktu terbang begitu cepat. Detik ke menit ke jam dan hari pun berganti. Dari Senin ke Senin lagi, seminggu pun terlewati. Lalu bulan demi bulan terlampaui. And here we are, welcoming a new year, again. Sungguh merugi jika tak ada sesuatu yang bisa kita bawa sebagai bekal untuk melangkah memasuki babak berikutnya, babak 2014.

Kilas balik setahun ke belakang, ternyata begitu banyak pengalaman yang tidak biasa. Up and down perjalanan yang (seharusnya) makin mendewasakan.Kehilangan materi yang tidak sedikit, masih juga ketiban hutang selangit yang baru akan lunas setelah tahunan, hampir kehilangan hal terpenting dalam hidup, memulai sesuatu dari nol lagi, ah semua ini hanya terjadi dalam hitungan bulan saja, tahun lalu. Sungguh, Allah Maha Penyayang, semua ini terjadi atas ijinNya dan berbagai jalan keluar pun Dia berikan pada akhirnya. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?

Setelah berbagai kejadian itu selayaknyalah diri ini menggenggam azzam alias tekad untuk berbuat kebaikan, kapan pun dan di mana pun. Membuang penyakit lama yang menjangkiti diri ini adalah suatu keharusan. Inkonsistensiku selama ini memang lebih banyak membuatku gagal. Menjegalku dari kancah perjuangan apa pun juga, di mana pun juga. Jadi, langkah awal memang perlu dituliskan, apa-apa yang perlu dibuang, diamputasi dan mana yang mau dilakukan, disuburkan, disemai.

Ada beberapa resolusi yang akhirnya kubuat dan sebagian kutulis di blog sebelah. Sebenarnya ada banyak hal lagi yang ingin aku lakukan dan aku wujudkan di tahun ini, oh yeah, tahun ini benar-benar harus lebih baik dari tahun lalu, insyaAllah. Banyak hal yang kusesali di tahun-tahun yang telah lewat. Banyak hal yang baru saja kusadari saat ini dan akhirnya membuatku ingin segera melejitkan diri untuk berubah, untuk meraih mimpi, untuk banyak berbuat kebaikan.

Jadi, sekarang lah saatnya untuk memancangkan impian, konsistensi, dan semangat pantang menyerah. Bismillah.



Read More

Jumat, 20 Desember 2013

Weaning With Love

WWL yang merupakan singkatan dari Weaning With Love adalah istilah yang belum lama kuketahui. Gegara join di grup yang concern tentang masalah ASI di Facebook, alhamdulillah bisa nambah wawasan. Dulu ketika Azzam masih bayi kan aku sudah niatin untuk Asi Eksklusif 6 bulan dan alhamdulillah lulus sampai dengan Azzam umur 1 tahun. Ingin hati memberikan ASI perah sampai usianya 2 tahun, apa daya aku males *halah. Sejak usia Azzam 1 tahun, aku sudah pensiun memerah ASI. Alasannya karena males, lha hasil perahannya juga sedkit banget. Susu Azzam di siang hari kala aku bekerja adalah susu kambing dan susu UHT yang merk Ultra. Ga prefer ke merk lain meski lebih murah, karena aku yakin dengan rasa dan mutu lebih bagusan Ultra.

Weaning With Love, menyapih dengan cinta. Sesuai anjuran di Al-Qur'an untuk menyusui hingga 2 tahun, maka kebanyakan ibu menyapih anak mereka setelah menginjak usia 2 tahun. Meski ada lho anak yang masih nenen sampai usianya 3 bahkan 4 tahun haha, kebayang ga tuuuh? Di usia 2 tahun ketergantungan anak kepada ASI sudah makin berkurang. Anak sudah mampu makan makanan keluarga, jadi bisa mendapatkan gizi dari asupan yang lebih variatif. Nah, WWL ini adalah cara menyapih anak tanpa paksaan. Harus ada kerelaan dari kedua belah pihak, baik dari ibu maupun juga dari si anak.

Masih terekam dalam ingatan, dulu aku disapih oleh Mamaku dengan cara Mama mengoleskan puyer pahit dan obat merah di putingnya. Jadi kala aku ingin menyusu rasanya tidak dan takut juga melihat dada mama yang merah-merah. Kalau pengalamanku dengan Syifa, dia terpaksa berhenti menyusu karena aku hamil adiknya di saat usia Syifa masih 15 bulan. Alhamdulillah kala itu tidak sulit sama sekali. Syifa kecil begitu pengertian, tidak mengamuk ataupun menangis minta nenen sebelum tidur. Subhanallah, Syifa hanya manggut-manggut seolah mengerti kalau aku sudah tidak kuat menyusui lagi karena kondisi kehamilan yang membuatku mual muntah serta pusing. Sebelum tidur, Syifa kuberi segelas susu atau teh atau air putih. Ketika kami sudah berbaring dan dia minta menyusu, aku lantas bilang bahwa dia tadi sudah minum banyak, jadi sudah tidak usah mimik Umi lagi dan dia menurut.

Lain Syifa lain lagi Farah. Menyapih Farah merupakan perjuangan. Aku sedang LDL dengan suami yang kuliah di Tangerang, jadi hanya bertiga dengan anak-anak di Sulawesi. Seingatku selama seminggu Farah menangis setiap malam karena aku tidak meloloskan permintaannya untuk menyusu. Hatiku sakit rasanya, antara tega ga tega akhirnya ditega-tegain hiks. Farah pasti juga sedih dan marah karena tidak bisa menyusu plu aku menolaknya pula. Oh, it was not an easy situation. Belum tahu-menahu soal WWL sih :(

Weaning With Love, diharapkan penyapihan terjadi tanpa adanya paksaan dan tanpa pembohongan kepada anak, seperti nenen diberi obat merah dll. Dengan WWL anak mengerti bahwa sudah saatnya dia disapih dan dia ikhlas untuk itu. Bagaimana langkah-langkahnya? Alangkah baiknya kalau anak sudah dipersiapkan, ibu sounding ke anak bahwa dia sudah besar, sudah tidak nenen lagi, seperti itu. Sounding bisa dilakukan sebelum anak berulang tahun yang kedua, mungkin 2-3 bulan sebelumnya. Dan selama fase itu, jadwal menyusuinya dikurangi, dari misalnya 4x menjadi 3x. Jadi tidak drastis. Jadi saat dia tepat berumur 2 tahun, diharapkan sudah mengerti. Tips laiinnya adalah anak diberi kegiatan lain sebelum tidur agar tidak teringat nenennya :) Ibu atau Ayah bisa membacakan buku cerita sambil tiduran hingga si kecil mengantuk, atau bermain sebentar sebelum tidur, atau bisa juga menyanyi. Hasilnya tidak akan instan tentu saja, akan dibutuhkan kesabaran sampai anak benar-benar bisa disapih. Waktunya juga tergantung pada kesiapan si anak.

Bagaimana dengan si bungsuku Azzam? Hehehe di usianya yang sudah 2 tahun lebih 3 bulan ini Azzam masih nenen. Ups, WWLku belum berhasil nih. Ada beberapa kesalahan trik yang kulakukan sehingga sampai saat ini Azzam masih nenen sebelum tidur bahkan di waktu lainnya. Pertama, aku terlena. Yup, terlena berperan sebagai ibu menyusui yang akhirnya tidak menyadari bahwa waktu untuk menyapih sudah tiba. Nyadar pas Azzam tinggal beberapa minggu lagi berulang tahun yang kedua. Langsung heboh sama misua, buru-buru sounding ke Azzam kalau dia udah gede, udah ga nenen lagi harusnya. Hahaha dan sampai sekarang masih belum berhasil. Ealah misua juga malah santai bilang kalau Azzam nggak apa-apa biarin aja nenen sampe dia bosen sendiri, whatta!! Dan dari pihakku sendiri, jujur kok rasanya sayang ya kalau mau melepas momen dan bonding menyusui ini hehe. Ini akunya yang males nyapih atau lebay sih, ga tau deh^_^

Maka, sampai dengan detik ini, Azzam masih nenen sodara-sodara. Ketika hari libur, karena aku seharian di rumah, Azzam suka banget minta nennya, tapi nggak kukasi dong. Dialihkan perhatiannya ke hal lain, diajak main sama kakak atau abinya biasanya. Jadi momen tidur siang dan malam baru deh dia nenen. Begitu pun ketika hari kerja, pulang kantor tuh dia langsung ngejar nemplok minta nenen, lagi-lagi dialihkan dulu perhatiiannya sampai saat waktu tidur tiba. Waktu lamanya nenen sudah berkurang sih ya, seringkali dia cuma nenen sebentar lantas tengkurap minta digaruk-garuk punggungnya. Kegiatan sebelum tidur seperti bermain dan membaca sudah dilakukan tapi belum bisa membuat Azzam ngantuk banget sampai lupa nenen tuh hihi. Tetep saja kalau sudah mau bobo, ribut teriak-teriak minta nenen dengan suara imutnya itu, "Umii ayo nen, ayo bobooo". Duh, lucunyaaa, i am melting at that moment :D












Read More