Kamis, 24 Juli 2014

Ramadhan 2014

Sekian lama tak lagi fokus nulis di blog, ternyata ada rindu yang membekas, mewarnai helaan nafas. Kalau dulu setiap ada kejadian/momen unik, aneh, lucu, langsung deh ngebeeeet pengen segera dituangkan di blog, akhir-akhir tidak lagi. Kalau dulu, ketika anak-anak tidur, maka aku akan menyempatkan diri untuk mengambil notes dan bolpen untuk sekedar coret-coret menuangkan apapun yang ada di kepala, akhir-akhir ini tidak lagi. Dampak "kejar setoran" untuk segera mewujudkan rumah idaman memang begitu terasa. Alhamdulillah, di tengah banyak kesulitan yang menerpa, ah ternyata itu semua tiada artinya. Bukan hal gede kok, masih ada masalah yang lebih besar menimpa orang lain. Rasa syukur memang harus dihadirkan di setiap detak jantung kita.

Mungkin, tak lagi rajin menulis merupakan salah satu pengorbananku. In sya Allah, nanti ketika keadaan membaik, aku akan bisa lebih produktif lagi menulis. Lucu aja kan, mimpi bisa menulis dengan serius tapi tidak bersegera melaksanakannya, ya kapan akan bisa terwujud. Membicarakan tentang mimpi, akhirnya Presiden Indonesia yang baru pun telah terpilih: Jokowi. Mimpiku hanya satu, ingin pemimpin yang tegas, berani dan amanah. Semoga pak Jokowi mampu mewujudkan mimpiku, mimpi rakyat Indonesia. Meski pilihanku tak memenangi Pemilu, aku ra popo kok hehe. Kemarin itu aku memilih pak Prabowo karena ikut anjuran para alim ulama aja. Ikhtiar dan doa sudah dilakukan, ketika akhirnya Allah SWT menakdirkan pak Jokowi sebagai pemenang Pemilu, ya kita terima saja. Banyakin aja doanya agar Pak Jokowi bisa amanah, meski isu menakutkan kemarin itu masih banyak beredar. Semoga tak terwujud deh hal-hal mengerikan itu. Aamiin.

H-3 Lebaran, target tilawah belum terpenuhi. Sanggup ga nih ngejarnya di wiken ini ya? Kerja keras dulu lah, ga boleh nyerah duluan. Oya, alhamdulillah kali ini Syifa lebih sedikit bolong puasanya. Farah juga jauh lebih rajin daripada tahun lalu. Ya mungkin karena usia mereka makin bertambah ya, makin gede aja. Jelasnya sih makin kritis dan menunjukkan "keakuan"nya. Ya Rabb, moga tugasku dan suami mendidik, membimbing, dan membesarkan mereka bisa Engkau mudahkan. Tantangan bagi mereka di masa depan pasti lebih berat dari yang sekarang aku hadapi.

Ramadhan kali ini, sepertinya akan berakhir dengan berlebaran (lagi-lagi) hanya bersama keluarga kecilku. Mengalahkan bang Thoyib yang 3 kali lebaran tak pulang, aku sudah 4 kali lebaran tak pulang. Imbas musibah rumah kemarin itu benar-benar terasa ternyata, sampai ga bisa mudik hehe. Semoga di bulan September nanti, Allah melapangkan rejeki agar aku dan keluargaku bisa pulang ke Malang. Pengen sowan dan sungkem sama orang tua dan mertua. Ah, semoga mereka kali ini tidak terlalu sedih karena anak dan cucunya lagi-lagi tak mampu pulang.

Wah, 4 paragraf nih, lumayan untuk akhirnya memulai menulis lagi di rumahku ini. Sepertinya postingan-postingan di Facebook harus dimigrasikan ke sini nanti hehe.

Read More

Kamis, 12 Juni 2014

Cita-Cita

Background keluargaku adalah guru. Mama dan Papa sama-sama berprofesi menjadi guru. Maka, tak heran kalau sedari kecil cita-citaku adalah menjadi dosen. Menurutku dosen jelas lebih keren dari guru, karena mengajarnya kan di universitas. Aku membayangkan pasti penghasilannya pun lebih besar dibandingkan guru sekolah. Apalagi, ada teman Mama yang menjadi dosen, rumahnya lebih besar dari rumah kami. Wah, makin yakin deh saat itu bahwa aku ingin menjadi dosen saja.

Modalku juga sudah ada, yaitu cerewet dan suka tampil di depan umum hehe. Saat masih SD kelas 1 kami mempunyai PRT yang buta huruf, permainan kesukaanku adalah main sekolah-sekolahan. Muridnya? Ya si mbok itu hihi, aku serius lho mengajari dia membaca. Eh, trus dimarahi Mama karena si mbok keasyikan jadi muridku lantas pekerjaannya malah ditinggalkan :D Suka tampil dan mengajari orang lain ini menurun ke Syifa. Hem, agak bossy memang jadinya, sama kaya aku dulu ketika kecil. Kalau bermain bersama teman-teman, aku dan Syifa sama-sama jadi ketua kelompok. Apa-apa sok ngatur, sok ngasi tau ini itu, terutama kalau pas bermain jadi guru, wah sok pinter banget deh wkwk.                                 

Jaman sekolah, kalau ada tugas yang mengharuskanku tampil gitu, weh seneng banget. Jian narsis pol hoho. Senang juga kalau pas pelajaran Bahasa Indonesia, diberi tugas membaca puisi dan atau membuat puisi. Wuih, teman-temanku yang lain sampai minta tolong dibuatkan olehku *nggaya. Oleh karena itu, aku paling senang ikut organisasi di sekolah, pokoknya kegiatan di mana aku bisa narsis *alamak. Lulus SMA alhamdulillah diterima di Univ.Negeri Malang jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Niat tenan tho jadi guru eh dosen. Ndilalah diterima juga STAN D1 Makassar, kuliah gratis langsung kerja. Iming-iming langsung kerja itulah yang akhirnya membuat Mama dan
Papa rela melepaskanku. Jadilah aku berangkat, merantau tuk pertama kalinya. Nah, sempat tuh merasakan kerja di Kantor Penyuluhan. Bakat suka tampil di depan umum lumayan tersalurkan. Tapi ya udah gitu aja, selanjutnya ya kerja di balik meja terus.

Penyalurannya? Ikut aktif MLM hehe, awalnya dulu ikutan AhadNet. Hamil tua tetap presentasi dari pengajian sampai ke arisan ibu-ibu. Orang melihat sambil berdecak kagum (opo heran kali yo?). Lha ini anak sudah kerja, hamil guede pula, masih keliling kemana-mana bawa MLM. Ketika punya anak satu masih bayi pun sampai dibelain ke Makassar juga untuk presentasi. Lalu mulai suka jualan macem-macem. Ga malu nawarin dari kantor ke kantor, bawa kresek gede isi dagangan, cuek aja tuh. Eh, sampai sekarang keterusan. Di mana pun dan kapan pun jualan jalan terus. Guyonan ga enaknya, kalau kita di kantor lagi kumpul-kumpul lalu aku datang, langsung deh ada yang nyeletuk, "Eh, Tika mau nawarin apa lagi nih?" Haha padahal emang aku mau nawari barang dagangan hihihi, benar deh tebakannya. Lalu kalau ada pegawai baru dan aku ngajakin kenalan, langsung ada yang teriak, " Awas lho ntar diprospek sama Tika." Jiakaka awas yaaaa. Padahal entar ya emang bener. bakal kutawari sesuatu hihi.

Tergres nih, bulan lalu aku bahkan ikut pelatihan untuk jadi sales hoho, eh bahasa kerennya konsultan dong. Pertama, karena aku suka jualan. Apa aja bisa deh kujual, asal ga jual diri *halah. Kedua, aku suka buku dan produk yang kupegang sekarang adalah buku-buku keren yang beberapa tahun lalu sudah kubeli dengan nyicil. Pernah kuceritakan di sini. Jadi aku sudah mengenal produknya, tahu kelebihan alias manfaatnya. In sya Allah untuk mempromosikannya akan lebih mudah. Salah satu caraku menjual buku-buku tersebut ya dengan membuat arisan buku, karena harga per paketnya yang memang mahal alias jutaan. Alhamdulillah sudah ada satu kelompok arisan yang kini terbentuk, semoga nanti akan bisa bertambah pengguna buku keren ini, dan mereka membelinya melalui diriku. Aamiin.

Kesimpulannya apa? Mungkin memang apa yang kau kerjakan saat ini tidak sesuai dengan cita-citamu saat kecil. Namun, passion bisa disalurkan lewat seribu satu macam cara yang in sya Allah akan kau temukan. Meskipun bisa jadi pekerjaanmu saat ini hanya sebagai tempat mendapatkan uang bulanan, tidak mengapa, mensyukuri itu wajib. Di luar sana carilah tempat untuk tetap bisa melakukan apa yang kau suka. Tapi, kalau memang berani keluar dari zona nyaman, ya monggo. Silakan perjuangkan apa yang menjadi cita-cita dan passionmu ^_^








Read More

Sabtu, 31 Mei 2014

Obrolan Makan Siang



Kemarin saat makan siang, aku mendengarkan percakapan antara bapak-bapak yang duduk tak jauh dariku. Yah, lumayanlah untuk mengisi waktu sambil mengaduk-aduk soto ayam panas di hadapanku.

Bapak 1: "Gini ini nasib PNS," ujarnya sambil melihat ke arah kerumunan di belakangnya, "makan yang penting kenyang, ga peduli lagi kuantitas, kesehatan, dan kebersihan."

Saat itu di dekat tempat duduk kami memang terlihat antrian panjang pembeli pecel yang kebanyakan kaum pria. Agar antrian tidak menutupi jalan, maka dibuatlah dua baris antrian. Dan ternyata setelah lama mengantri, banyak di antara mereka yang kehabisan pecel :( Di daerah kantorku, sebungkus pecel memang menu termurah, sekitar Rp7ribu saja. Pantas peminatnya buanyak :-)

Bapak 2: "Iya, yang penting murah, Pak."

Bapak 1: "Ini penjual es cendol durian, THP kita bisa kalah lho sama dia. Hitung aja berapa gelas tuh laku sehari."

Bapak 2: "Lha iya kalau ini usaha dia, Pak. Palingan ada bosnya, punya berapa gerobak dia, wah gede tuh dapatnya. Kaya bubur ayam Salim tuh. Pagi saja bisa 300 mangkok habis."

Bapak 1: "Kaya gini orang ngiranya gaji kita guede haha, dikira orang kaya."

Hening ...

Jadi ingat masa lalu yang kelam, ketika THP pegawai pajak jaaauuh lebih kecil dari sekarang karena belum remunerasi. Tapi justru banyak gaya hidup pegawai yang borju, uang panas beredar bebas. Bukan hasil korupsi, tapi kolusi. Sudah jadi rahasia umum, sama-sama tahu.

Sayang, ketika DJP sudah bersih-bersih dan banyak pegawai "cacat" dimasukkan SLB, bahkan lebih banyaaak pegawainya yang jujur, sederhana, (dan banyak punya utang bank) baik hati, dan tidak sombong kaya aku ini *plaaak* kok ya image orang pajak sugih bin kaya itu masiiiih aja nempeell. Padahal kami ini biasa-biasa sajaa *mukalempeng.

Bersyukur ... intinya bersyukur. Rumput tetangga akan selalu lebih hijau. Mending kita sirami rumput kita dan menanam bunga agar halaman kita lebih sedap dipandang. Yuk, berkebun! #eh
Read More

Rabu, 14 Mei 2014

Salah Ucap

X: Alhamdulillah, aku dikontrak penerbit. Mimpiku jadi kenyataan

Y: Subhanallah, duuuh ikut seneng nih :-)

X: Kok bilang Subhanallah sih, salah itu.

Y: Lho, kan aku menyatakan kekaguman, ikut seneng juga.

X: Subhanallah itu diucapkan ketika kita melihat hal yang ga baik, jadi artinya yang bener, "Maha Suci Allah dari yang demikian itu".

Y: Wah aku baru tau, lha ini kok di banyak buku anakku semua make Subhanallah untuk menyatakan kekaguman. Ada buku yang judulnya "Subhanallah, Allah Menciptakan Awan" dan banyak judul serupa. *masihngotot

X: Lha iyaaaa, itu salaaah.

Y: *mbesengut *heran *kepo *trusgugling

Finally aku dapat dari hasil gugling nih, bahwa memang kebanyakan dari kita salah dalam menggunakan kata Subhanallah dan MasyaAllah. Sejatinya, Subhanallah digunakan sebagai koreksi atau perbaikan atas sebuah kesalahan atau hal buruk. Contohnya dalam Al-Quran banyak sekali dituliskan didalamnya mengenai kata ini, umumnya sebagai koreksi atau perbaikan seperti ada di:
  1.  "Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya "(QS Al-Baqarah : 116)
  2.  "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara "(QS An-Nisa :171)
Contoh lainnya adalah pengguanaan sehari-hari dalam shalat berjamaah. Apabila imam salah dalam gerak shalatnya maka makmum akan mengucap Subhanallah.
      
Selanjutnya, MasyaAllah digunakan dalam Al-Quran sebagai berikut:

"Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan " (QS Al-Kahfi : 39)

Dari ayat Alkahfi 39 tersebut dapat dilihat bahwa sesungguhnya kata Masya'Allah itu kita gunakan sebagai kata untuk mengungkapkan kekaguman, bukanlah sebuah keburukan. namun dalam sehari-hari sangat sering sekali kita salah dalam menggunakannya.

Terima kasih pada temanku itu yang sudah memgingatkan kesalahanku selama ini. Padahal sudah terbiasa sedikit-sedikit ucap Subhanallah kalau kagum, dan ucapkan MasyaAllah kalau lihat hal buruk. Fyuuh harus rombak kebiasaan nih.


Read More

Gerbong Mutasi



Sudah pernah merasakan penempatan di Luwuk, Sulteng yang jauh banget dari homebase. Kala itu melasi banget karena jauh dari ortu dan misua. Sudah pernah juga merasakan 6 tahun tinggal di Majene, Sulbar, jauh dari orang tua, bahkan sempat jauhan lagi sama misua, jadi bertiga sama Syifa dan Farah yang masih kecil-kecil. Alhamdulillah banyak dapat saudara dan mbak yang jaga anak-anak juga kebanyakan dapat yang baik.

Ketika akhirnya bisa ikut pindah ke Jakarta, ke Java island lagi, sungguh merupakan anugerah tak terkira. Java is my homebase. Mau ditempatin di mana kalau sudah di Jawa itu rasanya lega  Gerbong mutasi kali ini, banyak teman sejawat yang bersuka cita. Ada yang mendekati homebase, ada yang promosi, bahkan ada yang bisa dekat lagi dengan suaminya. Meski juga, gerbong mutasi kali ini menyisakan lara dan pedih kecewa. Ada yang belum terangkut padahal penantian dijalani begitu lama, ada yang belum bisa dekati homebase bahkan belum bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya.

Kecewa dalam dada, sesak rasanya. Air mata yang berderai, sembabkan mata. Namun, tak ada lagi cara selain ikhlas menerima ketentuanNya. Entah, pasti ada suatu hikmah untuk kalian, teman. Janganlah larut dalam kesedihan, bersabarlah dan tetap percaya diri akan doa-doa yang telah kalian pancangkan di kolong langit. Raih kesyukuran dalam jangkauan tanganmu, agar kesedihan tak rasuki jiwamu.

*ditulis saat heboh mutasi beberapa bulan yang lalu
Read More

Minggu, 04 Mei 2014

ASI

Jaman sekarang masih saja ada banyak mitos tentang ASI. Sayangnya mitos-mitos ini salah dan berefek negatif terhadap upaya pemberian ASI pada anak. Ada juga yang mengganggap pemberian ASI itu nggak wajib, nggak keren, dan malah membanggakan susu formula mahal yang sengaja diberikan kepada si anak.

Dulu pernah kaget ketika di suatu grup ASI di Facebook ada yang memposting hadits ini:

"Kemudian malaikat itu mengajakku melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat itu menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.”
(HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya 7491, Ibnu Khuzaimah 1986, dan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jami’ush Shahih menyatakan: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.” Hadits ini juga dinilai shahih oleh Imam Al-Albani).



Kaget, karena ngeri banget ancamannya, bikin bergidik. Ancaman hadits ini berlaku, ketika seorang ibu sengaja menghalangi anaknya untuk mendapatkan nutrisi dari ASInya tanpa alasan yang dibenarkan. Sementara jika sang ibu tidak memungkinkan untuk menyusui anaknya, baik karena faktor yang ada pada ibu maupun pada si anak, insyaaAllah tidak termasuk dalam ancaman hadits ini.

Jadi ya kalau kita ga ada halangan apa-apa lantas karena alasan males bin ribet lalu tidak memberikan ASI pada anak, duh rugi banget. Bonding sama anak juga jauh berkurang kan. Oleh karena itu, aku salut banget pada Working Mom yang setiap harinya bergulat dengan breastpump, ice cooler, dan botol. Sebuah perjuangan demi sang anak agar tetap bisa mendapatkan ASI meskipun ditinggal bekerja oleh sang Bunda.



Read More

Kamis, 01 Mei 2014

Tukaran


Punya anak kecil lebih dari satu?  Punya anak dengan jarak kelahiran yang tak jauh? Dijamin kehebohannya kalau mereka berdua sedang bertengkar alias tukaran dalam bahasa Jawa. Aku dan adikku terpaut hanya 3 tahun saja, jadi dulu kami sering memakai baju kembaran ketika masih imut-imut. Seperti juga anak-anak lainnya, kami sering sekali bertengkar meski sering juga boloan alias berteman. Teringat dulu pernah aku dilempar type ex oleh adik sampai berdarah bibirku, lalu oleh Mama aku disuruh membalasnya haha. Pas gedean punya kamar masing-masing, kalau bertengkar kami gantian ejek-ejekan lalu kejar-kejaran sampai sembunyi di kamar masing-masing. Memang dari kecil sampai SMP kami masih suka ribut. SMA sih sudah sibuk sendiri-sendiri dengan geng dan pacar masing-masing :D.

Memperhatikan Syifa dan Farah, kok bertengkar melulu nggak ada habisnya. Bertengkar tak jemu-jemu. Plus Azzam yang ikut-ikutan jadi provokator. Palingan yang mewek duluan ya Syifa, si cewek sensi. Azzam dan Farah sih seringnya jadi sekutu. Eh nggak juga ding, beda cerita beda sekutu kayanya haha. Azzam cowok satu-satunya di keluarga kami memang merasa jadi anak kesayangan, sekarang makin jail sama dua kakaknya. Tapi ya tetap paling ramai tuh kalau Syifa dan Farah sedang tukaran, duuh sakit ini telinga mendengarnya. Si mbak yang jagain mereka sampai ga betah, ikutan sensi dan mere-mere. Suka ngadu ke aku si mbaknya ini via SMS. Aku ya cuma memberi support agar mbak tetap sabar dan nggak usah ikutan stres, nggak enak juga kalau sampai si mbak akhirnya ikut-ikutan berpihak pada salah satu anak.

Namun, memang seperti inilah defaultnya bersaudara, pasti ada ribut-ributnya. Aku sebagai ibu harus bisa menjadi penengah, teman, maupun wasit yang adil untuk mereka. Tidak bisa dibilang gampang juga sih, seringkali aku merasa kurang tegas dan adil dalam memutuskan perkara mereka *berasahakim @_@ Do'aku semoga mereka bertiga ini erat pertaliannya, erat kasih sayangnya, erat kepeduliannya, erat dalam hal kebaikan. InsyaAllah.
Read More

Rabu, 02 April 2014

Rumah Gedong

Setiap hari, pagi dan sore, aku beserta si mas melewati rute yang sama untuk berangkat dan pulang kantor. Di beberapa titik, kami melewati deretan rumah-rumah gedong alias gede magrong-magrong, bahasa Jawanya untuk rumah mewah yang besar. Entah apa yang ada dalam benak si mas, tapi kami berdua sama-sama suka menengok ke kanan dan ke kiri, menikmati penampakan rumah-rumah itu. Ada yang bentuknya minimalis, ada yang bergaya Victoria, ada yang mbuh model apa kesannya kok aneh buatku. Ada juga yang tidak terlalu besar namun asri, desainnya juga enak dilihat.

Justru yang terlintas dalam benakku adalah pertanyaan ketika melihat rumah yang gedong itu, berapa ya jumlah penghuni di dalamnya? Jangan dihitung pembantu dan supir ya, tapi jumlah keluarga inti. Pemilik rumah gedong seperti itu biasanya jarang yang beranak banyak kan ya? Palingan 2 atau 3 orang saja. Dengan rumah sebesar itu, wah pasti rasanya sunyi ya, apalagi kalau anak sudah beranjak dewasa dan sibuk masing-masing. Coba kalau anaknya banyak misal 5 atau 7 orang, wah ga rugi kayanya punya rumah gedong hoho. 

Memang sih, merupakan salah satu kenikmatan bagi kita untuk mempunyai rumah yang lapang, meski tak harus gede magrong-magrong. Seperti sabda Rasulullah Saw, " Ada empat sumber kebahagiaan seseorang, yaitu istri salehah, rumah yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Juga ada empat sumber kesedihan seseorang, yaitu tetangga yang jahat, istri yang membangkang, rumah yang sempit, dan kendaraan yang buruk."

Impian banyak orang, paling tidak kalau punya anak 3 ya punya rumah dengan 3 atau 4 kamar kali ya. Jadi privasi orang tua terjaga, anak juga bisa lebih mandiri. Rumah yang lapang juga lebih menyehatkan karena aliran udara lebih lancar, peletakan barang juga lebih rapi. Pun ketika sanak saudara datang, bisa menampung mereka dengan lebih leluasa. Semoga kita semua bisa mendapatkan rumah yang lapang ya baik lapang secara fisik maupun rumah yang.bisa memberi kelapangan di dalam hati.


Read More

Selasa, 01 April 2014

April Mop

Jaman kala aku masih unyu-unyu dengan seragam putih abu-abu, kelas 1 SMA. Suatu ketika ada kakak kelas 3 (cewek) yang ngasih surat lewat jendela, katanya sih dari si anu (cowok). Kaget dong aku, heran kenapa si mas anu nyurati aku segala. Secaraaa dia kan konon udah ada ceweknya, dan si mas ini anak band, bandel aka bad boy. Alamak, dari dulu aku doyan sama bad boy *nutupmuka. Jadilah hatiku berbunga-bunga, seneng tahu si mas ada rasa padaku.

Hari itu, dia kirim surat beberapa kali lewat si mbak itu. Sekali, aku ga percaya. Masa sih si mas ini model yang pake surat kaya gini. Kedua kali, wah beneran ga nih? Seneng nih akunya, dia ngajak ketemuan sepulang sekolah pula. Haduuu, deg-degan! Beneran tak tunggui di depan sekolah lho, aku ditemani seorang teman, edun, ckck.

Lha kok, si masnya ga nongol-nongol ya. Malah kelihatannya lagi asyik ngumpul sama teman-temannya, rokokan. Hadeuh, aku mulai ga enak hati, curiga. Akhirnya aku pulang sambil mikir jungkir balik ngesot kayang *lebaypuol. Kok ada yang aneh apa yaa? Kok ada yang salah apa siih? Sampai di rumah, gegulingan di kasur, dan alamaak baru ngeh aku. Kurang asem, aku dikerjain April Mop sama si mbak ituuu! Maluuu aarrgghh.

Ngomong-ngomong tentang April Mop, ternyata ada sejarahnya. Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

April Mop adalah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yg sangat menyedihkan dan memilukan, yaitu satu episode sejarah Muslim Spanyol di thn 1487 M, atau bertepatan dgn 892 H. Dimana saat tentara salib menguasai kembali Spanyol dari tentara Islam. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dlm rumah untuk menyelamatkan diri. Mereka dijanjikan bisa berlayar dengan kapal-kapal. Lalu ribuan umat muslim keluar menuju dermaga. Sesampainya disana, kapal-kapal itu dibakar oleh tentara salib. Mereka terkepung oleh pedang. Dengan satu komando, tentara salib membantai mereka tanpa ampun. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yg biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dgn tanggal 1 April. Inilah yg kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tgl 1 April sbg April Mop. Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Perhatikan hadits ini : Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.(HR. Abu Dawud, Ahmad) “Siapa di antara kamu yang berloyal kepada mereka, maka sungguh ia bagian dari mereka.” (QS.5: 51).”

Sumber: http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/april-mop-hari-dimana-umat-islam-dibantai.html

Read More

Sabtu, 29 Maret 2014

Jin vs Manusia

Dua hari yang lalu Syifa bercerita bahwa dia melihat sosok berambut panjang, berpakaian putih, dengan mata putih tanpa pupil. Aku ngekek kirain dia guyon, eh dia sewot, katanya serius kok lihatnya pas pagi saat dia mengeluarkan sepeda dari rumah.

Sehari kemudian, ada kejadian aneh lagi. Cucunya yang punya kontrakan, seorang bapak 3 anak, kesurupan. Jam 3 dini hari melolong teriak-teriak. Tetangga semua terbangun dan banyak yang keluar menonton. Aku dan anak-anak juga terbangun, lha wong gulung-gulung dan teriak-teriak persis di sebelah rumahku. Cerita semalam, si bapak itu sampai dibawa ke RS dan malah ngamuk ngoceh ga karuan di sana. Duh, kasihan seharian si jin betah banget di tubuhnya.

Sebagai muslim, wajib bagi kita tuk percaya pada hal gaib. Ulama pun telah sepakat bahwa jin bisa merasuki tubuh manusia.

"Tidak ada satupun ulama islam yang mengingkari jin bisa masuk ke badan orang yang kesurupan dan lainnya. Orang yang mengingkari hal ini dan mengklaim bahwa syariat mendustakan anggapan jin bisa masuk ke badan manusia, berarti dia telah berdusta atas nama syariah. Karena tidak ada satupun dalil syariat yang membantah hal itu.” (Majmu’ al-Fatawa, 24:277).

Sementara sebab kerasukannya dijelaskan sebagai berikut:
"Jin yang merasuki manusia bisa saja terjadi karena dorongan syahwat atau hawa nafsu atau karena jatuh cinta. Sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan manusia. Bisa juga terjadi karena kebencian atau kedzaliman (yang dilakukan manusia), misalnya ada orang yang mengganggu jin atau jin mengira ada seseorang yang sengaja mengganggu mereka, baik dengan mengencingi jin atau membuang air panas ke arah jin atau membunuh sebagian jin, meskipun si manusia sendiri tidak mengetahuinya. Namun jin juga bodoh dan dzalim, sehingga dia membalas kesalahan manusia dengan kedzaliman melebihi yang dia terima. Terkadang juga motivasinya hanya sebatas main-main atau mengganggu manusia, sebagaimana yang dilakukan orang jelek di kalangan manusia.” (Majmu’ al-Fatawa, 19:39).

Jadi, langkah paling tepat ya biasakan mengaji di rumah, jangan suka melamun dan kosong pikiran, bentengi diri kita dan keluarga. Semoga kita semua dilindungi dari kejahatan jin dan manusia, aamiin.

Read More