Selasa, 30 November 2010
Sisi Lain
Dan ketika kupikir bahwa orang lain akan memahamiku, ternyata mereka tidak mengerti dan malah salah paham.
Memandangku dengan aneh campur sebal dan memandangku dengan mimik muka yang seolah berkata "bodoh sekali", atau "begitu saja tidak bisa", "begitu saja tidak mengerti", atau "bisa-bisanya kamu begini".
Dan aku akan mulai merasa begitu bodoh, tak berguna, tidak bisa apa-apa.
Aku akan menyalahkan diriku sendiri lalu aku merasa amat sangat tidak suka pada diri sendiri, kecewa!
Terkadang ada saat ketika muncul keinginan untuk menghilang, bersembunyi, menyendiri.
Hanya ingin melarutkan waktu dengan meratapi diri, menangis, menikmati kesendirian, kesunyian, dalam gelap.
Read More
Rabu, 10 November 2010
Kangen
Sisi lain multiply adalah OS
Efek lain dari banyaknya OS yang jadi contact saya adalah penuhnya inbox saya dengan macam-macam promo. Karena kemarin sempat juga nyoba jualan, pernah merasakan juga dalam sehari bikin QN promo beberapa kali. Paling sebel kalau ada OS yang QN nya bia sampai 10 macem lebih dalam waktu berdekatan. Pernah dapat yang seperti itu, dan mohon maaf akhirnya saya remove dari contact saya. Sayang sekali, gara-gara banyaknya QN maupun postingan OS, saya jadi sering tertinggal postingan-postingan berbobot isi ilmu dari teman-teman yang lain. Yah, resiko sih ya.
Saat-saat kangen seperti inilah, lalu saya akan menyengajakan untuk mengecek postingan-postingan mereka, siapa tau saya benar-benar ketinggalan. Dan ternyata benar adanya, banyak postingan yang belum saya baca. Untuk mengobati kangen, akhirnya satu demi satu saya baca jurnal-jurnal tersebut. Hal yang paling menyedot minat saya adalah jurnal tentang HS, parenting, pendidikan pada umumnya, juga resep-resep yang bikin laper mata laper perut.
Bagaimanapun juga, saya merasa beruntung punya bermacam-macam contact di MP tercinta ini. Ada manfaat tentu saja ada juga kerugiannya dalam semua hal bukan?
*sementara blogwalking di http://nengirma.multiply.com *
Read More
Jumat, 05 November 2010
Hari Kedua, Ketiga, dan Keempat
Hari Kedua
Kirain bakal nganggur lagi, eh daku ditowel sama bu Kasubbag. Diajakin bantu-bantu jadi seksi sibuk bin seksi konsumsi acara rapat. Heemm......ternyata.....lumayanlaaah. Ada kegiatan, sibuk-sibuk dikit gitu, yang asyik sih karena ada banyak konsumsi a.k.a makanan huahaha. Macem-macem dari snack pagi yang enyak, makan siang ala Sunda yang bikin ngiler, sampai snack sore ala rebus-rebusan seperti jagung, pisang, kacang, kedelai yang bikin nih mulut nggak berhenti nggiling hehe plus kopi panas yang nggak bikin ngantuk.
Kesimpulan, hari keduaku dikasi . Kenyang.....(dasar gembul) dan yang pasti ada kegiatan itu hari. Oya, sempet ketemu pak Tjip yang biasanya cuma liat di tipi :)
Hari Ketiga
Katanya hari ini aku bakal dapet nota dinas penempatan di bidang Pemeriksaan. Tunggu punya tunggu kok gak ada kabar juga yaaa. Akhirnya baca buku yang baru kubeli, I Love To Be Mom-nya Iris Krasnow. Membunuh waktu lah, sambil nahan dinginnya AC. Alhamdulillah sorenya dapet kabar kalau aku memang ditempatkan di bidang Pemeriksaan. Excited, bidang baru yang tentu saja aku harus belajar dari nol. Seneng karena bakal lepas dari jabatan kutukan Bendahara . Sempat juga ditanya-tanyain sama mas bendaharanya, berapa lama jadi bendahara, dll, ditanyain juga mau gak jadi bendahara lagi!! Ampun deh, nggak mau lagi ah.
Today, Hari Keempat
Diawali dengan acara rutin setiap Jum'at pas awal bulan, jalan santai di Senayan (aku nggak ikut) dilanjutkan dengan makan pagi bersama seKanwil (naa yang ini pasti ikutlaaah haha). Surprise sama jenis makanannya hihi maklum orang udik, untung emang gak sarapan dari rumah tadi. Sempat juga aku maju ke depan untuk perkenalan pegawai baru, pada melongo mereka pas tau aku pindahan dari kampung nan jauh di mato. Heran gitu, kok bisa-bisanya dulu penempatan sampai Solowesi eh Sulawesi.
Setelah kenyang (banget) mulai deh duduk manis di tempat baru, siap-siap tuk belajar hal baru. Ternyata di atas mejaku sudah disiapkan dua bundel tebel peraturan pemeriksaan untuk dibaca dan dipelajari. Tidak lama kemudian mulai sibuk kerja laporan ini itu yang mau jatuh tempo, pelan-pelan sih maklum masih belajar.
Senengnya, dah dapat kompi sendiri. Pas jam istirahat gini bisa ngeblog atau browsing siiip. Sepertinya minggu depan bakal sibuk deh, kerjaan yang dikasih ke aku dah numpuk tuh, bismillah......
Read MoreSelasa, 02 November 2010
Hari Pertama Nih.
Berangkat boncengan motor sama suami (irit kan..hehe), sambil merasakan ramainya lalu lintas jalan raya Jakarta. Bakal jadi makananku sehari-hari nih, dinikmati ajaaa! Note for today : Jangan mentang-mentang rumah dekat dengan kantor, trus berangkatnya mepet!! Grusa-grusu jadinya.
Sesampainya di Kapus, langsung nyari pak satpam. Mau nanya letaknya Kanwil Jakbar di lantai berapa gitu, maklum kan new comer neh. Eh, ternyata pak satpamnya nggak tau hiks. Diantarlah untuk nanya ke mas-mas CS yang dengan pedenya bilang lantai 24. Berdesak-desakan dalam lift menuju lantai tujuan sembari menikmati rangsangan semua panca indera, banyak hal baru gitu loh.
Akhirnya sampailah aku di lantai 24 yang ternyataaa...Kanwil Jaksel maak! Yaah, nyasar dong :(. Nanya-nanya lagi deh, dan katanya kantor baruku di lantai 22. Untung ga beda jauh, salah 2 lantai aja kok.
Finally, bener, ga nyasar, amin! Nanya-nanya lagi (bener kata pepatah, Malu Bertanya Sesat di Jalan) ke pak satpam dan diantarlah aku menghadap Kabid RT. Eits, bukannya seharusnya ngadep Kabid Kepegawaian yak? Haha, salah orang, pindah lagi deh. Ternyata Kabid Kepegawaiannya ibu-ibu looh. Baik banget dah, biasa mak-mak, kita jadi ngobrol macem-macem deh, dari sejarah kerjaan, keluarga, sampai daerah asal yg olala sama-sama orang Jatim. Hehe, bisa ngomong pake boso Jowo dong ntar.
Oleh beliau aku diantar menghadap bapak Kabag Umum. Ternyata lagii, dia dulu pernah penempatan di Palu! Kenal sama temen-temen seangkatanku :), dunia selebar daun kelor hehe. Karena belum ada SK aku mau ditaruh di bidang apa, untuk sementara aku dimasukin di bidang Rumah Tangga dulu.
Sekarang lagi duduk manis, di partisi kosong dengan kompi mati karena belum minta terminal colokan. Belum ada ato belum dikasi kerjaan ato ngangguurr. Kata suami ne, bakal lumayan lama situasi kaya gini. Yah berdasarkan pengalaman dia pas awal masuk kantor barunya kemarin. Heem, besok bawa buku deh, ato bawa cucian aja sekalian biar ada kegiatan hehehe. Read More
Minggu, 31 Oktober 2010
Perjalanan Panjang.
Alkisah tanggal 22 Oktober 2010 kemarin, saya, anak-anak, dan Sinta berangkat ke Malang naik KA Gajayana. Berangkat diiringi dengan derasnya hujan yang menyerbu Jakarta, dari sms adik diberitakan di televisi bahwa Jakarta terkena badai. Awan sore itu memang sangat gelap menghitam, membuat bulu kuduk meremang, hanya bisa bertasbih saja melihatnya.
Perjalanan ke Malang membutuhkan waktu sekitar 16 jam, lebih lama dari biasanya. Dulu suami pernah naik KA Gajayana sampai di Malang jam 8.30 pagi, kemarin itu kami tiba sekitar pukul 10.30, lumayan bedanya ya. Seperti biasa, Farah mabuk AC, seperti kalau naik taksi, jadi dia muntah sampai 3 kali, ganti baju juga 3 kali deh. Kalau Syifa sih sudah gak mabukan.
Cukup senang juga, ke Malang bisa ketemu keluarga besar, meski untukku hanya sehari saja karena tanggal 24 sore harus sudah terbang ke Makassar via Surabaya. Deg-degan karena harus meninggal Syifa dan Farah. Beberapa hari sebelum berangkat, saya sudah berkali-kali menyampaikan ke anak-anak bahwa umminya mau ke Majene dulu, menyelesaikan pekerjaan, ambil mainan dan boneka Syifa Farah. Mendengar penjelasan saya tersebut, mereka manggut-manggut dan akhirnya melepas kepergian saya tanpa tangisan tapi dengan lambaian tangan dan senyuman. Plooong rasanya.........
Kuatir?? Tentu saja, saya kuatir akan Farah, si bungsu yang masih 3 tahun itu. Apa dia paham bahwa umminya pergi untuk 6 hari yang cukup lama bukan hanya beberapa jam saja mungkin seperti yang ada dalam anggapannya? Kalau Syifa sih insyaAllah sudah mengerti dan saya cukup santai meninggalkan dia dengan neneknya. Benar saja, malam hari ketika sebelum tidur dan bangun tidur, atau ketika sementara bermain, Farah tiba-tiba selalu menanyakan saya, "Dimana Ummi?".
Kembali ke kisah perjalanan saya, berangkat menumpang pesawat Lion Air menuju Makassar, sampai di sana jam 8 malam. Bersegera meninggalkan bandara agar tidak tertinggal bus malam yang menuju Majene. Kalo telat bisa susah mencari angkutan ke sana. Alhamdulillah meski agak mepet waktunya, 10 menitan sesampainya saya di Maros, tempat berhenti bis untuk membeli oleh-oleh roti Maros, bis yang saya nantikan tiba juga. Duh, lega rasanya, tinggal duduk manis nunggu 7-8 jam untuk bisa sampai di Majene.
Tidak bisa tidur di bis ternyata, karena dapat tempat duduk di belakang pak supir yang membuat mata jadi silau terkena kilatan lampu mobil yang berpapasan dengan bis. Bagaimanapun, hati tidak tenang rasanya, teringat anak-anak dan merasakan rindu yang amat sangat, padahal baru ditinggal beberapa jam saja. Akhirnya hanya bisa merem melek, sebentar tidur sebentar bangun lagi, banyak berpikir dan merenung jadinya.
Alhamdulillah sampai juga di rumah Majene, fiiuuuh.....seperti kapal pecah........super berantakan dan kotor. Selama 2 minggu terakhir rumah dinas KPPN itu dihuni oleh seorang teman yang pegawai KPPN juga dengan seorang anaknya yang masih 2 tahun. Rumahnya besar, tidak heran kalo si mbak mungkin tidak sempat membersihkan seluruh rumah. Heem...banyaaak sekali kenangan di rumah itu. Rasa kangen pada anak-anak makin menjadi. Berkelebat bayangan anak-anak ribut lari-lari di dalam rumah atau sedang mandi bersama-sama. Kalau memandang halaman, jadi teringat anak-anak yang dulu suka bermain ayunan bikinan abinya. Hiks....jadi mellow bangeeeeeet.......
Bagaimanapun tujuanku ke Majene untuk segera menyelesaikan banyak urusan. Segera deh bersiap ngantor lagi, bertemu dengan tumpukan pekerjaanku yang selama berbulan-bulan sudah kutinggalkan. Bertemu kembali dengan teman-teman kantor yang kaget dengan kedatanganku, apalagi ketika mendengan kabar SK sudah keluar, banyak yang mengucapkan selamat. 5 Hari kerja di Majene, seolah jadi anak kos, makan pesan katering, siang tidak pulang tapi istirahat di kos teman, malam tidur sendirian hiks....untung cuma 4 malam.
Ternyata memang pekerjaanku tidak mungkin selesai dalam 5 hari, tapi karena suami hanya memberi waktu terbatas, akhirnya dengan sedikit bujuk rayu dan muka memelas, Kasubag Umumku mengijinkan untuk membawa sebagian pekerjaan ke Jakarta agar dapat segera kuselesaikan di sana. Lega sih, bisa secepat mungkin kembali bertemu anak-anak. Apalagi gantian mereka panas badannya, duuh jadi ngenes rasanya.
Sesuai saran suami akhirnya diputuskan untuk bertemu dengan anak-anak di bandara Juanda saja, agar kami bisa segera pulang ke Jakarta. Hari Jum'at malam tanggal 29 saya berangkat ke bandara Hasanuddin Makassar, paginya terbang ke Surabaya untuk bertemu anak-anak yang datang diantar mertua dan orang tua saya. Lalu kami terbang lagi menuju Jakarta untuk kembali berkumpul sebagai satu keluarga. InsyaAllah untuk beberapa tahun ke depan kami bisa bersama-sama terus, mungkin sampai ada mutasi suami lagi yang entah kapan akan terjadi. Sementara itu kami akan benar-benar menikmati kebersamaan ini, Amin.
Read MoreJumat, 22 Oktober 2010
Akhirnya............
Do'a-do'aku diijabah
Keinginan-keinginanku terkabul
Air mata ini mengalir
Hati ini penuh syukur
Bibir ini tak henti tersenyum
Kini duka berganti suka
Angan menjadi nyata
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan......
A new day has come
*Alhamdulillah SK pindah sudah keluar*
Read More
Kamis, 14 Oktober 2010
Cepatlah Sembuh Nak!
Hanya bisa berusaha sekuat tenaga menenangkannya kala dia takut diperiksa suster atau bu dokter, trauma mungkin. Rengekannya yang melas mode on makin menguatkanku, pasang senyum semanis mungkin dan terus menyemangatinya. Hanya bisa terus berdzikir dalam hati, sambil menyelipkan banyak do'a. Hanya bisa sepasrah mungkin dalam tiap sholat, berusaha benar-benar menghamba padaNya.
Teringat dosa-dosa... Ah nak, kau masih anak-anak tanpa dosa. Ini aku umimu, itu abimu yang banyak punya dosa. Kalau umi atau abi yang sakit, mungkin wajar ya nak, karena akan menggugurkan dosa-dosa. Tapi kamu yang sakit, mungkin ini adalah ujian bagi umi dan abi agar bertambah iman padaNya. Atau teguran agar umi dan abi kapok berbuat dosa. Atau musibah agar umi dan abi selalu ingat padaNya.
Melihatmu membaik, banyak makan dan juga minum...aah betapa nikmatnya nak. Hati serasa tersiram air es, adeem. Syukur tak terkira yang umi rasa. Senangnya melebihi ketika umi dapat gaji 13 atau IPK. Bahagianya melebihi ketika dagangan umi laku. Leganya melebihi ketika hutang banknya umi lunas. Exitednya melebihi ketika paket belanja on linenya umi berdatangan. Ah, sungguh umi terlalu sibuk dengan nikmat dunia. Sampai kadang lupa, bahwa anugerah yang terbesar dan patut untuk selalu disyukuri adalah kamu nak.
Cepatlah sembuh ya nak! Read More
Rabu, 29 September 2010
Antara Aku dan Dia (part 1)
Seringkali di saat aku benar-benar merasa tak berdaya dan tertekan, aku berpikir mengapa aku dan dia menjadi pasangan suami istri? Mengapa dia, bukan yang lain? Mengapa aku yang menjadi istrinya, bukan perempuan lain? Begitu banyak perbedaan di antara kami, begitu banyak kejutan-kejutan tak terduga tentang dia yang masih bisa membuatku terpana ketika aku menghadapinya. Pasti begitu juga sebaliknya.
Bukan, bukan berarti aku menggugat takdir yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Justru pertanyaan-pertanyaan itu semua telah mendorongku untuk berpikir positif. Berusaha mencari hikmah dan manfaat dibalik perjodohan yang Allah Swt tetapkan antara aku dan dia. Justru kini aku makin semangat berusaha untuk mengenali diri sendiri, kepribadianku, karakterku, sifatku, dan juga berusaha mengenali dirinya.
Ya, bagaimana mungkin aku bisa memahami dirinya jika aku tidak memahami diriku sendiri terlebih dahulu? Jujur, selama aku beranjak dewasa sampai menikah, aku belum tergugah untuk mengenali diriku sendiri. Proses pencarian jati diriku kala remaja berlangsung kurang sukses. Aku sempat terdampar di pulau-pulau terasing dan tersesat di sana. Saat-saat itu begitu gelap dan kacau, tidak tahu harus bagaimana, tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus mengadu pada siapa. Tidak bisa bercerita pada orang tua karena merasa kurang dekat dan takut nanti malah dimarahi, dipojokkan, dan disalahkan! Mengadu pada Allah? Ah, saat itu aku masih jauh dariNya.
Teringat sabda Rasulullah: Barangsiapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya. Saat pertama kali mendengar hadits itu, aku belum paham maksudnya. Apa hubungannya antara mengenal diri sendiri dengan mengenal Allah Swt? Ternyata mengenali diri sendiri adalah sebagai modal dasar untuk sukses dalam berinteraksi, baik dengan sesama manusia, terlebih dengan Sang Pencipta. Jadi, apakah saat ini aku sudah benar-benar mengenali dan memahami diri sendiri? Belum. Masih banyak misteri dalam diriku yang aku sendiripun belum berhasil menyibaknya.
Kini aku yakin, selama apapun usia pernikahan kita, pembelajaran untuk mengenali diri sendiri apalagi diri pasangan tidak akan pernah selesai. Karena ini adalah pekerjaan seumur hidup kita.
Read More
Minggu, 26 September 2010
Susah Makan, Gak Mau Makan, atau Gak Biasa Makan?
Dari semua PRT itu, ada satu kesamaan yang ada pada 6 orang di antara mereka, yaitu kalau udah waktunya makan nih, disuruh makan tuh susaaaaaaaaaaaah banget. Kalau yang 5 lainnya lumayan gampanglah, waktu makan langsung ambil piring dan makan. Oya, aku nggak pernah membeda-bedakan menu makanan untuk PRT. Mereka makan dengan menu yang sama dengan apa yang aku makan.
Sinta. mbak Marni, Ucang, Ifa, Tina, dan Ana, mereka berenam ini yang jadwal makannya terserah perut. Kalau sehari belum terasa lapar, yaaaa gak makan deh seharian. Ampuuuun, gimana aku nggak khawatir coba. Mereka kan kerja, butuh tenaga, bakalan merasa capek, jelas-jelas butuh energi!! Kalau nggak makan, bisa sakit kan.......... Tapi tetep aja mereka nggak langsung makan kalo sudah tiba waktunya makan. Aku jelas geregetan, mungkin karena beda backgroundnya yah, aku kan kalau makan harus tepat waktu, 3x sehari pagi siang malam. Sedangkan mereka dari sononya bisa sehari cuma makan 1x atau paling banyak 2x sehari.
Analisa pertama kupikir mereka susah makan, entah karena belum napsu, belum lapar, atau....menu yang mereka kurang suka?? Padahal menu makanan di rumah biasa aja, asal ada sayur dan lauk ikan atau ayam. Kupikir bukan ini alasannya. kalau nggak mau makan...ah nggak juga, karena dalam sehari toh mereka pasti makan kok *ya iyalaah masa ya iya duuoong*. Jadi, kemungkinan besar alasannya adalah mereka nggak biasa makan. Mungkin karena secara ekonomi mereka kurang mampu, jadi sudah biasa dalam sehari makan cuma 1x sehari, kalau lagi berlebih bisa makan 2x sehari. Bahkan Sinta pernah cerita pernah nggak makan dalam sehari, jadi dia dan keluarganya seharian kerjanya cuma tidur untuk menghilangkan rasa lapar. Ya Allah....aku yang telat makan saja bisa gemetar nahan lapar, mereka malah gak biasa makan teratur. Aku patut sangat-sangat bersyukur atas rejekiku.
Tidak mungkin tidak, pasti kebiasaaan mereka jarang makan akan berimbas pada kesehatan mereka. Sebenarnya itu juga yang kukhawatirkan, kalau mereka sakit siapa yang bantu aku jagain anak-anak ketika aku ngantor? Riwayat kesehatan mereka yang kutau, Sinta kalau sakit bisa 2 hari tepar, itupun tetep nggak mau makan. Kaya kejadian kemarin ini, aku dan suami sampai maksa dia makan walau cuma sedikit. Alhamdulillah hari ini dia sudah baikan, sudah bergurau dengan anak-anak dan sudah beraktifitas seperti biasa. Mbak Marni, dia kuat fisiknya meski jarang makan tapi selama 2 tahun kerja kok rasanya nggak pernah ijin sakit ya, subhanallah. Kalo Tina dan Ana, badan mereka tuh berisi, hampir gemuk untuk ukuran mereka. Mungkin karena tulangnya gede ya kalau orang bilang. Kadang bergurau dengan mereka, nggak makan aja gemuk apalagi kalau makan, bisa obesitas kali hehe. Tapi ya gitu, Tina lumayan sering sakit begitu juga Ana, sampai muntahnya berdarah. Ya iyalah, gak biasa makan, tuh lambung jadi luka kaliii. Sedih aku dengernya, migrainnya juga sering kambuh sampai nangis-nangis dia. Rata-rata penyakit yang mereka punya ya maag itu deh.
Alhamdulillah dengan begini ada sisi baiknya, aku harus lebih mensyukuri apa aja yang tersedia di meja, apa aja yang bisa kumakan hari ini. Harus lebih bersyukur dengan uang hasil kerja yang kuterima, nggak capek-capek pake beberes rumah, berkutat di rumah seharian, ngerjain kerjaan domestik yang tiada henti kaya mereka. Ah, meski aku juga ingin jadi FTM tapi tetep nggak pengen sendiri di rumah haha dasar malas. Aku mah jadi FTM biar bisa main ma anak-anak dan bisa on line hahay, kalo kerjaan rumah mending PRT aja kaliii. Kecuali masak dan urus suami tetep aku yang handle hoho.
Read More
Senin, 13 September 2010
Teguran
Ternyata aku bangun kesiangan
Ditegur dengan sebuah mimpi menakutkan
Membuat hati galau, sedih, malu, dan pecah tangis sedu sedan
Ya Rabb...
Tersungkur ku di atas sajadah
Lepas Ramadhan sudah kembali buat ulah
Sholat terlambat tanda imanku goyah
Ampuni hamba ya Allah...
Begitu hinanya hamba ini
Begitu banyak nikmat karunia tlah dinikmati
Tapi slalu ingkar dan lalai
Smoga tak sampai hati jadi mati. Read More
Jumat, 03 September 2010
Panci Berkarat, Berbahayakah?
Jadi parno neh, aman ga ya? Mempengaruhi zat-zat dari bahan yang dimasak ga ya? Aku tu cuma punya satu panci masalahnya hehe, maklum rumah kecil, suami melarang beli barang, apapun itu, dalam jumlah banyak. Piring aja ada 5, gelas 4, garpu 3, sendok 6 haha. Kaya main rumah-rumahan yaa. Read More
Minggu, 27 Juni 2010
Jam Tidur Syifarah
Dari semua alasan tadi itu, sebetulnya aku bisa nyuri waktu kalo anak-anak sudah bobo sih, misal mereka jam 9 dah tidur ya, paling nggak aku bisa OL sejaman lah ya. Tapi masalahnya, mereka tuh masih aktif banget, masih melek bola matanya, kadang meskipun dah nguap berkali-kali tetep aja gak langsung tidur. Sampai di atas kasur masih cerewet, minta minum, minta dianter pipis, minta dibacain cerita, lagi dan lagi. Huuuaaa............
Seingatku dulu pas di Majene, Syifa sudah jarang tidur siang, asyik main dengan anak-anak tetangga sedangkan Farah masih rajin tidur siangnya, bisa sejam lebih lho. Itupun sebelum jam 9 malam udah siap-siap di tempat tidur, biasanya yang paling cepet merem si Farah. Kalau Syifa paling telat jam 10an baru pulas dianya, itu juga jarang kok. Lha sekarang?? Kalo siangnya tidur biasanya sejam lebih, bisa sampai 2 jam kadang, dan akibatnya kalo malam....huhuhu ya itu tadi deh, mereka gak ngantuk-ngantuk, ini tadi aja jam 10.30 malam mereka baru pules, padahal dari jam 9 dah guling-guling di kasur. Duh kebayangkan sebelnya nungguin mereka gak tidur-tidur, mana suami besok mulai ngantor lagi, berarti ni malam aku n dia harus lebih cepat tidurkan......
Nggak tau nih, dulu pas ngantor aku nggak tidur siang juga nggak apa-apa kok, sekarang kalo di rumah kok bawaannya ngantuk mulu kalo sudah jam 2 siang ya...pengennya nyium bantal n meluk guling, mupeng banget deh kalo dah liat kasur. Jadinya selalu kuajak anak-anak tidur juga, pernah sih sekali, aku ngantuk banget, pas gak enak badan juga jadi mau tidur sedangkan anak-anak gak ngantuk, akhirnya mereka kuajak masuk kamar lengkap dengan mainannya, kukunci pintu dan aku tidur deh sementara mereka terus main sampai aku bangun dengan amat sangat terpaksa satu jam kemudian hehe, itu juga tidur gak nyenyak, digangguin terus ma mereka.
Sebenarnya kalo mereka nggak tidur siang, malamnya habis maghrib gitu mereka dah teler banget lho, dah 5 watt matanya, merem melek merem melek gitu. Jadi aku dan suami bisa ngabisin waktu berdua lebih lama. Ada sisi gak enaknya juga sih, kalo gak tidur siang mereka jadi sering mengigau dan terbangun beberapa kali kalo malam, cukup mengganggu kalo pas akunya baru mau pules tidur. Heem.....jadi enaknya gimana nih, pake acara bobok siang ato enggak ya??? Kalo sobat MP anak-anaknya gimana?? Share donk.....
Read More
Minggu, 13 Juni 2010
New Home Sweet Home
Dimulai dari pagi harinya pas hari Selasa, hunting kulkas, mesin cuci, dan TV plus kasur ma lemari di Pasar Minggu. Berangkat kepagian, toko belum pada buka, akhirnya sarapan di warung rawon dan pecel lele...nyaaam.... Habis maem, nanya tempat toko elektronik n mebel ke ibu penjualnya, katanya deket terminal, jadi belok kiri aja. Pas di jalan, kok suami malah belok kanan ya, perasaan terminalnya sebelah sono deh, bener deh pake acara nyasar huhu alhamd gak pake lama muter-muternya, capek kan. Akhirnya balik ke jalan yang sebelumnya dan kali ini gak salah belok, nyampe di jejeran toko dan hunting sampe kaki pegel, anak-anak ngedumel minta pulang hihi.
Agak siang baru deh nyewa pick up dan pindahan. Ternyata rumahnya lagi sementara dicat warna putih sesuai permintaan suami, jadi kotor rumahnya, barang-barang berantakan. Pokoknya hari itu capeeek...tapi seneng :) Malamnya bisa bobok gak pake kepanasan, adem, empuk lagi, kasur baru hoho. Rutinitas hari-hari selanjutnya as FTM buatku....mengejutkan juga...........capeknyaaaaaaa......Waktu terasa berputar cepet banget, pagi ngurusin cucian, maemnya anak-anak, mandiin, eh tiba-tiba dah siang, ngasi maem lagi, bobok siang, ngangkat jemuran, nyapu rumah, plus sekarang dah mulai masak, duuh....penuh perjuangan dan pengorbanan juga yaaa hehe. Salut deh ma FTM yang masih bisa nyambi jualan on line yang berarti bisa nyempetin nongkrong depan kompi ya) atao yang punya kegiatan asyik lainnya. Aku masih keteteran, mungkin belum luwes ya, kerjaan dikit tapi ngabisin waktu seharian hoho, sampe suami bilang kalo aku tu musti gesit dikit. Yeee ini aja dah usaha kok hehe.
Oya, beberapa hari ini malah gak megang pelajaran buat Syifa sama sekali, duuh musti belajar ngatur waktu nih. Bersiap tuk besok deh...dah malem nih, yuuuuk bobok.......met malam.............
Read More
Senin, 07 Juni 2010
Gang Pelukis
Alhamdulillah akhirnya nyampe juga di tempat tujuan, setelah si mas agak lupa jalan dan nanya ke pak Haji penjual bensin. Rumahnya imut dengan 2 kamar tidur, dapur mungil dan kamar mandi. Dapet sewanya per tahun 10jeti, sesuai keadaan kantong saat ini hoho. Pemiliknya adalah sepasang suami istri lanjut usia yang tinggal dengan anak dan cucunya (belum tau jelasnya berapa jumlah anaknya). Mereka tinggal di belakang rumah kontrakan kami, tidak terpisah, hanya dibatasi tembok, jadi kami akan tinggal sama-sama dalam satu halaman. InsyaAllah betah dan bisa bergaul dengan mereka dengan baik (inget pengalaman ngontrak sebelumnya di Majene yang satu rumah juga).
Halaman rumahnya asri, banyak tanaman dan adem, cocok banget dengan hawa Jakarta yang panas kalo siang, mudah-mudahan anak-anak nanti cepat sehat dan cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya yang insyaAllah lebih kondusif. Oya, rumahnya dekat masjid jadi bisa dengar suara adzan dengan jelas, banyak anak-anak kecil di sekeliling rumah, namanya juga di kampung, moga-moga bisa jadi teman mainnya anak-anak nanti.
Heem...excited! InsyaAllah besok mau pindahan, doain lancar ya.............
Read More
Sabtu, 05 Juni 2010
Terkapar
Tuh kalimat asalnya dari mana ya? Anybody knows?
Lebay....hehe bukan maksud hati mau bilang kalo kota Jakarta kejam, sok sinetron dong yah. Ceritanya nih, sudah kurleb 9 hari tinggal di Jakarta, ternyata menjadi catatan rekor tersendiri untuk aku dan anak-anak. Rekor apa saudara-saudara??? Rekor sakit bin masuk angin, badan panas, batuk tiap hari. Syifa dan Farah yang dulu di Majene alhamdulillah jarang sakit, kalaupun panas paling sehari dua sudah adem, sekarang dalam kurun waktu 9 hari ini kena panas sampai dua ronde, hanya terpaut beberapa hari plus batuk. Diikuti Farah yang juga panas, muntah-muntah, dan batuk. Dan mboke anak-anak alias daku, mungkin karena kurang tidur, kurang makan (gak maksud diet lho yah), kurang ajar, akhirnya tekanan darah drop, kepala sakit bin pusing, badan serasa melayang, mata berkunang-kunang. Mungkin lagi adaptasi ma hawa Jakarta ya? Di Majene panas juga tapi gak sampai sering sakit gini, atau masih kecapekan?? Wallahu'alam.
Dan hari ini, wiken ini, suami malah lembur
Do'ain kami cepet sehat yah temans.......
*ditulis saat Syifa dan Farah yang lagi panas badannya tidur pules*
Read More
Jumat, 04 Juni 2010
Being A Temporary FTM
Sejak sampai di Jakarta sampai ini hari, kira-kira sudah 8 hari aku nggak ngantor, nggak pegang kalkulator, dan nggak jadi mandor hoho. Feel free?? Gak juga, hp terus berdering tiap hari kerja, kalo gak sms ya pasti telp dari kantor. Maklumlah, aku berangkat memang ninggalin setumpuk kerjaan yang belum kelar, jadi ya tentu teman-teman yang gantikan dan bantu aku, selalu konsultasi ato nanyain ini itu yang belum jelas. Apalagi ini urusan duit sih, jadi sensitif hehe. Tapi dinikmati ajalah, masih sok sibuk ma hp ngejelasin ini itu ke mereka, plus nginget-nginget kerjaan terakhirku, dimana aku taruh catatan-catatan kecilku untuk mereka baca, dll.
Oya, tentang menjadi FTM meski hanya sementara, ternyata capek n ribet juga yah. Ngurusin dua cewek kecilku ini seharian, ngurus cucian yang akhirnya gak melulu di laundry, meski gak punya ember, dengan berbekal detergen, gayung, air, dan kekuatan tangan untuk ngucek, maka jadilah aku nyuci bajunya anak-anak, dalemanku n suami, dan lainnya yang kecil-kecil, ringan, pokoknya gampang dicuci. Ini aja tanganku yang biasanya cuma pegang duit, kertas, dan bolpen, menjadi lecet dan perih terasa gara-gara ritual baruku, yaitu ngucek!!! Lain lagi ribetnya nyuapi anak-anak, tugas yang biasanya dilakukan Tina dan Ana sekarang menjadi tugas harianku, tiap hari, 3 kali sehari sodara-sodara!! Pake jurus ngebujuk, ngajakin jalan-jalan, diajak ngobrol, sambil main game online, sampai sedikit dipelototin atau diancam-ancam (jangan ditiru yaaaa) kalau akunya dah level gak sabar hiks
Satu kerjaan yang aku paling jaraaang banget pegang (kalo gak mau dibilang gak pernah) yaitu ngepel! Biasanya kan yang kerja Tina atau Ana, bahkan kerjaan satu ini tuh favoritnya suamiku lho, si Raja Bersih. Di rumah dulu, bisa sampai 5x dia ngepel ruang keluarga, tempat mangkalnya dia gitu. Kalo sekarang di kamar kos, palingan dia tanya, udah dipel belum kok masih kliatan gak kinclong dan dia pun asik ngejongkok lagi gosok-gosok lantai.
Oya, tentang HS-HS an yang mau kulaksanakan, alhamdulillah bisa online seharian dengan laptop suami yang sengaja ditinggal di kos. Bisa klik sana klik sini (sssttt sekalian ngeMPi, buka FB, cek imel,dll wakakaka) nyari bahan untuk HS-HSannya Syifa. Kalo Farah masih mau asik main sendiri, belum bisa diajak serius. Moga-moga bisa lancar jaya sampai 3 bulan ke depan, planningnya sih mau pindah rumah yang insyaAllah dah dapet di daerah pancoran, gak tau sebelah mana -gak tau jalan,gak tau apa2- yang katanya suami rumahnya imut, cuma 2 kamar, dan harganya murah 10 juta gitu, sesuai duit yang ada lah, lagi masa krisis gini hehe.
Read More
Sabtu, 29 Mei 2010
From Majene to Jakarta
Hari terakhir di Majene berasa panas dingin, maksudnya otak dan ni badan. Kerjaan belum selesai 100 % yang berarti aku masih ada hutang kerjaan dan bakal ngasih "masalah" ke penggantiku, si Lisna. Dianya sih sok cool padahal aslinya stres berat haha. Sampe lewat jam kantor aku masih berkutat dengan kalkulator dan itung2an untuk ngajuin GU, telepon dari beberapa teman terus masuk, menanyakan kapan aku sampai di rumah, sepertinya mereka mau ketemu aku dulu n ngasih kenang2an sebelum aku berangkat.
Sebenarnya teman-teman kantor banyak yang gak tau aku mau ke Jakarta, apalagi dengan wacana bakal gak balik ke Majene lagi. Jadi pas ada beberapa teman yang dengar, mereka langsung heboh, ribut mau beli kenang-kenangan dan mau ikut antar ke terminal ntar malamnya. Badan rasanya capeeeek, kepala nyut-nyut, berat banget dah pokoknya. Beneran deh, sampai rumah disambut tamu yang terus berdatangan, dari tetangga, teman liqa, teman kantor, yang semua bawakan oleh-oleh untuk kubawa ke Jakarta.....huaa...mau gak dibawa yah gak enak, mau dibawa kok ya bawaanku nambah donk. Akhirnya ada tetangga yang tanggap, smua oleh-oleh dimasukin ke dos jadi satu, jadi lebih gampang buat aku ngebawanya, alhamdulillah.
Setelah salam-salaman, cipika cipiki, akhirnya aku berangkat ke terminal diantar beberapa teman. Wah, saat aku mau naik bis ternyata jatuh juga nih air mata, padahal dah ditahan-tahan untuk tidak nangis. Beberapa teman juga ada yang sudah mewek duluan...hiks....so long Majene.
Nggak nyangka, biasanya Farah kalau naik bus malam anteng, bobok, gak pake mabok bin muntah, huhuhu malam itu ternyata Farah muntah, lagi dan lagi. Kondisi badanku yang kurang fit membuatku juga feel hoek, tahaaaan......pokoknya nahan agar aku nggak muntah juga, bisa berabe donk kalo ada lomba muntah Ibu dan Anak di bus malam. Akhirnya malam itu kami berdua kurang tidur, alhamdulillah Syifa gak muntah, dia malah bobok terus pe bandara. Nyampe bandara jam 4 pagi, lumayan bisa istirahat dikit sebelum check in. Badan rasanya remuk semua deh, tapi namanya juga pengorbanan qeqeqe....kebayang mau ketemu suami, deg2an juga....
Bener aja, selama di pesawat kami bertiga bener-bener terbius alias molor, nyenyak deh pokoknya. Sampai gak dapet jatah kue n minum, mbak pramugari yang cantik-cantik nggak tega kali ya ngebangunin ibu dan 2 anaknya yang imut sedang ngiler hehehe. Alhasil pas terbangun, pesawat dah mo landing dan yang terasa.............lapaaaaar!!!!!
Alhamdulillah, dah nyampe Jakarta dengan selamat. Suami ternyata telat jemput karena macet, akhirnya aku dan anak-anak ngisi perut dulu, maem apa yang bisa dimaem (duh segitunya). Masih dag dig dug, saat pertama ketemu suami apa iya dia mau langsung ngomel ato marahin aku karena beberapa kejadian yang kemarin?? Asli gak kebayang!! Momem saat suami datang................he was smiling!!! Salim n cium anak2, colek-colek aku hohoho....lega! Dia nggak marah ke aku, at least sampe beberapa hari kemudian pas aku nulis ini, kami memang belum serius membicarakan masalah yang kemarin. Mungkin kami berdua sama-sama ingin menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga yang utuh dulu, daripada membahas satu masalah yang akan berujung pada pertengkaran. Nanti, ada saatnya, yah aku tau, pasti akan tiba saat dimana kami berdua harus duduk bersama mencari solusi dari masalah yang kami hadapi ini.
Read More
Senin, 24 Mei 2010
I'm Going To Jakarta.
Bagian sedihnya dulu deh.
Yang namanya perpisahan, pasti bikin sedih ya
Bagian serunya..........
I'll meet my soulmate.....kekasihku....suamiku tercinta ciiiee......Meski gemetar juga, bakal ada perang dunia III dulu pas ketemu nanti, tapi tetep berharap ada adegan baikan dan berkasih-kasih bak pilem India hohoho
Huuff.........berat banget nih kepalaku, sampai mau pingsan dirasa. Pusing ka kodoooong!!!!
Read More
Jumat, 20 Februari 2009
Flashcard Mania
Lagi seneeeeng banget main di www.sumardiono.com
Bisa dapet banyak tambahan ilmu tentang homeschooling lho. Aku gak kepikiran buat nge-homeschooling-kan Syifa dan Farah kok, hanya saja materi2nya bagus2 n bisa kuaplikasikan di rumah di saat wiken ato sepulang Syifa dari Play Group nya.
Kalo mau donlot Flash Card lucu2 bisa di www.flashcardplazza.com
Bisa donlot in Indonesian juga loooh, ada seri angka, hewan, profesi, dll. Lumayanlaaah, buat oleh2 Syifa dan Farah hehehe. Duh, jadi semangat nih. Ups, ini aku lagi di kantor, kebetulan gak ada yang harus dikerja, jadi Bendahara kalo lagi gak sibuk bener2 bisa bengong, tapi kalo lagi sibuk.........huuuaaaaaa....bisa2 jadwal pulang kantor aja bisa molor lho.
Read More