Melihat anak sakit...hati ibu mana yang tidak sedih. Menemani anak sakit...hati ibu mana yang tidak khawatir. Jantung rasa jatuh sampai ke ulu hati, saking dag dig dugnya. Tak tega sungguh tak tega *bukan nyanyi dangdut lho ya*.
Hanya bisa berusaha sekuat tenaga menenangkannya kala dia takut diperiksa suster atau bu dokter, trauma mungkin. Rengekannya yang melas mode on makin menguatkanku, pasang senyum semanis mungkin dan terus menyemangatinya. Hanya bisa terus berdzikir dalam hati, sambil menyelipkan banyak do'a. Hanya bisa sepasrah mungkin dalam tiap sholat, berusaha benar-benar menghamba padaNya.
Teringat dosa-dosa... Ah nak, kau masih anak-anak tanpa dosa. Ini aku umimu, itu abimu yang banyak punya dosa. Kalau umi atau abi yang sakit, mungkin wajar ya nak, karena akan menggugurkan dosa-dosa. Tapi kamu yang sakit, mungkin ini adalah ujian bagi umi dan abi agar bertambah iman padaNya. Atau teguran agar umi dan abi kapok berbuat dosa. Atau musibah agar umi dan abi selalu ingat padaNya.
Melihatmu membaik, banyak makan dan juga minum...aah betapa nikmatnya nak. Hati serasa tersiram air es, adeem. Syukur tak terkira yang umi rasa. Senangnya melebihi ketika umi dapat gaji 13 atau IPK. Bahagianya melebihi ketika dagangan umi laku. Leganya melebihi ketika hutang banknya umi lunas. Exitednya melebihi ketika paket belanja on linenya umi berdatangan. Ah, sungguh umi terlalu sibuk dengan nikmat dunia. Sampai kadang lupa, bahwa anugerah yang terbesar dan patut untuk selalu disyukuri adalah kamu nak.
Cepatlah sembuh ya nak!
Read More
Tampilkan postingan dengan label dbd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dbd. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Oktober 2010
Sabtu, 09 Oktober 2010
Kena DBD!!
Syifa selama ini alhamdulillah jarang sakit. Kalaupun demam biasanya dalam 1-2 hari sudah normal lagi suhu badannya, itupun tanpa minum obat kimia. Hanya herba saja seperti madu dan dioles minyak but-but dan atau parutan bawang merah di badannya.
Kali ini, Syifa demam sampai 5 hari lamanya. Kuatir tentu saja, kok tidak seperti biasanya ya. Syifa merasa mual dan muntah (meski jarang), BAB encer (meski tidak diare berat), dan mengeluhkan perutnya sakit. Akhirnya semalam Syifa kami bawa ke dokter terdekat untuk diperiksa. Kaget juga, dokter bilang kalau Syifa terkena gejala tipes, penyakit terberat yang pernah dialami Syifa, batinku. Diagnosa dokter, antara DBD dan tipes, tapi dokter berpendapat kemungkinan besar gejala tipes dan menyarankan agar segera cek darah.
Deg-degan, ini kali pertama Syifa ke lab untuk tes darah. Bagaimana nanti reaksinya?? Dengan dibantu seorang perawat yang memegangi tangannya, dan saya memangku Syifa, juga memegangi tangannya, ternyata tak mampu menahan gerakan tubuh Syifa kala diambil darahnya. Dia berteriak keras, meraung, berontak! Sayang, pengambilan darah yang pertama di tangan kanan tidak cukup banyak dan harus diambil lagi di tangan sebelah kiri...ya Allah!! Akhirnya suami tergopoh-gopoh datang, mendengar teriakan Syifa, Ternyata dia tadi tidak sadar kalau saya dan Syifa sudah masuk ke dalam. Kali ini suami yang memegangi tangan Syifa, saya berjongkok di depannya sambil membesarkan hatinya. Ya Rabb...melihat wajah Syifa yang meringis menahan sakit sungguhlah mengiris hati. Dia masih saja berteriak kalau dia tidak mau disuntik, tapi sudah lebih pasrah, tidak bergerak, dan mampu menahan sakit.
Alhamdulillah, pengambilan darah sudah selesai dilakukan dan kami pun pulang. Kira-kira satu jam kemudian telepon masuk di hape saya, dan ternyata dari pih ak lab yang mengatakan agar hasil pemeriksaan tadi segera diambil karena Syifa positif DBD!! Ya Allah...hati ini kebat-kebit rasanya. Segera suami berangkat, mengambil hasil tes darah dan mampir ke dokter 24 jam untuk konsul hasil tes tersebut. Kata dokter trombositnya turun sampai 188.000, dan kalau sampai 150.000 maka harus rawat inap. Untuk saat ini beliau menyarankan agar diperbanyak asupan cairan dan cukup istirahat di rumah saja, asal demamnya bisa diatasi dan terus dipantau.
Hari ini mau hunting sari kurma yang bisa menaikkan jumlah trombosit, selain itu juga menyiapkan rebusan air daun jambu. Do'akan Syifa segera sembuh ya......
Read More
Kali ini, Syifa demam sampai 5 hari lamanya. Kuatir tentu saja, kok tidak seperti biasanya ya. Syifa merasa mual dan muntah (meski jarang), BAB encer (meski tidak diare berat), dan mengeluhkan perutnya sakit. Akhirnya semalam Syifa kami bawa ke dokter terdekat untuk diperiksa. Kaget juga, dokter bilang kalau Syifa terkena gejala tipes, penyakit terberat yang pernah dialami Syifa, batinku. Diagnosa dokter, antara DBD dan tipes, tapi dokter berpendapat kemungkinan besar gejala tipes dan menyarankan agar segera cek darah.
Deg-degan, ini kali pertama Syifa ke lab untuk tes darah. Bagaimana nanti reaksinya?? Dengan dibantu seorang perawat yang memegangi tangannya, dan saya memangku Syifa, juga memegangi tangannya, ternyata tak mampu menahan gerakan tubuh Syifa kala diambil darahnya. Dia berteriak keras, meraung, berontak! Sayang, pengambilan darah yang pertama di tangan kanan tidak cukup banyak dan harus diambil lagi di tangan sebelah kiri...ya Allah!! Akhirnya suami tergopoh-gopoh datang, mendengar teriakan Syifa, Ternyata dia tadi tidak sadar kalau saya dan Syifa sudah masuk ke dalam. Kali ini suami yang memegangi tangan Syifa, saya berjongkok di depannya sambil membesarkan hatinya. Ya Rabb...melihat wajah Syifa yang meringis menahan sakit sungguhlah mengiris hati. Dia masih saja berteriak kalau dia tidak mau disuntik, tapi sudah lebih pasrah, tidak bergerak, dan mampu menahan sakit.
Alhamdulillah, pengambilan darah sudah selesai dilakukan dan kami pun pulang. Kira-kira satu jam kemudian telepon masuk di hape saya, dan ternyata dari pih ak lab yang mengatakan agar hasil pemeriksaan tadi segera diambil karena Syifa positif DBD!! Ya Allah...hati ini kebat-kebit rasanya. Segera suami berangkat, mengambil hasil tes darah dan mampir ke dokter 24 jam untuk konsul hasil tes tersebut. Kata dokter trombositnya turun sampai 188.000, dan kalau sampai 150.000 maka harus rawat inap. Untuk saat ini beliau menyarankan agar diperbanyak asupan cairan dan cukup istirahat di rumah saja, asal demamnya bisa diatasi dan terus dipantau.
Hari ini mau hunting sari kurma yang bisa menaikkan jumlah trombosit, selain itu juga menyiapkan rebusan air daun jambu. Do'akan Syifa segera sembuh ya......
Read More
Langganan:
Postingan (Atom)