Huff..huff..huff..ngos-ngosan nih. Ngejar deadline ini ceritanya, ya karena berniat ikut meramaikan undangan menulis seperti yang ada di postinganku sebelumnya. Tapiii, masih menggunakan cara mefet mania. Kalau jaman kuliah dulu ya SKS namanya, Sistem Kebut Semalam. Adanya main-main melulu, eh pas mau ujian baru deh sedia kopi dan camilan segambreng buat melekan. Etapi dulu itu seneng loh, secara belajarnya rame-rame. Ga cuma anak-anak kos di Dangko 19 (alamat rumah kontrakanku dulu rame-rame bareng teman) saja, tapi juga teman-teman yang kosnya di tempat lain ikutan ngungsi ke tempatku. Asli heboh ngalong bareng, bawa buku, mojok, ada sendirian ada yang rame-rame. Kalo yang sendirian berasa kaya dukun hehe. Dilihat dari jauh, sesekali matanya menerawang sambil komat-kamit, padahal ya menghapal bahan ujian :p Enakan berdua apa bertiga, bisa sesekali tukar pertanyaan, tebak-tebakan, atau bercerita eh lalu keterusan ngegosip hahaha.
Kok jadi nostalgila yak hoho. Cuma mau bilang, apa-apa itu harusnya dipersiapkan jauh-jauh hari, dipersiapkan dengan matang, nggak grusa-grusu apalagi gubrak-gubruk (atit doonk). Nah, sejak aku post undangan menulis itu, sebenarnya sudah ada ide mau menulis apa, ya pengen ikutan aja lah. Lagipula aku memang belum pernah menuliskan cerita tentang Cinta Buta versiku ke media apapun. Tapii kok ya si mood nulis ditunggu-tunggu malah nggak muncul-muncul. Fyuuh, menulis dengan modal mood memang membahayakan sodara-sodara. Bisa-bisa kita impoten, tidak menghasilkan satu tulisan pun untuk jangka waktu yang lama, ya gegara ga ada si mood ini.
Tadi aja nih, sedari pagi ngetem di depan kompi. Semalam sudah nulis-nulis sedikit tentang Cinta Buta versiku, tapi belum 100% selesai. Maka kulanjutkan sejak pagi hingga pukul 11 lewat, masih belum selesai juga, padahal DL-nya jam 12 siang naskah harus sudah dikirim ke email penerbit yang bersangkutan. Olala, nulis secepat kilat, ga pake poles-poles dah, masalah nanti tulisannya terpilih atau tidak itu nomer terakhir. Targetku adalah aku bisa menyelesaikan tulisanku dan mengirimkannya. Sudah kuanggap hutang soalnya, hehe. Kalau aku bisa nulis sejak kemarin-kemarin sih maybe hasilnya lebih enak dibaca ya hoho. Yup, sukanya mefet meyuyu ciiih :p.
Nah, aku ini suka bilang ga dapet mood, blog terbengkalai deh. Padahal yang namanya ide aka inspirasi itu ada di mana-mana. Apa saja yang kita lihat, kita dengar, maupun kita rasa bisa lho menjadi bahan tulisan. Tapi yaaa, lagi-lagi alasan mood dan kesempatan alias waktu. Suka ngiri pada teman yang bisa posting rutin, ya paling nggak berapa hari sekali kek. Eh..eh..malah ada yang rutin setiap hari loh, bahkan sehari bisa 4 sampai dengan 5 postingan hoho. Notifikasi di gmailku sampai penuh oleh postingan dia, colek bang Jampang ah.
Oke deh, jauuuh mah kalau aku mau dibandingkan dengan dia ya. Secara aku WM dengan anak 3 biji. Kalau mau rajin posting berarti aku harus pandai-pandai atur waktu yang sama-sama 24 jam dimiliki semua manusia ini. Paling tidak aku harus bisa nyepi di malam hari setelah anak-anak tidur untuk corat-coret di buku catatanku agar esok paginya bisa dipost di blog, ya kan, ya tho? Nah, berarti lagi nih, pagi-pagi setelah rutinitas sarapan di kantor, sesegera mungkin harus memindahkan coretan hasil semedi semalam ke blog, agar seharian setelahnya bisa lebih fokus kerja, gitu.
Ya, ya, ya, ini sedang manggut-manggut sendiri hehe. Pengen ah bisa kaya gitu, hayuk..hayuk.
Read More
Senin, 16 September 2013
Kamis, 29 Agustus 2013
[Farah] 6 Tahun Masih Cadel Aja?
Farah, si tengah baru saja berulang tahun yang keenam pada 15 Juli yang lalu. Subhanallah, semoga tambah sholehah ya nduk. Sebenarnya Farah sudah bisa masuk SD lho, usianya sudah mencukupi syarat untuk itu. Namun, aku mempunyai pertimbangan sendiri mengenai hal ini, yaitu Farah akan masuk SD ketika nanti berumur 7 tahun, sama seperti halnya Syifa kakaknya dahulu. Di samping itu, memang ada beberapa Sekolah Dasar Negeri yang mensyaratkan usia 7 tahun untuk calon siswanya, jadi menurutku klop sudah. Usia 7 tahun menurutku anak sudah lebih mandiri dan siap untuk menerima kurikulum pelajaran yang WOW itu. Ampun dah, beda banget dengan jaman SD-ku dulu yang masih belajar baca Ini Ibu Budi (heluu tahun kapan itu yaaaa :p)
Sebenarnya masih ada alasan lain lagi mengapa Farah saat ini malah nganggur alias tidak sekolah, yaitu karena dia masih kurang jelas dalam berbicara alias cadel. Bukan hanya pada pengucapan huruf R lho ya, tapi dia kesulitan menyebut huruf-huruf konsonan seperti T dan K, J dan G, R dan F, masih sering keliru juga dengan M dan N. Sengaja tidak dimasukkan SD sekarang agar Farah bisa ikut terapi wicara bila perlu. Selain itu aku kuatir dia akan di-bully di sekolahnya karena bicaranya yang tidak jelas itu. Memang sih sampai saat ini kami belum menemui dokter ahli tumbuh kembang anak untuk berkonsultasi. Rencana ya ke dokter dulu lalu bila disarankan untuk terapi wicara ya akan diikuti semampu kami (biayanya itu lho). Farah sudah melalui TK A dan B, sehingga tahun ini aku dan misua memilih untuk tidak meminta Farah mengulang TK B lagi, karena saat ditanya dia bilang tidak mau kembali ke TK B. Meski sekarang malah dia yang kangen sekolah, bosan di rumah terus.
Awalnya, aku berjanji akan rutin mengajak Farah ikut ke kantor, ya paling tidak seminggu 2 atau 3 kali lah. Dalam pikiranku, aku bisa full day bersamanya dan sembari menemaninya belajar di kantor. Aku bisa mengambil materi-materi untuk Farah pelajari dari internet, bahkan banyak tersedia worksheet gratis berbagai macam bidang studi kan. Namun kenyataannya sampai sekarang baru terealisasi beberapa kali saja. Jarak Bintaro-Gatsu yang kurang lebih 45 menit naik motor seringkali membuat aku tidak tega mengajak Farah, selain jauh, macet, belum lagi kalau misua sering ngebut ngejar waktu, jadi parno lah. Dan Farah sempat bilang merasa capek dan mual ketika naik motor dengan waktu yang cukup lama kemarin itu.
Akhirnya Farah setiap hari di rumah, nemani Azzam main atau dia asyik main dengan anak tetangga. Kalau sudah merasa bosan, dia pasti protes, ingin sekolah lagi. Wah, jadi ribet deh. Bulan September rencananya mau masuk TPA aja yang jadwal pagi, jadi agar ada kegiatannya di pagi hari. Kalau siang kan Syifa sudah pulang sekolah tuh, jadi Farah tidak merasa bosan, sudah ada teman main dan lawan bertengkarnya soale hehe. Malam harinya, barulah Farah belajar membaca dan menulis denganku. Sedikit-sedikit sambil memperbaiki pengucapan huruf-huruf yang masih terdengar tidak jelas itu. Untuk menghitung, Farah malah lebih jago sebenarnya dan dia lebih suka berhitung daripada belajar baca. Berasa tegang kalau belajar baca karena aku atau abinya selalu meminta dia mengulang-ulang bacaan huruf-huruf yang masih susah di lidahnya itu.
Dalam hal pilihan sekolah, Farah meminta agar dia masuk ke sekolah yang sama dengan kakaknya, Al- Azhar Bintaro. Fyuuh, berarti kami harus menyiapkan dana cukup besar untuk itu. Dulu misua yang ingin Syifa bersekolah di sana, meski agak berat juga biayanya. Sekarang rasanya tidak adil kalau tidak mengakomodir permintaan Farah, meskipun keadaan keuangan kami sedang bermasalah saat ini. Well, semoga Allah beri kemudahan dan jalan keluar bagi kami sekeluarga, aamiin. Semoga tenggat waktu setahun ini bisa banyak memberikan kemajuan untuk Farah, sehingga dia bisa lebih siap nantinya ketika masuk Sekolah Dasar.
Read More
Senin, 26 Agustus 2013
Kenalan Dengan GRED
Mempunyai Papa yang perokok membuatku terbiasa dengan teman-teman sekolah yang juga perokok. Sampai akhirnya menikah dengan teman yang perokok, ah ini mah hal biasa pikirku. Ternyata, setelah beranak pinak dan makin melek akan bahaya rokok, aku jadi ilfeel banget sama yang namanya rokok. Suka protes ke suami bahkan sampai ngajak anak-anak balita di rumah untuk berdemo. Yup, demo damai dengan mengacung-acungkan kepalan tangan sambil terus beryel-yel, "Stop merokok, stop merokok! Jangan racuni kami, jangan racuni kami!" Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja menemukan video demo ini di laptop jadul kami, wah duo Syifarah masih kecil-kecil, direkam sekitar tahun 2009. Mereka menghayati demo damai tersebut, berteriak-teriak dengan suara cadel syahdunya. Sayang, demonstrasinya tidak ngefek, misua sih tetap saja ngebul. Bahkan Azzam si bungsu yang sampai 2x ke UGD gegara Bronkiolitis, batuk sesak dikarenakan asap rokok, itupun tidak membuat misua kapok merokok, hingga saat ini.
Tahu dong ya bahaya dan resiko sebagai perokok pasif, malah lebih besar daripada perokok aktif. Rumah kontrakan yang dari dulu kecil mungil membuat asap rokok akan ngglibet muter-muter di dalam rumah, meski pun misua merokok di halaman rumah, apalagi kalau merokoknya di ruang tamu, ampun dah. Di usianya yang hampir 31 tahun, jumlah jatah rokoknya bukannya menurun malah makin bertambah. Apalagi kalau sedang stress dan ngadep laptop untuk main game sampai larut malam banget alias dini hari. Yup, begadang sodara-sodara, dan dilakukannya setiap hari. Setahun belakangan ini makin buruk saja kebiasaannya, yaitu sering ngopi. Meskipun dia mengeluh kadang kala sering mual, mules, perih di perut, ngopi tetap jalan terus. Segala nasehat sampai ocehanku tidak digubrisnya.
Daku kuatir dong akan kesehatannya. Sampai-sampai aku menakut-nakuti misua lho, aku bercerita panjang kali lebar akan kemungkinan penyakit-penyakit yang bisa jadi dideritanya. Aku berkisah tentang teman-teman seangkatan yang masih muda tapi terkena penyakit orang tua seperti jantung, gagal ginjal, maupun asam urat. Gaya hidup jaman sekarang kan memang benar-benar tidak sehat ya, seusia 30-an sudah banyak teman yang jatuh sakit bahkan sampai meninggal. Apa reaksi misua? Bergidik takut, menegurku yang katanya kok malah mendo'akan yang tidak-tidak, dan lantas lanjut lagi ngebulnya :(
Bagaimana pun, tubuh akan lelah setelah disiksa sedemikian rupa selama bertahun-tahun. Misua makin sering mual dan muntah, sering merasakan perih di perut, sakit di tenggorokan, dan sering meludah akibat banyaknya lendir di tenggorokan. Makin hari sepertinya makin membuatnya tidak nyaman dan akhirnya dia mulai rajin mencari info via mbah gugel. Sampai akhirnya dia menemukan informasi tentang penyakit asam lambung yang bukan maag, yaitu GERD. Bahasa kerennya adalah Gastroesophageal Reflux Disease atau dikenal pula sebagai ‘acid reflux’ yang merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami orang di seluruh dunia. Terjadinya ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.
Penyebab GERD ini bermacam-macam, kebanyakan karena asupan dan kebiasaan makan seseorang. Bagi yang suka makan makanan pedas dan gorengan harus lebih berhati-hati, karena ternyata bisa menyebabkan GERD juga. Selain itu makan berat di malam hari, segera berbaring atau membungkuk setelah makan, kebiasaan merokok, minum kopi, semuanya adalah kebiasaan misuaku yang ternyata merupakan penyebab GERD. Obesitas dan kebiasaan minum minuman keras juga disebut sebagai pencetus GERD. Bahkan dijumpai juga GERD pada wanita hamil karena terjadinya peningkatan ukuran rahim dan berat badan sehingga memberi tekanan pada perut.
Namun untuk saat ini misua belum memeriksakan diri ke dokter, nanti saja katanya. Jadi sekarang dicoba pengobatan herbal dulu dan mengubah kebiasaan buruknya. Merokoknya dikurangi dari yang biasanya bisa habis se pak bahkan lebih, sekarang hanya 4-6 batang sehari. Itu pun sudah mendapatkan bonus pelototan dari aku lho ya plus kicauanku untuk mengingatkannya bahwa kalau sudah enakan di badan, jangan sampai nambah dosis rokoknya. Jam begadang dipangkas, berangkat tidur lebih awal, yang biasanya tidur dini hari sekarang jam 10-11 sudah masuk kamar. Dilarang makan berat kalau malam, mending bilang aku ga sedia apa-apa deh daripada dia makan berat tengah malam hoho. Ini akunya kali ya yang males #modus. Selain itu stop ngopi dan menjarangkan ngeteh, akhirnya diganti minum madu anget atau sirup anget. Oh ya, sekarang juga rajin konsumsi Jelly Gamat, hasil browsingnya dia sih katanya Gamat bisa menyembuhkan GERD juga.
Alhamdulillah, keadaannya saat ini sudah membaik. Tapi masih saja bandel, sempat juga icip-icip yang pedes dan langsung deh hoek-hoek di kamar mandi. Terpaksa harus menghindari makan masakan Padang favoritnya nih dan dilarang ngicip rujak hantaran dari tetangga lagi hehe. Dan aku juga harus makin galak kayanya, setelah tubuh dirasa enakan kok jatah rokoknya mulai merangkak naik, ckckck, coba kalau bocah, pasti sudah kujewer dan kucubit tuh *mukaganas.
Read More
Kamis, 22 Agustus 2013
Undangan Menulis Serial “A Cup of Tea for Lover; Cinta Buta.” (Deadline: 16 September 2013)
Love is blind. Benarkah? How about your story?
Pernahkah kamu punya sebuah hubungan yang “nggak sehat”? Pacaran dengan cowok ringan tangan, misalnya? Atau cowok yang suka menuntut? Cowok matre? Cowok egois? Cowok yang ternyata sudah punya istri? Dan cowok-cowok lain yang seolah membuat kita buta dan mabuk kepayang.... :)
Namun, katanya ... cinta memang buta, kan? Separah apa sih cinta pernah membutakanmu hingga kamu rela melakukan apa pun (bahkan hal paling bodoh sekalipun) untuknya?
Daripada disimpan sendiri dan jadi jerawat, mending di-share bareng-bareng, yuk!
Stiletto Book mengundang sahabat-sahabat untuk ikut bergabung dalam buku serial A Cup of Tea for Lover; Cinta Buta (ACOT-CB) . Buku ini berisi kumpulan kisah menarik tentang hal-hal gila yang pernah kita lakukan untuk mempertahankan hubungan yang sudah jelas-jelas tidak sehat. Bahkan kalau kita ingat-ingat kembali, terkadang kita heran kenapa bisa berbuat senekad itu untuk cinta. Namun, di luar semua itu, pasti ada hikmah yang bisa diambil bagi diri sendiri dan pembaca lainnya untuk tetap semangat melanjutkan hidup dan mencari cinta yang lain. Ahay! :)
Yuk, simak syaratnya!
SYARAT UMUM:
So, tunggu apa lagi? Tulis kisahmu yang paling menarik, tak terlupakan, dan memotivasi orang lain, lalu kirimkan sekarang juga.
Oia, A Cup of Tea for Lover; Cinta Buta ini adalah seri #5 setelah buku-buku serial A Cup of Tea lainnya sukses mendapat respon positif dari pembaca semuanya.
With Love,
Stiletto Book
PLEASE FEEL FREE TO COPY-PASTE AND SHARE TO EVERYONE!
Read More
Pernahkah kamu punya sebuah hubungan yang “nggak sehat”? Pacaran dengan cowok ringan tangan, misalnya? Atau cowok yang suka menuntut? Cowok matre? Cowok egois? Cowok yang ternyata sudah punya istri? Dan cowok-cowok lain yang seolah membuat kita buta dan mabuk kepayang.... :)
Namun, katanya ... cinta memang buta, kan? Separah apa sih cinta pernah membutakanmu hingga kamu rela melakukan apa pun (bahkan hal paling bodoh sekalipun) untuknya?
Daripada disimpan sendiri dan jadi jerawat, mending di-share bareng-bareng, yuk!
Stiletto Book mengundang sahabat-sahabat untuk ikut bergabung dalam buku serial A Cup of Tea for Lover; Cinta Buta (ACOT-CB) . Buku ini berisi kumpulan kisah menarik tentang hal-hal gila yang pernah kita lakukan untuk mempertahankan hubungan yang sudah jelas-jelas tidak sehat. Bahkan kalau kita ingat-ingat kembali, terkadang kita heran kenapa bisa berbuat senekad itu untuk cinta. Namun, di luar semua itu, pasti ada hikmah yang bisa diambil bagi diri sendiri dan pembaca lainnya untuk tetap semangat melanjutkan hidup dan mencari cinta yang lain. Ahay! :)
Yuk, simak syaratnya!
SYARAT UMUM:
- Jenis kelamin dan usia bebas.
- Tulisan harus berisikan kisah nyata pribadi, maupun orang-orang terdekat dan harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- Tulisan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun (termasuk di dunia maya).
- Peserta audisi harus like FanPage Stiletto Book di: https://www.facebook.com/pages/Stiletto-Book/171017032940949?ref=hl dan follow akun twitter Stiletto Book di: @Stiletto_Book
- Naskah bisa menceritakan apa saja, asalkan sesuai dengan tema cinta buta, seperti: suka duka menjalani hubungan yang nggak sehat, kisah-kisah mengharukan di dalamnya, menyebalkan, menyedihkan, lucu, ataupun kisah-kisah tergilamu bersama (mantan) pacar atau (mantan) suami.
- Naskah berupa tulisan non fiksi populer dengan gaya bercerita yang mengalir, ringan, dan mudah dicerna, tapi tetap sesuai dengan EYD. Hindari pemakaian kata-kata yang menyinggung SARA, mengandung pornografi, dan bahasa alay.
- Bisa menggunakan sudut pandang orang pertama (aku) ataupun orang ketiga (dia).
- Panjang naskah 5-6 halaman kertas A4, ketik 1,5 spasi, huruf Times New Roman 12. Ketik dan simpan hanya dalam file Microsoft Word berformat (.doc).
- Naskah dikirim dalam bentuk attachment ke alamat e-mail: stiletto_acot@yahoo.com dan bukan ditulis di badan e-mail. Pada subyek, tuliskan: (ACOT-CB) – Judul Naskah.
- Sertakan biodata deskriptif sepanjang satu paragraf di akhir naskah, sertakan alamat akau sosial mediamu.
- Jangan lupa cantumkan judul tulisan dan nama penulis di awal tulisan (halaman pertama)
- Akan dipilih 18 naskah yang dinilai paling unik dan menarik berdasarkan penilaian dari tim editor Stiletto Book. Ke-18 naskah tersebut akan ditambah 2 naskah yang ditulis oleh tim editor Stiletto Book, sehingga total ada 20 naskah.
- Audisi ini dibuka mulai 20 Agustus, hingga 16 September 2013 pukul 12.00 siang.
- Pemenang diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2013 pukul 12.00 siang di www.StilettoBook.com dan FanPage FB Stiletto Book.
- Naskah yang terpilih akan diterbitkan oleh Penerbit Stiletto Book.
- Kontributor akan mendapatkan royalti 10% (dibagi untuk 20 penulis) dan 1 bukti terbit serta diskon khusus jika ingin membeli bukunya.
So, tunggu apa lagi? Tulis kisahmu yang paling menarik, tak terlupakan, dan memotivasi orang lain, lalu kirimkan sekarang juga.
Oia, A Cup of Tea for Lover; Cinta Buta ini adalah seri #5 setelah buku-buku serial A Cup of Tea lainnya sukses mendapat respon positif dari pembaca semuanya.
With Love,
Stiletto Book
PLEASE FEEL FREE TO COPY-PASTE AND SHARE TO EVERYONE!
Read More
Rabu, 21 Agustus 2013
Cerita Lebaranku
Udah paham dong ya dengan yang nggak pulang 3 kali puasa 3 kali
lebaran itu? Bukan hanya bang Thoyib ternyata sodara-sodara, tapi aku
jugaaaa. Hiks..hiks...udah ga pulang 3x lebaran ke kampung halaman.
Sampe akhirnya diprotes oleh orang tua dan juga mertua, sampe dipesenin
harus diprogramkan untuk pulang tahun depan, disiapin dananya.
Well, sebenarnya urusan tidak mudik sampai 3 tahun berturut-turut ini memang bukan karena ada apa-apanya sih, ya memang ga memungkinkan saja. Di tahun 2011 pas lebaran itu usia kehamilanku udah 36 mingguan kayanya, perut udah mblendung gede banget. Pas ke Dsog untuk kontrol sekalian minta saran pengen mudik naik kereta, malah ga dibolehin. Katanya kepala baby sudah masuk ke jalan lahir, takutnya karena banyaknya goncangan di kereta bisa-bisa brojolan ntar. Kan ga asik tuh kalau sampe masuk headline berita, "Seorang Ibu Muda dan Cantik (*abaikan) Melahirkan di Kereta Ketika Perjalanan Mudik." Alhasil rencana melahirkan anak ketiga di Malang sama seperti anak pertama dan kedua gagal total. Rencana berlebaran di kampung halaman juga ikutan kandas. Azzam pun terlahir dengan akta kelahiran Jakarta dan kami sekeluarga berlebaran di Jakarta.
Sedangkan tahun 2012 itu, kami baru saja selesai membangun rumah impian (yang akhirnya tinggal kenangan, hiks, belum cerita tentang ini di blog). Ga ada duit intinya untuk mudik, jadinya berlebaran di komplek yang sunyi sepi kaya kuburan. Sampai Syifa dan Farah melas, protes kenapa sepi sekali tidak teman sama sekali. Nah tahun 2013 ini pun tidak pulang kampung masih karena imbas kejadian rumah itu, idem ga ada dana lebih untuk mudik, meski hanya Jakarta-Malang. Okelah kalau ongkos mungkin masih bisa diusahakan, tapi biaya lain-lainnya ini yang nihil. Jadilah kami sekeluarga lagi-lagi berlebaran di rantau. Namun kali ini keadaan terasa lebih menyenangkan karena rumah kontrakan kami berada di kampung. Suasananya lebih ramai, banyak anak-anak kecil yang bisa jadi teman bermain Syifa, Farah, dan Azzam. Penduduk sekitar banyak yang orang Betawi sehingga nggak mudik. Setelah sholat Ied langsung kami sekeluarga ikut bersalam-salaman keliling RT.
Libur bersama selama seminggu benar-benar aku dan suami manfaatkan untuk berkumpul bersama tiga bocah kami. Para asisten pun libur 2 minggu, jadilah kegiatan intern rumah tangga kami kerjakan bersama. Untuk hari H Lebaran, aku memesan masakan khas Betawi kepada tetangga sebelah kanan rumah. Ada semur jengkol yang dahsyat, aroma kamar mandi jadi wooow, tak ketinggalan tentunya ketupat dan opor ayam. Lebih senang lagi, tetangga sebelah kiri dan belakang rumah tak lupa memberi hantaran lauk plus ketupat juga, oh ya ada tape ketan dan uli juga. Alhamdulillah kami tidak kekurangan makanan meskipun aku nggak masak hoho.
Agak repot ketika si mbak belum datang pada tanggal 12 kemarin, di mana aku dan suami tidak mengambil cuti, sehingga harus masuk kantor. Ya sudah, trio kwek-kwek pun kami ajak ke kantor. Kebanyakan pekerja masih cuti kan, jadi lalu lintas pun masih sepi. Akhirnya kami naik KRL, alhamdulillah nggak umpel-umpelan, aman. Pulangnya naik bis jemputan sampai Bintaro, gratis, jalanan lancar, kami pun bisa bobo. Hari keduanya juga demikian.
Bagaimana reaksi anak-anak ketika diajak ke kantor? Waah seneng banget :D Tempat kerjaku di lantai 1 sampai kotor akibat ulah anak-anak. Azzam main angkat dos-dos kosong kesana kemari, galon air kosong pun diseret-seret, gaduh pokoknya. Syifa dan farah main menggunting dan mewarnai dengan kertas HVS bekas yang kuberikan. Heboh lah, mereka seperti tidak ada capainya. Non stop bergerak, sedikit-sedikit berteriak-teriak juga, lari-larian. Untung saja tahun ini ada Surat Edaran dari atasan yang membolehkan membawa anak seminggu sebelum dan sesudah Lebaran. Maklum, waktu-waktu itu kan sudah umum kalau para asisten belum balik dari mudik. Ternyata di lantai 20 tempat suami bekerja sudah disediakan mainan anak-anak, ada mandi bola dan beberapa mobil-mobilan yang bisa dinaiki dan ada lagu-lagunya. Wah, makin betah saja si trio kwek-kwek ikut ke kantor emak n bapaknya.
Cukup dua hari saja, fyuuh aku ga bisa maksimal kerja, malah harus jagain Azzam. Kalau Syifa dan Farah sih sudah bisa dilepas sendiri ya. Selain itu badan terasa lebih capek, anak-anak juga kelihatannya capek meski tidak surut senyuman dari wajah mereka. Akhirnya Rabu-Jum'at aku ambil jatah cuti saja deh. Legaaa, bisa di rumah lagi bersama mereka. Kebetulan penyakit malasku sedang kabur, aku tiap hari memasak buat mereka. Bersih-bersih rumah, mencuci, dkk juga dilakoni, heem menikmati jadi FTM untuk beberapa hari.
Sayang, harus kembali lagi ke dunia nyata :p Hari ini sudah harus bermacet ria kembali, meliuk-liuk dengan motor tua yang setia bersama misua pergi ngantor lagi. Meninggalkan anak-anak lagi dengan si mbak yang sudah siap bekerja kembali. Hiks, jadi kangen anak-anak. Read More
Well, sebenarnya urusan tidak mudik sampai 3 tahun berturut-turut ini memang bukan karena ada apa-apanya sih, ya memang ga memungkinkan saja. Di tahun 2011 pas lebaran itu usia kehamilanku udah 36 mingguan kayanya, perut udah mblendung gede banget. Pas ke Dsog untuk kontrol sekalian minta saran pengen mudik naik kereta, malah ga dibolehin. Katanya kepala baby sudah masuk ke jalan lahir, takutnya karena banyaknya goncangan di kereta bisa-bisa brojolan ntar. Kan ga asik tuh kalau sampe masuk headline berita, "Seorang Ibu Muda dan Cantik (*abaikan) Melahirkan di Kereta Ketika Perjalanan Mudik." Alhasil rencana melahirkan anak ketiga di Malang sama seperti anak pertama dan kedua gagal total. Rencana berlebaran di kampung halaman juga ikutan kandas. Azzam pun terlahir dengan akta kelahiran Jakarta dan kami sekeluarga berlebaran di Jakarta.
Sedangkan tahun 2012 itu, kami baru saja selesai membangun rumah impian (yang akhirnya tinggal kenangan, hiks, belum cerita tentang ini di blog). Ga ada duit intinya untuk mudik, jadinya berlebaran di komplek yang sunyi sepi kaya kuburan. Sampai Syifa dan Farah melas, protes kenapa sepi sekali tidak teman sama sekali. Nah tahun 2013 ini pun tidak pulang kampung masih karena imbas kejadian rumah itu, idem ga ada dana lebih untuk mudik, meski hanya Jakarta-Malang. Okelah kalau ongkos mungkin masih bisa diusahakan, tapi biaya lain-lainnya ini yang nihil. Jadilah kami sekeluarga lagi-lagi berlebaran di rantau. Namun kali ini keadaan terasa lebih menyenangkan karena rumah kontrakan kami berada di kampung. Suasananya lebih ramai, banyak anak-anak kecil yang bisa jadi teman bermain Syifa, Farah, dan Azzam. Penduduk sekitar banyak yang orang Betawi sehingga nggak mudik. Setelah sholat Ied langsung kami sekeluarga ikut bersalam-salaman keliling RT.
Libur bersama selama seminggu benar-benar aku dan suami manfaatkan untuk berkumpul bersama tiga bocah kami. Para asisten pun libur 2 minggu, jadilah kegiatan intern rumah tangga kami kerjakan bersama. Untuk hari H Lebaran, aku memesan masakan khas Betawi kepada tetangga sebelah kanan rumah. Ada semur jengkol yang dahsyat, aroma kamar mandi jadi wooow, tak ketinggalan tentunya ketupat dan opor ayam. Lebih senang lagi, tetangga sebelah kiri dan belakang rumah tak lupa memberi hantaran lauk plus ketupat juga, oh ya ada tape ketan dan uli juga. Alhamdulillah kami tidak kekurangan makanan meskipun aku nggak masak hoho.
Agak repot ketika si mbak belum datang pada tanggal 12 kemarin, di mana aku dan suami tidak mengambil cuti, sehingga harus masuk kantor. Ya sudah, trio kwek-kwek pun kami ajak ke kantor. Kebanyakan pekerja masih cuti kan, jadi lalu lintas pun masih sepi. Akhirnya kami naik KRL, alhamdulillah nggak umpel-umpelan, aman. Pulangnya naik bis jemputan sampai Bintaro, gratis, jalanan lancar, kami pun bisa bobo. Hari keduanya juga demikian.
Bagaimana reaksi anak-anak ketika diajak ke kantor? Waah seneng banget :D Tempat kerjaku di lantai 1 sampai kotor akibat ulah anak-anak. Azzam main angkat dos-dos kosong kesana kemari, galon air kosong pun diseret-seret, gaduh pokoknya. Syifa dan farah main menggunting dan mewarnai dengan kertas HVS bekas yang kuberikan. Heboh lah, mereka seperti tidak ada capainya. Non stop bergerak, sedikit-sedikit berteriak-teriak juga, lari-larian. Untung saja tahun ini ada Surat Edaran dari atasan yang membolehkan membawa anak seminggu sebelum dan sesudah Lebaran. Maklum, waktu-waktu itu kan sudah umum kalau para asisten belum balik dari mudik. Ternyata di lantai 20 tempat suami bekerja sudah disediakan mainan anak-anak, ada mandi bola dan beberapa mobil-mobilan yang bisa dinaiki dan ada lagu-lagunya. Wah, makin betah saja si trio kwek-kwek ikut ke kantor emak n bapaknya.
Cukup dua hari saja, fyuuh aku ga bisa maksimal kerja, malah harus jagain Azzam. Kalau Syifa dan Farah sih sudah bisa dilepas sendiri ya. Selain itu badan terasa lebih capek, anak-anak juga kelihatannya capek meski tidak surut senyuman dari wajah mereka. Akhirnya Rabu-Jum'at aku ambil jatah cuti saja deh. Legaaa, bisa di rumah lagi bersama mereka. Kebetulan penyakit malasku sedang kabur, aku tiap hari memasak buat mereka. Bersih-bersih rumah, mencuci, dkk juga dilakoni, heem menikmati jadi FTM untuk beberapa hari.
Sayang, harus kembali lagi ke dunia nyata :p Hari ini sudah harus bermacet ria kembali, meliuk-liuk dengan motor tua yang setia bersama misua pergi ngantor lagi. Meninggalkan anak-anak lagi dengan si mbak yang sudah siap bekerja kembali. Hiks, jadi kangen anak-anak. Read More
Rabu, 05 Juni 2013
Langganan Bisul
Pertama kali berkenalan dengan si bisul tuh pas kakak Syifa kena, jaman duluuu banget pas masih di Majene. Nah, kali kedua belum lama ini, giliran anak kedua, Farah yang kena. Gede di hidung, bikin wajah hitam manisnya terlihat lucu hehe. Tapiiii, yang memang sering banget bermasalah pada kulitnya ya dedek Azzam, si bungsuku anak lanang dewe yang sedari baby ga kuat sama hawa panas, keringatnya berlebih dan selalu kena ruam dan biang keringat. Maka, tidak mengherankan ketika beberapa bulan terakhir ini si bisul lagi dan lagi, langganan deh :(
Ngerinya, kali pertama muncul kok yo buanyak gitu, lima biji langsung di leher depannya. Hiks, kasihan bangeeet tuh. Azzam kesakitan, mringis-mringis kalo kesenggol bisulnya. Udah gitu, bengkaknya ganti-gantian, jadi pecah satu dulu, baru bisulnya yang lain bengkak gede dan pecah juga. Sebenarnya hanya dua saja yang bengkak sampe guede, yang tiga biji lainnya hanya meradang, memerah dan tidak sampai keluar matanya.
Nah, bisa dihitung tuh, tiga biji di bawah. satu di tengah. satunya lagi dibawah dagu. Paling gede dan habis pecah yang paling kiri tuh, merah mateng merona. Alhamdulillah Azzamnya nggak rewel, dikompres dan dikasi obat salep Ichtiol pun nurut aja.
Sampe diabadikan penampakan bisul-bisul dek Azzam , lha kali pertama dan langsung rombongan soalnya. Dan ternyata tidak hanya sekali kejadian itu saja, kali kedua muncul lagi di kulit kepalanya. Kali ketiga niiih, tergres, ada di pinggulnya. "Adu, adu, atit." keluhnya ketika dipakaikan clodi ato celana. Kesenggol bisul sih ya dek, huhu sabar ya.
Dulu pas Syifa kena bisul, aku langsung nanya ke om gugel sih, dan memang bukan karena alergi. So far, ketiga anakku ga ada alergi, jadi aman makan telur, ikan, dkk. Nah, tapi keturunan juga nih di keluargaku kulitnya memang ga bagus, mudah kena biang keringat, ruam, dan bisul ini. Teringat aku, adik-adikku, bahkan Papa yang sering kena ruam di lipatan kulit, bahkan Yoga adik bungsuku gede gitu masih bisulan juga.
Dalam rangka merefresh kembali tentang si bisul, aku dapet informasi oke dari sini. Dikarenakan kulit Azzam yang sensitif, memang tidak pernah kuberikan bedak talc sama sekali. Ternyata bedak malah akan memperparah masalah kulitnya. Alhamdulillah, selama ini ruam-ruamnya bisa sembuh (meski muncul terus-terusan) hanya dengan diolesi minyak zaitun saja, memilih yang alami. Read More
Ngerinya, kali pertama muncul kok yo buanyak gitu, lima biji langsung di leher depannya. Hiks, kasihan bangeeet tuh. Azzam kesakitan, mringis-mringis kalo kesenggol bisulnya. Udah gitu, bengkaknya ganti-gantian, jadi pecah satu dulu, baru bisulnya yang lain bengkak gede dan pecah juga. Sebenarnya hanya dua saja yang bengkak sampe guede, yang tiga biji lainnya hanya meradang, memerah dan tidak sampai keluar matanya.
Nah, bisa dihitung tuh, tiga biji di bawah. satu di tengah. satunya lagi dibawah dagu. Paling gede dan habis pecah yang paling kiri tuh, merah mateng merona. Alhamdulillah Azzamnya nggak rewel, dikompres dan dikasi obat salep Ichtiol pun nurut aja.
Sampe diabadikan penampakan bisul-bisul dek Azzam , lha kali pertama dan langsung rombongan soalnya. Dan ternyata tidak hanya sekali kejadian itu saja, kali kedua muncul lagi di kulit kepalanya. Kali ketiga niiih, tergres, ada di pinggulnya. "Adu, adu, atit." keluhnya ketika dipakaikan clodi ato celana. Kesenggol bisul sih ya dek, huhu sabar ya.
Dulu pas Syifa kena bisul, aku langsung nanya ke om gugel sih, dan memang bukan karena alergi. So far, ketiga anakku ga ada alergi, jadi aman makan telur, ikan, dkk. Nah, tapi keturunan juga nih di keluargaku kulitnya memang ga bagus, mudah kena biang keringat, ruam, dan bisul ini. Teringat aku, adik-adikku, bahkan Papa yang sering kena ruam di lipatan kulit, bahkan Yoga adik bungsuku gede gitu masih bisulan juga.
Dalam rangka merefresh kembali tentang si bisul, aku dapet informasi oke dari sini. Dikarenakan kulit Azzam yang sensitif, memang tidak pernah kuberikan bedak talc sama sekali. Ternyata bedak malah akan memperparah masalah kulitnya. Alhamdulillah, selama ini ruam-ruamnya bisa sembuh (meski muncul terus-terusan) hanya dengan diolesi minyak zaitun saja, memilih yang alami. Read More
Rabu, 15 Mei 2013
Mendua eh Mentiga
Heemm...ternyata, mendua bahkan mentigakan si blog memang tidak berjalan mulus. Butuh konsistensi tinggi dan semangat membara plus tekad membaja untuk bisa rajin posting di satu, eh dua, ouch tiga blog yang kupunyai. Hiks...ternyata sekarang berat sebelah ke blog di WP, yang lain dianggurin :( Masih sebatas angan saja bisa rajin update di ketiganya. Khusus untuk blog parenting, memang butuh waktu lebih dan khusus untuk menulis jurnalnya.
Mengapa lebih sering posting di WP? Well, karena ternyata warga MP lebih banyak yang pindahan kesana hihi. Jadi serasa reunian kalau blogwalking di WP, komen-komenan juga lebih ramai, berasa lebih hidup xixi. Hiks, jadi inget RIP MP lagi nih, kangeeeen :'( Asli, pengen bisa sering-sering posting di sini. InsyaAllah bisa laaah, cemunguudh Tikaaa ^_^
Oh ya, kabar anak-anak alhamdulillah baik, so far so good. Biasalah ada si virus batpil yang senantiasa colek-colek manja minta digampar hoho. Eeh, ada juga si bisul ding, seperti yang kuceritain di postingan sebelumnya, tapi ini baru-baru Azzam kena lagi lhooo. Ntar ah, mau cerita di postingan tersendiri :p Syifa dan Farah makin kenes, hobi berantem aja tuh duo, ampyuuun ributnyaaa. Uuugh sabar dah sabaaarr, hiburan iniiiih :D Read More
Mengapa lebih sering posting di WP? Well, karena ternyata warga MP lebih banyak yang pindahan kesana hihi. Jadi serasa reunian kalau blogwalking di WP, komen-komenan juga lebih ramai, berasa lebih hidup xixi. Hiks, jadi inget RIP MP lagi nih, kangeeeen :'( Asli, pengen bisa sering-sering posting di sini. InsyaAllah bisa laaah, cemunguudh Tikaaa ^_^
Oh ya, kabar anak-anak alhamdulillah baik, so far so good. Biasalah ada si virus batpil yang senantiasa colek-colek manja minta digampar hoho. Eeh, ada juga si bisul ding, seperti yang kuceritain di postingan sebelumnya, tapi ini baru-baru Azzam kena lagi lhooo. Ntar ah, mau cerita di postingan tersendiri :p Syifa dan Farah makin kenes, hobi berantem aja tuh duo, ampyuuun ributnyaaa. Uuugh sabar dah sabaaarr, hiburan iniiiih :D Read More
Selasa, 07 Mei 2013
[Buku] April (2)
Judul : My Naughty Little Sister and Bad Harry
Penulis : Dorothy Edwards
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : April 2011
Langsung teringat sama buku jaman ketika SD yang dibelikan Mama, judulnya "Si Bandel" penulisnya Edith Unnerstad. Dulu aku membaca buku itu dengan asyik sekali dan sekarang ingin agar Syifa (7 tahun) juga keasyikan membaca buku-buku yang sejenis. Oleh karena itu, aku membeli buku ini dari mbak Retnadi di www.halamanmoeka.com ketika ada obralan, siiip langsung beli 4 serinya. Nah, sebelum kuberikan kepada Syifa, maka aku harus membacanya terlebih dahulu. Daripada ngantuk ketika acara sosialisasi di ruang rapat yang bbbrrr uadem, aku akhirnya memilih untuk membaca buku ini daripada minum kopi pahit yang nantinya bisa bikin mules mencret xixi. Ga pake lama habisnya, bukunya tipis, font hurufnya gede dan ceritanya menarik. Syifa pasti suka.
Buku ini menceritakan tentang seorang kakak yang menceritakan adiknya, gadis kecil yang nakal. Jadi menggunakan sudut pandang orang pertama, ga jelas deh siapa nama si kakak yang bercerita maupun si adik tokoh utama yang nakal ini hihihi. Biasalah namanya juga anak-anak, ada saja ulahnya kan. Nah, di buku ini terdapat 9 (sembilan)cerita yang semuanya menyenangkan untuk dibaca. Bikin senyum-senyum sendiri, karena dunia anak-anak toh di mana saja ya sama. Ketika membaca buku ini, teringat semua ulah Syifa, Farah, dan Azzam yang aneh dan lucu.
Di seri ini, banyak cerita lucu antara si adik yang nakal dan temannya Harry, yang juga nakal tentunya. Mereka berdua membuat ulah yang ampun ada-ada saja, khas anak-anak lah. Kisah mereka berdua bisa dibaca dalam judul Adikku yang Nakal dan Harry Bengal, Adikku yang Nakal dan Harry Bengal di Perpustakaan, Pinggiran Roti, Harry Bengal Nakal Sekali, Harry Bengal dan Pot Kuningan Bu Cokelat. Di kisah Pinggiran Roti, aku langsung teringat pada Syifa yang juga tidak suka memakan pinggiran roti tawarnya. Sedangkan di kisah Adikku yang nakal dan Cincin, di mana si Adik mengira dia telah menelan cincin Bu Clarke, aku teringat si Farah yang saat itu bahkan benar-benar telah memasukkan cincin mainanya ke dalam mulut, dan hampir tertelan! Fyuuh, alhamdulillah saat itu masih sempat dikeluarkan.
Ingin segera bisa membaca ketiga seri lainnya nih, buku yang cukup menghibur di kala jenuh ^_^
Read More
[Buku] April
- Judul : Pangeran Pencuri (Herr Der Diebe)
- Penulis : Cornelia Funke
- Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
- Tebal : 420 halaman
- Cetakan : Kedua, Maret 2011
Sebenarnya, serius membaca novel ini kira-kira sekitar bulan Maret, meski saya menambahkannya di shelves currently-reading sejak bulan Februari. Biasa deh, baca ini baca itu, bingung mau selesaikan yang mana hehe. Kebiasaan buruk :(
Venezia, Kota Rembulan. Kota yang terkenal dengan kanal-kanal dan gondolanya yang menjadikan ciri khas kota tersebut. Kota di atas air, so romantic menurut saya. Meski tetap saja agak merasa ngeri karena saya tidak bisa berenang hehe. Ih, siapa gitu yang mau kesana, ngayal doang ini :D
Novel ini menurut saya bagus, saya suka. Para tokoh utama yang merupakan anak-anak itulah yang membuat saya tertarik. Seru sekali membayangkan sebuah petualangan yang dialami oleh segerombolan anak-anak. Ada Prosper dan Bo, sepasang kakak beradik yang lari dari bibinya karena tidak mau terpisahkan. Ada Tawon, seorang anak perempuan yang merasa tidak bahagia tinggal di rumahnya dan juga minggat dari sana. Lalu Riccio dan Mosca yang tidak mau hidup selamanya di panti asuhan.
Mereka berempat ini plus Scipio, sang Pangeran Pencuri, begitu ia menyebut dirinya, tinggal bersama di sebuah gedung bioskop yang sudah lama tidak dipergunakan lagi. Namun, sebetulnya Scipio tidak selalu tinggal bersama mereka, ia hanya muncul sesekali saja membawa barang hasil curiannya. Scipio memang misterius. Salah satu kejutan bagi saya ketika membaca novel ini adalah ketika akhirnya terkuak jati diri Scipio oleh seorang detektif baik hati, Victor Getz.
Bagaimanapun juga, akan lebih asyik kalau dalam penokohannya tetap ada orang dewasa yang baik hati dan membantu anak-anak tersebut. Tidak hanya si Victor, tapi ada juga Ida Spavento yang akhirnya malah memberikan banyak bantuan kepada anak-anak itu. Kejutan lainnya adalah, buku yang saya kira hanya kisah fiksi tanpa hal ajaib di dalamnya, ternyata salah. Ada kisah dongeng ajaib juga di dalam buku ini, tentang komidi putar yang bisa merubah anak-anak menjadi orang dewasa dan sebaliknya. Seruuu deh membaca buku ini, sampai akhirnya tamat dini hari tadi sekitar pukul 2 pagi heuheu.
Read More
Rabu, 24 April 2013
Jerawatku dan Gorengan
Masih inget kan, curhatan narsisku beberapa waktu yang lalu tentang jerawat di sini. Nah, setelah posting itu, seperti biasa ya, obat kegalauan geje adalah menulis dan narsis xixi, akhirnya aku feel better deh. Apalagi baca komen-komen teman wordpress (kuposting di sana duluan hehe) yang banyak memberikan saran dan informasi tentang obat jerawat dan juga kemungkinan penyebabnya. Awalnya, hanya terpikir mungkin si jerawat muncul karena masalah homon, heem atau stres, atau apalah, nggak jelas. Nah, dari komen-komen kemarin itu, aku jadi menyangkutpautkan si jerawat dengan makanan, hal yang mana sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali. Soalnya, aku itu pemakan segala, apa aja doyan dan bisa nelan
jadi males banget mau cari kambing hitam ke makanan.
Lalu ada komen mbak jenkna yang ini, “Dulu sering gonta-ganti obat jerawat. facial ke macem-macem salon. akhirnya cuma terima kenyataan kalau tu jerawat emang awettt di muka. Ternyata selain rajin membersihkan wajah, tidak menggunakan make up, makanan juga kudu dijaga. Dulu selama tiga bulan, aku dipantang makan gorengan, mie instan, bakso, dan yang pedes. Cuma tahan satu bulan ahahah tapi lumayan hasilnya.”. Barulah mulai loading nih otak, tuuut…tuuut…tuut…mikir agak lama juga sih, wangsitnya ga dateng saat itu juga, tapi baru beberapa hari sesudahnya. Haha, lemot banget yak loadingnya :p Yup, barulah aku menyadari satu hal yang belakangan ini memang menjadi kebiasaan baruku dan misua. Sudah beberapa bulan terakhir ini, misuaku hobi banget jajan pagi hari. Niatnya mungkin buat ngeganjel perut ya, jadi kalau kami berangkat kantor tuh, dia selalu berhenti di penjual roti goreng, cakwe, atau roti bantal. Nah, berminyak semua kan itu, digoreng semua euuyy. Sedangkan sore harinya, dia minta dibelikan pisang coklat, ada juga yang isi tape, ketan, dan nangka. Wadduh, enak banget kan ituuuu, siapa yang bisa nolaak. Aku bakal dengan senang hati turun dari motor dan beli untuk dimakan berdua dalam perjalanan pulang. Kalau aku, tiba-tiba doyan banget, asli ketagihan sama pisang goreng. Nah, kalau sudah beli pisang goreng, pasti misua mesen juga tahu isi dan bakwan. Mantaaabbss, jadilah kami berdua setiap hari, catat, setiap hari ya, selalu makan gorengan. Oalaaah, jangan-jangan ini penyebab suburnya jerawatku. Secara dulu tuh jaraaaang deh yang berjerawat, kok ujug-ujug jadi subur terpampang nyata cetar membahana *Syahrinimodeon*.
Setelah ngeh, duh kapok deh. Aku bener-bener nahan makan gorengan. Misua juga jadi jarang banget beli kalau sore sepulang kantor, kalau yang pagi pas berangkat sudah berhenti sama sekali tuk beli roti goreng dkk. Sebabnya, aku pernah melihat adonan roti itu sebelum digoreng, masih panjang belum dipotong-potong gitu, tapi adonannya kusam dan kaya kotor gitu hihihihi geli deh. Pas sudah kesekian kali makan, dengan mengindahkan rasa aneh di perut *tepokjidat* aku iseng nyeletuk ke misua, nanyain apa dia nggak mules gitu. Pas aku ceritain apa yang kuliat di penjualnya tadi, misua ngomel-ngomel karena kok ngomong gitu pas dia lagi makan, xixixi. Sori yaaa…jadi ilfeel deh dia, sejak saat itu ga jajan pagi lagi.
Heemm, sepertinya lumayan terlihat sih efek positifnya setelah mengurangi drastis konsumsi gorengan. Jerawat-jerawat baru tidak muncul membabi buta, ada sih ya satu gitu, tapi ga jadi guede kaya yang kemarin-kemarin, alhamdulillah. Ternyata, jerawat itu tidak hanya bisa disebabkan karena kita malas bersihin muka atau salah make kosmetik saja, tetapi memang bisa disebabkan karena makanan yang kita konsumsi. Selain makanan berminyak seperti gorengan, makanan tinggi gula seperti coklat dan permen, maupun makanan tinggi karbohidrat seperti pasta, nasi dan roti, juga bisa menyebabkan jerawat, kalau dikonsumsi secara berlebihan. Ya memang sih, apa-apa kalo berlebihan itu tidak baik *liriklemakdiperut @_@
Penyebab lainnya bisa dari stress, malas mengganti pakaian atau perlengkapan tidur (aarrgghh nggak banget), atau produk rambut yang kita gunakan. Misal yang rambutnya panjang dan suka nutupin kulit muka, nah itu bisa bikin pori-pori kulit tersumbat, karena rambutnya memakai produk yang mengandung minyak atau silikon. Kalau dari makanan, produk olahan susu ternyata juga bisa nyebabin jerawat lho. Studi kesehatan yang dilakukan oleh Harvard University menemukan, remaja yang sering minum susu cenderung memiliki jerawat lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi susu lebih sedikit. Dokter menyatakan, susu dapat menganggu fungsi hormon. Kemungkinan lain adalah gula dalam susu meningkatkan kadar insulin yang sama efeknya dengan makan karbohidrat. Produk olahan susu antara lain adalah: Keju dan Yoghurt (ngambildi sini).
Sampai sekarang sih, wajahku belum kembali mulus seperti semula ya. Alhamdulillah, kadar bin level narsisnya tidak menurun drastis kok hoho. Meski selalu ada saja yang mengkomentari si jerawat di tiap foto yang kuaplot, entah di FB, Gtalk, maupun BB haghaghag.
Read More
Langganan:
Postingan (Atom)




