Kamis, 26 Agustus 2010
25 September 2010
Baru-baru ini aku dan suami akhirnya membicarakan tentang rencana kembali ke Majene. Mau tidak mau harus dibicarakan juga tho, meski bulan-bulan sebelumnya kami berdua sok amnesia. Tidak kenal Majene, tidak peduli kerjaanku yang amit-amit numpuknya, tidak tau tanggal dan hari. Hanya ada aku, dia, dan anak-anak. Ya, kami benar-benar menikmati kebersamaan sebagai sebuah keluarga yang utuh. Alhamdulillah.
Tak kenal waktu, doa-doa terus dipanjatkan agar SK pindah ikut suami bisa segera keluar. Meski akhirnya aku dan anak-anak musti balik dulu ke Majene, besar harapan bisa secepatnya berkumpul lagi dengan suami di Jakarta.
Berat rasanya, harus LDL lagi. Bismillah... Read More
Kamis, 19 Agustus 2010
Ramadhan Kali Ini
Banyak yang berbeda antara Ramadhan kali ini dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah perbedaannya kali ini justru lebih baik, positif, dan menyenangkan.
Tahun lalu dan tahun sebelumnya masih LDL sama suami, jadi aku makan sahur tanpa ada suami di sisi. Kalau tahun 2008 sahur dan buka ditemani ART yang nginep karena dia diimpor dari Malang, di tahun lalu yaitu 2009 aku malah cuma sahur berdua saja dengan Syifa yang masih 4 tahun. Kuculik paksa dia dari tidurnya yang lelap untuk menemani emaknya makan sahur. Teringat muka imutnya Syifa yg terkantuk-kantuk masih bau iler, duduk menemani aku di dapur. Atau dia guling-gulingan di kasur sementara aku makan sahur sambil nonton acara favorit, Para Pencari Tuhan (jd kangen film bermutu kek ini). Ada rasa nelangsa juga seh, jauh dari ortu dan suami. Alhamdulillah tahun ini bisa berkumpul sekeluarga, ada suami! Ditambah anak-anak yang juga ikut bangun sahur, Subhanallah rame dan nyenengin.
Godaan kala puasa untuk Ramadhan kali ini pun lebih sedikit lho. Kalau tahun-tahun lalu puasa sambil gawe di kantor, tahun ini at home aja, full time. Senang aja, ga ada godaan ngegosip gitu looh, secara di kantor adaaa aja acara ngeluhin ini itu, ngomongin si anu si inu, capee deeh. Belum lagi kalo lagi ga ada kerjaan, nganggur aja, berasa ga nyaman ujung-ujungnya ngumpul lagi deh guyonan ga jelas gitu. Sekarang aku di rumah aja, ngerjain tugas sebagai FTM, bisa nambah ngelaksain ibadah sunah, bisa nambah halaman tilawah. Alhamdulillah.
Dua kali lebaran aku ga pulang. Lebaran di kampung orang rasanya haru, inget keluarga besar di Malang. InsyaAllah lebaran ntar aku n keluarga kecilku bisa mudik, meski mepet. Dapat tiket KA tanggal 10 Sept, nyampe Malang dah lewat sholat iednya. Ga pa pa, yang penting bisa pulang, sungkem ma orang tua tersayang, peluk adik-adik tercinta.
Selamat menjalankan ibadah puasa ya, moga bisa gol pe lebaran, moga bisa naik derajat ketakwaan. Amin. Read More
Selasa, 03 Agustus 2010
Hamil Lagi, Siapkah?
-sigh-Setelah mengalami keguguran bulan Nopember 2009 yang lalu, ada semacam rasa ragu, sedikit rasa takut, ditambah kekhawatiran untukku bila aku hamil lagi. Sebenarnya, kehamilan ketigaku kemarin memang direncanakan, kami pengen ada tangis bayi lagi di rumah, sembari berharap bayi itu berkelamin laki-laki. Harapan normal bagi sepasang suami istri yang sudah dianugrahi dua anak perempuan. Tapi ternyata Allah punya rencana lain, aku harus keguguran di usia kandungan 2 bulan. Sedih? Ya. Kehilangan? Sedikit, tidak terlalu, heem Ya..ya, aku merasa kehilangan.
Hamil lagi? Tentu aku mau, usiaku insyaAllah masih cukup untuk nambah 1 dan atau 2 anak lg agar kami punya anak 4 orang, atau 5? Boleh juga hehe. Entah kapan aku diijinkan olehNya untuk kembali hamil, tapi kapanpun itu aku ingin menyambutnya dengan rasa siap, optimis, bahagia, syukur yang amat sangat. Aku ingin ketika aku hamil lagi nanti, ada suami mendampingi di sisi. Agar dia bisa menemaniku di kala hari-hari berat morning sick, menguatkan, menyemangati, menghiburku.
Apakah aku trauma dengan keguguran kemarin? Mungkin ya, mungkin tidak. Sepertinya yang membuatku trauma adalah ketika jauh dari suami dalam kondisi hamil. Merasa sangat sensitif saat tidak ada telepon atau smsnya yang menanyakan kabar atau perhatian lainnya. Ya, aku tahu suamiku tidak bisa memperlihatkan ekspresinya, apapun itu, via hape, satu-satunya alat komunikasi kami saat LDL. Dia jenis orang yang kurang romantis, apalagi mau bermesra ria lewat telepon. Sehingga saat itu suasana hatiku benar-benar kacau. Bahagia karena hamil, tapi menangis sedih di saat yang sama. Saking stresnya, ditambah capai, mungkin, terakumulasi jadi satu, akhirnya aku keguguran. Gimanapun smuanya takdir Allah kok.
Saat ini aku memantapkan hati, termasuk iman tentunya. Bersiap dengan takdir Allah berikutnya. Akankah aku hamil dalam waktu dekat, atau malah suatu saat nanti? Dalam kondisi dekat dengan suami ato malah pas LDL? Semuanya masih rahasiaNya, tapi bila saat itu tiba, insyaAllah aku sudah siap. Ya, karena apapun itu adalah keputusan yang terbaik dariNya untuk hambaNya. Read More
Sabtu, 31 Juli 2010
Tiga Tahun Farah
Untuk tumbuh kembangnya sudah banyak kemajuan, alhamdulillah. Maemnya sudah jauh lebih banyak dan lebih mudah disuapin. Farah lebih aktif bergerak ketimbang Syifa kakaknya. Dia juga lebih berani dan mandiri, lebih sering bantu-bantu emaknya, mau kalau disuruh-suruh, semangat banget malah. Badannya sih tetep imut mungil gitu, terakhir timbang BB 12,8kg dengan TB 90cm (kalo gak salah, agak lupa nih).
Untuk BAB nya yang dulu suka ngadat sampai 4-5 hari, alhamdulillah sekarang bisa 2-3 hari sudah BAB. Maem buah alhamdulillah sudah lebih mudah masuk, meski untuk sayur yaa gitu deh, butuh tipu daya haha. Ngemil juga dia udah mau, intinya semua tergantung ma usaha dan kemauan emaknya ya (ga boleh males keterusan!).
Hanya satu yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya, bicara. Sampai saat ini Farah belum lancar bicara, belum terdengar jelas pengucapan katanya. Biasanya yang terucap hanya akhir kata saja, bagian depannya hilang, kadang hanya berupa gumaman tak jelas. Kasihan juga, sering aku dan suami tidak mengerti apa dia ceritakan. Apalagi dia berbicara panjang lebar dan bersemangat, duh suka ga ngeh akunya.
Moga-moga masalah bicara ini bisa cepat teratasi agar Farah lebih pede dalam bergaul. Amin. Read More
Sabtu, 24 Juli 2010
Gagal Nyusu UHT
Alkisah pada suatu waktu sekitar tahun 2009, terjadi diskusi seru antara para ortu di Forum Shalahuddin, suatu forum dunia maya di intranet kantor. Hal seru yang dibahas adalah tentang susu antara lain kelebihan susu selain susu sapi semisal susu kambing ataupun susu kedelai maupun kelebihan susu UHT dibandingkan susu formula bubuk yang kebanyakan dikonsumsi oleh anak-anak kita, dll. Bagiku bahasan tentang susu ini (dan banyak hal lainnya) adalah hal yang baru dan benar-benar membuka wawasanku. Mengingat bertahun-tahun kerja di KP4 Majene tanpa koneksi intranet apalagi internet telah cukup membuatku kurang mengikuti info-info terkini dan ketinggalan banyak hal ajaib yang ternyata banyaaak banget bisa diperoleh di dunia maya.
Tentang kekurangan susu formula bubuk tentu kita semua (apalagi emak-emak MP) insyaAllah udah tau semua ya. Pengen banget mengganti susunya Syifa dan Farah dengan susu yang lebih baik, susu UHT opsinya. Sempet juga Farah nyusu susu kambing bubuk lho sewaktu dia berumur hampir 2 tahunan gara-gara pencernaannya bermasalah, susah BAB, sampai BAB berdarah kalo dia nyusu formula. Ahamdulillah BAB jadi lebih lancar setelah konsumsi susu kambing, meski sampai sekarang dia balik lagi ke susu formula sih. Kalo dikasih susu kambing dia gak doyan, dulu pas masih kecil sih mangap aja.
Oya, back to the topic. Setelah tau begitu banyak kelebihan susu UHT dan banyak kekurangan susu formula bubuk, aku bercita-cita mengganti susunya anak-anak dengan susu UHT. Sampai-sampai ibu mertua yang sempat melihatnya sewaktu mudik tahun lalu protes ke suami. Beliau pikir susu UHT tidak baik untuk anak dan yang terbaik adalah susu formula. Akhirnya aku googling keunggulan susu UHT dan kuserahkan hasilnya untuk dibaca suami, yang akhirnya suami setuju dan paham kalo susu UHT lebih bagus untuk dikonsumsi. Sayang sekali, harga susu UHT mahal banget di Majene, membuatku mengurungkan niat untuk memborongnya. Anak-anak tetep deh nyusu susu formula. Sampai saat ini sih aku mikir kalo susu memang gak wajib buat anak apalagi susu formula, tapi suami berpikir lain dan anak-anak pun nagih susu tiap hari. So.....nyusu pun jalan terus pe sekarang. Ya...semoga kejadian-kejadian tidak mengenakkan tentang konsumsi susu formula tidak terjadi pada anak-anakku, Amiin.
Kebetulan saat ini aku lagi cuti di Jakarta, ingin rasanya mewujudkan cita-cita memborong susu UHT dan memberikannya pada anak-anak. Dulu dapat info dari teman di Forum Shalahuddin bahwa kita bisa memesan susu UHT merk (oke punya) Ultra minimal 1 box dan akan diantar langsung ke rumah kita. Wow mau dong.......Akhirnya bulan lalu nyari infonya, nanya om google dan didapatlah beberapa nomer telepon agen susu Ultra di Jakarta dan sekitarnya. Semangat 45 aku coba semua nomer telepon yang ada, sayang semua hanya terdengar nada sambung saja, tidak diangkat-angkat. Besoknya, masih dengan semangat menggebu-gebu aku nyoba lagi dan lagi. Hasilnya ada satu dua nomer yang berhasil kuhubungi namun sayang salah satunya ternyata sudah tidah menjadi agen susu Ultra lagi. Satu nomer yang lain diangkat oleh seorang ibu-ibu yang lalu memberikan nomer hp salah seorang petugas antarnya yang daerah kerjanya meliputi daerah Mampang, namanya pak Deni Alfian.
Langsung saja kuhubungi pak Deni ini, alhamdulillah hpnya diangkat. Katanya untuk pesan antar minimal harus 5 box, kaget juga tapi kupikir bisala untuk stok. Nunggu beberapa hari, dia belum bisa antar juga dengan alasan sibuk dan belum sempat ke daerah Mampang. Aku sudah mulai merasa kecewa, karena cerita dari teman di Forum Shalahuddin kok kelihatannya gampang banget gitu cara transaksinya. Setelah beberapa hari akhirnya kutelepon lagi pak Deni, dengan mencoba menurunkan jumlah pesananku menjadi 3 box saja dan katanya oke. Menghitung hari sampai masuk minggu ke dua, pesananku belum juga diantar -sigh-, sampai merasa mungkin sja gara-gara aku beli cuma sedikit, jadi dianya males antar ya. Sampai masuk bulan Juli aku terus coba telepon dia, kasi ingat sekalian nagih janjinya untuk antar susu. Sempat dia bilang bahwa dia sudah nyari rumahku tapi nyasar ke Mampang 5 sementara rumahku kan di Mampang 4. Jadi kujelaskan lagi lebih terperinci alamatku, dia janji lagi mau ngantar. Setelah dua harian belum nongol juga, aku telepon dia lagi, katanya susah untuk masuk ke Mampang 4, selain jalannya yang katanya sempit sementara truknya besar juga karena tidak sejalan dengan trayeknya dia gitu.
Huff....keinginan untuk beralih dari susu formula ke susu UHT sepertinya kali ini gagal lagi nih. Memang sih aku bisa beli di toko mana aja, tapi harganya jelas beda kan. Namanya juga pembeli, sebisa mungkin make prinsip ekonomi ya tho, nyari yang harganya lebih murah gitu. Terpikir juga sih untuk nyoba beli di toko kelontong dekat rumah, sambil nyoba nawar karena aku mau belinya kan agak banyak, siapa tau dia mau kasih agak murah, meski tetep beda harga kalo mesen langsung ma agen Ultra. Toh selisihnya juga gak terlalu banyak dan yang penting anak-anak tetep bisa minum susu UHT.
Rencana sih mumpung wiken gini dan ada suami yang bisa dimintai tolong untuk antar jalan-jalan. Aku mau nyoba nanya-nanya lagi ke toko yang lainnya. Semoga bisa dapat stok susu Ultra buat anak-anakku, Amin.
Read MoreSelasa, 20 Juli 2010
Guess What?!
Jawabnya adalah menyuapi anak -lebay ga ya?- Asli kalau boleh milih sih mendingan aku ngerjain tumpukan kerjaan kantor daripada nyuapin mereka, meski ga bisa dipungkiri bahwa kesempatan tuk nyuapi mereka adalah anugrah. Curcol aja, nyuapi anak-anak membutuhkan kesabaran ekstra, terutama nyuapi si Farah yang ngeles melulu dan mesti butuh 1001 rayuan gombal. Kalau nyuapi Syifa mah enak, lebih gampang ngerayunya, kalau dah ngeles mulu baru dah ni mata mendelik dikit aja dia langsung mangap dah wkwkwk, jangan ditiru ya emak2...(ato jangan2 byk yg make acara mendelik ya?)
Makan harusnya merupakan medutainment istilah kerennya, ya kan? Huhu tp buatku yg ga sabaran,yg penting makanan masuk mulut, itu aja. Bener2 musti belajar sabar n kreatif ya...hiks.
Menyuapi anak itu banyak banget godaannya. Sebutin dah satu-satu, dari godaan tangan gatel pengen nyubit, mukul -sadis.com-, megangin tangan/bajunya biar ga lari sampai godaan menahan ni mulut dah napsu banget pengen cuap-cuap, ngomel, ngeluh, bentak, ato ngancem. Hiiy dah kebayang belum gaya n muka sangarku? Tapi aku selalu nahan kok sodara2, ga maulah jadi jahat kek ibu tirinya bawang merah.
Tapi ada yang lebih berat lagi dan bikin stres. Tebak apa hayo?
Jawabnya...kalau Farah akhirnya muntah setelah maemnya habis, setelah smua jerih payahku huhuhu. Sebetulnya yang mbuatku sebel adalah sebab muntahnya itu lho, digodain sama abinya.
Syifa dan Farah bener2 kopian bapaknya. Contohnya kalo mereka bertiga lagi tidur, nggak tau gimana giginya bisa saling beradu yang akhirnya menimbulkan bunyi gemeretak yang aneh. Kopian lainnya adalah gampang banget feel hoek alias berasa mau muntah kalo ada bau-bauan aneh macam sampah, amis ikan, juga kentut hehe. Jadi kudu was2 kalo mampir pasar, biasanya dah gaya mau hoek aja, yang paling parah ya Farah, muntah beneran dianya. Hasil nyuapi dengan perjuangan keluar smua huhuhu. Ini dia yang bikin aku mutung bin ngambek. Abinya suka banget gangguin, kalo lagi kentut suka sengaja diciumin ke anak2, ato suka nyiumin anak2 sambil jilat2. Duh, jadi bau iler smua kan...dan akhirnya Farah pun muntah! Huaaa ga dongkol gimana coba?
Tapi, mesti tetep semangaaat!!! Read More
Minggu, 18 Juli 2010
Sekolah Untuk Syifa
Awal tahun ajaran baru 2010/2011 telah dimulai hari Senin yang lalu tepatnya tanggal 12 Juli 2010. Bagi anak-anak yang baru mulai masuk sekolah, hari itu pasti merupakan hari yang dinanti-nanti, hati deg-degan dan riang gembira plus bangga karena merasa sudah lebih besar dengan masuknya mereka ke sekolah. Begitu juga yang dirasakan oleh teman-teman bermainnya Syifa yang rata-rata baru masuk TK, meski ada juga yang baru masuk SD. Dengan bangganya mereka memakai seragam baru, tas dan sepatu baru, tak lupa memamerkan alat tulis barunya.
Tapi ada yang lain kali ini, di antara anak-anak yang sedang senang-senangnya sekolah itu ada satu anak yang hanya memandang dengan tatapan mupeng, dan terdiam saja kala teman-temannya berceloteh riang tentang sekolah barunya. Yup, anak itu adalah putri sulungku, Syifa. Tahun ini harusnya dia masuk TK B.
Sewaktu di Majene, Syifa sudah sekolah di TK A hanya sampai bulan Mei akhir karena harus ikut aku ke Jakarta. Dari sekolah lamanya Syifa sudah mendapatkan rapor dan surat pengantar untuk masuk sekolah di Jakarta sebagai murid pindahan. Dalam pemikiranku, sambil menunggu SK mutasi yang diharapkan secepatnya keluar, Syifa bisa sekolah dulu di Jakarta apalagi tahun ajaran baru sudah dimulai. Aku dan suami berharap SK bisa keluar sebelum cuti besarku habis, dengan begitu aku dan anak-anak tak usah lagi balik ke Majene. Berat rasanya harus boyongan lagi dari Jakarta ke Majene, meninggalkan suami dan rumah kontrakan mungil kami yang nyaman, dan harus LDL lagi............hiks.......beraaat!
Kami hanya bisa berdo'a, sampai hari ini proses SK belum ada perkembangan yang berarti. Opsi balik ke Majene kembali dibicarakan yang berarti sekitar akhir September karena cutiku habis tanggal 25 September nanti. Kalaupun Syifa dimasukkan ke TK sekarang berarti dia hanya akan sekolah sekitar sebulan aja dong, itu kalau anak TK libur pas Ramadan. Btw anak TK libur gak sih pas bulan puasa?? Kalau tetep masuk sekolah berarti Syifa bisa merasakan belajar di TK kurleb 2 bulanan saja kan. Dengan biaya masuk TK di Jakarta yang ternyata cukup mahal, apalagi kalau dibandingkan dengan biaya masuk TK di Majene, maka kami memutuskan untuk tidak menyekolahkan Syifa dulu saat ini.
Agak berat memang, kasihan juga melihat Syifa yang mupeng melihat teman-temannya berangkat sekolah beramai-ramai. Sebetulnya aku tidak terlalu khawatir mengenai belajarnya, tiap hari kami biasa belajar sambil bermain kok, meski harus dibiasakan buatku, maklum FTM jadi-jadian hehe. Yah, meskipun memang harus banyak yang mesti dibenahi sih, aku perlu lebih bersabar dan lebih kreatif agar dia merasa nyaman. Semoga keputusan kami ini bisa dijalani dengan baik, semoga aku tetep bisa membesarkan hati Syifa agar dia tidak sedih, semoga SK mutasiku bisa segera keluar, semoga kami sekeluarga bisa hidup bersama, berkumpul selayaknya sebuah keluarga, semoga......Amin!!
Read MoreMinggu, 27 Juni 2010
Jam Tidur Syifarah
Dari semua alasan tadi itu, sebetulnya aku bisa nyuri waktu kalo anak-anak sudah bobo sih, misal mereka jam 9 dah tidur ya, paling nggak aku bisa OL sejaman lah ya. Tapi masalahnya, mereka tuh masih aktif banget, masih melek bola matanya, kadang meskipun dah nguap berkali-kali tetep aja gak langsung tidur. Sampai di atas kasur masih cerewet, minta minum, minta dianter pipis, minta dibacain cerita, lagi dan lagi. Huuuaaa............
Seingatku dulu pas di Majene, Syifa sudah jarang tidur siang, asyik main dengan anak-anak tetangga sedangkan Farah masih rajin tidur siangnya, bisa sejam lebih lho. Itupun sebelum jam 9 malam udah siap-siap di tempat tidur, biasanya yang paling cepet merem si Farah. Kalau Syifa paling telat jam 10an baru pulas dianya, itu juga jarang kok. Lha sekarang?? Kalo siangnya tidur biasanya sejam lebih, bisa sampai 2 jam kadang, dan akibatnya kalo malam....huhuhu ya itu tadi deh, mereka gak ngantuk-ngantuk, ini tadi aja jam 10.30 malam mereka baru pules, padahal dari jam 9 dah guling-guling di kasur. Duh kebayangkan sebelnya nungguin mereka gak tidur-tidur, mana suami besok mulai ngantor lagi, berarti ni malam aku n dia harus lebih cepat tidurkan......
Nggak tau nih, dulu pas ngantor aku nggak tidur siang juga nggak apa-apa kok, sekarang kalo di rumah kok bawaannya ngantuk mulu kalo sudah jam 2 siang ya...pengennya nyium bantal n meluk guling, mupeng banget deh kalo dah liat kasur. Jadinya selalu kuajak anak-anak tidur juga, pernah sih sekali, aku ngantuk banget, pas gak enak badan juga jadi mau tidur sedangkan anak-anak gak ngantuk, akhirnya mereka kuajak masuk kamar lengkap dengan mainannya, kukunci pintu dan aku tidur deh sementara mereka terus main sampai aku bangun dengan amat sangat terpaksa satu jam kemudian hehe, itu juga tidur gak nyenyak, digangguin terus ma mereka.
Sebenarnya kalo mereka nggak tidur siang, malamnya habis maghrib gitu mereka dah teler banget lho, dah 5 watt matanya, merem melek merem melek gitu. Jadi aku dan suami bisa ngabisin waktu berdua lebih lama. Ada sisi gak enaknya juga sih, kalo gak tidur siang mereka jadi sering mengigau dan terbangun beberapa kali kalo malam, cukup mengganggu kalo pas akunya baru mau pules tidur. Heem.....jadi enaknya gimana nih, pake acara bobok siang ato enggak ya??? Kalo sobat MP anak-anaknya gimana?? Share donk.....
Read More
Minggu, 13 Juni 2010
New Home Sweet Home
Dimulai dari pagi harinya pas hari Selasa, hunting kulkas, mesin cuci, dan TV plus kasur ma lemari di Pasar Minggu. Berangkat kepagian, toko belum pada buka, akhirnya sarapan di warung rawon dan pecel lele...nyaaam.... Habis maem, nanya tempat toko elektronik n mebel ke ibu penjualnya, katanya deket terminal, jadi belok kiri aja. Pas di jalan, kok suami malah belok kanan ya, perasaan terminalnya sebelah sono deh, bener deh pake acara nyasar huhu alhamd gak pake lama muter-muternya, capek kan. Akhirnya balik ke jalan yang sebelumnya dan kali ini gak salah belok, nyampe di jejeran toko dan hunting sampe kaki pegel, anak-anak ngedumel minta pulang hihi.
Agak siang baru deh nyewa pick up dan pindahan. Ternyata rumahnya lagi sementara dicat warna putih sesuai permintaan suami, jadi kotor rumahnya, barang-barang berantakan. Pokoknya hari itu capeeek...tapi seneng :) Malamnya bisa bobok gak pake kepanasan, adem, empuk lagi, kasur baru hoho. Rutinitas hari-hari selanjutnya as FTM buatku....mengejutkan juga...........capeknyaaaaaaa......Waktu terasa berputar cepet banget, pagi ngurusin cucian, maemnya anak-anak, mandiin, eh tiba-tiba dah siang, ngasi maem lagi, bobok siang, ngangkat jemuran, nyapu rumah, plus sekarang dah mulai masak, duuh....penuh perjuangan dan pengorbanan juga yaaa hehe. Salut deh ma FTM yang masih bisa nyambi jualan on line yang berarti bisa nyempetin nongkrong depan kompi ya) atao yang punya kegiatan asyik lainnya. Aku masih keteteran, mungkin belum luwes ya, kerjaan dikit tapi ngabisin waktu seharian hoho, sampe suami bilang kalo aku tu musti gesit dikit. Yeee ini aja dah usaha kok hehe.
Oya, beberapa hari ini malah gak megang pelajaran buat Syifa sama sekali, duuh musti belajar ngatur waktu nih. Bersiap tuk besok deh...dah malem nih, yuuuuk bobok.......met malam.............
Read More
Senin, 07 Juni 2010
Gang Pelukis
Alhamdulillah akhirnya nyampe juga di tempat tujuan, setelah si mas agak lupa jalan dan nanya ke pak Haji penjual bensin. Rumahnya imut dengan 2 kamar tidur, dapur mungil dan kamar mandi. Dapet sewanya per tahun 10jeti, sesuai keadaan kantong saat ini hoho. Pemiliknya adalah sepasang suami istri lanjut usia yang tinggal dengan anak dan cucunya (belum tau jelasnya berapa jumlah anaknya). Mereka tinggal di belakang rumah kontrakan kami, tidak terpisah, hanya dibatasi tembok, jadi kami akan tinggal sama-sama dalam satu halaman. InsyaAllah betah dan bisa bergaul dengan mereka dengan baik (inget pengalaman ngontrak sebelumnya di Majene yang satu rumah juga).
Halaman rumahnya asri, banyak tanaman dan adem, cocok banget dengan hawa Jakarta yang panas kalo siang, mudah-mudahan anak-anak nanti cepat sehat dan cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya yang insyaAllah lebih kondusif. Oya, rumahnya dekat masjid jadi bisa dengar suara adzan dengan jelas, banyak anak-anak kecil di sekeliling rumah, namanya juga di kampung, moga-moga bisa jadi teman mainnya anak-anak nanti.
Heem...excited! InsyaAllah besok mau pindahan, doain lancar ya.............
Read More