Minggu, 18 Juli 2010

Sekolah Untuk Syifa

Awal tahun ajaran baru 2010/2011 telah dimulai hari Senin yang lalu tepatnya tanggal 12 Juli 2010. Bagi anak-anak yang baru mulai masuk sekolah, hari itu pasti merupakan hari yang dinanti-nanti, hati deg-degan dan riang gembira plus bangga karena merasa sudah lebih besar dengan masuknya mereka ke sekolah. Begitu juga yang dirasakan oleh teman-teman bermainnya Syifa yang rata-rata baru masuk TK, meski ada juga yang baru masuk SD. Dengan bangganya mereka memakai seragam baru, tas dan sepatu baru, tak lupa memamerkan alat tulis barunya.

 

Tapi ada yang lain kali ini, di antara anak-anak yang sedang senang-senangnya sekolah itu ada satu anak yang hanya memandang dengan tatapan mupeng, dan terdiam saja kala teman-temannya berceloteh riang tentang sekolah barunya. Yup, anak itu adalah putri sulungku, Syifa. Tahun ini harusnya dia masuk TK B.

 

Sewaktu di Majene, Syifa sudah sekolah di TK A hanya sampai bulan Mei akhir karena harus ikut aku ke Jakarta. Dari sekolah lamanya Syifa sudah mendapatkan rapor dan surat pengantar untuk masuk sekolah di Jakarta sebagai murid pindahan. Dalam pemikiranku, sambil menunggu SK mutasi yang diharapkan secepatnya keluar, Syifa bisa sekolah dulu di Jakarta apalagi tahun ajaran baru sudah dimulai. Aku dan suami berharap SK bisa keluar sebelum cuti besarku habis, dengan begitu aku dan anak-anak tak usah lagi balik ke Majene. Berat rasanya harus boyongan lagi dari Jakarta ke Majene, meninggalkan suami dan rumah kontrakan mungil kami yang nyaman, dan harus LDL lagi............hiks.......beraaat!

 

Kami hanya bisa berdo'a, sampai hari ini proses SK belum ada perkembangan yang berarti. Opsi balik ke Majene kembali dibicarakan yang berarti sekitar akhir September karena cutiku habis tanggal 25 September nanti. Kalaupun Syifa dimasukkan ke TK sekarang berarti dia hanya akan sekolah sekitar sebulan aja dong, itu kalau anak TK libur pas Ramadan. Btw anak TK libur gak sih pas bulan puasa?? Kalau tetep masuk sekolah berarti Syifa bisa merasakan belajar di TK kurleb 2 bulanan saja kan. Dengan biaya masuk TK di Jakarta yang ternyata cukup mahal, apalagi kalau dibandingkan dengan biaya masuk TK di Majene, maka kami memutuskan untuk tidak menyekolahkan Syifa dulu saat ini.

 

Agak berat memang, kasihan juga melihat Syifa yang mupeng melihat teman-temannya berangkat sekolah beramai-ramai. Sebetulnya aku tidak terlalu khawatir mengenai belajarnya, tiap hari kami biasa belajar sambil bermain kok, meski harus dibiasakan buatku, maklum FTM jadi-jadian hehe. Yah, meskipun memang harus banyak yang mesti dibenahi sih, aku perlu lebih bersabar dan lebih kreatif agar dia merasa nyaman. Semoga keputusan kami ini bisa dijalani dengan baik, semoga aku tetep bisa membesarkan hati Syifa agar dia tidak sedih, semoga SK mutasiku bisa segera keluar, semoga kami sekeluarga bisa hidup bersama, berkumpul selayaknya sebuah keluarga, semoga......Amin!!  

3 komentar:

  1. sabar ya mbak....
    sabar ya Syifa...
    jadi repot ya kalau gini
    semoga cepat ada jalan keluar,semoga dapat yang terbaik ya..
    Amiinnn

    BalasHapus
  2. jangan khawatir

    Sabrina masuk Tk juga bulan januari,ga ikut jadwal biasa.TK aja kok :)
    dan di jakarta u masuk SD negeri itu 7 tahun lho,6 tahun belum bisa

    BalasHapus
  3. @bundafahri : bismillah mg2 smuax lancar

    @mb meta : wah gt ya mba, hrs 7th. Br tau aq, tfs.

    BalasHapus