Selasa, 07 April 2015

Silsilah Keluarga

sumber: kaskushootthread.blogspot.com


Saat mudik bulan Januari lalu, Syifa dan Farah asyik melihat beberapa album foto di kamar Eyang Uti. Banyak sekali pertanyaan "Ini siapa?" yang dilontarkan ke Eyangnya. Eyang pun menjelaskan satu demi satu dengan antusias. Orang tuaku yang asli Salatiga dan Tuntang memang berasal dari keluarga besar. Dari Papa ada 7 bersaudara dan dari Mama ada 10 bersaudara. Nah, terbayang kan berapa jumlah cucu dan cicitnya. Saat ini mereka tinggal di berbagai kota, jarang bertemu kecuali ada acara keluarga seperti pernikahan atau kematian.

Setelah selesai bercerita tentang silsilah keluarga kepada Syifa dan Farah, Mama pun menemuiku. Beliau menyampaikan betapa pentingnya anak-anak mengetahui silsilah keluarganya dan mengenal sanak saudara mereka. Penting bagi mereka untuk tahu bahwa mereka punya akar keluarga yang kini tersebar di berbagai kota.

Ada kesan kecewa dari Mama yang kutangkap. Aku tahu beliau menyayangkan mengapa aku yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta, ternyata masih juga belum sowan ke beberapa rumah kerabat yang ada di sana. Padahal sebetulnya aku sangat suka bersilaturahim lho, jalan kemana hayuk aja. Sayang kondisi saat ini kan kemana-kemana harus ada ijin bos alias suami. Kebetulan suamiku memang kurang suka diajak jalan, nah jadinya ya mandeg deh aku. Hanya bisa berniat sowan tapi tak terlaksana dan mupeng saja.

Yah, semoga tahun ini bisa menjalankan amanah Mama. Tidak hanya ke rumah kerabat di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga lebih sering menengok orang tua. Jarak Jakarta-Malang memang tak terlalu jauh, tapi selama beberapa tahun terakhir ini memang kami belum bisa pulang. Semoga Allah lapangkan rejeki dan kesehatan, agar semua bisa terlaksana. Bukankah menyambung tali silaturahim itu banyak sekali manfaatnya.


Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar