Rabu, 08 Januari 2014

[PRT] Silih Berganti


Ternyataaa, sekian lama tidak pernah menjurnal tentang si mbak di rumah, sekarang mau cerita lagi ah. Terakhir kali sharing sudah sekitar setahun yang lalu ketika masih ada mbak N. Singkat cerita akhirnya keluargaku pindah rumah ke rumah kontrakan yang tidak terlalu jauh dari rumah kami yang akhirnya diratakan dengan tanah :( Kurang lebih sebulan tinggal di kontrakan, mbak N pun tidak bekerja lagi padaku. Alasannya ada beberapa, pertama karena rumah kontrakan kami kecil, hanya ada 2 kamar sehingga tidak nyaman bagi mbak N untuk tinggal bersama kami. Kalau pun dia mau pulang pergi Bintaro - Mampang, maka akan membengkak ongkos transportasinya. Imbasnya ya dia minta naik gaji, oalala aku nggak sanggup kalau harus nambah pengeluaran lagi. Sudah mepeet anggarannya. Maka, say good bye to mbak N. Alhamdulillah tidak lama kemudian ada temanku yang membutuhkan tenaga PRT dan mbak N pun kurekomendasikan. Sampai sekarang kelihatannya mbak N cocok bekerja di sana, jarak tempat tinggal mbak N ke rumah temanku pun tidak terlalu jauh, jadi bisa lah diatur.

Setelah mbak N tidak bekerja lagi di rumah, aku pun mencoba mencari tenaga kerja yang mau membantu mencuci beres-beres saja. Jadi mbak A tugasnya memasak dan menjaga Azzam yang saat itu masih sekitar 1 tahun usianya. Alhamdulillah bisa kenal dengan mbak W yang rumahnya tidak jauh dari kontrakanku. Mbak W ini datang jam 6.30 dan pulang jam 10.00, lalu kembali lagi ke rumah jam 13.00 untuk menjaga Azzam ketika mbak A pergi menjemput Syifa dari sekolah. Mbak W awalnya diberi Rp450ribu lalu naik sampai Rp550ribu setelah beberapa bulan. So far mbak W dapat dipercaya dan tidak neko-neko, bisa bekerja sama dengan baik dengan mbak A. Memang ada sih sekali dua kejadian kurang menyenangkan, yah intrik normal lah, tapi alhamdulillah bisa dilewati.

Setelah lebaran Juli 2013 kemarin, wacana naik gaji sepertinya sudah bisa ditebak ya. Di mana-mana terdengar kabar dari beberapa teman tentang si mbaknya yang tidak mau balik lagi atau tetap kembali dengan syarat naik gaji. Sama lah seperti mbak A dan mbak W, keduanya minta naik gaji. Hoho tinggal aku dan misua yang puyeng deh. Setelah kami berkompromi akhirnya diambil keputusan bahwa lebih baik kami membeli mesin cuci otomatis dan tidak menggunakan jasa mbak W lagi. kalau dihitung-hitung secara ekonomi, kami bisa lebih ngirit dengan cara itu. Lebih baik menaikkan gaji mbak A saja, toh kami sudah cocok dengannya. Susah nyari PRT yang seperti dia, kasihan juga anak-anak kalau harus adaptasi dengan orang baru. Sedangkan mbak W kan hanya membantu sedikit saja, pekerjaannya bisa digantikan dengan mesin cuci.

Namun, timbul satu masalah lagi. Siapa yang bisa menjaga Azzam ketika mbak A menjemput Syifa dari sekolah? Haha mumet lagi dong. Pikir punya pikir akhirnya aku berinisiatif untuk meminta bantuan tetangga sebelah rumah. Dia mempunyai seorang anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun yang biasanya bermain bersama Azzam. Nah, kupikir dia pasti mau menjaga Azzam hanya sekitar 15 menit ketika mbak A tidak ada. Untuk itu aku memberinya Rp200ribu tiap bulannya. Dan hal ini berjalan hingga hari ini.

Bagaimana dengan mbak A? Single fighter dong dia sekarang? Yup, sekarang hanya mbak A yang bertugas menjaga anak-anak sekaligus memasak dan beberes rumah. Mencuci kan sudah ada mesin cuci otomatis jadi tidak merepotkan, bisa ditinggal untuk mengerjakan hal lainnya. Tidak terasa sudah 6 bulan kami hanya memakai jasa seorang PRT saja.
Read More

Selasa, 07 Januari 2014

Menapaki 2014: Resolusi dan Konsistensi

Sungguh, waktu terbang begitu cepat. Detik ke menit ke jam dan hari pun berganti. Dari Senin ke Senin lagi, seminggu pun terlewati. Lalu bulan demi bulan terlampaui. And here we are, welcoming a new year, again. Sungguh merugi jika tak ada sesuatu yang bisa kita bawa sebagai bekal untuk melangkah memasuki babak berikutnya, babak 2014.

Kilas balik setahun ke belakang, ternyata begitu banyak pengalaman yang tidak biasa. Up and down perjalanan yang (seharusnya) makin mendewasakan.Kehilangan materi yang tidak sedikit, masih juga ketiban hutang selangit yang baru akan lunas setelah tahunan, hampir kehilangan hal terpenting dalam hidup, memulai sesuatu dari nol lagi, ah semua ini hanya terjadi dalam hitungan bulan saja, tahun lalu. Sungguh, Allah Maha Penyayang, semua ini terjadi atas ijinNya dan berbagai jalan keluar pun Dia berikan pada akhirnya. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?

Setelah berbagai kejadian itu selayaknyalah diri ini menggenggam azzam alias tekad untuk berbuat kebaikan, kapan pun dan di mana pun. Membuang penyakit lama yang menjangkiti diri ini adalah suatu keharusan. Inkonsistensiku selama ini memang lebih banyak membuatku gagal. Menjegalku dari kancah perjuangan apa pun juga, di mana pun juga. Jadi, langkah awal memang perlu dituliskan, apa-apa yang perlu dibuang, diamputasi dan mana yang mau dilakukan, disuburkan, disemai.

Ada beberapa resolusi yang akhirnya kubuat dan sebagian kutulis di blog sebelah. Sebenarnya ada banyak hal lagi yang ingin aku lakukan dan aku wujudkan di tahun ini, oh yeah, tahun ini benar-benar harus lebih baik dari tahun lalu, insyaAllah. Banyak hal yang kusesali di tahun-tahun yang telah lewat. Banyak hal yang baru saja kusadari saat ini dan akhirnya membuatku ingin segera melejitkan diri untuk berubah, untuk meraih mimpi, untuk banyak berbuat kebaikan.

Jadi, sekarang lah saatnya untuk memancangkan impian, konsistensi, dan semangat pantang menyerah. Bismillah.



Read More

Jumat, 20 Desember 2013

Weaning With Love

WWL yang merupakan singkatan dari Weaning With Love adalah istilah yang belum lama kuketahui. Gegara join di grup yang concern tentang masalah ASI di Facebook, alhamdulillah bisa nambah wawasan. Dulu ketika Azzam masih bayi kan aku sudah niatin untuk Asi Eksklusif 6 bulan dan alhamdulillah lulus sampai dengan Azzam umur 1 tahun. Ingin hati memberikan ASI perah sampai usianya 2 tahun, apa daya aku males *halah. Sejak usia Azzam 1 tahun, aku sudah pensiun memerah ASI. Alasannya karena males, lha hasil perahannya juga sedkit banget. Susu Azzam di siang hari kala aku bekerja adalah susu kambing dan susu UHT yang merk Ultra. Ga prefer ke merk lain meski lebih murah, karena aku yakin dengan rasa dan mutu lebih bagusan Ultra.

Weaning With Love, menyapih dengan cinta. Sesuai anjuran di Al-Qur'an untuk menyusui hingga 2 tahun, maka kebanyakan ibu menyapih anak mereka setelah menginjak usia 2 tahun. Meski ada lho anak yang masih nenen sampai usianya 3 bahkan 4 tahun haha, kebayang ga tuuuh? Di usia 2 tahun ketergantungan anak kepada ASI sudah makin berkurang. Anak sudah mampu makan makanan keluarga, jadi bisa mendapatkan gizi dari asupan yang lebih variatif. Nah, WWL ini adalah cara menyapih anak tanpa paksaan. Harus ada kerelaan dari kedua belah pihak, baik dari ibu maupun juga dari si anak.

Masih terekam dalam ingatan, dulu aku disapih oleh Mamaku dengan cara Mama mengoleskan puyer pahit dan obat merah di putingnya. Jadi kala aku ingin menyusu rasanya tidak dan takut juga melihat dada mama yang merah-merah. Kalau pengalamanku dengan Syifa, dia terpaksa berhenti menyusu karena aku hamil adiknya di saat usia Syifa masih 15 bulan. Alhamdulillah kala itu tidak sulit sama sekali. Syifa kecil begitu pengertian, tidak mengamuk ataupun menangis minta nenen sebelum tidur. Subhanallah, Syifa hanya manggut-manggut seolah mengerti kalau aku sudah tidak kuat menyusui lagi karena kondisi kehamilan yang membuatku mual muntah serta pusing. Sebelum tidur, Syifa kuberi segelas susu atau teh atau air putih. Ketika kami sudah berbaring dan dia minta menyusu, aku lantas bilang bahwa dia tadi sudah minum banyak, jadi sudah tidak usah mimik Umi lagi dan dia menurut.

Lain Syifa lain lagi Farah. Menyapih Farah merupakan perjuangan. Aku sedang LDL dengan suami yang kuliah di Tangerang, jadi hanya bertiga dengan anak-anak di Sulawesi. Seingatku selama seminggu Farah menangis setiap malam karena aku tidak meloloskan permintaannya untuk menyusu. Hatiku sakit rasanya, antara tega ga tega akhirnya ditega-tegain hiks. Farah pasti juga sedih dan marah karena tidak bisa menyusu plu aku menolaknya pula. Oh, it was not an easy situation. Belum tahu-menahu soal WWL sih :(

Weaning With Love, diharapkan penyapihan terjadi tanpa adanya paksaan dan tanpa pembohongan kepada anak, seperti nenen diberi obat merah dll. Dengan WWL anak mengerti bahwa sudah saatnya dia disapih dan dia ikhlas untuk itu. Bagaimana langkah-langkahnya? Alangkah baiknya kalau anak sudah dipersiapkan, ibu sounding ke anak bahwa dia sudah besar, sudah tidak nenen lagi, seperti itu. Sounding bisa dilakukan sebelum anak berulang tahun yang kedua, mungkin 2-3 bulan sebelumnya. Dan selama fase itu, jadwal menyusuinya dikurangi, dari misalnya 4x menjadi 3x. Jadi tidak drastis. Jadi saat dia tepat berumur 2 tahun, diharapkan sudah mengerti. Tips laiinnya adalah anak diberi kegiatan lain sebelum tidur agar tidak teringat nenennya :) Ibu atau Ayah bisa membacakan buku cerita sambil tiduran hingga si kecil mengantuk, atau bermain sebentar sebelum tidur, atau bisa juga menyanyi. Hasilnya tidak akan instan tentu saja, akan dibutuhkan kesabaran sampai anak benar-benar bisa disapih. Waktunya juga tergantung pada kesiapan si anak.

Bagaimana dengan si bungsuku Azzam? Hehehe di usianya yang sudah 2 tahun lebih 3 bulan ini Azzam masih nenen. Ups, WWLku belum berhasil nih. Ada beberapa kesalahan trik yang kulakukan sehingga sampai saat ini Azzam masih nenen sebelum tidur bahkan di waktu lainnya. Pertama, aku terlena. Yup, terlena berperan sebagai ibu menyusui yang akhirnya tidak menyadari bahwa waktu untuk menyapih sudah tiba. Nyadar pas Azzam tinggal beberapa minggu lagi berulang tahun yang kedua. Langsung heboh sama misua, buru-buru sounding ke Azzam kalau dia udah gede, udah ga nenen lagi harusnya. Hahaha dan sampai sekarang masih belum berhasil. Ealah misua juga malah santai bilang kalau Azzam nggak apa-apa biarin aja nenen sampe dia bosen sendiri, whatta!! Dan dari pihakku sendiri, jujur kok rasanya sayang ya kalau mau melepas momen dan bonding menyusui ini hehe. Ini akunya yang males nyapih atau lebay sih, ga tau deh^_^

Maka, sampai dengan detik ini, Azzam masih nenen sodara-sodara. Ketika hari libur, karena aku seharian di rumah, Azzam suka banget minta nennya, tapi nggak kukasi dong. Dialihkan perhatiannya ke hal lain, diajak main sama kakak atau abinya biasanya. Jadi momen tidur siang dan malam baru deh dia nenen. Begitu pun ketika hari kerja, pulang kantor tuh dia langsung ngejar nemplok minta nenen, lagi-lagi dialihkan dulu perhatiiannya sampai saat waktu tidur tiba. Waktu lamanya nenen sudah berkurang sih ya, seringkali dia cuma nenen sebentar lantas tengkurap minta digaruk-garuk punggungnya. Kegiatan sebelum tidur seperti bermain dan membaca sudah dilakukan tapi belum bisa membuat Azzam ngantuk banget sampai lupa nenen tuh hihi. Tetep saja kalau sudah mau bobo, ribut teriak-teriak minta nenen dengan suara imutnya itu, "Umii ayo nen, ayo bobooo". Duh, lucunyaaa, i am melting at that moment :D












Read More

Jumat, 13 Desember 2013

Ketika Papa Datang

Tak mau sampai terlupakan, momen ketika Papa berkunjung singkat akhir bulan Nopember yang lalu, maka ditulis sajalah.

Antara Aku dan Papa.

Kepada Papa aku bisa lebih berani dan bebas bercerita, sejak dulu saat aku masih tinggal di rumah sampai saat ini ketika aku sudah berkeluarga. Papa lebih sabar dan tidak mudah emosi, meskipun mungkin cerita yang kusampaikan sungguh tidak enak didengar misalnya. Kalau Mama justru kebalikan dari Papa. Emosi Mama labil dan mudah sekali tersulut. Alih-alih curhat atau sekedar bercerita ringan, bila hal itu dirasa kurang pantas atau kurang baik di mata Mama, bisa-bisa beliau seketika berubah dari ibunda yang baik hati menjadi seperti guru killer di sekolah. Hiks, maka kami pun anak-anaknya kapok dan lebih baik berhati-hati ketika mengobrol dengan beliau, hingga saat ini.

Maka ketika aku sesekali merasa terpojok oleh suatu masalah, rasanya ingin segera curhat dan minta nasehat pada Papa, seperti kejadian kemarin itu. Bila sebelumnya aku bisa menahan untuk tidak berbagi kisah sedihku, bahkan hingga agak jarang menelepon kedua orang tuaku karena takut terbaca kegalauan dan kelebayanku, maka kemarin jebol sudah pertahananku. Aku menelepon Mama Papa tapi lebih banyak berbicara kepada Papa. Ingiiin rasanya lari ke pelukannya, mungkin efek sekian lama tidak pulang kampung, rindu ini begitu terasa. Ya, aku rindu Mama dan Papa.

Kedatangannya.

Berharap bisa menghabiskan waktu beberapa hari di rumah orang tuaku, Papa pun datang menjemput. Aku sangat lega dan merasa mendapatkan kesempatan untuk berbicara banyak hal dari hati ke hati dengan beliau. Tidak hanya aku yang curhat kepada beliau lho, tetapi beliau juga sempat curhat padaku, anak pertamanya ini. Waktu yang hanya dua hari, cukup singkat, tapi bisa menebus gundah di hati. Banyak sekali nasehat yang beliau berikan padaku. Meskipun akhirnya aku tidak bisa ikut kembali ke Malang bersama beliau karena tidak mengantongi ijin suami, tapi yang penting hati ini sudah lebih merasa nyaman dan aku pun insyaAllah banyak mendapatkan pencerahan dari Papa.

Alhamdulillah, Papa di usianya yang  hampir 63 tahun masih cukup sehat. Sayang, Papa tidak juga lepas dari jeratan rokok. Sama halnya seperti Papa mertua, adik ipar, dan suamiku itu, benci deh sama rokok haha. Aku hanya berharap, Papa selalu sehat, diberi kemudahan dan hidayah oleh Allah SWT agar di sisa usianya papa lebih rajin beribadah, begitu juga Mama. Senang rasanya bisa melihat tawa ceria beliau ketika bermain bersama cucu-cucunya.

Pesan-pesannya.

Sabar itu modal utama. Apapun yang kita hadapi, sekeras apapun, seberat apapun itu bentengi diri dengan sabar. Menghadapi siapapun, apapun, bila memang sifatnya sudah default seperti itu, pahamilah, mengertilah, dan gunakan cara halus. Jangan dilawan dengan kekerasan yang malah hanya akan berbuah percikan api yang bisa makin membara. It's not easy but it's the only way.


 Note: Foto Papa belasan tahun yang lalu, ckck rokok tak pernah terlepas dari jemarimu ya, Pa :(
Read More

Selasa, 10 Desember 2013

Aku vs Aku

Manusia terkenal dengan keakuannya, fitrahnya menjadi makhluk yang lemah, dalam hal ini salah satunya adalah keegoisan yang melekat pada dirinya. Seringkali kita berbenturan dengan orang lain karena satu hal ini. Keakuan si A vs keakuan si B. Keegoisan si A vs keegoisan si B. Tidak akan pernah selesai kisahnya seperti sinetron kejar tayang. Hanya bila ada salah satu pihak yang mau mengalah, rendah hati, dan lebih bijaksana lah maka masalah bisa diselesaikan dengan lebih baik, tanpa pertumpahan darah dan air mata.

Dan ternyata aku baru tersadar, selama ini betapa dominan keakuanku mencuat dari dalam diri. Memikirkan banyak hal selalu dari kacamataku, melihat berbagai masalah dari cara berpikirku, berpraduga dari  prasangkaanku, dan banyak hal lainnya yang tanpa sadar makin membuat masalah rumit. Minimnya berempati dengan cara pandang dan cara pikir orang lain akan membutakan diri dan bisa menyesatkan. Seolah duniaku runtuh, seolah akulah seorang korban, seolah akulah yang didzalimi, seolah akulah yang benar. Kenyataannya? Belum tentu!

Katakanlah apa yang kuyakini memang benar adanya. Seharusnya itu tidak membuatku makin angkuh mendongakkan kepala.Seharusnya itu tidak membuatku makin menyerang lawanku berbicara. Seharusnya itu tidak membuatku meremehkannya. Seharusnya itu tidak membuatku membencinya. Seharusnya itu tidak membuatku merepet seperti petasan kecil yang berderet-deret dan menyala berurutan. Dibutuhkan kedewasaan untuk bisa bijaksana dan rendah hati. Mungkin lebih dibutuhkan juga pemahaman akan iman dan sabar. Tidak semua orang bisa melakukannya, bukan?

Dan ketika pada akhirnya aku sadar bahwa sudah waktunya untuk merubah cara pandang, merubah posisi duduk kita, ah ternyata susah-susah gampang. Ah tidak, mungkin gampang-gampang susah ya? Cukup mudah ketika kita bisa sedikit tahu jalan berpikir orang lain. Ya, tidak sesulit itu menempatkan kaki kita di sepatunya. Tapi, untuk lantas memahaminya dan mencocokkannya dengan pemahaman kita, itu lain cerita. Bila sepatu orang lain kekecilan atau malah kebesaran, tentu kita akan tidak nyaman memakainya, bukan? Justru di sinilah perang antara aku vs aku dimulai. Bagaimana cara kita untuk bisa memahami orang lain, mengerti arti sebenarnya dari keinginan dia dengan meminimalkan keakuanku.

Aku vs aku. Inilah saatnya mengalah, bukan untuk kalah tapi untuk menang. Konsolidasi dengan diri sendiri dulu baru dengan pihak luar. Meski sulit (baiklah ngaku betapa egoisnya aku) tapi bukankah Allah akan membukakan jalan dan membantu kita? Tujuan kita baik, hal yang diperjuangkan pun baik, insyaAllah akan berbuah manis nantinya. Baiklah, semangat, optimis, Bismillah.



Read More

Minggu, 08 Desember 2013

My Weekend: Life Is Never Flat


Berasa iklan banget ya hehe. Kriuk kriuk ngemil kripik kentang itu memang asyik banget. Sayang, aku sendiri jarang beli jajanan itu. Enak sih, tapi isinya seuprit. Mendingan beli pisang goreng aja lebih nendang hihi. Namanya perhitungan apa medit yo iki? Dan seperti si kripik, hidup memang ga pernah datar. Seringkali kruel kruel bergelombang, ada tanjakan ada turunan bahkan lubang. Lha wong jalan tol aja masih bisa macet, apalagi hidup yang memang bisa jadi lebih rumit, errr kalau dibikin rumit hehe. Eh, tapi kan ada tho orang yang merasa hidupnya terlalu datar sampai akhirnya sibuk mencari sensasi lain yang pada akhirnya malah merepotkan dirinya sendiri.

Cerita weekendku kuanggap warna-warni penuh kejutan dan membuatku terpana tapi segera tersadar tuk kembali gegas berjalan. Setelah cerita weekend sebelumnya yang ada foto-foto narsisnya, kali ini nihil ga ada bukti autentiknya. Ya karena kejadian biasa aja yang nggak bisa diabadikan. Ehm, alias asline ga pergi plesiran ke mana-mana hehe, ngruntel aja di rumah.

Weekend ketiga di Nopember kemarin, ada kejadian biasa tapi luar biasa *halah. Biasa lah ya kalau pasangan suami istri bertengkar. Ya kemarin itu tapi kaya Perang Dunia ketiga hiks. Pokoknya shocking deh, ga boleh lah dibahas di sini hehe. Hal terpenting adalah aku tertampar untuk introspeksi diri lebih serius kini. Kalaupun aku benar, aku ga boleh mentang-mentang, ojo dumeh kata wong Jowo. Lha apalagi kalau aku salah, ya harus tahu diri lah. Tentang salah ini, kadang kita lupa ya kalau dosa kita tuh sebenarnya buanyak tapi orang lain kan tidak tahu. Jadilah kita sok innocent. Please don’t do that. Tetaplah tahu diri dan rendah hati. Allah masih berbaik hati menutupi aib kita hingga kita tidak merasa malu hati dan rendah diri.

Weekend keempat, masih nggak ke mana-mana. Beli mangga yang sudah kurang bagus 2 kilo, daripada numpuk banyak gitu akhirnya kubikin puding mangga dan es loli mangga. Sayangnya nggak difotoin hihi. Penampakane ga menarik blas soale hehe. Resep puding mangga dapat dari gugling, milih yang paling mudah cara dan bahannya. Kalau es loli, kebetulan ada cetakan esnya, sayang kalau nggak pernah dipakai, makanya bikin deh buat anak-anak. Mangga tinggal diblender kasi gula atau SKM sesuai selera dan dimasukkan ke cetakan esnya, bekukan  jadi deh.

Weekend kelima, aku dan misua hunting gadget baru di Roxy. Ya karena Selasa sebelumnya BB jadul kesayanganku hilang dicopet di kereta huhuhu. Kalau hape misua memang sudah waktunya ganti, lha sudah sering mati-mati sendiri sih. Cerita lengkapnya ada di rumah sebelah sih hehe.
Eh, ini ngejurnal dari gadget baru lhoo ihiiir. Semoga jadi lebih sering nulis di kedua blogku, aamiin.
Read More

Rabu, 13 November 2013

Buku Hasil Hunting

Jadi nih ya, sampai sekarang masih terbayang-bayaaaang di mataaaa (bacanya pake nada dangdut ya :D) masih berangan-angan bisa balik ke book fair lagi. Sabar deh sabar, mending menanti event lainnya yang pasti jauh lebih keren, lebih banyak diskon, dan lebih banyak penerbit yang ikutan yak. Pas sedang mengingat-ingat buku-buku murmer harga ndlosor itu,kok ya pas banget aku tetiba diadd ke grup Book Fair Online Mizan di Facebook, waaaah bisa lanjut dong nih hunting novel murmernya xixixi *girang. Ceritanya nih mau pamcol haha, mau kasi liat beberapa buku hasil (agak) kalap di book fair kemarin.

 Semua buku ini hasil berlama-lama muterin stand Mizan yang ada di 2 tempat. Pertama yang di dekat pintu masuk, yang kedua di dalam lapangan badminton indoor itu. Stand lainnya kurang gede sih diskonnya jadi ya kurang menarik *maniadiskon*. Sueneng banget ketika bisa dapet 2 novelnya Ifa Avianty, my favorit writer, ada Simply Love dan Love In Rainy Days. Aku selalu suka novel-novelnya yang bertemakan cinta tapi juga bisa membuat ngakak-ngikik bacanya.


Lalu ada Reinkarnasi, novel lumayan tebal dari mbak Sinta Yudisia. Sebenarnya ada juga Existere, karya dia juga tapi kemarin aku kok ga ambil sekalian ya, nyesel deh sekarang. Mbak Sinta ini adalah seorang istri dari PNS Kemenkeu, IRT dengan beberapa anak, hal pertama yang membuatku jadi tertarik untuk membaca buku-bukunya. Nah, 3 buku paling atas adalah jatahnya anak-anak tuh. Meskipun untuk How To Twist A Dragon's Tale sebenarnya aku juga doyan hehe, ntar bacanya biar gantian sama Syifa. Jatahnya Syifa ada beberapa, buku yang berjudul Pets itu juga untuk anak-anak. Huruf-huruf di dalamnya besar-besar dan ceritanya pun menarik. Kalau buku Jika Aku Jadi Panda, itu untuk Farah yang baru latihan membaca dan juga untuk Azzam yang senang dibacakan buku cerita sebelum tidur.

 Buku dengan judul Pengetahuan Paling Menjijikkan Tentang Manusia ini bagus loh, banyak yang bisa membuatmu bergidik hihihi. Aku punya tempat belanja buku online langganan yaitu di HalamanMoeka, ada grupnya juga di FB. Di sana bisa membeli buku baru maupun bekas. Nah, beberapa bulan yang lalu aku sempat memesan buku pak Hernowo yang berjudul Mengikat Makna tapi sayang kehabisan. Alhamdulillah bisa nemu di book fair kemarin dengan harga 15rb saja :D Syifa pasti seneng nih, dapat jatah buku satu lagi, novel anak dengan judul Jam Rahasia. Sekarang buku-bukunya masih tersimpan rapi di kantor. Nanti kalau weekend baru deh dibawa pulang karena Syifa baru boleh baca novel, nonton film, maupun main- main berlama-lama dengan temannya ya pas weekend saja.
Read More

Selasa, 12 November 2013

My Weekend: Arisan dan Berenang

Sepertinya asyik juga ya kalau menyimpan memori tentang kegiatan weekend dengan cara menulis jurnal di blog, lengkap dengan foto-fotonya (kalau ada). Hitung-hitung untuk nambahin jumlah postingan lah xixixi, sekalian ajang narsis (beeuuh teteeep:p). Sudah dua akhir pekan terlalui di bulan Nopember ini, woo tak terasa yaaa, makin dekat saja ke akhir tahun 2013.

Di Nopember ini, dengan menyesal aku mendapati kenyataan bahwa ada dua event asyik yang tidak bisa kuikuti. Pertama, tanggal 3 Nopember kemarin, ada Pesta Literasi di Perpustakaan DKI Jakarta. Selain  acara Bincang Asyik dengan Para Penulis, masih banyak acara-acara menarik lainnya. Tapii yang membuatku nyesel adalah bahwa ada juga Pelatihan Menulisnya! Huhuhu belum rejeki ya, gegara ketinggalan informasi jadinya nggak bisa ikutan. Sekarang ini aku sedang tertarik banget untuk mengikuti kelas atau pelatihan menulis. Ya udin, insyaAllah lain waktu bisa nimba ilmu kepenulisan di event lainnya, aamiin. Kedua, tanggal 9 Nopember, rencananya aku menghadiri event Nova Ladies Fair di Plaza Barat Senayan. Aku udah daftar lho, huhuhu tapi belom jodoh bisa kopdaran dengan teman-teman maya yang tergabung dalam Ibu-ibu Doyan Nulis dan Ibu-ibu Doyan Bisnis. Pasalnya, hari itu aku menanti kabar dari seorang teman apakah siang itu bisa sama-sama menjenguk seorang ummahat tangguh yang baru saja dioperasi di RS Dharmais. Dan ternyata kabar yang kunanti tak kunjung datang. Siang itu pun kuhabiskan dengan membaca Inkheart yang lagi seru-serunya.

Namanya belum rejeki ya, rencana pun bisa meleset, belum takdirnya. Sekarang ceritain aja deh yang udah kejadian dan ada bukti autentiknya :p Nah, hari Minggu tanggal 2 Nopember itu ada arisan. Hehe emak-emak banget yaaaa, hobi arisan. Ceritanya, ibu-ibu orang tua murid kelas 2 Mina, kelasnya Syifa, tergabung di BBM dan WA grup untuk mempermudah sharing informasi tentang anak-anak dan sekolahnya. Lebih asyik dong kalau bisa rutin ketemuan, mengeratkan tali silaturahim gitu judulnya. Maka, diadakanlah arisan rutin ini tiap bulannya. Kali ini diadakan di Cafe Tamani, Bintaro Plaza, pertemuan perdana nih, sayang tidak banyak yang bisa hadir. Weekend gitu loh, banyak yang punya acara keluarga ya. Meski ada juga yang datang cuma say hi, cipika cipiki trus pulang.Sekilas ngebahas tentang Tamani Cafe, beeuuhh harga makanannya mihil-mihil hahaha, ga cocok sama kantong ala wartegku. Jadi ya cuma mesen es krim aja, dapet seuprit harganya 27rb *pengsan.


Wiken berikutnya, Minggu tanggal 10 Nopember adalah saatnya untuk memenuhi janji kepada anak-anak yaitu berenang. Sudah sejak lama anak-anak ingin berenang, tapiii ini bapaknya yang (sok) sibuk melulu. Nah, kemarin itu Syifa sudah pasang wajah berharap poool, dia semangat bantuin aku menyiapkan baju ganti dan baju renang untukku dan adik-adiknya. Alhamdulillah, aku juga lega bisa memenuhi janji pada mereka. Kadangkala keinginan mereka itu kan nggak banyak, nggak ribet, tapi kami sebagai orang tua yang seringkali meremehkan dan menunda-nunda.

Azzam girang banget bisa nyemplung, namanya bocah ya, main air itu kan anugerah banget haha. Aku aja doyan kok :p Kami berenang di Tirta apaa gitu namanya di daerah Ceger. Masuknya per orang cuma 12ribu aja, kalau hari biasa 10ribu. Tapi ya namanya murah, nggak ada fasilitas mainan yang macem-macem sih, cuma perosotan doang satu. Pokoknya ada air udah cukup, bisa berendem kecipak-kecipuk hehe.

Weekend depan mau kemana dan mau ngapain ya? Lom kebayang sih, kalau akhir bulan gitu kan udah bokek, biasanya di rumah aja. Pengen ah praktek bikin kue apa gitu yang gampang, insyaAllah.

Read More

Jumat, 08 November 2013

Bookfair November 2013


Begitu tahu bahwa akan ada book fair, langsung deh bungah rasa hati ini hihi. Pokoknya event book fair itu bagaikan surga dunia*lebaydetected. Kondisi bokek sekalipun akan tetap membawa kaki ini melangkah kesana :D Biarlah tidak membeli buku yang penting bisa berada di antara ribuan buku yang beraneka warna dan rasa. Loncat kesana kemari sekedar membaca sinopsisnya ataupun hanya sekedar ingin tau covernya saja lebih dekat, pegang-pegang, colek-colek. Kalau bukunya bagus, masuk wish list lah (kalau pas amat sangat bokek). Kalau kebetulan harganya ndlosor murmer ya dibelilah hihihi.

Book fair kali ini bertemakan Knowledge Transformation, maka jangan heran saat memasuki pintu depan akan ada bau-bauan aneh menyambut. Ga ngeh juga sih bau apa tepatnya, tapi mungkin bau dupa, wangi aneh gitu lah. Sumber baunya kemungkinan dari stand The Ministry of Higher Education of Saudi Arabia, aku ga ngecek lagi kemarin. Lebih tertarik untuk segera hunting buku murmer soale :p Selain itu ada juga stand kebudayaan dari Sulawesi (kalau tidak salah lirik haha). Pokoknya sudah semangat 45 begitu masuk langsung ke stand Mizan. Buanyak buku terutama novel-novel dengan diskon dari 20%, 30% sampai dengan 50%. Selain itu, ini nih yang kucari, novel-novel dengan harga ndlosor dari 5 ribuan sampai dengan 20 ribuan. Banyaaaak deh pilihannya. Buku-buku anak juga loh ya, harga mulai 5 ribuan. Nggak cukup sejam deh muterin Mizan doang haha.

Kebetulan kemarin ada teman yang nitip untuk dibelikan Al-Qur'an yang edisinya per juz, mau dipake untuk hafalan katanya. Sayang, setelah aku keliling-keliling ternyata yang dicari tidak ada. Adanya hanya berbagai penerbit Islami yang menjual Al-Qur'an berbagai ukuran, jenis, dan warna. Ada yang menggunakan e-pen, ada yang guede warna-warni, eh ada Al-Qur'an couple juga loh. Sudah dikemas cantik dalam wadah, bisa untuk acara seserahan pas lamaran tuh. Mupeeeng deh liatnya, sayang bulan lalu sudah beli Al-Qur'an wanita berwarna pink lagi haha, daku banget.

Memang sih, sepengetahuanku hanya Islamic Book Fair saja yang paling banyak menyedot massa. Hari-hari biasa saja sudah tumplek, apalagi kalau pas akhir pekan, waduuuh tumplek blek bin uyel-uyelan. Secara nih kalau Islamic Book Fair itu lengkap ga hanya buku tapi juga dari baju muslim/ah sampai kaos kaki ada juga, ya tho. Kalau event-event book fair yang lain ya menurutku biasa saja, nggak rame pake banget. Kemarin saja masih lumayan banyak stand yang kosong tanpa penyewa.

Oya, di book fair kemarin diselenggarakan juga beberapa acara yang cukup menarik. Pas aku kesana, ternyata bertepatan dengan dengan lomba menari dan membaca anak-anak TK. Wah, ramee deh anak-anak kecil beserta ibunya. Seru-seruan ikut milih-milih di stand buku anaknya Mizan. Berikut sekilas info tentang berbagai acara di sana:

Acara menarik untuk anak-anak:
• Pentas Baca, Pentas Seni bersama biMBA AIUEO
• Lomba Tari Daerah Tingkat TK dan SD
• Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD Kelas 1—3
• Kids Fashion Competition: Islamic Fashion (Kategori Usia 4—6 th dan 7—10 th)
• Lomba Mewarnai Kaligrafi Tingkat TK dan SD

Kuliah Umum (Knowledge Transformation) untuk Siswa SMA dan Mahasiswa:

• “Dream & Action” bersama Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, Msi (Mantan Walikota Jakarta Pusat, Deputi Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta)
Rabu, 6 November 2013 Pk. 15.00—17.00 wib

• “Big Dream, Make It Happen” bersama Thomas Sugiarto (Enterpreneur)
Jumat, 8 November 2013 Pk. 15.00—17.00 wib

Sekalian kucomotkan susunan acara untuk tangal 8, 9, dan 10 Nopember 2013 yak. Biar makin mupeng yang belum sempat kesana hehe. Info diambil dari sini.

Jumat, 8 November 2013
Pk. 09.00—17.00 Lomba Mewarnai, Pentas Baca dan Pentas Seni biMBA AIUEO (Selasar Atas)
Pk. 10.00—11.45 Seminar Parenting “Mendidik Karakter dengan Karakter” Bersama Ida S. Widayanti (Panggung Utama)
Pk. 14.30—16.45 Kuliah Umum (Knowledge Transformation): “Big Dream, Make It Happen”
Bersama Thomas Sugiarto-Entrepreneur (Panggung Utama)
Pk. 17.00—17.45 Indonesian Literature Online Bersama Yayasan Lontar (Panggung Utama)
Pk. 18.00—20.45 Talkshow “My Pasion My Career” Bersama Ardiningtyas-www.konsultankarir.com (Panggung Utama)

Sabtu, 9 November 2013
Pk. 09.00—17.00 Lomba Baca Cerita Pendek Tingkat Usia TK Se-Indonesia bersama biMBA AIUEO (Selasar Atas)
Pk. 10.00—12.00 Talkshow “Menulis Novel Perjalanan” Bersama Agustinus Wibowo (Panggung Utama)
Pk. 12.00—13.45 Kebaya Muslimah by 3 of Us (Panggung Utama)
Pk. 13.00—17.45 Seminar “Cara Menumbuhkan Minat Baca dan Belajar Anak” Bersama
biMBA AIUEO (Ruang Kenanga 1-2)
Pk. 14.00—15.45 Talkshow “Menulis Hobi atau Profesi?” Bersama Wina Idol, Coco Elvis
@pepatahgombal dan Sari Musdar (Panggung Utama)
Pk. 16.00—17.45 Talkshow “Drunken Monster” Bersama Pidi Baiq (Panggung Utama)
Pk. 18.30—20.45 Talkshow “The Naked Traveler” Bersama Trinity Traveler
(Panggung Utama)

Minggu, 10 November 2013
Pk. 09.00—17.00 Lomba Baca Cerita Pendek/Berita Tingkat Usia TK Se-Indonesia bersama biMBA AIUEO (Selasar Atas)
Pk. 10.00—11.45 Talkshow “Princess, Bajak Laut dan Alien” Bersama Clara Ng dan Icha Rahmanti (Panggung Utama)
Pk. 12.00—13.45 Konsultasi Desain Interior Bersama Vani Anggreswita (Panggung Utama)
Pk. 14.00—15.45 Meet & Greet dan Talkshow “Rantau 1 Muara” Bersama A. Fuadi (Panggung Utama)
Pk. 16.00—17.45 Talkshow “No One to Someone” Bersama Nina Moran-Go Girl Magazine (Panggung Utama)
Pk. 18.00—20.45 Meet & Greet KOCOK! Arisan Sosialita Bersama Nadia Mulya dan Joy Roesma (Panggung Utama)


Ssstt, tau ga, sebenarnya kemarin itu belum puas kalapnya hihihi. Masih pengen balik lagi kesana, tapi yaaa sepertinya waktunya tidak memungkinkan. Kemarin saja alhamdulillah tiba-tiba dapat teman jalan bareng, bumil yang lagi ngidam buku. Kalau nggak ada dia, setengah hati ah jalan sendiri :p

Read More

Jumat, 01 November 2013

November Rain


Guns N Roses – November Rain Lyrics


When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you
Don’t you know I feel the same

‘Cause nothin’ lasts forever
And we both know hearts can change
And it’s hard to hold a candle
In the cold November rain

We’ve been through this such a long long time
Just tryin’ to kill the pain

But lovers always come and lovers always go
An no one’s really sure who’s lettin’ go today
Walking away

If we could take the time to lay it on the line
I could rest my head
Just knowin’ that you were mine
All mine
So if you want to love me
then darlin’ don’t refrain
Or I’ll just end up walkin’
In the cold November rain

Do you need some time…on your own
Do you need some time…all alone
Everybody needs some time…on their own
Don’t you know you need some time…all alone

I know it’s hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn’t time be out to charm you

Sometimes I need some time…on my
own Sometimes I need some time…all alone
Everybody needs some time…on their own
Don’t you know you need some time…all alone

And when your fears subside
And shadows still remain
I know that you can love me
When there’s no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
‘Cause nothin’ lasts forever
Even cold November rain

Don’t ya think that you need somebody
Don’t ya think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one
You’re not the only one


Aaarrggh i like this song. Lagu kesukaan jaman dulu, dengerin berdua sama yayang. Manggut-manggut sambil nyanyi-nyanyi kecil, sembari memegang buku bahan ujian besoknya. Ya gitu deh, belajar kalau sepi malah ngantuk, maka ditemani oleh alunan lagu merdu nan syahdu (bukan dangdut yak) tentunya akan sangat menyenangkan.

Welcoming November. Tanggal satu euuy, gajiaaan. Mau pulang kantor tapi malah hujan deres pake banget. Bakalan berbasah ria nih, membayangkan dinginnya air juga. Meski memakai jas hujan, jarak kantor - rumah yang jauh pasti tetap saja akan membuat kami basah dan kademen. Sukur-sukur nggak bikin masuk angin deh. Tapi besok wiken looh, gpp wis sore ini main hujan, besok bisa bangun siang horeee :D

Met wiken yak temans, selalu nyalakan semangatmu meski harus berjibaku dengan dinginnya hujan di bulan November ini ^_^
Read More